::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Wednesday, 27 April 2011

Masa- masa goblok,

well, udah hampir satu kali masa gaji gue g ngeblog. hehehe. kayak lagunya afghan ne, 'kesibukan ini mengalihkan duniaku'. hemmm, sebenarnya bisa ditebak sih, kalo udah lebih dari seminggu gue g ngeblog itu artinya gue lagi goblok (bahasa kenya dari bodoh). entah goblok karena terlalu banyak kerjaan yang menggoblokkan gue, entah goblok karena tugas yang menumpuk, ato goblok karena emang gue goblok dari sononya (kalo itu ma jelas, g bisa dipungkiri lagi).

yah, selama gue g ngeblog g ada yang seru sih. biasa-biasa aja. namanya juga lagi goblok. jadi g ada sesuatu yang 'wah' yang bisa diceritain, karena serius, di hari-hari goblok yang orang goblok ini lalui semua hanyalah sesuatu yang berbau kegoblok-goblokan yang sangat menggoblokan generasi yang belum goblok (tau g sih bro, setiap kali gue mengulang kata yang sama lebih dari 5 kali dalam semenit, gue bakal merasa asing dengan kata itu. Misalnya tadi gue bilang goblok, maka di goblok yang ke enam, gue bakal merasa kata goblok itu menjadi kata yang sangat asing. gue jadi berfikir ke belakang, bagaimana awalnya founding father bahasa ini menemukan kata goblok, kenapa disebut goblok, kenapa g kata yang lainnya. Kalo Anda-Anda sekalian merasa senasib dengan saya, alangkah baiknya kita membentuk perkumpulan 'orang-orang goblok yang mencoba mengerti dan memahami makna terselubung di ballik kata-kata, atau agar lebih mudahnya bisa disingkat OOGYMMDMMTDBKK).

di minggu pertama periode goblok ini, gue g ngapa-ngapain, dunia serasa indah. tapi di minggu kedua periode ini, semua mulai berubah. tiba-tiba gue menjadi goblok (baca : lebih goblok dari sebelumnya). gue udah kayak orang ilang ingatan yang g tau kemana angin bakal membawaku. di minggu ketiga masa kegoblokan ini, semua tampak lebih jelas. yang ngebuat gue goblok adalah :
1. kuliah udah mulai UTS, padahal gue sama sekali g punya materi,
2. kerjaan kantor yang numpuk, satu, dua, tiga masih terbengkalai dan terus bertambah seiring berjalannya waktu,
3. project di luar yang juga menyumbang kegoblokan buat otak gue,
4. kesehatan yang mulai amburadul, setelah searing telat makan, ato bahkan g makan sama sekali,
5. jiwa kegoblokan yang emang udah mengalir di darah gue,

well, paling g sekarang point 1 udah berjalan setengahnya. point 2 udah berjalannya setengah dari setengah dari setengah setengahnya lagi. Point 3, semoga saja tidak bermasalah lagi. point 4, susah. point 5, lebih susah lagi.

yah,d i akhir tulisan goblok ini, gue cuma berpesan kepada sodara-sodara yang belum goblok untuk tidak terjerumus ke dalam dunia kegoblokan. bagi yang udah masuk, segeralah bertobat. Ingat, Allah Maha Pengampun bagi hamba Nya yang meminta ampunan. Dan juga, satu lagi, gue mohon doanya, agar kegoblokan gue tidak bertambah parah. terima kasih. semoga Allah merahmati,

Tuesday, 12 April 2011

Fakta Yang Terlupakan,

Sejak beberapa hari yang lalu gue udah ngerasain ada yang g beres dengan tenggorokan gue. Biasanya gue yang bisa ngeluarin suara semerdu suara Afghan, sekarang g lebih kayak suara kaleng yang udah berkarat digebuk-gebuk ama pentungan hansip. Belum lagi rasa nyeri yang menyebabkan hipertensi, serangan jantung, dan gangguan kehamilan dan janin. Awh. sakit deh pokoknya. Gue mencoba berpikir sejenak (sok bisa mikir banget g sih?), mencoba menganalisa apa gerangan yang terjadi sama gue. Dan data yang berhasil gue kumpulkan adalah :

0. Sakitnya di tenggorokan (fakta umum),
1. Sesaat sebelum ngerasa sakit, gue nyanyi2 sepanjang jalan pulang dari kampus (kemungkinan sebab),
2. Kemarin malem gue makan mie instan ma es krim (kemungkinan sebab),
3. Jatah novel dan bacaan gue udah abis (kemungkinan sebab),
4. Minggu depan UTS (fakta umum)
5. Kaos kaki belum dicuci sebulan (kemungkinan sebab),

dari data di atas, analisa gue mengatakan bahwa :

0. Karena sakitnya di tengorokan, maka kemungkinan ada dua, yaitu amandel gue kumat, atau radang gue kambuh,
1. Sakit yang ditimbulkan karena gue nyanyi adalah telinga pecah-pecah dan mulut tersumbat,
2. makan mie instan menyebabkan amandel gue kumat dan kenyang, makan es krim menyebabkan amandel gue kumat dan uang abis,
3. jatah novel abis menyebabkan keinginan untuk membeli yang baru. Apabila tidak dipenuhi gue bisa stres, apabila dipenuhi duit gue amblas, akibatnya gue g bisa makan, dan stres,
4. minggu depan UTS g ngaruh deh kayaknya,
5. kaos kaki yang belum dicuci, seingat gue cuma menyebabkan bengek stadium 3.

Jika keenam item itu di match jadi satu, maka hanya akan tersisa 2 penyakit yang mungkin, yaitu kadas ato kurap yang jika ada di tengorokan akan berevolusi menjadi amandel ato radang. Sampai di titik ini kemampuan otak gue buat berpikir masih lancar. Tapi untuk menentukan dua hal yang sangat penting ini (antara amandel apa radang), gue nyerah. Akhirnya, dalam keputusasaan yang sangat, gue SMS sodara kembar gue yang biasanya lebih bijak dalam menentukan pilihan (kecuali menentukan pilihan diantara dua cowok yang nembak dia, kemungkinan besar dipilih dua-duanya. yang satu buat ngejaga kebon rumah. satunya buat tukang ojek).

'Nok, tengorokanku sakit neh. kenapa ya?'

Dan jawabannya adalah . . .

'Aku juga. radangku kumat dari kemarin-kemarin!',

yupz, di titik ini gue baru sadar, bahwa ke enam data 'kemungkinan sebab' yang dengan susah payah gue susun disertai keringat yang mengucur, gugur sudah. kenapa? karena ada satu 'kemungkinan sebab' yang paling mungkin menjadi penyebab menderitanya gue dua hari ini. Apakah gerangan? bukan sulap bukan sihir, jawabannya adalah karena sodara kembar gue sakit. Gue melupakan fakta paling mungkin bahwa, ketika sodara kembar gue sakit, gue juga bakalan sakit. Seperti kisah-kisah sakit sebelumnya yang mengisahkan betapa menderitanya gue saat sodara kembar gue radangnya kumat. Dan biasanya gue sadar, tapi kali ini gue g sadar. Mungkin pasukan infanteri radang gue udah berusaha menyusup ke otak dan mengobrak abrik chip ingatan gue. Untung gue cepet sadar. kalo g, nestapa hilang ingatan karena serbuan pasukan infanteri radang bakal bener-bener menguasai pemerintahan otak gue. Thanks God telah mengingatkan gue akan fakta penting ini!

Pelajaran yang gue petik dari kelalaian gue ini adalah jika sakit, segera hubungi sodara kembar Anda. Jika tidak punya sodara kembar, hubungi sodara yang tidak kembar. Jika tidak punya keduanya, buat sodara sesegara mungkin. Karena terlambat sebentar saja, akibatnya fatal. Pasukan Infanteri Kepenyakitan akan segera menguasai otak Anda. Waspadalah!

Monday, 4 April 2011

Gue pengen kayak Sanji,

Ada yang kenal Sanji kagak? bagi yang kenal, bagus deh. yang g kenal, maaf banget, gue kudu bilang ke elo, 'cucian deh lo. g gaul amat sih lo!' hihihi. Sanji adalah karakter fiktif di manga Jepang yang terkenal di dunia kebajaklautan yakni One Piece. Beliau adalah salah satu kru bajak laut Topi Jerami yang memegang kendali penuh atas kompor, panci, wajan, dll. Dia adalah koki. Selain itu beliaunya juga salah satu petarung andalan di kru ini. Gaya bertarungnya adalah menggunakan kaki. ketika ditanya, kenapa bertarung menggunakan kaki, beliaunya menjawab, 'tangan adalah harta yang paling berharga dari seorang koki!'. wow!!!!!!!!!

bagaimana ceritanya gue bisa pengen jadi kayak Sanji? setidaknya ada dua tahapan yang perlu diketahui. Yang pertama adalah baca Quran dan maknanya (loh???). yang pertama adalah karena gue suka sama One Piece. Sebenernya kesukaan gue sama One Piece, juga baru-baru ini aja sih. Meskipun dari bayi gue udah suka ama yang namanya komik, tapi tipe komik yang gue baca bukan yang kayak One Piece gini, melainkan kayak Chibi Maruko Chan, Miko, Doraemon ,dll. Baru setelah gue kuliah, gue mule menaikkan derajat kekomikan gue ke level yang lebih tinggi (katanya komik yang gue baca terlalu 'balita'). Komik pertama yang gue jabahin adalah Bakuman. yang kedua adalah Liar Game. dan yang terakhir adalah One Piece. Meski untuk One Piece gue udah ketinggalan sangat jauh (waktu itu udah nyampe 590 chapter), gue berusaha mengejar ketertinggalan gue. siang malem gue berusaha keras baca One Piece mulai dari Chapter 1. Dan perjuangan gue g sia-sia, karena seminggu berlalu, dan gue udah rampung baca One Piece dari mulai chapter pertama sampai chapter terakhir (619). nah, dari sekian banyak tokoh yang ditampilin, dari pertama entah kenapa gue suka sama yang namanya Sanji. kayak ada ikatan batin antara gue dan Sanji. mungkin ini yang disebut cinta pada pandangan pertama (loh??). yang jelas, entah kenapa Sanji itu cool banget. gaya bertarungnya, keahlian masaknya, hingga alis g jelas nya aja gue suka. hihi.

Tahap kedua kesukaan gue terjadi di lapangan futsal. Setiap kali gue main, gue selalu didaulat menjadi seorang keeper (pilihan lain yang mungkin adalah sebagai tiang gawang). bukannya sombong ya, tapi gue emang agak mending jadi keeper daripada jadi pemain selain keeper. pernah gue jadi bek. yang ada malah gue mojok di pinggir lapangan sambil main tali sepatu. nah, selama jadi keeper ini, entah kenapa gue males banget kalo disuruh nangkep bola. gue lebih suka nangkis ato nendang bola. hingga ada yang negor, 'tangkep bolanya! tangkep!', e, malah gue tendang. hihi. entah kenapa gue merasa tangan gue terlalu lembut buat nangkep bola. hingga beberapa kali gue nyoba nagkep bola, yang ada malah gue ngebuat gol bunuh diri, karena bolanya lepas dari pelukan hangat gue. karena hal-hal ajaib kayak gitu lah, makanya gue kecenderungan 90% bakal nangkis bola kalo ada yang nendang ke gawang. awalnya, sebelum gue kenal Sanji, gue selalu ngebayangin ection gue saat jadi keeper tu kayak wakasimatsu (Tsubasa) yang ngegunain teknik bela diri buat jadi keeper. dia jarang banget yang namanya nangkep bola. dan walaupun gitu, toh dia tetep jadi keeper kedua andalan Jepang Junior setelah wakabayasi. gue pengen kayak gitu. Nah, setelah gue kenal One Piece, ternyata ada lagi tokoh yang ngebuat gue lebih percaya diri buat jadi keeper tanpa menggunakan tangan. beliaunya adalah sanji. Menurut gue, bakalan cool banget, kalo gue bisa jadi keeper dengan ngegunain teknik kakinya sanji. sekarang, gue udah mule latian jadi keeper dengan ngandalin kaki, dan mengenolkan penggunaan tangan. dan walaupun hasilnya masih 30%, tapi gue yakin gue bisa, selama semangat ke-Sanji-an masih melekat di hati gue.

terlepas dari keeper, gue juga pengenm nerapin teknik kaki nya sanji ke hal-hal lain yang mungkin. kayak baut jalan, lari, ngayuh sepeda, dll (ya iyalah!!). dan satu lagi, demi kayak sanji, gue juga udah berencana buat belajar masak. Biar nanti kalo ada yang negor gue lagi waktu futsal, 'tangkep bolany!', gue bisa jawab 'maaf, gue g pengen ngambil resiko buat tangan gue. karena bagi seorang koki, tangan adalah harta yang paling berharga!'.

Friday, 1 April 2011

SEKUNTUM SEROJA MERAH,

S ungguh, tak sanggup lagi kulihat jauh ke dalam matamu yang teduh,
E ntah karena lusuh yang menjadikanku luluh,
K etika kucoba dan mencoba hingga tertetes berjuta peluh,
U ntuk kesekian kalinya aku kembali jatuh,
N amun tak pernah sedetikpun kumengeluh,
T idak, untuk kau yang kucintai dengan penuh,
U ntuk kau, yang kukasihi tanpa keluh,
M eski harus kurelakan darah tinggalkan tubuh,

S ayang,
E nggan sebenarnya bila harus kugores pena tanda tak senang,
R iuh, remuk, rasa hati ini tak terbayang,
O leng, bagai sampan diterjang ombak bergelombang,
J iwaku tak tenang, batinku marah tanpa terhadang,
A kan tetapi, inilah jalan yang harus kuterjang, tak bisa kutentang,

M ungkin seharusnya aku menghilang tanpa ragu,
E nyah, dari jangkauan sorot mata indahmu,
R elakan ketika segenggam cinta pernah ada diantara kau dan aku,
A ku, sungguh mencintaimu,
H anya saja, kau tak lagi mencintaku, seperti dulu,