Skip to main content

Posts

Showing posts from June, 2014

Membuktikan "ke-alay-an" Pendaki Gunung Gede,

Tanggal 13 Juni kemarin, gw sama temen-temen kampus gw naik Gunung Gede. Plan yang udah kepending dari bulan Maret kemarin. Sesuatu. Banyak alasan kenapa bisa kepending lama gitu, but anyway, toh kelaksana juga. Haha.

    Kata temen-temen gw, dan pendaki lainnya, 'Bawa jaket tebel, celana panjang yang anget dan dry fit, sleeping bag, kaos kaki dobel, kupluk, dan bla bla bla, karena ntar di atas dinginnya bisa sampe 10 derajat". Well, cukup meyakinkan karena leader kita, yang juga udah khatam naik gunung menyarankan hal yang sama, blog-blog orang pun demikian. Tapi gw sendiri agak-agak ga percaya, toh pas kemarin gw ke Bromo, semua orang bilang hal yang sama, dan gw mendapati hal yang berbeda. Mereka bilang ga bisa tidur karena Bromo is too cold meskipun lo pake jaket dobel dan bla bla bla. Tapi nyatanya gw jalan-jalan di Bromo pake kaos kutang dan celana pendek. So, sama, gw pengen ngebuktiin dan ngerasain sendiri, sedingin apa sih Gunung Gede itu.

    Tim berangkat hampir …

24 My Age

Waktu gw buat menyandang status 'remaja' tinggal 357 hari lagi. Karena menurut BPS yang dimaksud remaja adalah mereka yang berumur 10-24 tahun. Delapan hari yang lalu, menurut penanggalan Gregorian, gw resmi berumur 24 tahun. Suatu usia yang cukup bangka, tapi prestasi sama sekali ga ada. Ga ada yang spesial, karena emang gw bukan orang yang spesial, kecuali satu, yaitu di hari yang sama Piala Dunia dimulai.

    Mungkin karena gw masih ga bisa terima udah masuk usia 24, hari pertama di 24 gw berjalan menyedihkan. Sejak bangun tidur gw merasa ada yang aneh, perasaan ga enak. Dan yah, pas pulang kantor ujan. Dan karena ujan itu, gw jatoh dari sepeda [lagi]. Bayangin, setelah jatoh, gw langsung minggir, menyelamatkan diri, ngatur napas, nahan sakit. Telapak tangan gw langsung bengkak, sementara sekujur tangan kanan gw lecet-lecet kecil.  Perihnya nauudzubillah pas kena air ujan. Yup, itulah momen pertama gw di 24 yang berkesan.

    Sampai seminggu setelah itu gw masih ga nyaman…

Bromo bukanlah surga,

Judul postingan gw kali ini mungkin bisa dibilang agak kontroversial, mengingat banyak orang yang bilang 'Bromo itu surganya Indonesia'. Well, Bromo memang bagus, tapi bukan surga. Karena surga ada di telapak kaki ibu #plak #edisiMenjelangRamadhan

    Trip ke Bromo kali ini udah gw persiapkan bahkan sejak bulan Februari kemarin. Kenapa gw ngebet ke Bromo? Tidak lain tidak bukan adalah karena begitu banyaknya blog travelling yang ngebahas tentang Bromo. Dan semua bilang 'Bromo is wonderful', 'Bromo seperti surga', dan masih banyak kalimat wow yang bikin gw penasaran.

    Sabtu pagi gw berangkat dari station Pasar Senen menuju station Pasar Turi, Surabaya menggunakan kereta ... gw lupa nama keretanya. Pokoknya yang harganya 50rb. Mungkin banyak yang ngira kalo perjalanan gw nyontek konsepnya Jokowi, blusukan dari pasar ke pasar, tapi ciyusly bukan. Ini murni karena emang nama station nya kayak gitu. Satu hal yang perlu dicatat adalah, pada hari itu, suasana di …

adSense