::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Tuesday, 29 March 2011

Tugas IBD 6 - Manusia dan Keadilan,

A. Pengertian Keadilan,
Keadilan adalah pengakuan dan perilaku yang seimbang anatar hak dan kewajiban. Hal ini harus dipahamai secara mendalam, karena jika seorang hanya menuntut hak saja, tanpa mengerjakan kewajiban, maka akan memperbudak dan merugikan pihak lain. Sebaliknya, jika kita hanya mementingkan kewajiban saja, kita akan meudah diperbudak orang lain.

B. Keadilan Sosial,
Keadilan sosial mengandung perngertian bahwa keadilan harus diterapkan di kehidupan sosial bermasyarakat. Hal ini sesuai dengan amanah Pancasila dan konstitusi demi terciptanya kesejahteraan bersama. Untuk mewujudkan keadilan sosial, sikap yang perlu dipupuk antara lain :
1. Perbuatan luhur yang mencerminkan kekeluargaan dan kegotongroyongan,
2. adil dan seimbang terhadap siapa saja,
3. suka memberi pertolongan,
4. suka berkerja keras,
5. menghargai hasil karya orang lain,

C. Berbagai Macam Keadilan,
1. Keadila Legal atau Kedailan Moral,
keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan menurut sifat dasarnya yang paling sesuai. Ini menurut Plato disbeut keadilan moral, sedangkan pendapat lain menyebutnya keadlian legal.
2. Keadilan Distributif,
Mengandung perngertian bahwa keadilan akan terlaksana apabila hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal yang tidak sama diperlakukan tidak sama.
3. Keadilan Komutatif,
Keadilan ini bertujuan menciptakan ketertiban dan kesejahteraan umum. Sehingga apabila ada sesuatu di luar peraturan yang berlaku disebut tidak adil.

D. Kejujuran,
Kejujuran atau jujur mengandung perngertian bahawa apa yang dikatakan sesuai dengan hati nuraninya, dan sesuai dengan kenyataan yang ada.
Pada hakekatnya kejujuran dilandasi kesadaran moral akan hak dan kewajibannya juga takut akan dosa. Adapun kesadaran moral menuntut manusia untuk memilih hal yang baik dan buruk, halal dan haram, dan sebagainya. Terkadang pemikiran tidak sesuai dengan hati nurani. Saat itulah ketika seseorang bertindak berdasar pemikirannya dikatakan ia tidak jujur kepada dirinya dan pada akhirnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman di hati. Untuk itu, batasan dari kejujuran adalah hati nurani, bukan pemikiran.

E. Kecurangan,
Secara sederhana kecurangan adalah lawan dari tidak jujur, dan identik dengan licik. Kecurangan mengandung pengertian bahwa seseroang mendapatkan keuntungan dengan cara yang tidak benar/ tidak jujur. Dan biasanya cara yang digunakan tidak wajar.
Ada banyak sebab kecurangan, namun pada akhirnya kecurangan akan mengarah kepada keburukan. keburukan adalah lawan kebaikan, dan pada hakikatnya keduanya ada di diri manusia. Tinggal mana yang akan dipilih. Disini, hati nurani lah yang bekerja. Apabila seseorang condong kepada kebaikan, maka kejujuran yang dipilihnya begitupun sebaliknya.

F. Pemulihan Nama Baik,
Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup bersosial. Orang akan berusaha mati-matian untuk menjaga namanya agar tetap baik. meskipun terkadang jalan yang diambil curang.
Nama baik erat kaitanya dengan perbuatan dan tingkah laku. Perbuatan sendiri meliputi banyak hal mulai dari cara berbicara, cara bergaul, dan sebagainya. Perbuatan baik sendiri, bisa dibagi ke dalam dua hal,
1. manusia menurut sifat dasarnya adalah berupa moral,
2. manusia dengan aturan-aturan tertentu dalam bermasyarakat.
Pemulihan nama baik sendiri berarti adanya kesadaran dari seseorang untuk mengembalikan kedudukannya di dalam masyarakat. Hal ini bisa didasarkan bahwa orang itu berbuat salah dan menyadarinya, atau mendapat fitnah dari pihak lain. Pada intinya, pemulihan nama baik adalah upaya untuk mengembalikan kedudukannya kembali di dalam masyarakat.

G. Pembalasan,
Pembalasan adalah suatu reaksi atas perbuatan orang lain kepada diri kita. reaksi bisa berupa perbuatan yang sama/ seimbang, lebih kecil, atau bahkan lebih besar. Ketidakadilan bisa terjadi apabila pembalasan dilakukan dengan reaksi yang lebih besar.
Meskipun pembalasan identik dengan perbuatan buruk, namun sebenarnya yang dinamakan pembalasan adalah reaksi dari semua perbuatan kita dalam bergaul. Jika seseorang bergaul dengan baik, maka ia akan mendapat pembalasan yang bak pula. Sebaliknya, apabila seseorang bergaul dengan cara yang tidak baik, maka ia akan mendapatkan balasannya berupa ketidakbaikan pula.

No comments:

Post a Comment