::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Monday, 23 May 2011

Kesepian di tengah keramaian,

'kesepian di tengah keramaian', kata-kata ini sering terdengar di saat dulu kita belajar Majas di pelajaran Bahasa Indonesia waktu sekolah dulu. Kesepian di tengah keramaian mungkin adalah kalimat yang sering atau mungkin satu-satu nya kalimat yang dipakai sebagai contoh dari majas Paradoks, yaitu majas yang mengandung dua kata/ ungkapan yang bertentangan. Nah, disini kita tidak akan membahas tentang majas paradoks tersebut, karena saya sendiri juga tidak begitu paham tentang dunia permajasan. yang akan kita bahas dalam coretan ini adalah, makna sebenarnya dari 'kesepian di tengah keramaian', bukan majas, tapi nyata.

kesepian adalah perasaan merasa sendiri dan kadang-kadang hampa. Menurut pendapat pribadi saya, kesepian itu bisa timbul karena dua faktor, yaitu faktor eksternal dan faktor internal.

Faktor Eksternal atau faktor yang berasal dari luar adalah penyebab kesepian yang umum terjadi kepada seseorang. Faktor eksternal in biasanya tidak berpengaruh secara langsung kepada si penderita kesepian, karena faktor ini akan melanda keadaan dan lingkungan di sekitar penderita, dan secara tidak sadar, si orang tersebut juga akan terpengaruh terhadap kekuatan alam di sekitarnya tersebut. Contoh paling mudah dari faktor ini adalah, ketika si A putus hubungan dengan si B setelah berpacaran bertahun-tahun. Pada masa-masa ketika mereka masih bersama, setiap hari nya si A selalu ditemani si B. Ada perasaan bahwa sesendiri apapun saya, kekasih saya akan selalu ada buat saya. Paling tidak, ketika si A ingin ngobrol, si B akan setia mendengarkan, atau ketika si A ingin pergi ke suatu tempat, si A akan minta si B untuk menemani. Walaupun mungkin si B tidak bisa menemani si A, tapi paling tidak telah ada komunikasi antara si A dan si B, yang telah memecah kesepian utama si A. Nah, di saat mereka putus, dan si A merasa kesepian, maka si A tidak punya tujuan pemecah kesepiannya lagi. akhirnya kesepian itu menumpuk dan menumpuk, dan akhirnya memuncaklah rasa kesepian itu. Dan itulah arti kesepian yang sebenarnya. Maka, tidak aneh apabila seseorang yang baru putus dengan pacar atau kekasihnya, akan merasa sangat tersiksa, karena rasa kesepiannya menggunung dan tidak ada yang memecahkannya. Lalu, bagaimana menyelesaikannya? Seperti penyebabnya, kesepian yang terjadi dari luar, maka pemecahannya adalah dari luar pula. Misalnya, apabila Anda merasa kesepian karena tidak ada teman ngobrol, maka pemacahan yang paling utama adalah mencari lawan bicara. dalam kasus seperti ini, biasanya istilah 'kesepian di tengah keramaian' tidak akan berlaku. Karena kesepian jenis ini akan sirna ketika menemukan keramaian. Karena memang keramaianlah obatnya.

Faktor yang kedua adalah faktor internal yaitu faktor yang berasal dari dalam diri seseorang. Kesepian jenis ini adalah kesepian yang sedikit berbahaya, karena biasanya tidak nampak dari luar. Berbeda dengan kesepian karena faktor eksternal yang akan nampak tanda-tandanya baik dari raut muka, tingkah laku, dan sebagainya. Kesepian karena faktor internal biasanya tidak mudah terdeteksi oleh orang di sekitarnya. Ditambah lagi, biasanya orang yang mengalami kesepian jenis ini adalah orang yang pendiam dan penyendiri. Jadi orang di sekitarnya tidak akan bisa membedakan antara jika ia merasa kesepian atau ini adalah sikap biasanya. Sebagai contoh, saya punya teman yang mengalami kesepian jenis ini. sebut saja namanya Cakra. Cakra ini dalam kesehariannya terkenal sebagai orang yang pendiam dan penyendiri. Ia lebih suka membaca buku di rumah daripada bercengkerama dengan teman sebayanya. Suatu hari, Cakra bercerita kepada saya bahwa sebenarnya dia merasa kesepian, tapi tidak tahu bagaimana mengatasinya. Ia tak mungkin tiba-tiba bermain bersama teman-temannya, karena tak akan ada bedanya. Teman-temannya tidak akan menganggapnya ada, karena memang Cakra tidak banyak berbicara. Jika Cakra berusaha berbicara pun, topik yang dibicarakannya pun akan itu-itu saja, sehingga teman-temannya akan merasa bosan dan akhirnya meninggalkannya. Sulit bagi Cakra untuk bergaul dengan teman-temannya. Bukan karena ia tak mau, tapi karena tak ada yang mau menerimanya atau membantunya. Di saat kesepian seperti itu (sebelum bertemu saya, kebetulan saya juga senasib dengan Cakra), Cakra menciptakan dunianya sendiri. Dimana disana ada teman-teman hayalannya yang bisa memahaminya. Dimana ia bisa diterima. Dimana ia tak harus berusaha lebih untuk memiliki teman. Di satu sisi, ini bagus, karena dengan begitu kesepiannya terpecahkan. Tapi di sisi lain ini sangat berbahaya, karena jika Cakra terlalu asik dengan dunia hayalannya, ia akan lupa bahwa ada dunia nyata. Dia akan menjadi benar-benar sendiri. Tidak hanya merasa, tapi benar-benar sendiri, sehingga jika ada di tengah masyarakat, ia akan merasa ini bukan dunianya, dan kesepian yang lebih besar akan melandanya. 'kesepian di tengah keramaian'. Meskipun sekarang teman saya ini sudah mulai bisa bercengkerama dengan teman-teman sebayanya, tapi ia masih belum bisa meninggalkan teman-teman di dunia hayalnya. Dan apa obat paling mujarab dari kesepian jenis ini? Jawabannya adalah ia harus menemukan orang yang bisa memahami mereka lebih, dan orang itu harus bisa menjaga diri agar tidak terbawa ke dunia si penderita kesepian. Bagaimana jika tidak bisa menemukan partner seperti itu? ada dua opsi, ia akan sadar sendiri bahwa ia punya dunia yang nyata dan mulai meninggalkan dunia hayalnya, atau akan tetap terpuruk di dunia hayalnya karena hanya itulah satu-satunya cara untuk menghilangkan kesepiannya.

Pertanyaan selanjutnya adalah, bahayakah jika orang merasa kesepian? Dalam batas wajar, itu normal. Karena seseorang butuh variasi. Orang tidak akan merasa senang jika tidak pernah merasakan sedih, dan orang tidak akan merasa nyaman dan diterima sebelum merasakan kesepian dan ketertolakan. Tapi apabila kesepian seseorang menjadi sudah tidak terkontrol, maka ini akan menjadi sangat berbahaya. Sebagai contoh si Cakra tadi. Apabila ia tidak menemukan cara yang tepat untuk memecahkan kesepiannya, maka ia akan terus terbelenggu di dalam dunia hayalnya, dan akhirnya akan semakin terpojok dari dunia nyatanya. Atau ekstrimnya, biasanya orang yang merasa sangat-sangat kesepian akan menganggap bahwa dirinya tak berarti lagi, dan akhirnya memutuskan untuk bunuh diri. Sudah banyak contoh orang bunuh diri karena kesepian, entah kesepian karena putus cinta, karena ditinggal pergi orang terkasih, atau bahkan kesepian karena dirinya sendiri yang merasa sepi, meskipun ada di tengah-tengah keramaian.

No comments:

Post a Comment