Skip to main content

Posts

Showing posts from February, 2011

Sebuah Curhatan,

.malam itu begitu sunyi seakan tak ada kehidupan yang bertahan dari mati,
.aku duduk sendiri, di teras rumah ini, di bawah langit mendung yang juga seakan tak hidup lagi,
.suaraku parau, sama sekali tak pantas dihirau, karena aku baru saja pulang dari tanah rantau,
.hatiku masih di ujung pulau, meskipun ragaku kini disini, menaham pedihnya rasa galau,
.aku harus pulang saat mendengar kabar bahwa tanah kelahiranku sudah meradang di depan mati yang menghadang,
.sejak hujan tak kunjung datang, desaku yang subur, kini tlah menjadi padang ilalang,
.tak ada lagi warna pepohonan belang-belang, takk ada lagi suara jangkrik dan belalang, hanya angin menderu bercampur debu yang masih mau datang,
.menyapu seluruh desa, membersihkan tanahnya dari dosa-dosa yang mungkin tlah membusuk semenjak ditinggal kebaikan warganya,
.aku harus pulang, meski sebenarnya hatiku enggan,
.jauh lebih menyenangkan hidup di tanah orang, namun hidupku tenang,
.daripada hidup di tanah sendiri tapi tak punya harapan diri,
.tapi it…

sejarah nama 'co', 'cowi', dan 'coco',

'halo co',
'mau kemana co',
'coco hari ini berangkat kuliah g?',
'cowi, kapan pulang semarang??',

ituah serentetan kalimat yang sering dilontarkan temen-temen untuk menunjuk satu oknum buron, 'gue'. nama asli gue Condro M Wibawa Mangunkusuma Tribuana Sudirohusada Puntadewa Cokrowiyasa Aminata Dipobegara Bratasedjati Widyadiningrat, tapi temen-temen yang udah deket ama gue kebanyakan manggil gue dengan tiga merk di atas, 'co', 'cowi', atau 'coco'. tentu ini bukan kebetulan, tapi ada sejarahnya (kayaknya kata sejarah menunjukkan kalo gue udah tua bangka deh). oke, jadi begini ceritanya,

pada suatu malam yang gelap (kalo terang namanya siang), di kala SMP, gue kepikiran sesuatu, yaitu gue harus punya nama panggilan selain nama panggilan gue yang sekarang (sekarang pada kalimat ini menunjuk pada masa di masa lalu). kenapa? karena menurut beberapa temen dan orang malang yang sering menggunakan kata 'condro' untuk manggil gu…

astrologi,

dulu, sewaktu masih muda (iya, gue udah ubanan, kakek-kakek), dan sebenarnya sampe sekarang masih, gue sering baca2 zodiak, primbon, dan apa aja yang berhubungan dengan astrologi. kenapa astrologi? karena otak gue g nyampe buat belajar astronomi, dan konon katanya, muka gue muka mistik, jadi ya lebih cocok belajar astrologi daripada astronomi,

percaya g percaya, gue percaya (kalo percaya ya percaya, bukan percaya g percaya), gue percaya sebagian dengan ilmu2 itu dan tidak percaya pada sebagian lainnya (kayaknya gue jatuh cinta dengan kata percaya. percaya deh!). yang gue percaya misalnya adalah zodiak, ato lebih detailnya tanggal lahir seseorang itu memperngaruhi watak dan kepribadian seseorang. misalnya ne ya, menurut buku yang gue baca, orang berzodiak gemini tu cenderung punya dua kepribadian yang biasanya bertolak belakang, kadang cerewet minta ampun, kadang diam tanpa kata. kadang otaknya encer, kadang juga mengendap. selain itu, biasanya orang gemini juga cerdas, dapat menangangi…

Allah mencintaiku, tapi apa aku mencintai Nya??

gue yakin seyakin-yakinnya bahwa Allah, Sang Pemberi Kehidupan, cinta, sayang ma gue. seperti yang gue tulis sebagai highligths di hanphone gue, 'Allah Loves Me!!'. yah, gue yakin Allah cinta gue. tapi pertanyaannya adalah, apa gue cinta dan sayang ma Allah? jawabannya, kalo boleh jujur, adalah gue g mencintai Allah dengan tulus. tapi kalo ada orang yang nanya, 'lo cinta g ma Allah?', gue bakal jawab 'tentu aja, gue cinta ma Allah!'. oke, dengan ngebandingin antara kedua pernyataan gue di atas, udah dapat disimpulkan kok, bahwa gue munafik dan pembohong besar. kepada diri gue sendiri gue jawab 'g tulus', tapi ketika ditanya orang tegas gue jawab 'tentu aja'.

oke, sekarang kita ngebahas tentang 'cinta g tulus' gue. kenapa gue bilang cinta g tulus?? karena pada dasarnya gue cinta ma Allah. kenapa gue bilang begitu? karena percayalah gue slalu butuh Allah setiap saat dan dimana aja, gue selalu ngrasa bersalah kalo g sholat, gue merasa terp…

pulang kampung kali ini

baru sebulan gue di bogor, gue pulang lagi ke kampung halaman. hehehe. tak apa. fans-fans gue di semarang dan sekitaranya udah g sabar pengen ketemu gue. dan al hasil libur imlek kemarin gue pulang.
gue pulang naik kereta odong-odong. sempet ngeri juga, karena beberapa hari sebelumnya sodara sesama kereta mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulang di sekujur tubuh kereta. tapi tak ada pilihan lain, hati gue udah terikat oleh kereta odong-odong ini. dan gue, pulang.
nyampe di semarang jam 4 subuh. berhubung waktu subuh masih setengah jam lagi, gue g buru2 buat tancap gas ke basecamp gue, masjid Baiturahman, Simpang Lima. biasanya gue nodong tukang taksi buat nganterin gue ke basecamp, tapi berhubung itu adalah hari imlek, gue takut kalo ntar tu tukang taksi ngadu sama barongsai. jadi gue urungin acara todong-menodong. toh, gue juga pengen tahu gimana keadaan kota semarang di waktu pra subuh. al hasil, gue jalan kaki. yup, jalan kaki. dari stasiun tawang, mendaki gunu…