::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Saturday, 30 October 2010

-Tugas Softskill-WARTA WARGA-

Universitas Gunadarma adalah salah satu Universitas Swasta terbaik di Indonesia. Untuk menunjang seluruh kegiatan mahasiswa, maka dibuatlah sebuah sistem online. Kelebihan sistem ini adalah mahasiswa dan kampus/ dosen bisa saling berkomunikas satu sama lain, mengetahui semua informasi yang dibutuhkan dengan cepat dan yang pasti dimana saja.

Website-website yang ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan ini sudah berjalan dengan baik. Diantaranya adalah :
1. BAAK News : Website yang berhubungan dengan administrasi perkuliahan,
2. Studentsite : Kamar pribadi mahasiswa.Disini mahasiswa bisa mendapatkan segala informasi dari kampus, mengerjakan tugas, menulis artikel, menyimpan data, dan lain-lain.
3. Virtual Class: Fasilitas untuk belajar materi perkuliahan secara virtual.
4. SAP : Mengetahui SAP seluruh mata kuliah yang ditawarkan
5. Warta Warga : Portal untuk menampung semua artikel dari mahasiswa,
6. Dan lain-lain.

Nah, dalam tulisan ini, saya akan sedikit mereview salah satu portal yang dimiliki Gunadarma, yakni Warta Warga.
Kenapa Warta Warga?ya g apa-apa. hehehe,

Warta Warga adalah portal yang berfungsi untuk menampung artikel-artikel/ tulisan dari seluruh mahasiswa Universitas Gunadarma. Setiap tulisan digolongkan ke dalam beberapa kategori, seperti :
1. Adat-Istiadat,
2. Cerpen,
3. Disain dan Arsitektur,
4. Opini,
5. Puisi,
6. Dan masih banyak lagi,

Kelebihan dari portal ini adalah mampu menampung seluruh aspirasi (ceile) warga Gunadarma melalui tulisan. Hal ini menjadi bermanfaat, dikarenakan selain bisa mneyalurkan aspirasi dan opini, orang lain juga akan mendapatkan ilmu dari apa yang kita tulis.

Sedangkan kekurangannya, menurut saya (subyektif) adalah bagian untuk artikel terlalu kecil, sehingga sedikit mengganggu ketika mau membaca artikel. Sedikit saran dari pengamat bodoh (baca : saya) adalah dengan memimdahkan kategori di bagian atas website. Dan sedikit memperkecil kolom News/ Comments.

Udah segitu aja,
terima kasih,

Note.
Alamat Warta Warga : http://wartawarga.gunadarma.ac.id

Thursday, 28 October 2010

Sumpah Pemuda

Kami, putra-putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia,
Kami, putra-putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia,
Kami, putra-putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia,

well,
gue emang bukan orang hebat yang bisa menyumbangkan medali, prestasi, atau bahkan terasi buat bangsa ini. gue cuma orang bodoh yang benerin muka rusak sendiri aja g bisa,
well,
pemikiran-pemikiran gue emang g selevel dengan pemikiran pemuda pembela bangsa. mikir matematika aja udah pusing,
well,
gue emang bukan pemuda yang bisa memperjuangkan perbaikan nasib rakyat. memperjuangkan uang jajan buat diri sendiri aja g becus.naikan gaji saya!! turunkan harga!! *ngarep

so??
saat ini gue cuma bisa nyebarin semangat sumpah pemuda kepada semua pemuda (baik yang pemuda atau ngaku-ngaku muda) lewat blog ini misalnya, ato sms (tadi belum jam 6 paling g gue udah ngabisin 100 sms). yah, cuma itu yang bisa gue lakuin,

Monday, 25 October 2010

Apakah Kami Terlalu Dini Untuk Bekerja?

Umur gue sekarang 20 tahun. Dan gue lulus sekolah bulan Juni 2010. Mulai kerja Januari 2010. Saat mulai kerja umur gue 19 tahun. Dan jumlah jerawat gue tentu aja masih dikit.

jadi kali ini kita akan ngebahas jerawat gue. Tidak. maksud saya bisul gue. Sori, serius. Maksud gue uban gue. Dulu waktu udah mule kerja gue g pernah ada pikiran kayak gini 'Apakah kami terlalu dini untuk mulai bekerja?'. Tapi semenjak temen gue, Chuck sering mempertanyakan perihal dirinya yang memiliki jerawt lebih banyak dari gue, gue jadi terinspirasi buat beli pembersih muka. Jadi di blog nya si Chuck, dia sering nempel jerawatnya disitu. *Ngaco*. Jadi di Chuck sering mempertanyakan ke diri dia sendiri 'Apakah dia terlalu dini untuk bekerja?' Secara waktu dia mule kerja, umurnya baru 18 tahun. 18 tahun. malah ada juga temen gue masih 17 tahun udah kerja. Umur segitu biasanya orang-orang pada sibuk kuliah, dan perlu diketahui, ada perbedaaan besar antara 'Kulia/ Sekolah' dan 'Bekerja'. So many pressure, so many deadline, so many morning. Semenjak itulah, gue jadi ikutan mikir, 'Terlalu dini kah kami mule bekerja?' di usia 18/19 yang umumnya orang-orang masih dengan enaknya bangun jam 8 pagi, kuliah, sosialisasi dengan temen-temen, ngerjain tugas, main bareng, nonton, dan lain-lain yang 'anak kuliahan' banget. Beda banget sama kita, bangun jam 6 masuk kerja jam 7, pulang jam 4 sore. pulang, capek. tidur. belum kalo lagi banyak kerjaan, lembur. gitu seterusnnya. Stres, stres deh lo!

Pertanyaan yang sama "Apakah kami terlalu dini untuk bekerja?"

Tentang Pasal 33 Ayat 1

UUD 1945 adalah hukum tertinggi yang berlaku di negara kita, baru disusul dengan hukum-hukum yang lainnya seperti Undang-undang, kepres, PP, Perpu, perda, dan lain-lain. Hal in seharusnya membuat UUD 1945 menjadi peraturan yang istimewa, artinya, jika ada dua peraturan mengenai hal yang sama, maka yang harus diutamakan adalah peraturan yang ada di dalam UUD 1945 terlebih dahulu.

Nah, sesuatu yang agak mengusik pikiran adalah mengenai Pasal 33 Ayat 1 UUD 1945. Pasal 33 ayat 1 UUD 1945 menyebutkan bahwa
"Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat"
Dari kalimat ini paling tidak ada dua hal yang bisa disimpulkan,
1. Bumi, air, dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh negara,
2. Dipergunakan sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat.

saya tidak tahu, dan bila ada yang bisa menjawab, tolong share ilmunya,
1. Siapa yang melakukan penambangan di berbagai pusat tambang di Indonesia? Minyak bumi, emas, batu bara, dan lain-lain. Negara atau asing? Negara atau milik orang per orang?
2. Berapa kuasa negara atas semua kekayaan alam yang ada di Indonesia secara riil?
3. Dari yang dikuasai negara itu, berapa banyak yang digunakan "sebesar-besar bagi kemakmuran rakyat"

Jika menggunakan hukum sebab akibat, dengan melihat akibatnya dulu, yaitu :
1. Paling tidak 14 % penduduk Indonesia tergolong miskin
--> menurut saya 14% ini tergolong sangat miskin. dan mungkin lebih dari 30% miskin saja. Soalnya saya yang bodoh, tidak tahu standar miskin itu seperti apa? Mungkin saja, orang yang berpenghasilan 30 ribu per hari digolongkan mampu. Walopun ia punya 3 tanggungan : istri dan dua anak. Padahal untuk hidup layak, paling tidak 30 ribu itu untuk satu orang menurut saya. Dari situs http://sosialbudaya.tvone.co.id/berita/view/38202/2010/05/04/inilah_14_kriteria_orang_miskin_versi_bps/ saya menemukan kriteria orang miskin menurut BPS. Kalau begitu seharusnya semua orang di desa saya diglongkan menjadi orang miskin, karena mayoritas memenuhi kriteria BPS ini. tapi nyatanya, di desa saya yang digolongkan orang miskin tak lebih dari 5%. Jadi? saya meragukan angka 14% untuk orang miskin di Indonesia. Dan tidak yakin pula dengan kebenaran dari BPS itu.
2. orang pribumi/ lokal yang berkerja di pertambangan-pertambangan itu kebanyakan bekerja sebagai buruh kasar, yang upahnya minim.
3. Indonesia sudah merdeka 65 tahun lebih.
Dari akibat di atas, mestinya ada sebab, mengapa itu bisa terjadi? Saya pribadi tidak tahu, karena saya orang bodoh. Mungkin jika pertanyaan di atas bisa terjawab, maka sebab dari akibat ini akan bisa ditemukan.

Lalu pertanyaan selanjutnya,
1. Apa makna dari Pasal 33 ayat 1 tersebut??
2. jika sudah ditemukan sebabnya, maukah merubahnya??
Maaf, saya orang bodoh,

Warga Negara dan Negara

Warga Negara dan Negara

A. Negara
1. Pengertian
Negara merupakan alat dari masyarakat yang mempunyai kekuasaan untuk mengatur hubungan manusia di dalam masyarakat.

Dari pengertian di atas,paling tidak ada dua macam tugas yang harus dilakukan oleh Negara, yaitu :
a. Mengatur dan menetrtibkan gejala-gejala kekuasaan dalam masyarakat yang bertentangan satu sama lain.
b. Mengatur dan menyatukan setiap golongan dalam masyarakat demi tercapainya tujuan bersama.

2. Sifat-Sifat Negara
Karena Negara merupakan kekuasaan tertinggi dalam masyarakat, maka Negara memiliki sifat-sifat khusus untuk mengatur ketertiban dalam masyarakat, yaitu :
a. Sifat Memaksa, artinya Negara memiliki kekuasaan untuk menggunakan kekuatan fisik secara legal untuk mengatur tercapainya ketertiban demi menghindari tindakan anarkhi.
b. Sifat Monopolo, artinya Negara memiliki kekuasaan tunggal untuk menetapkan tujuan bersama dalam masyarakat.
c. Sifat Mencakup Semua, artinya semua peruandangan-undangan menackup semua orang di dalam Negara tersebut tanpa terkecuali.

3. Bentuk Negara
Setidaknya ada dua macam bentuk Negara yang dianggap penting di dunia ini. Yaitu :
a. Negara Kesatuan
Adalahnegara yang merdeka dan berdaulat dimana kekuasaab untuk mengurus pemerintahannya ada di pusat. Ada dua macam system di Negara kesatuan, yakni:
1) Negara Kesatuan dengan system Sentralisasi
Di dalam system ini, segala urusan pemerintahan dan kekuasaan ada di tangan pusat.
2) Negara Kesatuan dengan system Desentralisasi
Artinya di dalam system ini Negara memberi kebebasan kepada setiap daerah untuk mengatur daerahnya sendiri-sendiri.
b. Negara Serikat
Adalah Negara yang merupakan penggabungan dari Negara-negara bagian yang memiliki kedaulatan dan kemerdekaan sendiri-sendiri. Adapun kekuasaan yang diserahkan biasanya hanya sebagian saja, sedangkan kekuasaan asli tetap ada di tangan Negara bagian tersebut. Biasanya kekuasaan yang diberikan adalah yang berhubungand engan kerjasama luar negeri, pertahanan, dan keuangan pusat.

4. Unsur Negara
Unsur- unsur suatu Negara adalah sebagai berikut :
a. Ada wilayahnya
b. Ada rakyatnya
c. Ada pemerintahannya
d. Memiliki Kedaulatan
e. Diakui oleh Negara lain.

B. Warga Negara
Unsur penting dalam suatu Negara adalah rakyat. Untuk itulah pertauran dan pelayanan kerakyatan harus diutamakan.
1. Pengertian
Menurut UUD yang dimaksud dengan warga Negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan orang-orang bangsa lain yang disahkan dengan undang-undang sebagai warga Negara.

2. Asas Kewarganegaraan
Untuk menentukan siapa saja yang berhak menjadai warga Negara Indonesia, setidaknya ada dua asas yang bisa digunakan, yakni :
a. Kriteria kelahiran menurut asas keibubapaan atau disebut dengan ius sanguinis. Di dalam asas ini seseorang memperoleh kewarganegaraan berdasarkan kewarganergaraan orang tuanya tanpa memandang tempat kelahirannya.
b. Kriteria kelahiran menurut asas tempat kelahiran atau disebut ius soli, yang artunya seseorang memperoleh kewarganegaraan berdasarkan dimana isa dilahirkan, meskipun orang tuanya bukan warga Negara daerah itu.

3. Hak dan Kewajiban Warga Negara
Hak dan kewajiban warga Negara sepenuhnya diatur oleh UU. Diantaranya adalah :
a. Pasal 27 (1) : setiap warga Negara bersamaan kedudukannya di dalam hokum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hokum dan pemerintahan itu denga tidak ada kecualinya.
b. Pasal 27 (2) : Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.
c. Pasal 28 : Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan pikiran secara lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang. (dan pasal 28 a- j)
d. Pasal 29 (2) : Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menururt agamanaya dan kepercayaannya itu.
e. Pasal 30 (1) : Tiap-tiap warga Negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pemberlaan Negara
f. Pasal 33 (3) : Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh Negara.

Friday, 22 October 2010

"Kulia ini mengganggu kerjaanku"

minggu ini dan insyaAllah minggu depan adalah minggu mampus buat gue. semua ini berawal tidak lain dan tidak beda adalah karena gue dapet sms dari ketua kelas gue di kampus,
"Besok, Minggu ada praktikum jam setengah 4 di kampus E gedung 5 lantai 2 ruang 1",
what???? Minggu?? kulia?? gila! gue mesti salah baca. gue baca lagi sms dari sang kepala suku,
"Besok, Minggu ada praktikum jam setengah 4 di kampus E gedung 5 lantai 2 ruang 1",
sama aja,
gue baca dari belakang,
"1 gnaur 2 iantal 5 gnudg E sumpak id 4 hangetes maj mukitkrap ada unggim ,koseB"
gue malah jadi bingung sendiri,
hah, akhirnya gue ke kantor kelurahan buat bilang "ya sudahlah",

hari minggu gue berangkat kulia, dan inilah awal dari segala awal yang mengawali semua penderitaan gue. tu dosen bilang "Buat dikumpulin minggu depan, laporan pendahuluan, laporan akhir. minggu depan ada kulia pagi jam setengah 10 dilanjutkan kulia sore jam setengah 4".
inilah penderitaan anak kulia,

minggu depannya gue berangkat kulia minggu lagi, dan inilah resume tugas yang harus dikumpulkan minggu depan :
1. Makalah VQB &VB
2. laporan pendahuluan 1
3. laporan akhir 1
4. laporan pendahuluan 2
5. laporan akhir 2
6. Makalah PKn
7. tugas matematika,
dan paginya gue kerja, malemnya kulia. sabtu minggu ada jadwal kulia juga. lalu kapan gue belajar masaknya?? gue pengen lari dari kenyataan buruk ini, tapi ibu kantin dikantor gue menghalangi. gue masih ngutang sama ibu kantin. saking banyaknya tu tugas, temen gue sampe muntah2. beneran. menurut penerawangan gue sih, tu anak mau bunuh diri dengan mencampur oralit+tugas yang sebabrek itu,

dan si suatu malem, gue dapet sms dari temen gue di semarang,
"kulia ini mengganggu kerjaanku",
buset!!! kenapa kulia kalo gitu bang?
tapi bener juga sih,
"kulia ini mengganggu kerjaanku",
terlebih mengganggu hidup gue,
kalo idup kayak gini terus, gue yakin g bakal dapet istri,

Wednesday, 20 October 2010

Opini Pemuda Bodoh tentang Pemuda

Sebuah Opini Tentang Pemuda

Pemuda. Di tangan mereka lah bangsa ini kelak akan diamanatkan. Sebuah tugas berat yang harus dipikul oleh generasi muda kelak. Untuk itulah segala persiapan yang mungkin diberikan harus diberikan. Pendidikan dan pengembanagan potensi diri dari generasi muda harus terus dipupuk dan dibina. Agar nantinya muncul para pemuda yang benar-benar siap membawa masa depan bangsa. Inilah tugas yang diamanatkan kepada generasi muda. Untuk itulah kesempatan dan kebebasan untuk generasi muda harus dibuka lebar-lebar.

Namun rasanya kebebasan yag diberikan kepada generasi muda disalahgunakan dan disalahartikan oleh generasi muda secara umum. Saya pribadi seorang pemuda. Namun pemuda bodoh, sehingga mungkin saya yang salah mengartikan kebebasan itu.

Tidak diragukan lagi,pemuda adalah manusia yang penuh daya kritis. Pemuda melihat banyak kekurangan disana-sini di dalam masyarakat dan pemerintahan pada khususnya. Mereka protes menuntut pembenaran dengan cara berdemo misalnya. Namun ayng saya lihat selama ini adalah :
1. Mereka berpikir jangka pendek.
2. Hanya protes, tak ada solusi.
3. Mengabaikan norma dan hak orang lain.
4. Pandai berbicara.

Disini saya akan memberikan dua contoh :
1. Saat berdemo, kreatifitas para pemuda mengalir dengan hebatnya. Bendera, foto Presiden/ tokoh-tokoh Negara, lambang-lambang Negara, diinjak-injak, dibakar, bahkan *maaf* dikencingin. Saya kira ini adalah tindakan bodoh. Mereka tidak berpikir bahwa bendera, presiden, dan lambang-lambang Negara adalah symbol kedaulatan Negara. Jika mereka menginjak-injak foto presiden misalnya, apakah itu sama halnya dengan menginjak-injak harga diri bangsa?? Atau menyamakan foto-foto Presiden/ tokoh-tokoh Negara dengan hewan misalnya. Memangnya Anda mau dipimpin oleh hewan?? Saya tidak.
2. Beberapa hari yang lalu saya sempat melihat tayangan di TV yang pemerannya dalah para pemuda yang membahas permasalahan-permasalahn bangsa. Disitu ada nara sumber seorang staff khusus Presiden. Apa yang saya tidak suka? (bahkan muak, dan jijik, dan juga malu sebagai seorang pemuda) :
a. Sang pemuda memberi pertanyaan. Staff Presiden menjawab. Belum selesai menjawab, selalu dipotong oleh argument-argumen si pemuda yang memojokkan. Nara sumber tidak diberi kesempatan untuk membela.
b. Ketika si narasumber kesal karena penjelasannya selalu dipotong, mencoba membela diri dengan berkata dengan sopan ‘maaf, saya belum selesai’. Si pemuda justru menjawab, “Maaf Pak, disini saya BOSNYA’. Waktu itu pula saya malu. Benar-benar malu. Inikah pemuda??? Dimana etika Anda?
c. Selanjutnya ketika diberi pertanyaan selanjutnya, si staff menjawab dengan sngkat (karena tak mau terpotong dan malah menimbulkan salah tafsir di masyarakat saya kira). Tapi si pemuda malah berkata “kenapa Bapak Staff tidak mau menjelaskan secara gambling”. Setelahitu saya ganti channel TV.

Dari sini paling tidak, kita bisa mengambil beberapa point yang bisa dikritisi dari generasi muda :
a. Selalu mengatasnamakan kebebasan dalam segala aksinya. Padahal yang perlu diingat adalah, ORANG LAIN JUGA MEMILIKI KEBEBASAN DAN HAK. Jadi, ketika mengkritisi seseorang, lakukanlah dengan baik dan sadar etika serta hormati hak orang lain.
b. Belajar berpikir jangka panjang. Atau paling tidak menengah. Karena biasanya seorang pemuda itu heboh dengan sesuatu yang update, lalu meninggalkannya begitu saja.
c. Lebih sering melakukan pembenaran terhadap pendapat pribadi yang belum tentu kebenarannya, daripada menguji kebenaran dari pendapatnya itu.
d. Keras kepala dan tidak mau menerima kritisi dari orang lain.
e. Dan yang terakhir adalah “HORMATI ORANG LAIN”. Gunakan etika, logika, hati nurani, dan sesuaikan dengan peraturan yang ada.

Ini hanya opini dari pemuda bodoh. Dan tolong hormati opini saya. Karen pemuda bodoh juga punya kebebasan berpendapat. Hehehe,

Tuesday, 19 October 2010

Pemuda dan Sosialisasi

Pemuda dan Sosialisasi

1. Definisi Pemuda
Pemuda adalah suatu kelompok manusia yang digolongkan berdasar usia, yang mana ada diantara usia anak dan usia dewasa, atau apabila dikonversi ke dalam tahun, adalah sekitar 14 hingga 22 tahun.
Namun pengertian ini kadang bisa mengalami perluasan, karena orang yang berkecimpung di dunia politik dan berusia 40 tahun misalnya, ini masih digolongkan ke dalam usia muda atau pemuda.
Jadi secara awam dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud pemuda dapat diartikan ke dalam suatu golongan di suatu kelompok yang jam terbang/ pengalamannya masih tergolong baru.
Nah dalam pembahasan ini kita tidak akan membahas tentang pengertian pemuda yang kedua/ dalam arti luas. Kita akan membahas tentang pemuda yang sebenarnya, yaitu pemuda yang usianya berkisar antara 14-22 tahun.

2. Pemuda dan Identitas
Tidak salah jika orang mengatakan bahwa masa muda adalah masanya mencari identitas. Karena memang benar, di masa inilah seseorang mulai mencari siapa sebenarnya mereka. Pemikiran mereka mulai berkembang dari usia anak-anak yang hanya berpikir tentang hari ini saja menuju usia dewasa yang telah matang cara berpikirnya. Di usia inilah, seseorang mencari-cari seperti apa hidup yang ia inginkan, seperti apa ia harus menjalani kehidupannya, dan seperti apa masa depannya kelak.
Banyak masalah yang muncul di masa ini sebagai semacam tes awal bagi seseorang untuk menuju masa dewasanya. Semacam seleksi alam, apabila seseorang bisa melalui masa ini dengan baik, ia akan lebih siap menghadapi masa depannya. Dan sebaliknya, apabila ia tidak mampu, maka hidup dan kehidupannya akan menjadi tidak teratur, dan bahkan dapat menimbulkan keputus asaan. Untuk itulah pembinaan potensi dan pengembangan diri mutlak diberikan. Terutama oleh orang tua dan keluarga sebagai orang-orang terdekat, lingkungan sekitar, dan masyarakat. Karena di tangan para pemuda lah amanat pembangunan bangsa ini akan diserahkan.
a. Pembinaan dan Pengembangan Generasi Muda
Menurut Ketetapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0323/U/1978 tanggal 28 Oktober 1978,pola dasar dari pembinaan dan pengembangan generasi muda didasarkan pada :
- Landasan idiil : Pancasila
- Landasan Konstitusional : UUD 1945
- Landasan Strategis : GBHN
- Landasan Historis : Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dan Proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945
- Landasan normative : Etika, tata nilai, dan tradisi luhur yang hidup dalam masyarakat.
Pembinaan dan pengembanagn generasi muda menjadi hal yang sangatlah penting karena selain pemuda adalah ujung tombak pembangunan bangsa, pemuda juga memiliki kreatifitas dan pikiran kritis yang sangat dibutuhkan bagi kemajuan bangsa.

b. Masalah dan Hambatan Generasi Muda
Berbagai masalah tentang kepemudaan yang ada saat ini antara lain :
1. Dirasa menurunnya jiwa nasionalisme danpatriotisme.
2. Kekhawatiran tentang masa depan generasi muda
3. Tidak seimbangnya antara jumlah pemuda dan fasilitas pendidikan dan pengembangan diri bagi para pemuda. Hal ini menjadi sangat riskan, karena jika generasi muda tidak memiliki tempat untuk mengekspresikan diri mereka, bis ajadi mereka akan terjebak di dalam lingkungan yang salah.

c. Potensi Generasi Muda
Seperti kita ketahui bersama bahwa pemuda pastilah memiliki potensi yang ada di dalam mereka. Beberapa potensi yang ada di dalam diri para pemuda diantaranya adalah :
1. Daya kritis
Umumnya, kehidupan para pemuda belum tertata rapi sesuai dengan norma masyarakat. Hal ini lah yang menyebabkan pemuda dapat menilai kekurangan yang ada di dalam masyarakat, dan secara wajar akan berusaha mengubahnya.
2. Kreatifitas
Tidak dipungkiri, bahwa ide-ide dan kreatifitas selalu muncul di otak para pemuda. Pemikiran para pemuda yang masih suka melompat-lompat dan tidak pasti justru dapat memberikan ide-ide baru yang mungkin tidak akan terpikirkan jika pikiran mereka sudah tertata sesuai aturan.
3. Keberanian dalam mengambil resiko
Pada umumnya pemuda tidak akan berpikir dua kali dalam mengambil keputusan dan melakukan tindakan. Dampak positifnya, mereka dapat selalu mencoba dan belajar. Dampak negatifnya adalah jika keberanian mereka tidak diimbangi dengan logika dan peraturan yang telah ada, maka akan menimbulkan permasalahan social.
4. Optimis dan semangat
Seperti kata Roma Irama, “masa muda masa yang berapi-api”. Karena memang benar, orangmuda cenderung lebih bersemangat dalam melakukan seseuatu yang baru.
5. Kemampuan beradaptasi dan penguasaan ilmu
Tidak diragukan lagi bahwa generasi muda cenderung lebih mudah untuk menguasai ilmu baru. Hal ini wajar, karena tugsa seorang pemuda adalah mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan.

3. Pemuda dalam Masyarakat
Masyarakat adalah tempat yang paling baik bagi pemuda untuk belajar. Karena disinilah nantinya para pemuda akan berakhir, yaitu hidup di tengah-tengah masyarakat. Dari sinilah akan muncul pemimpin-pemimpin baru. Jika seorang pemuda cenderung tidak peduli dengan lingkungannya dan enggan bersosialisasi di dalam masyarakat, maka tidak akan lahir seorang pemimpin. Dan apa jadinya Negara ini jika tidak ada pemimpin yang bisa mengkomando bangsa ini? Disinilah tujuan akhir seorang pemuda. Menjadi garda depan pembangunan bangsa untuk menjadi bangsa yang lebih baik lagi.

Friday, 15 October 2010

Mimpi Gue- The Legend of Bali Rocks

tadi malem gue mimpi. g ada angin g ada bencong, tiba-tiba gue mimpi hal yang bener-bener di luar apa yang gue pikiran. begini cerita yang gue inget.


sepasang tangan menjangkau sebuah buku. buku tua bersampul coklat bercampur debu. tak jelas apa yang tertulis. yang terbaca hanya beberapa kata 'The Legend . . . .ks'. seoarang muda tiba-tiba terlempar di sebuah lembah hijau. sangat hijau. sangat indah. namun tiba-tiba lembah itu berubah seketika. bom, tembakan, asap bercampur menjadi satu. lembah ini diserang. tapi oleh siapa?bahkan disini tak ada seorang pun. dari balik pesawat yang digunakan, orang muda itu bisa membaca dengan jelas 'EROPA'. lembah hijau hancur.

orang muda itu menatap langit. dan waktu serasa tersedot ke depan. dunia sudah tak seperti sekarang. ini adalah dunia masa depan. gedung-degung transparan, mobil-mobil terbang, pakaian perak. semua nya terlihat 'canggih' dan 'modern'. si orang muda masuk ke sebuah ruangan rapat. tak sengaja ia mendengar 'waspada dengan Indonesia'.

si orang muda kembali tersedot dalam masa depan kembali. kini ia berada di tengah-tengah orang berdasi. sebuah koran melayang di depan matanya. disana tertulis, 'Indonesia masuk parlemen'. si orang muda tampak kebingungan. tak ada bahasa inggris disini. yang ada adalah bahasa arab.

dirinya melayang.'dunia adalah Indonesia'. Sebuah pandangan tiba-tiba terhampar di depannya. semuanya kini jelas. beberapa tahun yang lalu, seluruh negara di dunia diinvasi oleh orang-orang yang menamakan dirinya Eropa. namun bukan seperti penjajahan yang membuat negara lain menderita. justru dari situlah dunia berkembang. Berkat invasi Eropa, kemajuan teknologi menyebar ke seluruh dunia. Dunia menjadi satu negara, dengan Eropa sebagai kepala negaranya. Beberapa tahun kemudian, Indonesia muncul sebagai anggota parlemen. Indonesia memilih bergabung dengan dunia Arab, dan memunculkan seorang pemuda di dalam parlemen tersebut. Eropa tak sanggup menolaknya. Tahun-tahun berikutnya semakin banyak orang Indonesia yang menjadi anggota parlemen. Orang-orang Arab mulai menyebut dirinya Indonesia pula. tahun berikutnya Indonesia menjadi pimpinan parlemen, mengambil alih dari orang Eropa yang awalnya mendominasi. dari situlah muncul gagasan 'dunia adalah Indonesia'. Semua sama, tak ada penjajah dan dijajah.

si orang muda kembali tersedot. namun kini ia tak tahu tersedot ke masa lalu, atau ke masa depan. kini dirinya ada di atas sebuah menara atau candi atau apalah. bentuknya seperti piramid Itza, tapi memiliki ukiran yang sangat khas. khas Bali. dari situ muncul seseorang. dirinya. ya, dirinya yang lain. ia masuk ke dalam sebuah goa diantara celah-celah candi. Disitu tertulis 'The Legend of Bali Rocks'. itulah pusat Candi. Itulah pusat Indonesia. Itulah pusat dunia. dimana dari situlah seorang muda muncul, membebaskan dunia dari cengkraman Eropa.

Buku kembali tertutup.

Note :
1. bentuk goa nya seperti goa gajah di Bali,


2. Sedang bentuk piramid nya seperti piramid Itza di Meksiko.


3. Gabungan arsitektur keduanya. Dan perluas lahannya hingga sebesar 4/5 kali luas borobudur.


Individu, Keluarga, dan Masyarakat,

Secara realistis kehidupan di masyarakat terbagi-bagi ke dalam beberapa kelompok atau sub masyarakat. Meskipun hal ini bersifat diskriminatif, tapi pada kenyataannya masayarakat sendirilah yang mengkotak-kotakkan diri mereka sendiri. Pengelompokkan bisa didasarkan pada perbedaan ekonomi, jabatan, suku, cita-cita, agama, dan lain-lain. Sebagai contoh, di kota Jakarta, walaupun seluruh penduduknya disatukan oleh istilah 'masyarakat Jakarta', namun pada kenyataan di lapangan mereka tetap menelompokkan diri menjadi sub-sub masyarakat, seperti masyarakat elit, masyarakat menengah, masyarakat Betawi, masyarakat Jawa, masyarakat Sunda, dan berbagai keompok-kelompok lainnya. Mengapa ini bisa terjadi? secara mendasar hal ini didasarkan pada sifat individu personal yang merasa cocok/ memiliki kesamaan dengan A namun tidak dengan B. Di sisi lain, mungkin orang lain cocok dengan B namun tidak dengan A. Tapi di atas itu semua, mereka memiliki satu kesamaan yang bisa menyatukan mereka. Misalnya sama-sama tinggal di wilayah tertentu. Seperti jika kita ingin tahu sifat suatu benda, maka kita harus tahu sifat atom penyusunnya. Maka untuk memahami keadaan suatua masyarakat, kita harus tahu unsur penyusunnya. Apa saja penyusun masyarakat?

1. Individu,
Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu diartikan sebagai bagian terkecil dari masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Atau dengan kata lain individu adalah unsur dasar dari sebuah masyarakat. Pada dasarnya setiap individu memiliki karakteristik yang khas. Kesamaan karakter dan tujuan biasanya akan menjadikan dua atau lebih individu bergabung membentuk suatu kelompok masyarakat tertentu.

Karakter adalah ciri/ sikap/ sifat yang membedakan seorang individu dengan individu lain. Karakter seseorang akan sangat mempengaruhi terhadap masyarakat seperti apa yang akan ia masuki. Karakter individu pada dasarnya ditentukan oleh dua hal, yaitu Pendirian Navistik dan Pendirian Empiris-Environmentalistik.
- Pendirian Navistik adalah karakter yang dimiliki seseorang sejak lahir. Karakter ini biasanya diwarisi dari keduaorang tuanya, idealime diri, dan faktor dari dalam diri individu tersebut.
- Pendirian Empiris-Environmentalistik adalah karakter pembentuk seseorang yang berasal dari luar dirinya atau dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan tidak hanya dilihat dari dimana ia tinggal, tapi juga dari semua hal yang pernah ia lihat, dengar, atau rasakan yang mempengaruhi karakternya.

Di dalam pembentukan karakter ini, individu biasanya akan melalui bebrapa tahap pertumbuhan/ proses. Menurut ahli psikologi, pertumbuhan ini terbagi ke dalam 4 kelompok berdasar umur.
a. Masa Vital (0-2 tahun) : Pada masa ini seorang individu menggunakan fungsi-fungsi biologis pada dirinya untuk belajar dari lingkungannya.Pada masa ini, karakter masih belum sepenuhnya terbentuk, karena seorang individu masih berusaha mengenali lingkungan dan dirinya sendiri.
b. Masa Estetik (2-7 tahun) : Pada masa ini nilai-nilai moral dan estetik baiknya mulai ditanamkan. Karena di masa inilah seorang individu mulai membiasakan diri dengan apa yang ia pelajari. Di usia ini pengaruh Pendirian Empiris-Environmentalistik akan sangat besar. Karakter dasar seseorang biasanya terbentuk pada usia ini.
c. Masa Intelektual (7-14 tahun) : Seorang individu benar-benar akan belajar dan menyerap apa yang ia dapat di usia ini. Mereka mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya.
d. Masa Sosial (14-22 tahun) : di masa ini pencarian jati diri mencapai puncaknya dengan menggabungkan idealisme dirinya dan dengan keadaan masyarakat di lingkungannya. Di masa ini biasnya seorangindividu memutuskan akan begabung dengan kelompok mana dirinya.

Setelah melewati masa-masa itu, biasanya seorang individu akan mantap dan telah siap untuk bergabung dengan masyarakat secara total. Memiliki karakter yang khas, dan bergabung dengan kelompok yang sesuai serta membentuk kelompok terkecil dari masyarakat, yaitu keluarga.

2. Keluarga
a. Pengertian
kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta, kula dan warga yang berarti anggota atau kelompok kerabat. Secara pengertian, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa anggota keluarga. Menurut Salviciond an Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih pribadi/individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan, pengangkatan, hidup dalam satu rumah tangga yang saling kertergantungan dan menjalankan perannya masing-masing dalam sebuah kelaurga.

b. Tipe Keluarga,
secara garis besar ada dua tip keluarga yaitu :
- Keluarga inti yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak
- Keluarga Luas yang meliputi hubungan kakek, nenek, paman, keponakan, dan lain-lain.

c.Fungsi Keluarga
- Fungsi Pendidikan
- Fungsi Sosial
- Fungsi Fungsi Perlindungan
- Fungsi Perasaan
- Fungsi Agama
- Fungsi Ekonomi
- Fungsi Rekreatif
- Fungsi Bilogis
- Memberikan kasih sayang

d. Pola Otoritas
Pola otoritas berhubungan dengan siapa pemimpin/ pemegang keputusan dalam keluarga. Ada tiga tipe otoritas dalam keluarga.
- Patriarkal : otoritas ada di tangan seorang Suami,
- Matriarkal : otoritas ada di tangan seorang Istri,
- Equalitarian : otoritas seimbang antara Suami dan Istri

3. Masyarakat
Masyarakat merupakan sekelompok orang yang memnbentuk suatu kelompok tertentu yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Biasanya berada dalam satu wilayah tertentu. Seperti masyarakat Jawa, Masyarakat Sunda, Masyarat Bali, dan lain-lain.

4. Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Dari pengertian-pengertian mengenai individu, keluarga, dan masyarakat, kita dapat mengambil suatu hubungan antara ketiga istilah di atas. Bahwa individu yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama serta memiliki saling ketergantungan akan membetuk sebuah keluarga. Pembentukan keluarga ini bisa terjadi karena keturunan, perkawinan, pengangkatan, dan lain-lain. Selanjutnya kelompok terkcil dari masyarakat ini membentuk kelompok yang lebih besar yaitu masyarakat. Biasanya masyarakat ini terbetuk karena sama-sama tinggal di suatu wilayah tertentu. Namun karena begitu beragamnya karakteristik dari setiap individu di masyarakat, maka kelompok masyarakat tadi akan membentuk kelompok masyarakat yang lebih kecil yang dapat menampung aspirasi dan tujuan mereka. Hal ini jika tidak dikendalikan akan berbahaya bagi kelangsungan masyarakat itu sendiri, karena bisa menimbulkan perpecahan di dalam suat masyarakat.

10 Cara Agar Tetap Bahagia

Banyaknya persoalan hidup yang Anda alami seringkali membuat pikiran dan perasaan terasa menyiksa. Akibatnya, Anda menjadi tidak bahagia.

Bila Anda sering mengalami hal itu, jangan langsung merasa putus asa. Sebab, semua masalah bisa dicari jalan keluarnya. Anda pun bisa terlepas dari suasana tidak menyenangkan, dan membangun kembali kebahagiaan dengan cepat.

Sejumlah pakar psikologi Amerika Serikat berusaha mengungkapkan rahasia kebahagiaan manusia. Hasilnya, mereka menemukan 10 cara agar Anda merasa lebih bahagia, seperti yang dimuat dalam jurnal The Science Psychology.

Cara untuk mendapatkan kebahagian juga tidak sulit. Merasa bahagia bisa dimulai dari hal-hal kecil. Menurut penelitian itu, orang-orang yang dapat menikmati kebahagiaan melalui hal-hal sepele, justru bisa lebih mudah mengatasi penyakit. Sehingga, mereka yang bisa menikmati kebahagiaan lewat hal kecil, usianya lebih panjang sekitar tujuh tahun.

Berikut ini sepuluh hal bisa Anda lakukan untuk mencapai kebahagiaan:

1. Senang berbagi pikiran dengan orang lain.
2. Bercerita tentang kenangan menyenangkan
3. Jangan takut memuji diri sendiri.
4. Memfokuskan hati dan pikiran pada sesuatu yang menyenangkan.
5. Pikirkan segala sesuatu dengan positif.
6. Lakukan hal-hal bisa mengubah mood negatif menjadi positif, misalnya melakukan hobi atau kumpul bareng teman.
7. Berani menjadi bahagia, bahkan saat suasana tidak menyenangkan.
8. Rayakan kemajuan-kemajuan yang Anda capai dalam kehidupan.
9. Jangan murung, jangan takut, dan jangan ragu.
10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/10-cara-mudah-menjadi-lebih-bahagia.html

Thursday, 14 October 2010

Hari ini,

20.10
mata kulia pengantar sistem informasi berakhir. waktunya pulang!!! seneng banget gue waktu bilang 'waktunya pulang!'. rasanya perjuangan hari ini akan segera berakhir. tapi sial, pas gue ngelewatin pintu kelas, di luar ujan. tidak!!! gue sama temen-temen sepakat nunggu ujannya reda dulu. tapi nampaknya langit ingin menguji kesabaran kami. ujan makin gedhe.

20.40
ujan masih gedhe. 'oke guys, sholat dulu!'. kita sholat.

20.57
ya ampun, belum reda juga. masih sama deresnya kayak yang tadi. seandainya gue punya pacar, pasti nyenengin.(oke. ini g nyambung)

21.15
capek berdiri. cari tempat duduk.

21.24
'oke bro, 6 menit lagi kita pulang. apapun yang terjadi. walau badai menghadang, ingat lah ku kan selalu setia menjagamu. pernahkita lewati jalan yang berliku tajam' (otak gue mule g beres!),

21.28
2 menits to go!

21.32
belum beranjak pulang!

21.34
baru berdiri ke parkiran motor

21.40
badai kuterjang. tapi sial, gue g bisa ngelihat kalo kaca helm gue tutup.(mata error+ngantuk). cuma ada dua pilihan
a. buka kaca helm. tu artinya muka gue harus berhadapan dengan air hujan yang segedhe biji duren. dan dapat dipastikan nyampe rumah membawa flu,
b. kaca tetep ditutup, ngelihat seadanya. resiko satu-satunya adalah kecelakaan.
gue putusin buat milih opsi a. lebih baik flu daripada harus masuk rumah sakit.

22.30
nyampe rumah.
perjalanan satu jam menerjang ujan ini, masih lebih mending daripada temen gue. dia rumahnya di priok, jakut. sedangkan kampus kami ada di depok. perjalanan dia dalam kondisi wajar 1,5 jam. itu belum kalo macet. dan atau jalan nya tenggelem. gue udah saranin buat nyiapin pelampung. tapi kayaknya temen gue lebih milih diving aja.

23.00
tidor

Wednesday, 13 October 2010

Pahami mereka - Individu Penyendiri,



Pada dasarnya manusia(individu) memiliki sifat ingin bersama orang lain. Oleh karena itulah manusia disebut juga sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa bertahan hidup.

Kemampuan seseorang untuk bisa bergaul dengan manusia lain/ bersosialisasi juga dinilai sebagai hal yang wajib jika kita ingin masuk ke dalam 'daftar masyarakat'. Sedangkan orang-orang yang tidak/ kurang pandai bersosialisasi dianggap sebagai orang 'tidak wajar'. Entah itu sombong, tertutup, dan lain-lain. Yang intinya orang yang kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya biasanya dianggap sebagai anggota masyarakat kelas dua.

Hal inilah yang terkadang membuat sakit hati orang-orang kelas dua ini. Masyarakat menilai mereka sebagai individu lain, dan bukan anggota dari mereka. Padahal sebenarnya, jika kita bisa membuka diri dan mencoba memahami orang-orang ini, maka tak kan ada penomorduaan ini.

Lalu kenapa beberapa orang memilih untuk tertutup dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat? Sebenarnya kata memilih disini sedikit kurang tepat. Pada awalnya mereka tidak memilih untuk tertutup. Keadaanlah yang memaksa mereka untuk memilih tindakan ini. Bagaimana penjelasannya? Pada awalnya orang-orang yang cenderung tertutup ini mayoritas ingin bergabung dengan orang-orang normal pada umumnya. namun karena keterampilan bersosialisasi mereka yang 'kurang', lama-kelamaan masyarakat tidak tertarik dengan mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka. Bagaimana perasaan Anda jika setiap hari ada orang yang sama menanyakan hal yang sama? Anda tidak akan tertarik pada orang semacam ini bukan? membosankan bukan? Tapi inilah yang dilakukan orang-orang tertutup ini. Mereka tak punya cukup referensi untuk bsekedar ercakap-cakap. Pada keadaan inilah orang-orang tertutup biasanya putus asa dan akhirnya 'memilih' untuk menyendiri.

Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah 'kenapa mereka tidak mencoba bersosialisasi lagi?'. maka jawabannya adalah, sebenarnya mereka sudah mencoba. tapi biasanya gagal. kenapa? karena keterampilan bersosialisasi itu alami. tidak semua orang memilikinya. Kebanyakan dari mereka tidak bisa mengawali percakapan. Mereka menunggu orang lain untuk memulai percakapan.

Nah, keadaan ini biasanya menimbulkan rasa bosan di kalangan orang-orang tertutup ini dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari bersosialisasi tadi ke hal lain. Ada orang yang betah berada di depan komputer selama berjam-jam (dalam artikel ini social network di dunia maya bukan termasuk bersosialisasi). Atau mengerjakan soal sains, menggambar, membaca buku, dan lain-lain. Hal ini biasanya akan menjadi obat paling mujarab bagi mereka yang tertutup. Mereka sibuk dengan kegiatan baru mereka, dan 'selamat tinggal sosialisasi!'.

Hal-hal lain yang bisa memicu seseorang memilih untuk tertutup, selain keterampilan bersosialisasi tadi diantaranya adalah :
a. sifat pendiam,
b. terlalu perfeksionis,
c. memiliki minat di bidang yang berbeda dengan kebanyakan orang,
d. lingkungan yang tidak nyaman (relatif),
e. keadaan psikologi : tertekan, trauma, dll.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang ini?
1. beri mereka kesempatan untuk bergabung ke dalam masyarakat,
2. buat mereka bicara sebanyak mungkin. mereka akan mencatat setiap kata yang mereka anggap bisa untuk referensi ketika bercakap-cakap dengan orang yang lain lagi,
3. beri pula kebebasan pribadi mereka untuk tetap sendiri. kenapa? karena itu adalah sifat dasar mereka. meminta mereka untuk terjun sepenuhnya ke dalam masyarakat, sama halnya meminta burung untuk tidak terbang selamanya,

Tuesday, 12 October 2010

Sodara Kembar Gue

jadi ceritanya hari ini gue mau cerita tentang sodara kembar gue. banyak orang kagak tau kalo gue punya sodara kembar. bahkan orang tua gue juga g tau. gue awalnya juga g tau. dari kecil setau gue, gue adalah satu-satunya anak paling manis di keluarga gue. tapi tabir terbuka setelah gue masuk STM. Tuhan mempertemukan kami. kami ada di satu kelas selama setahun, dan gue g tau kalo dia sodara kembar gue. pasalnya kami adalah sodara kembar yang saking bedanya hingga tidak bisa disamakan. misal : gue cowok dia cewek. gue kerempeng dia berisi. gue males dia rajin. dan yang paling menyedihkan, gue item dan dia putih. tapi ikatan batin kesodarakembaraan kami tak bisa dihalangi oleh tembok berlin sekalipun. kami sadar bahwa kami adalah sodara kembar. sodara kembar yang g cuma beda secara individu, bahkan orang tua kami juga beda. (kalo bingung, terjun ke kali! =) )

ikatan batin kami begitu kuat,bahkan melebihi orang yang kembar dan tak dipisahkan sama sekali. Misalnya kemarin malem ni aps gue pulang kulia. gue ngrasa pusing, pilek berat. gue langsung SMS sodara kembar gue
"loe lagi sakit ya?",
"kok tau?"
"dari tadi siang kepala gue pusing"
"iya neh. gara-gara banyak tugas. sering tidur malem. makan g teratur. kaos kaki belum dicuci. jemuran belum diangkat"
"jaga kondisi badan anakmuda. kalo loe sakit, yang susah g loe doank. gue juga ikut sakit. cepet sembuh ya"
"maap anak tua. iya iya"
(note : padahal malem sebelumnya sebelum gue sakit, gue makan es krim tengah malem. hihi)

dan ini g cuma terjadi sekali ini doank. sering. kalo radang gue kumat, gue langsung tau kalo kembaran gue radang juga lagi kumat. kalo gue batuk2, berarti sodara gue abis minum es. kalo gue telpon dia, yang jawab diseberang sana berarti sodara kembar gue. bahkan kalo kita janjian mau jalan bareng, warna baju yang kita pake 80% sama. yang gue heran, kenapa tugas2 kuliah gue g sama dengan tugas kuliah nya sodara gue. kalo sama kan tinggal jiplak. menyebalkan.

sodara kembar gue itu namanya Tino,
ini foto kami berdua,

Tuesday, 5 October 2010

Buta Warna

Jadi ceritanya kemarin sepulang dari kantor gue langsung go to kampus. rencananya sih mau sante2 naik motor dengan kecepatan sepeda balita coz waktunya juga masih tersisa banyak sebelum game over. dan jadilah saya berkendara dengan kecepatan g lebih dari 30km/jam sambil latihan nyanyi2 dg suara aduhai gue,

saking terlenanya dengan hembusan angin yang menyegarkan setiap sendi-sendi di tubuh, sambil mendengarkan suara surga yang keluar dari mulut orang gila (baca : bukan gue), gue g sadar kalo nyampe di perempatan dan lampu merah. busyet dah! gue kejebak di tengah2 jalan.maju kena mundur kena. al hasil gue memposisikan diri kayak patung2 di bunderan. diam. hening. dan tertidur jauh lebih dalam. memasuki alam bawah sadar.

akhirnya kesempatan itu tiba juga. Tuhan mendengar doa hamba Nya yang teraniaya, terombang ambing oleh mobil dari depan, kanan, kiri, belakang. dan setelah berhasil menerobos jalan penuh rintangan itu, gue udah siap berhadapan dengan polisi. sengaja kecepatan motor gue kurangin, jadi yang tadinya kecepatan sepeda balita, sekarang menjadi kecepatan bayi merangkak, agar tu polisi ntar kagak kesusahan nangkep gue. gue udah nyiapin segalanya, kecuali duit tentu saja. karena seperti yang udah gue bilang di postingan kemarin, keuangan gue lagi parah. 1 km berlalu. tak ada polisi. 5 km berlalu masih aman. 10 km berlalu gue mule curiga. kenapa g ada polisi yang ngejar gue?? apa mereka udah pada tau kalo gue kagak punya duit, jadi percuma dikejar? ato muka gue nyeremin? awh, g juga. terakhir kali yang bilang muka gue nyeremin adalah adik gue.dan itu gue tau, cuma intrik nya dia. karena sebenarnya yang mukanya lebih nyeremin adalah mukanya nenek lampir. seribu satu tanya di kepala gue. Hingga akhirnya gue tau apa yang direncanain sang bapak polisi. 'pasti ne bapak polisi, udah ngubungin pak polisi lain di lampu merah berikutnya, udah nyiapin borgol, senapan, mobil tahanan, dan batagor. ya, pasti begitu. gue emang jenius. maaf pak polisi, Anda ingin menjebak orang yang salah.

dan sampe juga di lampu merah berikutnya, yang gue perkirakan udah ada polisi yang nyamar jadi kakek kakek tua, dan dengan cepat akan menangkap gue di waktu gue lengah. gue kudu waspada. gue berhenti di lampu merah. gue udah siap kalo ada kakek-kakek nangkep gue. ntar kalo ditanyain, 'kenapa tadi menerobos lampu merah?', gue tinggal bilang, 'maaf pak, saya buta warna. saya tidak bisa membedakan mana yang Sinta mana yang Jojo. bener aja, baru beberapa detik berlalu, ada polisi menuju ke lampu merah. pasti ini penyamaran. polisi itu pasti sebenernya kakek-kakek yang nyamar jadi polisi. ketika jiwa raga gue udah siap, tu kakek-kakek yang nyamar jadi polisi malah ngeberhentiin mas-mas di seberang. 'sial', pikir gue. apa muka gue terlalu nyeremin, sehingga g ada polisi yang mau nagkep gue? gue mau bilang kalo nenek lampir jauh lebih nyeremin dari gue, tapi gue urungkan.

dan setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya gue putusin buat bersikap biasa aja karena dengan tidak tertangkapnya gue, jatah uang makan buat 2 minggu ke depan= aman. berarti gue g perlu ngemis minggu depan. thanks God!

Monday, 4 October 2010

Krisis Ekonomi

beberapa hari yang lalu ada berita yang mengatakan bahwa negara bagian dengan Co Wi mengalami defisit di departemen keuangan yang menyebabkan siklus perekonomian menjadi tidak stabil di negara tersebut. hal ini dipicu bukan karena harga cabe merah merangkak naik semenjak bulan Ramadhan kemarin, tapi tidak lain disebabkan oleh gagal panen mentimun merah di beberapa daerah.

hal di atas hanya intermezo. tidak perlu ditanggapi dengan muka tegang.
jadi minggu ini pengeluaran gue udah parah banget. sebage orang golongan menengah ke bawah, pengeluaran gue yang udah mencape angka 1,2 juta ini tergolong 'menghawatirkan'. ini belum pernah terjadi sebelumnya.

gue juga g tau kenapa secara ajaib ketika gue ngeliat uang di dompet, selalu tidak tersedia uang yang memadai untuk hidup standar. dan terpaksa gue harus ambil di ATM. dan 2 minggu ini minimal gue udah ngedatengin 4 mesin ATM dan tidak kurang dari 6 kali transaksi dan paling tidak 2o ribu buat biaya transaksi karena gue ambil di ATM Bersama. 2o ribu men!! itu setara dengan 40 biji gorengan.

dan kemarin, ketika gue masuk kamar, secara mengejutkan gue melihat banyak barang aneh di kamar gue. Helm, jas hujan, sendal, kaos kaki, tiga buah buku nya Raditya Dika, 2 buku tulis, pensil, penghapus, permen Nano2 5 bungkus, gerry coklat, madu, Tictac (bungkusnya doank), kacang, sabun, dan yang paling aneh adalah buku dengan judul 'Teknik Menggambar'. Perlu dicatat bahwa gambar gue buruk minta ampun dan dari dulu g suka pelajaran 'menggambar'. gue terbengong-bengong dan segera mengecek dompet gue lagi. Alhamduillah masih ada 50 ribu. Ini adalah dana kehidupan gue selama 2 minggu ke depan. dan dua pertanyaan yang sampai sekarang masih menjadi teka teki adalah:
1. siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang di dompet gue?
2. siapa yang membeli barang2 di kamar gue ini?

gue mule curiga. jangan2 ini dilakukan oleh oknum dalam. gue kudu waspada.

Friday, 1 October 2010

Program KB (Keluarga Berencana) Dalam Pandangan Islam

Jumlah penduduk dunia semakin lama semakin bertambah banyak. Kekhawatiran pun mulai muncul di masyarakat dunia. Mulai dari kesehatan individu dan lingkungan, kemiskinan, hingga tidak dapat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia yang selama ini ditopang oleh bumi, seperti bahan pangan.


Banyak cara dilakukan untuk membatasi bertambahnya jumlah penduduk yang tidak terkendali, yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan penduduk. Salah satu cara yang dilakukan di negara kita adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana atau disingkat KB. Sejak mulai dijalankan, program ini ternyata berhasil membatasi laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia.

Namun, sejak mulai dijalankan pula, pro kontra mulai terdengar di masyarakat. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, orang-orang mulai bertanya-tanya, 'bolehkah KB?' atau 'bagaimana hukum KB?' atau 'bagaimana pandangan Islam tentang KB?'

Dalam pandangan Islam, program KB ini dapat dilihat dari dua perspektif. Yang pertama adalah 'pembatasan keturunan' dan yang kedua adalah 'pengaturan kelahiran'. Jika masyarakat memandang KB sebagai upaya untuk 'membatasi keturunan', maka program KB bisa dikatakan 'haram'. Kenapa? karena hal ini bertentangan dengan firman Allah yang menyatakan:
“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS Huud [11] : 6).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita (manusia) tidak berhak mencegah lahirnya seseorang ke dunia dengan alasan apapun, karena Allah lah yang telah menentukan rizki manusia. Selain itu ada pula hadits yang menyebutkan bahwa :
“Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat” [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Sehingga jelaslah, membatasi keturunan bertentangan dengan hukum Islam.

Yang kedua adalah KB sebagai program 'pengaturan kelahiran'. Artinya pasangan suami-istri berhak menentukan pengaturan kelahiran dengan alasan-alasan yang logis. Misalnya : kesehatan ibu dan anak, menjadikan keturunan yang berkualitas, dsb. Namun yang perlu dicatat disini adalah. Secara sekilas, hal ini sama saja dengan pandangan pertama, namun sebenarnya berbeda. Sebagai contoh : A dan B menikah dan memutuskan untuk langsung memiliki anak. ketika si anak sudah cukup besar, dan sang istri siap hamil kembali, si A memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi, dengan alasan : ingin memberikan perhatian yang maksimal kepada si anak sehingga menjadi pribadi yang berkualitas. Karena ia berpandangan jika memiliki anak lagi, perhatian akan lebih banyak ke anak yang lebih kecil. Maka, mereka menunda memiliki anak kembali. Ketika mereka yakin si anak sudah punya pondasi yang kuat, si istri siap, dan keadaan keluarga terjamin, maka mereka memutuskan untuk memiliki anak lagi. Begitu seterusnya, hingga jika mereka punya anak lebih dari lima pun itu tak masalah.

Ilustrasi di atas memberikan pandangan bahwa KB sebagai upaya pengaturan kelahiran, bukan sebagai pembatasan keturunan. Dan ini diperbolehkan dalam Islam. Seperti hadits Nabi berikut :
Dari Jabir berkata, “Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya.” (HR Muslim)

Namun tidak lantas program KB dihalalkan begitu saja. Kita perlu melihat faktor-faktor lain. Sebagai contoh, kita sepakat bahwa daging ayam itu halal. tapi karena faktor-faktor lain daging ayam ini bisa jadi haram. Misalnya karena mungkin ayam ini merupakan hasil curian, atau disembelih tidak dengan menyebut asma Allah, dll. Begitu pula dengan KB, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti :
a. Niat dan motivasi. Hal ini menjadi penting karena segala amalan dinilai berdasar niatnya,
b. Dampak bagi kesehatan ibu dan anak,
c. Dampak bagi kesuburan sang istri. Tentu saja KB menjadi haram, apabila menjadikan sang istri mandul permanen,
d. Metode penggunaaan dan pemakaian alat-alat KB,
e. Bahan alat/ pil/ obat yang digunakan, dll,

Nah, untuk menutup paparan ini, mari kita renungkan ayat Allah berikut : "Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk' " QS Ali Imran :36