::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Wednesday, 30 November 2011

Menjadi Jomblo Yang Sukses,

Pernahkah saudara melihat buku dengan judul 'Menjadi Pengusaha Yang Sukses', saat berkunjung ke toko buku? Atau 'Kiat-Kiat Menjadi Penulis Sukses' ?. Atau mungkin 'Sukses Berkebun Pisang' ? Well, kalo kita perhatikan banyak banget buku-buku yang membahas tentang 'Bagaimana Menjadi Sukses'. Nah, tidak mau ketinggalan, kali ini gw juga mau membahas tentang kesuksesan yang udah gw raih, yaitu 'Menjadi Jomblo Yang Sukses'. Cekidot!!

Menjadi Jomblo Yang Sukses
'Jomblo itu pilihan'

Pengantar :
Siapa bilang menjadi jomblo itu tidak asik? Bagi masyarakat umum, menjadi jomblo adalah suatu aib. Bahkan sebisa mungkin, seseorang menolak untuk dibilang 'Jomblo'. Status Jomblo nampaknya sudah terlanjur buruk di mata orang-orang. Meskipun kalo boleh jujur, Jomblo tidak seburuk apa yang orang-orang pikirkan. Jomblo adalah suatu pilihan. Dan seburuk apapun Jomblo itu, toh tetap ada yang memilih. Artinya? Tidak semua orang menganggap jomblo itu bencana.

Definisi :
Mengutip dari Apa Saja Penyebab Jomblo, Jomblo didefinisikan sebagai :
"menurut para ekonom dimasukkan ke dalam kategori produk tetap, artinya tidak terdistribusi, namun suatu saat dibutuhkan berpotensi untuk didistribusikan. Sedangkan menurut para ahli kimia, jomblo adalah keadaan dimana jumlah elektron dan proton relatif sama. Namun begitu tidak bisa dimasukkan ke dalam golongan unsur mulia, karena kenegatifan elektron yang tidak stabil, yang menyebabkan sang jomblo menjadi lebih agresif jika nilai elektronnya men
Tautancapai puncak tertinggi/ terendah, dan stabil bila elektronnya cenderung stabil. Secara umum, bisa dikatakan jomblo adalah keadaan dimana seseorang tidak memiliki pasangan di masa pra nikah"

Mengapa Harus Jomblo? :
Sekali lagi saya tegaskan, bahwa Jomblo adalah sebuah pilihan. Dan sebuah pilihan selalu memberikan opsi yang cenderung sama-sama penting, sama-sama punya kelebihan dan kekurangan dibanding opsi lainnya. Oleh karenanya, memilih menjadi jomblo bukan suatu kesalahan, atau keterpurukan, atau dijadikan pilihan terakhir. Jomblo memiliki derajat yang sama dengan opsi lain dan tentu saja memiliki alasan mengapa ia harus dipilih. Beberapa alasan yang mungkin bisa dijadikan pertimbangan untuk memilih menjadi jomblo adalah :
1. Kebebasan
Dengan menjadi jomblo, secara otomatis kita menjadi pribadi yang bebas. Bebas dari colokan mata pacar saat melihat cewek cantik lewat, bebas di malam sabtu dan g perlu repot-repot bingung mau ngajakin pacar jalan kemana, bebas mau mandi apa kagak, toh g ada yang protes seandainya g mandi. Well, dengan menjadi jomblo, kita bebas melakukan apapun yang kita mau.
2. Hemat
Coba cek deh, ada berapa banyak pasangan yang bisa berhemat? Setiap hari mesti ngeluarin duit buat nganter doi kemana-mana, beliin makan, nganter ke mall (dan pasti mengurangi kas keuangan kita). Belum malem minggu nya. Belum kalo doi ulang tahun. Belum peringatan satu tahun jadian, 6 bulan jadian, 3 bulan jadian, sebulan jadian, sampe 5 hari jadian. Semuanya butuh duit. Dan itu semua bisa dihindari hanya jika kita menjadi jomblo.
3. Terhindar Dari Virus Cepat Tua,
Ada yang bilang, cepat marah bisa menyebabkan seseorang menjadi cepat tua. Dan saya yakin dalam sebuah hubungan, pasti ada marahannya. Dan semakin sering marahan, semakin cepat dia menjadi tua. Bandingkan dengan seorang jomblo. Dengan menjadi jomblo, obyek kemarahan menjadi tidak ada. Sehingga ketika mau marah, akan timbul pertanyaan, 'mau marah dengan siapa? Tiang telpon?'. Dan akhirnya g jadi marah. Yang akhirnya membuat virus cepat tua pergi jauh-jauh dari hadapan kita.

Karakteristik Yang Harus Dimiliki :
Sama halnya dengan Menjadi Pengusaha Yang Sukses, untuk Menjadi Jomblo Yang Sukses juga dibutuhkan karakter-karakter penunjang dalam diri seseorang, diantaranya dalah :
1. Jangan Iri
Godaan utama seorang jomblo adalah iri. Iri ketika melihat teman-teman menggandeng pacar masing-masing, iri ketika melihat mereka bercumbu mesra. Dan untuk menjadi seorang Jomblo Yang Sukses, perasaan-perasaan seperti ini harus dihindari. Tidak boleh tidak.
2. Bebas dan Merdeka
Tanamkan di dalam diri bahwa 'dengan menjadi jomblo saya bebas dan merdeka'. Bebas dari segala macam kekangan yang mungkin dibuat oleh pasangan. Bebas melakukan hal-hal yang tidak mungkin dilakukan oleh orang-orang yang berpacaran, dan sebagainya.
3. Pantang Menyerah dan Teguh Pendirian
Akan sangat banyak godaan di depan sana yang mengahalangi kita untuk menjadi Jomblo yang sukses. Namun dengan Pendirian yang teguh dan pantang menyerah, semua itu tidak akan mempan terhadap diri kita.

Gambaran Jomblo Yang Sukses :
Nah, untuk memotivasi dan memberi gambaran seperti apakah jomblo yang sukses itu, berikut adalah beberapa ciri-cirinya :
1. Sanggup Bertahan
Bagi yang sebelumnya sudah memiliki pasangan, ciri-ciri Anda adalah jomblo yang sukses adalah, Anda bisa bertahan menjadi seorang jomblo minimal sama dengan lama Anda tidak menjomblo. Jika itu bisa dilakukan, maka title Jomblo Yang Sukses sudah di depan mata.
2. Lolos dari jebakan galau.
Ujian utama bagi seorang pencari jalan jomblo adalah galau. Galau bisa menyebabkan seorang jomblo berpikiran negatif dan yang terburuk adalah menyerah menjadi jomblo. Untuk itulah, seseorang yang bisa lolos dari kegalauan yang melandanya, hanya tinggal menunggu waktu untuk bisa menjadi seorang Jomblo Yang Sukses.
3. Feel Free and Enjoy A Life.
Dan puncak dari kesuksesan ini adalah perasaan bebas dan bagaimana seseorang bisa menikmati hidup ini meski tak ada pasangan di sisinya. Orang-orang yang sudah mencapai tingkatan ini sudah tidak lagi memiliki perasaan iri kepada orang lain. Atau kalaupun masih ada iri, ia bisa mengatasinya dengan baik.

Well, tidak ada yang gampang di dunia ini. Semuanya butuh proses dan perjuangan. Termasuk Menjadi Jomblo Yang Sukses. Ada kalanya godaan dan ujian menghadang, tapi ujian adalah proses untuk mendewasakan diri dan mengetes seberapa besar niat kita untuk mewujudkannya. Selamat mencoba! kalo kata Liverpool, 'You'll Never Walk Alone' lah. Hihihi. #tetep

Tuesday, 29 November 2011

WELCOME BACK MY SELF

Selamat sore pembaca (sok resmi banget ya, pembaca gitu loh!). Sebelum pulang ni, curhat dulu bentaran. hehehe. mumpung masih di kantor, bisa inetan dengan koneksi tingkat dewa. hehehe.

pertama, gw mau bilang sama diri gw sendiri 'Selamat datang Coco!'. Setelah tiga minggu yang panjang, dan melelahkan, akhirnya kini gw bisa kembali menjadi diri gw sendiri. bisa ketawa lepas lagi, bisa gila lagi, dan tentu saja bisa fokus menjadi bodoh lagi. G gampang emang buat ngelupain Amore. Bahkan sampe sabtu kemarin, dua hari sebelum gw kudu mengakhiri kegalauan ini, gw masih ragu, 'apa gw bisa?', dan 'voila', gw bisa. hahaha. Sebenernya dari kemarin gw udah mulai merasakan kembalinya diri gw lagi, tapi baru hari ini gw bener-bener bisa merasakan energi ini. 'Selamat datang kembali diriku' dan 'selamat tinggal galau'. Dan untuk menyambut kembalinya diri gw, lima novel udah gw siapin untuk dibaca. Well, gw laper banget baca buku. Secara, selama dalam masa 'galau' ini, bahkan satu buku pun g kelar gw baca. Dan tadi malem, cuma dalam waktu semalem, yang mana g lebih dari 2 jam, gw udah baca lebih dari 100 halaman 'Dark Flame' nya Allyson Noel. Dan My Stupid Bosss 3 dan 4 plus dua novelnya Tere Liye udah menanti untuk dibaca.

oya, gw besok udah mulai UTS (ujian Tengah Semester), yang mana semester ini gw kacau. kacau berat. gw bahkan g punya catetan buat dipelajari, jugga sama sekali g ngerti apa yang diocehkan dosen. so?? yang jelas gw g mau galau lagi. haha. biarin deh. gw kan orang bodoh. kalo pun nilai semester ini kudu anjlok, wajarlah. gw kan orang bodoh. haha.

well, sekali lagi gw mo bilang 'WELCOME BACK MY SELF'. sumpah, gw exciting banget. Dan gw bakalan berusaha (banget) buat g kembali menjadi 'galau boy'. meskipun besok UTS, meskipun kerjaan kantor gw masih segunung, meskipun gw jomblo, meskipun duit gw cekak, suwer, gw pengen jadi diri gw sendiri. gw yang bodoh. gw yang g peduli an. gw yang, yeah, tak bisa diharapkan. hehe.

WELCOME BACK MY SELF --- WELCOME BACK COCO

Monday, 21 November 2011

Kemana gw dua minggu ini?

Gw tau blog gw ini jelek banget, sejelek yang baca. Isinya pun acakadut, seacakadut yang baca. Tapi entah kenapa, waktu gw lagi asik-asik nonton anime, ada salah satu temen di forum gw nanyain, 'kenapa e kenapa, blognya g diupdate?'. gw bilang aja, 'g sempet, lagi banyak kerjaan'. Karena emang nyatanya gitu. kerjaan gw udah kayak gunung merbabu, tugas kuliah gw udah terbengkalai kayak sampah di Bantargebang. Beberapa hari kemudian, waktu gw telpon temen gw waktu SMA dulu, pertanyaan yang sama terlontar 'Kok blog nya belum update sih?', dan gw jawab dengan jawaban yang sama.

Well, pertama gw g tahu kalo blog gw ini ada yang baca. hahaha. secara gitu loh. kedua, kalo gitu maaf ya, soalnya mood nulis gw ilang sejak beberapa minggu ini. Akumulasi antara kerjaan yang numpuk, tugas yang caruk maruk, dan suasana hati yang lagi terpuruk. Sejak, Amore pergi, entah kenapa perasaan gw belum bisa tersetting dengan benar. So, sekali lagi maaf maaf maaf banget ya guys.

Sebenernya dua minggu ini juga g ada yang wow yang layak diceritain sih. Tahu sendiri lah, minggu-minggu ini gw lagi galau. Dan kegalauan ini sukses membuat gw memiliki julukan baru, galau boy. yeah. Gara-gara galau ini juga, akhirnya sejak seminggu yang lalu gw sukses flu. Gara-garanya adalah karena gw sengaja 'ujan-ujanan'. Pengennya sih dengan ujan-ujanan, pikiran stress, kenangan indah bersamanya, dan sejuta perasaan kalut ini bakal luntur barengan air hujan. Tapi bukannya sukses mengusir kegalauan, yang ada gw malah flu. Dua hari kepalaku nyut-nyutan. Nafsu makan juga ilang sama sekali. Ditambah dengan g ada orang di rumah, karena om dan bulik lagi ke semarang, ditambah g ada yang maksa-maksa buat makan, akhirnya gw g makan siang, g makan malem, besoknya g sarapan, g makan siang lagi, dan akhirnya, karena gw g mau tipus gw kumat, malem besoknya akhirnya gw makan. Terus, apa kabar galau setelah makan? Tambah. Banget. Soalnya gw makan bareng Amore. Parah. Dan sejak hari itu, gw jadi terbiasa makan sekali sehari. Gw kadang heran kuat bener ni perut makan sekali sehari doank. Tapi kalo mau gw tambah porsi makannya, dua kali sehari misalnya, yang ada malah gw pengen muntah.

Selain makan, dampak lain dari kegalauan dua minggu ini adalah jambang gw tambah panjang, dan banyak. Semula karena galau membuat gw males ngapa-ngapain, alhasil gw juga jadi males nyukur jambang. yang biasanya dua minggu sekali kudu dicukur, ini udah 3 minggu belum gw apa-apain. Tapi lama-kelamaan gw baru sadar kalo ternyata gw keren juga pake jambang. Kayak kipernya Manchester United, David de Gea. Dan berkat dukungan dari temen-temen kantor juga, akhirnya sampe hari ini gw belum punya niatan sedikitpun buat nyukur jambang. Sekarang gw fokus bagaimana biar rambut gw bisa berdiri kayak rambutnya de Gea. Hehe,

Satu lagi dampak yang mungkin agak mending diceritain adalah, gw jadi super duper boros. Kadang gw juga bingung, tu uang kemana aja ya? Hari ini ambil ATM, lusa udah ludes. Ambil lagi, lusanya lagi abis lagi. Padahal kalo dipikir-pikir, gw juga g belanja macem2. Dari makan? g mungkin. sekarang aja gw makan sekali sehari. Buku? g juga. karena galau ini ngebuat gw males baca buku. Yang di rumah aja masih ada 2 buku yang belum kesentuh, dan dua buku lainnya belum selesai kebaca. Baju? sangat tidak. Gw lebih demen garong baju nya temen kampus daripada beli baru. haha. terus buat apaan? Kita tanyakan pada rumput yang bergoyang. hahaha.

Well, itu tadi cerita gw dua minggu ini. Nothing interesting, nothing special. Hope, besok2 udah g galau lagi, so bisa sering2 update blog. Semoga bisa cepet sembuh juga. Mohon doanya ya,

Friday, 11 November 2011

Terima Kasih Amore

Oke, sesuai janji gw beberapa hari yang lalu, hari ini gw mau cerita tentang Amore yang akhirnya dijemput oleh pemiliknya. #sedih

Sebelumnya gw jelasin, bahwa Amore disini adalah nama samaran, dan dia yang sebenernya bukan kelinci. Sumpa, dia manusia tulen. Bukan siluman. Apalagi makhluk jadi-jadian. Dia adalah wanita yang udah ngebuat gw klepek-klepek, wanita yang udah ngebuat gw mimpi indah 3 minggu ini, dan wanita yang akhirnya berhasil ngebuat gw nangis sampe jam 1 malem selama dua hari berturut-turut.

Amore emang spesial. Spesial karena gw tahu gw bakal nyaman sama dia, bahkan di waktu gw baru pertama kali ngeliat dia. Spesial karena, akhirnya gw punya kesempatan deket sama dia dan dia pun menanggapi positif. Spesial karena dia emang spesial. Seumur 21 tahun gw, baru 4 orang yang berhasil ngebuat gw merasa 'nyaman' di pandangan pertama. Satu, MR3-temen gw waktu SMP, Tino-sodara kembar gw, Rumbela-mantan gw, dan yang keempat Amore.

Tiga minggu ini gw bener2 deket sama Amore. Tiap pagi dibangunin, tiap jam setengah 8 diingetin sarapan, tiap jam 12 diingetin makan siang, ketemuan tiap sore kalo sempet, dan dininaboboin tiap malem. That's simple thing. But not so simple to me. Perhatian yang dia berikan itu sama kayak ngasih gw minum buat buka puasa. Intinya gw emang butuh perhatian, dan voila, dia dateng. Semua kenyamanan itu bertambah lengkap setelah akhirnya kami (bersama temen-temen lain) ngadain trip ke Bandung. And it's the most amazing and uneraseble from my memorized.

Sebenernya dari awal gw udah niat mau pasang kuda-kuda lho. Secara gw tahu, Amore udah dimiliki seseorang, dan itu artinya gw harus pasang pager tinggi-tinggi biar perasaan ini g berkelanjutan. Tapi, bukan Coco namanya kalau engga manjat tu pager. Dan hasilnya, gw berhasil nyampe tu puncak pager. Tapi pas akhirnya tinggal lompat, di bawah sana dah nunggu anjing herder (nulisnya gimana sih? herder apa harder apa ererer?). Gw g bisa lompat ke kehidupan Amore lebih jauh lagi. Karena sekali gw masuk, mungkin bukan gw aja yang abis dimakan tu herder, tapi juga Amore, si kelinci cantikku. Dengan berat hati, akhirnya gw pun g jadi lompat ke kehidupan Amore. Dan pas mau lompat balik ke kehidupan normal gw, tu anjing herder loncat dan ngejengkangin gw dari belakang. Gw jatuh. Hati gw remuk. tulang-tulang gw bertebaran. Tapi anehnya, perasaan ini masih sama. Gw sayang Amore.

Gw berusaha banget buat decrease my feeling to her, but it just make me hurt. More n more. Sampe akhirnya tengah malem gw nangis. Yup, beneran nangis.. Yang keluar air mata gitu. Gw nangis bukan karena hati gw yang udah hancur, bukan. Gw nangis lebih karena merasa bersalah sama Amore dan pemiliknya. Karena gw tahu apa yang gw lakuin ini salah, dan gw tetep maju. Karena gw g sanggup menghapus kenangan-kenangan bareng Amore. karena gw udah terlanjur terbiasa dengan dia dan akhirnya harus bener-bener end. karena gw sayang Amore. Dan Amore g boleh sayang gw.

Well, sekarang udah 4 hari sejak gw ngalahin kunti, nangis tengah malem, perasaan ini masih sama. Tapi setidaknya gw udah bisa nahan nangis tiap malem. Gw udah bisa tersenyum bahkan di depan dia. Meski gw juga g paham, itu senyum ikhlas, senyum boongan, atau senyum karena udah gila. Gw sekarang udah bisa menatap hari esok meskipun kenangan hari kemarin masih tetap jadi bayang-bayang yang g bisa gw hindarin. Satu-satunya yang belum bisa berubah adalah gw masih tetep sayang Amore,

Terima kasih Amore karena telah menjadi bagian dari hidupku, meski bagian yang selalu ngebuat gw nangis karena inget kamu mulu. Terima kasih Amore karena telah ngasih gw minum, meski gelasnya kamu ambil lagi. Terima kasih Amore karena telah mengingatkanku bahwa 'life is a reality'. Terima kasih karena telah membangunkanku dari mimpi-mimpi indah ini. Terima kasih telah membuatku sadar atas kesombonganku yang sok kuat, karena sebenernya gw sangat sangat sangat lemah. Terima kasih telah mau masakin gw, dan ngingetin makan, meski sekarang nafsu makan gw langsung ilang, karena inget sama kamu. Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih. Semoga bahagia. Aku sayang kamu, Amore.



Tuesday, 8 November 2011

Aku Mencintaimu

repost :

.ketika cinta tak ubahnya sebuah mantra yang tak selesei terucap,
.ketika cinta tak lain seperti buku yang tak pernah terbaca lengkap,
.ketika cinta tak pernah memberi kesempatan cahaya di antara gelap,
.ketika cinta tak mungkin bisa sempurna lagi saat kutatap,
.aku berani bertaruh sebesar angkasa yang sanggup kau lihat,
.bahwa aku mencintaimu tanpa syarat,
.tanpa tali yang mengikat,
.bahkan meskipun kau membenciku penuh lekat,
.bahkan ketika kau jatuhkan langit di atas cintaku yang tlah kau sekat,
.aku masih tetap mencintaimu dengan sangat,
.mungkin sampai cinta itu sendiri yang meninggalkanku dalam pekat,
.dalam karat,

Cinta untuk Rumbela dan Amore 2

akhirnya amore kembali lagi ke pemiliknya,
well, rasanya nyesek banget banget banget banget banget banget,
versi panjangnya kapan2 aja, lagi g baik keadaannya,

related to : Cinta untuk Rumbela dan Amore

Friday, 4 November 2011

Butuh Jawaban : Kenapa Kera Sakti Harus Kera?

Setelah beberapa postingan yang g jelas, kali ini gw mau kembali ke jenis postingan gw sebelumnya, nyampah. Hehehe.


Kamis kemarin, gw dateng ke kelas mata kuliah matematika di kampus. Kelas yang sumpah bikin tubuh gw tinggal tulang doank. Abis, dosennya garing banget ngajarnya. Bayangin aja deh. Tu dosen masuk kelas, duduk di kursi dosen (ya iyalah, masak duduk di kursi presiden?), terus dengan entengnya bilang,
'bentar ya, saya makan dulu. laper!', eaaaaa, penonton kecewa. Mending makannya yang wow gitu, ini dia makannya batagor. Udah gitu, g bagi-bagi lagi. Innai bener dah tu dosen.

Abis makan, mulai beraksi deh dia, nyalain proyektor, ambil kursi membelakangi kita-kita, ngomong. Udah gitu doank. Tiap kali mahasiswa nya tanya, selalu jawabannya 'mengenakkan' hati.
Mahasiswa 1 : 'Bu, Poset tu apaan sih Bu?' --> bagi yang g tau poset itu apaan, sama berarti.
Dosen : 'Itu kan pelajaran minggu kemarin. Buka lagi aja!',
Mahasiswa 2 : 'Bu, ini nyelesein persamaanya gimana ya?'
Dosen : 'Kamu gimana sih, ini kan pelajaran waktu SMP. G bener nih SMP nya, gini aja g bisa!'
15 menit sebelum pulang,
Mahasiswa 3 : 'Bu, tanya donk. Ini yang ini kenapa bisa begitu, cara ngitungnya gimana ya?'
Dosen : 'Udah malem nih, minggu depan aja ya!'
Taeklah. Gitu terus setiap mata kuliahnya dia. Kita sebagai mahasiswa cuma bisa berharap dan berdoa semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. #Lho!!

Udah apal dengan tingkah polah si dosen, gw iseng tanya sama temen di sebelah gw. Namanya Kapten. Aslinya Kap(i)Ten(g) --> sapiteng kali --> bener g sih?
Gw : 'eh, suka nonton kera sakti g?', (Gw tau ini pertanyaan g nyambung banget sama mata kuliah, tapi otak gw udah keburu g lurus gara-gara ngeliatin tu dosen. Jadi harap maklum).
Kapten : 'suka',
Gw : 'kenapa ya kera sakti terlahir dari batu?' (Sekali lagi gw tegaskan otak gw lagi g lurus, jadi pertanyaanya aneh-aneh).
Dan ternyata sodara-sodara, nampaknya otak temen gw juga udah bermasalah.
Kapten : 'kenapa yang keluar dari batu itu harus kera? kenapa g tikus? kenapa kera?'
Gw : (garuk-garuk kepala) 'iya ya, kenapa g tikus aja ya?'
Si Kapten manggut-manggut. Penasaran, gw tanya temen sebelah gw lagi, Stevan.
Gw : 'Stev, kenapa kera sakti itu harus kera? Kenapa g tikus?'


Stevan yang terkaget-kaget mendapat pertanyaan filosofis itu cuma diem. Mungkin dalam hati dia berontak 'Tuhan, makhluk apa yang kau kirimkan ini? Kapten pun tiba-tiba nyolot.

Kapten : 'kenapa g Panda? atau cacing?' --> sumpah, gw mikir ini otaknya Kapten udah random parah. Apa hubungannya kera sama Panda atau Cacing? kenapa dia g milih Gorila atau Orang Utan yang g jauh-jauh amat dari Kera. Kenapa Panda? Kenapa Cacing?
Stevan : (senyum-senyum doank)
G puas dengan senyumannya Stevan, gw googling dah. Tapi baru sampe di halaman awalnya, gw keburu bingung. 'Keywordnya apa ya?"
Kapten : 'kenapa kera sakti kera? gitu aja!'
Gw : 'kenapa kera sakti kera? ya iyalah, namanya juga kera sakti, pasti kera donk. Kalo tikus sakti ya tikus! Ada yang lain?'
Kapten : (mikir)
Gw : 'gimana kalo kenapa kera sakti harus kera?'
Kapten : 'sama aja dodol!'
Gw : (mikir lagi)
Kapten : (mikir juga)
Di dalam keheningan itu, tiba-tiba terdengar suara. Pertama gw kirain wangsit, tapi setelah gw dengerin dengan seksama suaranya, ternyata Stevan ngomong. Sepertinya Stevan tergoda juga.
Stevan : 'kerenan kera kali. Kalo tikus sakti kesannya jelek banget. g enak juga di telinga'
Kapten : 'itu kan karena kita udah terbiasa manggil kera sakti. Coba dari kecil kita diajarinya Tikus Sakti. Pasti g aneh deh. Itu udah jadi semacam Sugesti gitu.
Gw : 'karena tikus udah dipesen buat nama koruptor'
Stevan dan Kapten cuma ngelirik males.


Gw : 'kalo keyword nya -kenapa yang keluar dari batu bukan tikus?- gimana?'
Stevan dan Kapten cuma diem. Gw yang husnudzan mengartikan diam mereka sebagai tanda setuju. Dan setelah klik cari, yang keluar jauh panggang daripada dagingnya. 1-4 paling atas ada yang menghubungkannya dengan Hajar Aswad di Kakbah. Dan yang kelima ini yang bikin gw dan dua makhluk tadi ketawa g karuan. Link nya menuju ke sebuah forum, dan di forum itu ada orang yang nanya 'kenapa Miyabi punya orang tua?'. Sableng.

Sampe dosennya kelar ngajar, gw dan dua orang ini masih belum mendapatkan jawaban yang diinginkan, 'kenapa harus kera?'. Nyampe rumah, karena penasaran akhirnya gw tanya sama si eneng, 'kenapa kera sakti harus kera?', dan akhirnya racun 'kenapa kera sakti harus kera ?' pun tersebar luas.

Nah, melalui tulisan di blog ini, gw menghimbau kepada seluruh warga Indonesia baik yang manusia atau kera, yang peduli pada kesaktian kera sakti, diharapkan memberi jawaban kepada gw bila tahu jawabannya. Ini bukan semata-mata buat gw, tapi ini demi kemaslahatan umat. Agar anak cucu kita nantinya bisa tahu alasan yang sebenarnya, 'kenapa kera sakti lahir dari batu?', 'kenapa yang keluar dari batu itu kera?', dan 'kenapa kera sakti itu kera?'. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

Tuesday, 1 November 2011

Selamat Datang November

-------------------------------------------
------ Selamat Datang November ---------
-------------------------------------------