::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Wednesday, 20 October 2010

Opini Pemuda Bodoh tentang Pemuda

Sebuah Opini Tentang Pemuda

Pemuda. Di tangan mereka lah bangsa ini kelak akan diamanatkan. Sebuah tugas berat yang harus dipikul oleh generasi muda kelak. Untuk itulah segala persiapan yang mungkin diberikan harus diberikan. Pendidikan dan pengembanagan potensi diri dari generasi muda harus terus dipupuk dan dibina. Agar nantinya muncul para pemuda yang benar-benar siap membawa masa depan bangsa. Inilah tugas yang diamanatkan kepada generasi muda. Untuk itulah kesempatan dan kebebasan untuk generasi muda harus dibuka lebar-lebar.

Namun rasanya kebebasan yag diberikan kepada generasi muda disalahgunakan dan disalahartikan oleh generasi muda secara umum. Saya pribadi seorang pemuda. Namun pemuda bodoh, sehingga mungkin saya yang salah mengartikan kebebasan itu.

Tidak diragukan lagi,pemuda adalah manusia yang penuh daya kritis. Pemuda melihat banyak kekurangan disana-sini di dalam masyarakat dan pemerintahan pada khususnya. Mereka protes menuntut pembenaran dengan cara berdemo misalnya. Namun ayng saya lihat selama ini adalah :
1. Mereka berpikir jangka pendek.
2. Hanya protes, tak ada solusi.
3. Mengabaikan norma dan hak orang lain.
4. Pandai berbicara.

Disini saya akan memberikan dua contoh :
1. Saat berdemo, kreatifitas para pemuda mengalir dengan hebatnya. Bendera, foto Presiden/ tokoh-tokoh Negara, lambang-lambang Negara, diinjak-injak, dibakar, bahkan *maaf* dikencingin. Saya kira ini adalah tindakan bodoh. Mereka tidak berpikir bahwa bendera, presiden, dan lambang-lambang Negara adalah symbol kedaulatan Negara. Jika mereka menginjak-injak foto presiden misalnya, apakah itu sama halnya dengan menginjak-injak harga diri bangsa?? Atau menyamakan foto-foto Presiden/ tokoh-tokoh Negara dengan hewan misalnya. Memangnya Anda mau dipimpin oleh hewan?? Saya tidak.
2. Beberapa hari yang lalu saya sempat melihat tayangan di TV yang pemerannya dalah para pemuda yang membahas permasalahan-permasalahn bangsa. Disitu ada nara sumber seorang staff khusus Presiden. Apa yang saya tidak suka? (bahkan muak, dan jijik, dan juga malu sebagai seorang pemuda) :
a. Sang pemuda memberi pertanyaan. Staff Presiden menjawab. Belum selesai menjawab, selalu dipotong oleh argument-argumen si pemuda yang memojokkan. Nara sumber tidak diberi kesempatan untuk membela.
b. Ketika si narasumber kesal karena penjelasannya selalu dipotong, mencoba membela diri dengan berkata dengan sopan ‘maaf, saya belum selesai’. Si pemuda justru menjawab, “Maaf Pak, disini saya BOSNYA’. Waktu itu pula saya malu. Benar-benar malu. Inikah pemuda??? Dimana etika Anda?
c. Selanjutnya ketika diberi pertanyaan selanjutnya, si staff menjawab dengan sngkat (karena tak mau terpotong dan malah menimbulkan salah tafsir di masyarakat saya kira). Tapi si pemuda malah berkata “kenapa Bapak Staff tidak mau menjelaskan secara gambling”. Setelahitu saya ganti channel TV.

Dari sini paling tidak, kita bisa mengambil beberapa point yang bisa dikritisi dari generasi muda :
a. Selalu mengatasnamakan kebebasan dalam segala aksinya. Padahal yang perlu diingat adalah, ORANG LAIN JUGA MEMILIKI KEBEBASAN DAN HAK. Jadi, ketika mengkritisi seseorang, lakukanlah dengan baik dan sadar etika serta hormati hak orang lain.
b. Belajar berpikir jangka panjang. Atau paling tidak menengah. Karena biasanya seorang pemuda itu heboh dengan sesuatu yang update, lalu meninggalkannya begitu saja.
c. Lebih sering melakukan pembenaran terhadap pendapat pribadi yang belum tentu kebenarannya, daripada menguji kebenaran dari pendapatnya itu.
d. Keras kepala dan tidak mau menerima kritisi dari orang lain.
e. Dan yang terakhir adalah “HORMATI ORANG LAIN”. Gunakan etika, logika, hati nurani, dan sesuaikan dengan peraturan yang ada.

Ini hanya opini dari pemuda bodoh. Dan tolong hormati opini saya. Karen pemuda bodoh juga punya kebebasan berpendapat. Hehehe,

No comments:

Post a Comment