::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Thursday, 30 September 2010

Sosial Dasar - Tugas 1 - Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Jumlah penduduk dunia akan selalu bertambah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini akan semakin cepat terjadi dan berbanding lurus dengan deret geometri (contoh deret geometri : 2 4 8 16 32 ...). sebagai contoh, di dalam suatu keluarga, awalnya hanya ada A dan B (jumlah : 2). A dan B memiliki 2 orang anak (jumlah : 4). kedua anak tersebut lalu memiliki pasangan dan masing-masing memiliki 2 anak lagi misalnya (jumlah : 8 -> tanpa menghitung pasangan) dan seterusnya. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan jumlah penduduk di suatu tempat selalu berlipat ganda dari jumlah penduduk sebelumnya. Ketika jumlah mereka semakin lama semakin banyak, manusia akan membentuk komunitas-komunitas baru yang pada akhirnya membentuk suatu masyarakat. komunitas ini terbentuk karena adanya satu kesamaan yang menyatukan mereka. Misalnya berdasar tempat tinggal, bahasa, budaya, bahkan hobi dan kegemaran. Dan pada perkembangan selanjutnya, dari komunitas-komunitas ini akan terbentuk sebuah kebudayaan yang mencerminkan diri mereka yang tak lain adalah merupakan gabungan dari hasil akal budi manusia-manusia di dalam komunitas tersebut.

A. PENDUDUK
1. Definisi
Definisi penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu (http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk). Sedangkan definisi penduduk berkaitan dengan negara adalah :
* Orang yang tinggal di daerah tersebut
* Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Sedangkan menurut UUD 1945 Pasal 26 Ayat 2 yang dimaksud dengan penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

2. Pertumbuhan Penduduk
Pertubuhan penduduk merupakan faktor yang penting dalam kehidupan sosial. karena selain akan menambah jumlah penduduk secara kuantitatif, juga akan mempengaruhi kualitas kehidupan penduduk. Misalnya, dengan bertambahnya penduduk, berarti faktor-faktor penunjang hidup seperti : makanan, perumahan, kesempatan kerja, dll juga harus bertambah. Apabila pertumbuhan penduduk ini tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas penunjang hidup tadi, maka akan terjadi masalah-masalah sosial, seperti kelaparan, kemisikinan, pengangguran, dll.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk antara lain adalah :
a. Kematian (Mortalitas) : Mengurangi jumlah penduduk
b. Kelahiran (Fertilitas) : Menambah jumlah penduduk
c. Perpindahan (Migrasi) : Mengurangi jumlah penduduk di suatu tempat, dan menambah jumlah penduduk di tempat lain.

3. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dapat dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area yang ditempati. Hal-hal yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah adalah :
a. Luas area/ wilayah
b. Ketersediaan fasilitas penunjang hidup

4. Pengendalian Jumlah Penduduk
Pengendalian Penduduk adalah kegiatan untuk membatasi pertumbuhan penduduk. Hal ini dilakukan terutama oleh daerah-daerah yang padat penduduk seperti di China dan Indonesia. Tujuan dari pengendalian penduduk adalah menghindari terjadinya ledakan penduduk yang bisa menyebabkan tidak seimbangnya ketersediaan bahan makanan, tempat tinggal, dan fasilitas penunjang lainnya terhadap jumlah penduduk. Dan lebih jauh lagi akan menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kelaparan, kemiskinan, dan masalah sosial lainnya.

5. Jumlah Penduduk Dunia
Berdasarkan Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia. Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
2. India (1.103.600.000 jiwa)
3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
5. Brasil (186.112.794 jiwa)
6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8. Rusia (143.420.309 jiwa)
9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
10. Jepang (127.417.244 jiwa)
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk)


B. MASYARAKAT
Sifat dasar manusia adalah ingin selalu berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan seseorang yang tidak bisa ia penuhi sendiri dan mutlak membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya, A adalah seorang petani dan B adalah seorang dokter. Ketika A sakit, ia akan meminta bantuan B untuk menyembuhkannya, karena ia tak bisa menyembuhkannya sendiri. begitu juga si B. ia membutuhkan A yang petani untuk menyediakan suply makanan untuknya. Hubungan inilah yang kemudian membentuk suatu ketergantungan dan hubungan timbal balik yang pada akhirnya membentuk sebuah komunitas. Komunitas yang penduduknya memiliki kesamaan pemikiran, perasaan, dan tujuan akan membentuk sebuah masyarakat.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak yang berarti ...... Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Kata masyarakat juga merupakan terjemahan istilah society yang berasal dari bahasa latin societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki pemikiran, perasaan, dan tujuan yang sama serta menganut suatu sistem/aturan yang sama.

C. KEBUDAYAAN
1. Definisi
Setiap manusia dianugerahi akal dan budi oleh Sang Pencipta. Akal inilah yang digunakan untuk menyiasati diri agar bisa bertahan hidup. Kemampuan ini kemudian berkembang dan terus menerus dilakukan hingga membentuk sebuah pola hidup. Pola ini kemudian dibawa ke masyarakat oleh masing-masing individu. Dan akhirnya terbentuklah sebuah pola umum di masyarakat tersebut yang kemudian kita sebut dengan budaya.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya adalah keseluruhan gagasan atau ide sebagai hasil dari pemikiran akal dan budi manusia dan bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan dari kebudayaan itu sendiri bersifat nyata seperti : pola perilaku, bahasa, religi, seni, adat, dll.

2. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
a. Gagasan
wujud dari kebudayaan yang berupa ide, gagasan, pemikiran, norma, dan lain- lain yang bersifat abstrak.
b. Aktifitas
merupakan wujud kebudayaan yang berupa tindakan-tindakan yang terpola dan dilakukan sehari-hari sebagai wujud konkret dari pelaksanaan adat, norma, dan nilai-nilai dalam masyarakat.
c. Artefak
adalah wujud kebudayaan yang berupa hasil karya dari aktifitas budaya berupa benda-benda konkrit yang dapat dilihat, diraba, dan didokumentasikan.

3. Unsur-Unsur Kebudayaan
Meliputi segala pola yang membangun sebuah kebudayaan yang utuh. Diantaranya adalah :
a. Peralatan dan perlengkapan hidup,
b. Sistem Mata Pencaharian,
c. Sistem Kekerabatan (Keluarga),
d. Bahasa,
e. Kesenian,
f. Sistem Kepercayaan,
g. Agama,
h. Sistem Ilmu Pengetahuan, dll.

4. Penetrasi Kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi budaya adalah masuknua pengaruh budaya asing ke dalam suatu kebudayaan tertentu. Penetrasi kebudayaan bisa terjadi melalui dua cara yaitu : penetrasi damai yang tidak menimbulkan kekerasan dan pemaksaan (contoh : masuknya pengaruh Hindu, Buddha, Islam ke Indonesia) dan Penetrasi kekerasan (contoh : masuknya budaya barat melalui penjajahan).

5. Budaya dan Peradaban
Beberapa kebudayaan yang berkembang dengan sangat besar dan akhirnya membentuk suatu kebudayaan tinggi dan mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan di masyarakat pada kurun waktu tertentu disebut dengan peradaban. Beberapa kebudayaan yang menjadi peradaban seperti : peradaban Mesir Kuno, peradaban Mesopotamia, peradaban Lembah Sungai Indus, dll.

D. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Tidak dipungkiri bahwa kebudayaan akan membentuk kepribadian seseorang. Hal ini tidak aneh, karena sebenarnya kebudayaan merupakan pencitraan dari akal budi masing-masing orang yang artinya merupakan pencitraan dari kepribadian mereka yang digabungkan dengan sistem/aturan yang ada dalam masyarakat.
Sikap-sikap kepribadian orang tercermin dari budayanya. Misalnya, tari serimpi yang dimiliki orang Solo, gerakannya lemah lembut dengan irama pelan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang Solo cenderung memiliki kepribadian lemah lembut, dan tidak tergesa-gesa. Berbeda dengan tari perang dari Papua yang gerakannya lincah denga irama keras dan menghentak. hal ini menunjukkan kepribadian masyarakat papua yang lincah, keras, dan cepat. Selain dari kebudayaan yang bersidat konkrit, ada pula kepribadian yang dipengaruhi oleh kebudayaan abstrak, seperti norma, adat, agama, dll.