Skip to main content

Posts

Showing posts from July, 2010

Kumpul-kumpul

pulang kemarin bukan merupakan pulang asik yang pernah kualami. tapi cukup menyenangkan. walau sebenarnya melelahkan. aku nyampe rumah jam 2 siang. langsung mandi dan tentu saja makan (kelaperan, semalem di kereta g makan dan paginya g sarapan). selesai itu sekitar jam setengah 3, temenku, Emi, SMS 'jadi ke rumae Marta?'.'aku baru nyampe ew!'.'nyampe mana?'.'Purwodadi'.'wew, lek ndang mangkat'. ne anak g tau apa kalo capek banget. dasar!! tapi aku tetep segera ngambil jaket n kunci motor. melaju!!! ngeng!!
hari ini, aku ma ketiga temen baikku, Marta, Emi, dan Abid janji mau kumpul. Mereka lagi liburan kulia. dan kebetulan aku lagi pulang kampung (aku kerja). jadi kesempatan langka ne. harus dimanfaatin. Nyampe rumah Marta, aku agak bengong tapi dah biasa. dateng pertama. hah!! ne anak2 kurang ajar bener, perasaan aku yang rumanya paling jauh malah datang pertama. menyebalkan!! ngobrol sebentar ma Marta, dan akhirnya telepon Emi, coz g dateng2. ku…

owh owh owh . . . .

ooooooowwwhhh, , , , sarapan kali ini agak beda ma sarapan biasanya, owh, ada mas n mbak yang ngingetin aku ma dia yang namanya tak boleh disebut (red. diajeng (red. dulu)), mereka datang ke kantin berdua. si mas pasif, cuman duduk. nungguin si mbak. sementara si mbak aktif dengan ngambilin makanan buat si mbak sendiri dan buat si mas tentu. pas mau bayar, si mbak dah ngeluarin uang. tapi si mas segera bertindak, tanggung jawab seorang pria atuh buat nafkahin si wanita. si mas dengan sigap ngeluarin dompetnya dan ngasih tu dompet ke si mbak. 'bayar pake uangku aja. ambil ndiri yah!!'. si mbak agak gimana gitu, terus dompetnya si mas diambil, dan langsung dimasukin ke tas. si mbak tetep bayar pake uangnya sendiri. si mas mengeluh. 'uuwwhh'!,
terus gimana ceritanya kok bisa ngingetin aku am dia yang namanya tak boleh disebut?? soalnya, ini sama persis ma (sebenernya g persis) yang aku alami ma dia yang namanya tak boleh disebut sekitar setahun yang lalu. dia yang namanya tak…

Selamat dan Terima Kasih Buat Santi Noviyani . . .

Today is Sunti'z day, hehehe,
Santi Noviyani adalah temen baikku. g tau kapan mule kami temenan yang jelas kami mule akrab sejak PKL di LPMP Jateng waktu kelas 2 STM. hemm . . . .sebelumnya emang kami g terlalu akrab, soalnya aku orangnya pendiem dan kurang pandai bergaul. hemmm,, jadi ya agak telat gitu kenal nya, hemmm , , ,
kami menjadi temen yang lebih akrab lagi ketika ada di kelas 3. Seperti cerita-cerita pada umumnya, akrab dari 'ejek mengejek', 'ece mengece'. hemmm , , , aku sering manggil dia suntiya mata mboh, santino, dan yang paling nyeleneh adalah kamabunta. hahahaha. dan berkembang lagi menjadi kamabanji. hemmm, , , , Selain itu, si suntiya ini orangnya klop ma aku. g tau alesannya. yang jelas klop aja. hemmm , , ,
dan sekarang, yang bener2 surprise buat aku adalah, santino sekarang pake JILBAB. yeah!!! i like it guys!!! i proud of you!!! yeah!!! semoga aja g cuma pakaian luar aja, tapi juga sebagai simbol bahwa kamabunta adalah muslimah yang bener2 muslima…

Ever do . . .

berawal dari kesendirian yang tak berujung (stempel sana stempel sini),
menjalani kehidupan yang membosankan,
kami adalah sebuah keluarga besar yang g akan pernah mati, g akan terganti . . .
melakukan hal-hal gila yang hanya memikirkan satu akibat. 'yang penting kami bisa tertawa bersama'

setiap momen bahagia terekam dalam senyum menawan kami,

terus dan terus menciptakan senyum baru,
mengikat kan tangan kami menjadi satu kesatuan yang tak terpisahkan

dan akhirnya berujung pada sebuah ikatan persahabatan, kekeluargaan yang saling berpegang erat dari satu tangan dengan tangan yang lain,

. . .

bulan tak pernah seterang dulu lagi sekarang,ketika tak ada lagi dua pasang mata yang melihatnya bersama, dalam rindu yang sama, dalam cinta yang sama, aku saat ini sendiri di bawah sinarnya, berharap kau juga melihatnya,

Iseng doank (bagian 2)

harap dibaca sebelum membaca : ni posting masih ada hubungannya ma postingan sebelumnya . . .
jadi kan ceritanya kemarin aku iseng kirim2 sms bersajak (sok bersajak banget g seh?) ke beberapa temen n adik kelas ku. sebenernya ada dua alasan kenapa aku kirim sms bersajak itu : 1. mau caper. soalnya lagi sepi. g ada kegiatan yang berarti. (red : kegiatan yang nyenengin. kalo kegiatan yang lain ma banyak. hehehe), 2. kalo ada yang bales sukur2 bisa nostalgila ma mereka. soalnya yang aku sms temen2 lama yang udah pada kagak nongol lagi,
tapi eh tapi, besoknya ternyata sms itu membawa dampak sosial yang sama sekali tidak diperhitungkan sebelumnya. menurut harian COCO post, pada tanggal 6 Juli 2010 sekitar pukul 10 pagi di kantornya, telah terjadi insiden yang sangat tidak diduga oleh CW(inisial). Insiden ini menyebabkan CW tersenyum kecut karena adanya pesan singkat yang 'agak kurang enak' untuk dibaca. Yah, ternyata salah satu 'pacar' dari orang yang dapet sms itu 'agak k…

Iseng doank . . .

tadi malem iseng-iseng kirim sms yang isinya sajak ke temen-temen yang udah lama g ada kabar (tapi sebagian tetep temen2 yang udah biasa sms an. totalnya ada 10 orang : Adex, agum New; Kj, Wuck; Kj, yanti; Spec, Marta; Spec, Tika; Spec, tyas; 3B, Ima/H; 3B, asn/M; 3B, Emi/M; 3B IMa/M) tapi yang bales cuman 4 orang. 1 nya cuman senyum, 1 nya lagi ujian, 1 nya malah curhat2, nah yang terakhir ini lah nostalgia dimule. hehehe. sok tua g seh??
namanya Agum. Dia adik kelasku waktu SMP. udah lama banget kita g ketemu. terakhir ketemu mungkin 2 tahun yang lalu pas lebaran. Kalo kontak terakhir lupa kapan. yang jelas udah lama. Nah, si adek ini ternyata bales sms bersajak ku (sok bersajak) ini dengan balasan sajak. Ni dia hasilnya. hehehehe (penting g seh nie sebenernya?)
{sms pertama yang aku kirim} bila rindu tak lagi terukur dengan kata, maka hanya gugusan bintang bercahaya yang bisa tenangkan jiwa, bila gugusan bintang tiada tampak karena surya, maka langkah kaki yang akan mendera menuju rasa,

Jika ada yang bilang aku rindu, ya, aku rindu

jika ada yang bilang, Kau adalah permata,ya itu benar, Kau adalah permata hati yang tak kan pernah terganti oh Kasihku,
jika ada yang bilang, Kau adalah sang Raja dan Ratu, ya, itu betul, Kau adalah Raja dan Ratu di dalam hidup semuku,
jika ada yang bilang, Kau adalah hidup matiku, ya aku setuju, Kau adalah penyebab adanya hidup dan matiku,
Aku tahu saat ini kita sangat jauh, bukan karena Kau benar-benar terlalu jauh, tapi hatiku yang jauh untuk menjangkau Mu, tapi percayalah oh Kasihku, bahwa aku akan benar-benar berusaha mendekati Mu, sedikit demi sedikit, selangkah demi selangkah, seumpama mengumpulkan dzarah demi dzarah, dan sambutlah aku duhai Kasihku, karena hanya sambutan Mu lah rinduku terbalut, jangkaulah aku, karena hanya karena jangkauan Mu lah, jiwaku tak kan terhalau,
owh Kasihku, jika ada yang bilang aku rindu pada Mu, ya, aku rindu,

semakin seperti apa . . .

semakin tenggelam menganga mengapa,semakin terjebak terjerembab bagaimana, semakin merasa terkekang siapa, semakin sakit teriris kini,
semakin tenggelam menganga mengapa, karena jiwa telah rapuh tak pandai berenang, menutup hingga celah-celah batin jiwa, menghabiskan nafas seolah penuh sesak,
semakin terjebak terjerembab bagaimana, seakan lampu di taman terjatuh gubrak, menahan sakit tak tertutupi sudah, harusnya hati memberontak marah,
semakin merasa terkekang siapa, apakah ujung jari yang menyelak, atau ujung rambut yang terhentak, tak diragukan lagi bahwa dunia ini fana,
semakin sakit teriris kini, ketika jiwa dan raga tak bersujud lagi, pada Dia yang Maha Tinggi, yang membolak-balik hati insani,
semoga hanya sekedar mimpi, atau ilusi di dalam diri, karena sesungguhnya kekuatan raga ini, bergantung pada kuatnya iman yang menghinggapi,