::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Hari ini,

20.10
mata kulia pengantar sistem informasi berakhir. waktunya pulang!!! seneng banget gue waktu bilang 'waktunya pulang!'. rasanya perjuangan hari ini akan segera berakhir. tapi sial, pas gue ngelewatin pintu kelas, di luar ujan. tidak!!! gue sama temen-temen sepakat nunggu ujannya reda dulu. tapi nampaknya langit ingin menguji kesabaran kami. ujan makin gedhe.

20.40
ujan masih gedhe. 'oke guys, sholat dulu!'. kita sholat.

20.57
ya ampun, belum reda juga. masih sama deresnya kayak yang tadi. seandainya gue punya pacar, pasti nyenengin.(oke. ini g nyambung)

21.15
capek berdiri. cari tempat duduk.

21.24
'oke bro, 6 menit lagi kita pulang. apapun yang terjadi. walau badai menghadang, ingat lah ku kan selalu setia menjagamu. pernahkita lewati jalan yang berliku tajam' (otak gue mule g beres!),

21.28
2 menits to go!

21.32
belum beranjak pulang!

21.34
baru berdiri ke parkiran motor

21.40
badai kuterjang. tapi sial, gue g bisa ngelihat kalo kaca helm gue tutup.(mata error+ngantuk). cuma ada dua pilihan
a. buka kaca helm. tu artinya muka gue harus berhadapan dengan air hujan yang segedhe biji duren. dan dapat dipastikan nyampe rumah membawa flu,
b. kaca tetep ditutup, ngelihat seadanya. resiko satu-satunya adalah kecelakaan.
gue putusin buat milih opsi a. lebih baik flu daripada harus masuk rumah sakit.

22.30
nyampe rumah.
perjalanan satu jam menerjang ujan ini, masih lebih mending daripada temen gue. dia rumahnya di priok, jakut. sedangkan kampus kami ada di depok. perjalanan dia dalam kondisi wajar 1,5 jam. itu belum kalo macet. dan atau jalan nya tenggelem. gue udah saranin buat nyiapin pelampung. tapi kayaknya temen gue lebih milih diving aja.

23.00
tidor

Pahami mereka - Individu Penyendiri,



Pada dasarnya manusia(individu) memiliki sifat ingin bersama orang lain. Oleh karena itulah manusia disebut juga sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa bertahan hidup.

Kemampuan seseorang untuk bisa bergaul dengan manusia lain/ bersosialisasi juga dinilai sebagai hal yang wajib jika kita ingin masuk ke dalam 'daftar masyarakat'. Sedangkan orang-orang yang tidak/ kurang pandai bersosialisasi dianggap sebagai orang 'tidak wajar'. Entah itu sombong, tertutup, dan lain-lain. Yang intinya orang yang kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya biasanya dianggap sebagai anggota masyarakat kelas dua.

Hal inilah yang terkadang membuat sakit hati orang-orang kelas dua ini. Masyarakat menilai mereka sebagai individu lain, dan bukan anggota dari mereka. Padahal sebenarnya, jika kita bisa membuka diri dan mencoba memahami orang-orang ini, maka tak kan ada penomorduaan ini.

Lalu kenapa beberapa orang memilih untuk tertutup dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat? Sebenarnya kata memilih disini sedikit kurang tepat. Pada awalnya mereka tidak memilih untuk tertutup. Keadaanlah yang memaksa mereka untuk memilih tindakan ini. Bagaimana penjelasannya? Pada awalnya orang-orang yang cenderung tertutup ini mayoritas ingin bergabung dengan orang-orang normal pada umumnya. namun karena keterampilan bersosialisasi mereka yang 'kurang', lama-kelamaan masyarakat tidak tertarik dengan mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka. Bagaimana perasaan Anda jika setiap hari ada orang yang sama menanyakan hal yang sama? Anda tidak akan tertarik pada orang semacam ini bukan? membosankan bukan? Tapi inilah yang dilakukan orang-orang tertutup ini. Mereka tak punya cukup referensi untuk bsekedar ercakap-cakap. Pada keadaan inilah orang-orang tertutup biasanya putus asa dan akhirnya 'memilih' untuk menyendiri.

Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah 'kenapa mereka tidak mencoba bersosialisasi lagi?'. maka jawabannya adalah, sebenarnya mereka sudah mencoba. tapi biasanya gagal. kenapa? karena keterampilan bersosialisasi itu alami. tidak semua orang memilikinya. Kebanyakan dari mereka tidak bisa mengawali percakapan. Mereka menunggu orang lain untuk memulai percakapan.

Nah, keadaan ini biasanya menimbulkan rasa bosan di kalangan orang-orang tertutup ini dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari bersosialisasi tadi ke hal lain. Ada orang yang betah berada di depan komputer selama berjam-jam (dalam artikel ini social network di dunia maya bukan termasuk bersosialisasi). Atau mengerjakan soal sains, menggambar, membaca buku, dan lain-lain. Hal ini biasanya akan menjadi obat paling mujarab bagi mereka yang tertutup. Mereka sibuk dengan kegiatan baru mereka, dan 'selamat tinggal sosialisasi!'.

Hal-hal lain yang bisa memicu seseorang memilih untuk tertutup, selain keterampilan bersosialisasi tadi diantaranya adalah :
a. sifat pendiam,
b. terlalu perfeksionis,
c. memiliki minat di bidang yang berbeda dengan kebanyakan orang,
d. lingkungan yang tidak nyaman (relatif),
e. keadaan psikologi : tertekan, trauma, dll.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang ini?
1. beri mereka kesempatan untuk bergabung ke dalam masyarakat,
2. buat mereka bicara sebanyak mungkin. mereka akan mencatat setiap kata yang mereka anggap bisa untuk referensi ketika bercakap-cakap dengan orang yang lain lagi,
3. beri pula kebebasan pribadi mereka untuk tetap sendiri. kenapa? karena itu adalah sifat dasar mereka. meminta mereka untuk terjun sepenuhnya ke dalam masyarakat, sama halnya meminta burung untuk tidak terbang selamanya,

Sodara Kembar Gue

jadi ceritanya hari ini gue mau cerita tentang sodara kembar gue. banyak orang kagak tau kalo gue punya sodara kembar. bahkan orang tua gue juga g tau. gue awalnya juga g tau. dari kecil setau gue, gue adalah satu-satunya anak paling manis di keluarga gue. tapi tabir terbuka setelah gue masuk STM. Tuhan mempertemukan kami. kami ada di satu kelas selama setahun, dan gue g tau kalo dia sodara kembar gue. pasalnya kami adalah sodara kembar yang saking bedanya hingga tidak bisa disamakan. misal : gue cowok dia cewek. gue kerempeng dia berisi. gue males dia rajin. dan yang paling menyedihkan, gue item dan dia putih. tapi ikatan batin kesodarakembaraan kami tak bisa dihalangi oleh tembok berlin sekalipun. kami sadar bahwa kami adalah sodara kembar. sodara kembar yang g cuma beda secara individu, bahkan orang tua kami juga beda. (kalo bingung, terjun ke kali! =) )

ikatan batin kami begitu kuat,bahkan melebihi orang yang kembar dan tak dipisahkan sama sekali. Misalnya kemarin malem ni aps gue pulang kulia. gue ngrasa pusing, pilek berat. gue langsung SMS sodara kembar gue
"loe lagi sakit ya?",
"kok tau?"
"dari tadi siang kepala gue pusing"
"iya neh. gara-gara banyak tugas. sering tidur malem. makan g teratur. kaos kaki belum dicuci. jemuran belum diangkat"
"jaga kondisi badan anakmuda. kalo loe sakit, yang susah g loe doank. gue juga ikut sakit. cepet sembuh ya"
"maap anak tua. iya iya"
(note : padahal malem sebelumnya sebelum gue sakit, gue makan es krim tengah malem. hihi)

dan ini g cuma terjadi sekali ini doank. sering. kalo radang gue kumat, gue langsung tau kalo kembaran gue radang juga lagi kumat. kalo gue batuk2, berarti sodara gue abis minum es. kalo gue telpon dia, yang jawab diseberang sana berarti sodara kembar gue. bahkan kalo kita janjian mau jalan bareng, warna baju yang kita pake 80% sama. yang gue heran, kenapa tugas2 kuliah gue g sama dengan tugas kuliah nya sodara gue. kalo sama kan tinggal jiplak. menyebalkan.

sodara kembar gue itu namanya Tino,
ini foto kami berdua,

Buta Warna

Jadi ceritanya kemarin sepulang dari kantor gue langsung go to kampus. rencananya sih mau sante2 naik motor dengan kecepatan sepeda balita coz waktunya juga masih tersisa banyak sebelum game over. dan jadilah saya berkendara dengan kecepatan g lebih dari 30km/jam sambil latihan nyanyi2 dg suara aduhai gue,

saking terlenanya dengan hembusan angin yang menyegarkan setiap sendi-sendi di tubuh, sambil mendengarkan suara surga yang keluar dari mulut orang gila (baca : bukan gue), gue g sadar kalo nyampe di perempatan dan lampu merah. busyet dah! gue kejebak di tengah2 jalan.maju kena mundur kena. al hasil gue memposisikan diri kayak patung2 di bunderan. diam. hening. dan tertidur jauh lebih dalam. memasuki alam bawah sadar.

akhirnya kesempatan itu tiba juga. Tuhan mendengar doa hamba Nya yang teraniaya, terombang ambing oleh mobil dari depan, kanan, kiri, belakang. dan setelah berhasil menerobos jalan penuh rintangan itu, gue udah siap berhadapan dengan polisi. sengaja kecepatan motor gue kurangin, jadi yang tadinya kecepatan sepeda balita, sekarang menjadi kecepatan bayi merangkak, agar tu polisi ntar kagak kesusahan nangkep gue. gue udah nyiapin segalanya, kecuali duit tentu saja. karena seperti yang udah gue bilang di postingan kemarin, keuangan gue lagi parah. 1 km berlalu. tak ada polisi. 5 km berlalu masih aman. 10 km berlalu gue mule curiga. kenapa g ada polisi yang ngejar gue?? apa mereka udah pada tau kalo gue kagak punya duit, jadi percuma dikejar? ato muka gue nyeremin? awh, g juga. terakhir kali yang bilang muka gue nyeremin adalah adik gue.dan itu gue tau, cuma intrik nya dia. karena sebenarnya yang mukanya lebih nyeremin adalah mukanya nenek lampir. seribu satu tanya di kepala gue. Hingga akhirnya gue tau apa yang direncanain sang bapak polisi. 'pasti ne bapak polisi, udah ngubungin pak polisi lain di lampu merah berikutnya, udah nyiapin borgol, senapan, mobil tahanan, dan batagor. ya, pasti begitu. gue emang jenius. maaf pak polisi, Anda ingin menjebak orang yang salah.

dan sampe juga di lampu merah berikutnya, yang gue perkirakan udah ada polisi yang nyamar jadi kakek kakek tua, dan dengan cepat akan menangkap gue di waktu gue lengah. gue kudu waspada. gue berhenti di lampu merah. gue udah siap kalo ada kakek-kakek nangkep gue. ntar kalo ditanyain, 'kenapa tadi menerobos lampu merah?', gue tinggal bilang, 'maaf pak, saya buta warna. saya tidak bisa membedakan mana yang Sinta mana yang Jojo. bener aja, baru beberapa detik berlalu, ada polisi menuju ke lampu merah. pasti ini penyamaran. polisi itu pasti sebenernya kakek-kakek yang nyamar jadi polisi. ketika jiwa raga gue udah siap, tu kakek-kakek yang nyamar jadi polisi malah ngeberhentiin mas-mas di seberang. 'sial', pikir gue. apa muka gue terlalu nyeremin, sehingga g ada polisi yang mau nagkep gue? gue mau bilang kalo nenek lampir jauh lebih nyeremin dari gue, tapi gue urungkan.

dan setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya gue putusin buat bersikap biasa aja karena dengan tidak tertangkapnya gue, jatah uang makan buat 2 minggu ke depan= aman. berarti gue g perlu ngemis minggu depan. thanks God!

Krisis Ekonomi

beberapa hari yang lalu ada berita yang mengatakan bahwa negara bagian dengan Co Wi mengalami defisit di departemen keuangan yang menyebabkan siklus perekonomian menjadi tidak stabil di negara tersebut. hal ini dipicu bukan karena harga cabe merah merangkak naik semenjak bulan Ramadhan kemarin, tapi tidak lain disebabkan oleh gagal panen mentimun merah di beberapa daerah.

hal di atas hanya intermezo. tidak perlu ditanggapi dengan muka tegang.
jadi minggu ini pengeluaran gue udah parah banget. sebage orang golongan menengah ke bawah, pengeluaran gue yang udah mencape angka 1,2 juta ini tergolong 'menghawatirkan'. ini belum pernah terjadi sebelumnya.

gue juga g tau kenapa secara ajaib ketika gue ngeliat uang di dompet, selalu tidak tersedia uang yang memadai untuk hidup standar. dan terpaksa gue harus ambil di ATM. dan 2 minggu ini minimal gue udah ngedatengin 4 mesin ATM dan tidak kurang dari 6 kali transaksi dan paling tidak 2o ribu buat biaya transaksi karena gue ambil di ATM Bersama. 2o ribu men!! itu setara dengan 40 biji gorengan.

dan kemarin, ketika gue masuk kamar, secara mengejutkan gue melihat banyak barang aneh di kamar gue. Helm, jas hujan, sendal, kaos kaki, tiga buah buku nya Raditya Dika, 2 buku tulis, pensil, penghapus, permen Nano2 5 bungkus, gerry coklat, madu, Tictac (bungkusnya doank), kacang, sabun, dan yang paling aneh adalah buku dengan judul 'Teknik Menggambar'. Perlu dicatat bahwa gambar gue buruk minta ampun dan dari dulu g suka pelajaran 'menggambar'. gue terbengong-bengong dan segera mengecek dompet gue lagi. Alhamduillah masih ada 50 ribu. Ini adalah dana kehidupan gue selama 2 minggu ke depan. dan dua pertanyaan yang sampai sekarang masih menjadi teka teki adalah:
1. siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang di dompet gue?
2. siapa yang membeli barang2 di kamar gue ini?

gue mule curiga. jangan2 ini dilakukan oleh oknum dalam. gue kudu waspada.

Program KB (Keluarga Berencana) Dalam Pandangan Islam

Jumlah penduduk dunia semakin lama semakin bertambah banyak. Kekhawatiran pun mulai muncul di masyarakat dunia. Mulai dari kesehatan individu dan lingkungan, kemiskinan, hingga tidak dapat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia yang selama ini ditopang oleh bumi, seperti bahan pangan.


Banyak cara dilakukan untuk membatasi bertambahnya jumlah penduduk yang tidak terkendali, yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan penduduk. Salah satu cara yang dilakukan di negara kita adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana atau disingkat KB. Sejak mulai dijalankan, program ini ternyata berhasil membatasi laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia.

Namun, sejak mulai dijalankan pula, pro kontra mulai terdengar di masyarakat. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, orang-orang mulai bertanya-tanya, 'bolehkah KB?' atau 'bagaimana hukum KB?' atau 'bagaimana pandangan Islam tentang KB?'

Dalam pandangan Islam, program KB ini dapat dilihat dari dua perspektif. Yang pertama adalah 'pembatasan keturunan' dan yang kedua adalah 'pengaturan kelahiran'. Jika masyarakat memandang KB sebagai upaya untuk 'membatasi keturunan', maka program KB bisa dikatakan 'haram'. Kenapa? karena hal ini bertentangan dengan firman Allah yang menyatakan:
“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS Huud [11] : 6).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita (manusia) tidak berhak mencegah lahirnya seseorang ke dunia dengan alasan apapun, karena Allah lah yang telah menentukan rizki manusia. Selain itu ada pula hadits yang menyebutkan bahwa :
“Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat” [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Sehingga jelaslah, membatasi keturunan bertentangan dengan hukum Islam.

Yang kedua adalah KB sebagai program 'pengaturan kelahiran'. Artinya pasangan suami-istri berhak menentukan pengaturan kelahiran dengan alasan-alasan yang logis. Misalnya : kesehatan ibu dan anak, menjadikan keturunan yang berkualitas, dsb. Namun yang perlu dicatat disini adalah. Secara sekilas, hal ini sama saja dengan pandangan pertama, namun sebenarnya berbeda. Sebagai contoh : A dan B menikah dan memutuskan untuk langsung memiliki anak. ketika si anak sudah cukup besar, dan sang istri siap hamil kembali, si A memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi, dengan alasan : ingin memberikan perhatian yang maksimal kepada si anak sehingga menjadi pribadi yang berkualitas. Karena ia berpandangan jika memiliki anak lagi, perhatian akan lebih banyak ke anak yang lebih kecil. Maka, mereka menunda memiliki anak kembali. Ketika mereka yakin si anak sudah punya pondasi yang kuat, si istri siap, dan keadaan keluarga terjamin, maka mereka memutuskan untuk memiliki anak lagi. Begitu seterusnya, hingga jika mereka punya anak lebih dari lima pun itu tak masalah.

Ilustrasi di atas memberikan pandangan bahwa KB sebagai upaya pengaturan kelahiran, bukan sebagai pembatasan keturunan. Dan ini diperbolehkan dalam Islam. Seperti hadits Nabi berikut :
Dari Jabir berkata, “Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya.” (HR Muslim)

Namun tidak lantas program KB dihalalkan begitu saja. Kita perlu melihat faktor-faktor lain. Sebagai contoh, kita sepakat bahwa daging ayam itu halal. tapi karena faktor-faktor lain daging ayam ini bisa jadi haram. Misalnya karena mungkin ayam ini merupakan hasil curian, atau disembelih tidak dengan menyebut asma Allah, dll. Begitu pula dengan KB, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti :
a. Niat dan motivasi. Hal ini menjadi penting karena segala amalan dinilai berdasar niatnya,
b. Dampak bagi kesehatan ibu dan anak,
c. Dampak bagi kesuburan sang istri. Tentu saja KB menjadi haram, apabila menjadikan sang istri mandul permanen,
d. Metode penggunaaan dan pemakaian alat-alat KB,
e. Bahan alat/ pil/ obat yang digunakan, dll,

Nah, untuk menutup paparan ini, mari kita renungkan ayat Allah berikut : "Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk' " QS Ali Imran :36

Sosial Dasar - Tugas 1 - Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan

Jumlah penduduk dunia akan selalu bertambah dari tahun ke tahun. Pertumbuhan ini akan semakin cepat terjadi dan berbanding lurus dengan deret geometri (contoh deret geometri : 2 4 8 16 32 ...). sebagai contoh, di dalam suatu keluarga, awalnya hanya ada A dan B (jumlah : 2). A dan B memiliki 2 orang anak (jumlah : 4). kedua anak tersebut lalu memiliki pasangan dan masing-masing memiliki 2 anak lagi misalnya (jumlah : 8 -> tanpa menghitung pasangan) dan seterusnya. Dari contoh ini dapat disimpulkan bahwa perkembangan jumlah penduduk di suatu tempat selalu berlipat ganda dari jumlah penduduk sebelumnya. Ketika jumlah mereka semakin lama semakin banyak, manusia akan membentuk komunitas-komunitas baru yang pada akhirnya membentuk suatu masyarakat. komunitas ini terbentuk karena adanya satu kesamaan yang menyatukan mereka. Misalnya berdasar tempat tinggal, bahasa, budaya, bahkan hobi dan kegemaran. Dan pada perkembangan selanjutnya, dari komunitas-komunitas ini akan terbentuk sebuah kebudayaan yang mencerminkan diri mereka yang tak lain adalah merupakan gabungan dari hasil akal budi manusia-manusia di dalam komunitas tersebut.

A. PENDUDUK
1. Definisi
Definisi penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu (http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk). Sedangkan definisi penduduk berkaitan dengan negara adalah :
* Orang yang tinggal di daerah tersebut
* Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain.
Sedangkan menurut UUD 1945 Pasal 26 Ayat 2 yang dimaksud dengan penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang bertempat tinggal di Indonesia.

2. Pertumbuhan Penduduk
Pertubuhan penduduk merupakan faktor yang penting dalam kehidupan sosial. karena selain akan menambah jumlah penduduk secara kuantitatif, juga akan mempengaruhi kualitas kehidupan penduduk. Misalnya, dengan bertambahnya penduduk, berarti faktor-faktor penunjang hidup seperti : makanan, perumahan, kesempatan kerja, dll juga harus bertambah. Apabila pertumbuhan penduduk ini tidak diimbangi dengan penambahan fasilitas penunjang hidup tadi, maka akan terjadi masalah-masalah sosial, seperti kelaparan, kemisikinan, pengangguran, dll.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk antara lain adalah :
a. Kematian (Mortalitas) : Mengurangi jumlah penduduk
b. Kelahiran (Fertilitas) : Menambah jumlah penduduk
c. Perpindahan (Migrasi) : Mengurangi jumlah penduduk di suatu tempat, dan menambah jumlah penduduk di tempat lain.

3. Kepadatan Penduduk
Kepadatan penduduk dapat dihitung dengan membagi jumlah penduduk dengan luas area yang ditempati. Hal-hal yang mempengaruhi kepadatan penduduk di suatu wilayah adalah :
a. Luas area/ wilayah
b. Ketersediaan fasilitas penunjang hidup

4. Pengendalian Jumlah Penduduk
Pengendalian Penduduk adalah kegiatan untuk membatasi pertumbuhan penduduk. Hal ini dilakukan terutama oleh daerah-daerah yang padat penduduk seperti di China dan Indonesia. Tujuan dari pengendalian penduduk adalah menghindari terjadinya ledakan penduduk yang bisa menyebabkan tidak seimbangnya ketersediaan bahan makanan, tempat tinggal, dan fasilitas penunjang lainnya terhadap jumlah penduduk. Dan lebih jauh lagi akan menimbulkan masalah-masalah sosial seperti kelaparan, kemiskinan, dan masalah sosial lainnya.

5. Jumlah Penduduk Dunia
Berdasarkan Biro Sensus Amerika Serikat, penduduk dunia mencapai 6,5 milyar jiwa pada tanggal 26 Februari 2006 pukul 07.16 WIB. Dari sekitar 6,5 milyar penduduk dunia, 4 milyar diantaranya tinggal di Asia. Tujuh dari sepuluh negara berpenduduk terbanyak di dunia berada di Asia. Berikut adalah peringkat negara-negara di dunia berdasarkan jumlah penduduk (2005):
1. Republik Rakyat Cina (1.306.313.812 jiwa)
2. India (1.103.600.000 jiwa)
3. Amerika Serikat (298.186.698 jiwa)
4. Indonesia (241.973.879 jiwa)
5. Brasil (186.112.794 jiwa)
6. Pakistan (162.419.946 jiwa)
7. Bangladesh (144.319.628 jiwa)
8. Rusia (143.420.309 jiwa)
9. Nigeria (128.771.988 jiwa)
10. Jepang (127.417.244 jiwa)
(sumber http://id.wikipedia.org/wiki/Penduduk)


B. MASYARAKAT
Sifat dasar manusia adalah ingin selalu berinteraksi dengan orang lain. Hal ini dilakukan demi memenuhi kebutuhan seseorang yang tidak bisa ia penuhi sendiri dan mutlak membutuhkan bantuan orang lain. Misalnya, A adalah seorang petani dan B adalah seorang dokter. Ketika A sakit, ia akan meminta bantuan B untuk menyembuhkannya, karena ia tak bisa menyembuhkannya sendiri. begitu juga si B. ia membutuhkan A yang petani untuk menyediakan suply makanan untuknya. Hubungan inilah yang kemudian membentuk suatu ketergantungan dan hubungan timbal balik yang pada akhirnya membentuk sebuah komunitas. Komunitas yang penduduknya memiliki kesamaan pemikiran, perasaan, dan tujuan akan membentuk sebuah masyarakat.
Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak yang berarti ...... Menurut Syaikh Taqyuddin An-Nabhani, sekelompok manusia dapat dikatakan sebagai sebuah masyarakat apabila memiliki pemikiran, perasaan, serta sistem/aturan yang sama. Dengan kesamaan-kesamaan tersebut, manusia kemudian berinteraksi sesama mereka berdasarkan kemaslahatan.
Kata masyarakat juga merupakan terjemahan istilah society yang berasal dari bahasa latin societas, yang berarti hubungan persahabatan dengan yang lain.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa masyarakat adalah sekelompok orang yang memiliki pemikiran, perasaan, dan tujuan yang sama serta menganut suatu sistem/aturan yang sama.

C. KEBUDAYAAN
1. Definisi
Setiap manusia dianugerahi akal dan budi oleh Sang Pencipta. Akal inilah yang digunakan untuk menyiasati diri agar bisa bertahan hidup. Kemampuan ini kemudian berkembang dan terus menerus dilakukan hingga membentuk sebuah pola hidup. Pola ini kemudian dibawa ke masyarakat oleh masing-masing individu. Dan akhirnya terbentuklah sebuah pola umum di masyarakat tersebut yang kemudian kita sebut dengan budaya.
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat. Sedangkan Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa budaya adalah keseluruhan gagasan atau ide sebagai hasil dari pemikiran akal dan budi manusia dan bersifat abstrak. Sedangkan perwujudan dari kebudayaan itu sendiri bersifat nyata seperti : pola perilaku, bahasa, religi, seni, adat, dll.

2. Wujud Kebudayaan
Menurut J.J. Hoenigman, wujud kebudayaan dibedakan menjadi tiga: gagasan, aktivitas, dan artefak.
a. Gagasan
wujud dari kebudayaan yang berupa ide, gagasan, pemikiran, norma, dan lain- lain yang bersifat abstrak.
b. Aktifitas
merupakan wujud kebudayaan yang berupa tindakan-tindakan yang terpola dan dilakukan sehari-hari sebagai wujud konkret dari pelaksanaan adat, norma, dan nilai-nilai dalam masyarakat.
c. Artefak
adalah wujud kebudayaan yang berupa hasil karya dari aktifitas budaya berupa benda-benda konkrit yang dapat dilihat, diraba, dan didokumentasikan.

3. Unsur-Unsur Kebudayaan
Meliputi segala pola yang membangun sebuah kebudayaan yang utuh. Diantaranya adalah :
a. Peralatan dan perlengkapan hidup,
b. Sistem Mata Pencaharian,
c. Sistem Kekerabatan (Keluarga),
d. Bahasa,
e. Kesenian,
f. Sistem Kepercayaan,
g. Agama,
h. Sistem Ilmu Pengetahuan, dll.

4. Penetrasi Kebudayaan
Yang dimaksud dengan penetrasi budaya adalah masuknua pengaruh budaya asing ke dalam suatu kebudayaan tertentu. Penetrasi kebudayaan bisa terjadi melalui dua cara yaitu : penetrasi damai yang tidak menimbulkan kekerasan dan pemaksaan (contoh : masuknya pengaruh Hindu, Buddha, Islam ke Indonesia) dan Penetrasi kekerasan (contoh : masuknya budaya barat melalui penjajahan).

5. Budaya dan Peradaban
Beberapa kebudayaan yang berkembang dengan sangat besar dan akhirnya membentuk suatu kebudayaan tinggi dan mempengaruhi hampir semua aspek kehidupan di masyarakat pada kurun waktu tertentu disebut dengan peradaban. Beberapa kebudayaan yang menjadi peradaban seperti : peradaban Mesir Kuno, peradaban Mesopotamia, peradaban Lembah Sungai Indus, dll.

D. KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Tidak dipungkiri bahwa kebudayaan akan membentuk kepribadian seseorang. Hal ini tidak aneh, karena sebenarnya kebudayaan merupakan pencitraan dari akal budi masing-masing orang yang artinya merupakan pencitraan dari kepribadian mereka yang digabungkan dengan sistem/aturan yang ada dalam masyarakat.
Sikap-sikap kepribadian orang tercermin dari budayanya. Misalnya, tari serimpi yang dimiliki orang Solo, gerakannya lemah lembut dengan irama pelan. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang Solo cenderung memiliki kepribadian lemah lembut, dan tidak tergesa-gesa. Berbeda dengan tari perang dari Papua yang gerakannya lincah denga irama keras dan menghentak. hal ini menunjukkan kepribadian masyarakat papua yang lincah, keras, dan cepat. Selain dari kebudayaan yang bersidat konkrit, ada pula kepribadian yang dipengaruhi oleh kebudayaan abstrak, seperti norma, adat, agama, dll.