::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Friday, 4 November 2011

Butuh Jawaban : Kenapa Kera Sakti Harus Kera?

Setelah beberapa postingan yang g jelas, kali ini gw mau kembali ke jenis postingan gw sebelumnya, nyampah. Hehehe.


Kamis kemarin, gw dateng ke kelas mata kuliah matematika di kampus. Kelas yang sumpah bikin tubuh gw tinggal tulang doank. Abis, dosennya garing banget ngajarnya. Bayangin aja deh. Tu dosen masuk kelas, duduk di kursi dosen (ya iyalah, masak duduk di kursi presiden?), terus dengan entengnya bilang,
'bentar ya, saya makan dulu. laper!', eaaaaa, penonton kecewa. Mending makannya yang wow gitu, ini dia makannya batagor. Udah gitu, g bagi-bagi lagi. Innai bener dah tu dosen.

Abis makan, mulai beraksi deh dia, nyalain proyektor, ambil kursi membelakangi kita-kita, ngomong. Udah gitu doank. Tiap kali mahasiswa nya tanya, selalu jawabannya 'mengenakkan' hati.
Mahasiswa 1 : 'Bu, Poset tu apaan sih Bu?' --> bagi yang g tau poset itu apaan, sama berarti.
Dosen : 'Itu kan pelajaran minggu kemarin. Buka lagi aja!',
Mahasiswa 2 : 'Bu, ini nyelesein persamaanya gimana ya?'
Dosen : 'Kamu gimana sih, ini kan pelajaran waktu SMP. G bener nih SMP nya, gini aja g bisa!'
15 menit sebelum pulang,
Mahasiswa 3 : 'Bu, tanya donk. Ini yang ini kenapa bisa begitu, cara ngitungnya gimana ya?'
Dosen : 'Udah malem nih, minggu depan aja ya!'
Taeklah. Gitu terus setiap mata kuliahnya dia. Kita sebagai mahasiswa cuma bisa berharap dan berdoa semoga Allah memberikan kesabaran dan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan. #Lho!!

Udah apal dengan tingkah polah si dosen, gw iseng tanya sama temen di sebelah gw. Namanya Kapten. Aslinya Kap(i)Ten(g) --> sapiteng kali --> bener g sih?
Gw : 'eh, suka nonton kera sakti g?', (Gw tau ini pertanyaan g nyambung banget sama mata kuliah, tapi otak gw udah keburu g lurus gara-gara ngeliatin tu dosen. Jadi harap maklum).
Kapten : 'suka',
Gw : 'kenapa ya kera sakti terlahir dari batu?' (Sekali lagi gw tegaskan otak gw lagi g lurus, jadi pertanyaanya aneh-aneh).
Dan ternyata sodara-sodara, nampaknya otak temen gw juga udah bermasalah.
Kapten : 'kenapa yang keluar dari batu itu harus kera? kenapa g tikus? kenapa kera?'
Gw : (garuk-garuk kepala) 'iya ya, kenapa g tikus aja ya?'
Si Kapten manggut-manggut. Penasaran, gw tanya temen sebelah gw lagi, Stevan.
Gw : 'Stev, kenapa kera sakti itu harus kera? Kenapa g tikus?'


Stevan yang terkaget-kaget mendapat pertanyaan filosofis itu cuma diem. Mungkin dalam hati dia berontak 'Tuhan, makhluk apa yang kau kirimkan ini? Kapten pun tiba-tiba nyolot.

Kapten : 'kenapa g Panda? atau cacing?' --> sumpah, gw mikir ini otaknya Kapten udah random parah. Apa hubungannya kera sama Panda atau Cacing? kenapa dia g milih Gorila atau Orang Utan yang g jauh-jauh amat dari Kera. Kenapa Panda? Kenapa Cacing?
Stevan : (senyum-senyum doank)
G puas dengan senyumannya Stevan, gw googling dah. Tapi baru sampe di halaman awalnya, gw keburu bingung. 'Keywordnya apa ya?"
Kapten : 'kenapa kera sakti kera? gitu aja!'
Gw : 'kenapa kera sakti kera? ya iyalah, namanya juga kera sakti, pasti kera donk. Kalo tikus sakti ya tikus! Ada yang lain?'
Kapten : (mikir)
Gw : 'gimana kalo kenapa kera sakti harus kera?'
Kapten : 'sama aja dodol!'
Gw : (mikir lagi)
Kapten : (mikir juga)
Di dalam keheningan itu, tiba-tiba terdengar suara. Pertama gw kirain wangsit, tapi setelah gw dengerin dengan seksama suaranya, ternyata Stevan ngomong. Sepertinya Stevan tergoda juga.
Stevan : 'kerenan kera kali. Kalo tikus sakti kesannya jelek banget. g enak juga di telinga'
Kapten : 'itu kan karena kita udah terbiasa manggil kera sakti. Coba dari kecil kita diajarinya Tikus Sakti. Pasti g aneh deh. Itu udah jadi semacam Sugesti gitu.
Gw : 'karena tikus udah dipesen buat nama koruptor'
Stevan dan Kapten cuma ngelirik males.


Gw : 'kalo keyword nya -kenapa yang keluar dari batu bukan tikus?- gimana?'
Stevan dan Kapten cuma diem. Gw yang husnudzan mengartikan diam mereka sebagai tanda setuju. Dan setelah klik cari, yang keluar jauh panggang daripada dagingnya. 1-4 paling atas ada yang menghubungkannya dengan Hajar Aswad di Kakbah. Dan yang kelima ini yang bikin gw dan dua makhluk tadi ketawa g karuan. Link nya menuju ke sebuah forum, dan di forum itu ada orang yang nanya 'kenapa Miyabi punya orang tua?'. Sableng.

Sampe dosennya kelar ngajar, gw dan dua orang ini masih belum mendapatkan jawaban yang diinginkan, 'kenapa harus kera?'. Nyampe rumah, karena penasaran akhirnya gw tanya sama si eneng, 'kenapa kera sakti harus kera?', dan akhirnya racun 'kenapa kera sakti harus kera ?' pun tersebar luas.

Nah, melalui tulisan di blog ini, gw menghimbau kepada seluruh warga Indonesia baik yang manusia atau kera, yang peduli pada kesaktian kera sakti, diharapkan memberi jawaban kepada gw bila tahu jawabannya. Ini bukan semata-mata buat gw, tapi ini demi kemaslahatan umat. Agar anak cucu kita nantinya bisa tahu alasan yang sebenarnya, 'kenapa kera sakti lahir dari batu?', 'kenapa yang keluar dari batu itu kera?', dan 'kenapa kera sakti itu kera?'. Atas perhatiannya, saya ucapkan terima kasih.

1 comment:

  1. klo tikus:
    seekor tikus
    terkurung terpenjara dalam gua
    di gunung tinggi sunyi tempat hukuman para dewa
    #melanggar hukum ab ab

    klo nyari yg akhiran a,gorila:
    cb deh nyanyiin,maksa

    cacing? apa lg kupu2?
    wkwkwkwkwkwkwk

    ReplyDelete