::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Membangun Sebuah Sistem - Tugas Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi

    Tulisan berikut adalah tulisan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Informasi tentang "Perancangan Sebuah Sistem"

    Apa saja yang dibahas?
1. Nama Sistem
2. Kegunaan
3. Alur
4. Kendala
5. Pengembangan

    Namun begitu, dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskan secara detail dari A sampai Z apalagi dari A.1 sampai Z.99. Akan tetapi lebih kepada share pengalaman bagaimana sistem ini dibuat hingga digunakannya saat ini.

    Nama sistem yang saya dan teman-teman di Tim IT Developer buat adalah "Blasting Monitoring Program". Kebetulan saya bekerja di bagian software developer di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Dan salah satu produk dari perusahaan kami adalah Proses Blasting (Pelapisan baja/besi/bahan tertentu menggunakan semacam cat khusus yang berfungsi untuk menghindari baja/besi tersebut dari karat, sekaligus mempercantik bahan tersebut)

    Fungsi utama program ini adalah untuk memonitoring jalannya proses satu ke proses lainnya. Karena di proses Blasting ini tidak hanya satu langkah saja, melainkan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu Blasting Primer, Blasting Sekunder, Blasting Finish, dan Wirebrush.

    Melalui program ini, user dan manajemen akan tahu sampai mana barang diproses, berapa jumlahnya, dan berapa biayanya. Melalui program ini pula didapat proses tambahan yang tidak kalah penting, yaitu berupa Daftar Tagihan yang akan diajukan ke supplier. Untuk evaluasi pun, program menyediakan laporan-laporan yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan proses per barang, dan lain-lain.

    Sekilas, jika melihat dari nama programnya, program ini terdengar "wah". Namun sebenarnya alur dari program ini sangatlah sederhana. Lihat bagan di bawah ini :


Berikut adalah gambar tampilan awal program :


    Dalam gambar dijelaskan, bahwa :
1. Operator memasukkan nama barang dari Customer ke dalam program. Transaksi ini disebut dengan Transaksi Barang Masuk. Disini operator juga menentukan proses apa saja yang akan dilakukan sekaligus harga yang akan diberikan. Data yang dimasukkan di bagian ini selanjutnya akan menjadi data "master"/"rujukan' dari transaksi lainnya. Output dari transaksi ini adalah berupa data master dan print out "Surat Perintah Kerja" yang selanjutnya diteruskan ke bagian Produksi.

2. Bagian produksi melakukan transaksi sesuai dengan permintaan dari Barang Masuk. Proses ini disebut "Transaksi SPK" dan bisa dilakukan salah satu atau semua proses Blasting seperti yang dijelaskan di atas. Di proses ini, ada pemblokiran, apabila barang A belum selesai diproses di bagian pertama, maka tidak bisa dilanjutkan ke proses kedua, dan seterusnya. Untuk mengetahui barang mana yang telah selesai diproses, maka dibutuhkan proses di poin no tiga.

3. Barang yang telah selesai diproses di poin 2, selanjutnya diinput disini. Data dari sini diambil dari data yang diinput di poin 2. Setelah transaksi disini selesai, proses bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya, bisa ke poin 2 atau langsung ke poin

4. Jika barang telah selesai menjalani semua proses seperti permintaan di poin 1, maka secara otomatis list barang akan muncul di Daftar Barang Siap Keluar. Disini operator tinggal memilih barang mana yang hendak dikirim ke Supplier terlebih dahulu.

5. Poin 1 sampai 4 menunjukkan proses produksi mulai dari barang masuk hingga keluar lagi. Namun begitu, ada proses lain yang bisa muncul dari keempat transaksi di atas, yaitu Penagihan dan Laporan-laporan. Penagihan didasarkan dari transaksi yang telah selesai (poin 3) dikombinasikan dengan kode harga yang sebelumnya telah dipilih di poin 1, dan dikonversikan dalam bentuk uang dengan bantuan Data Master Harga. Dari transaksi ini akan terlihat berapa banyak uang yang bisa ditagih, transaksi mana yang sudah dan belum dibayar, pendapatan, dan lain-lain. Sedangkan untuk laporan, disesuaikan dengan kebutuhan.


    Meskipun sederhana, akan tetapi kendala masih juga ada. Seperti sistem-sistem lain yang kami bangun, kendala utama adalah meminta operator untuk beralih dari sistem manual ke sistem yang telah terkomputerisasi. Biasanya operator akan mengeluh "ribet", "tidak praktis", hingga khawatir terhadap gangguan jaringan dan listrik. Namun alhamdulillah, sedikit demi sedikit, keluhan itu mulai tak terdengar, dan sistem manual mulai ditinggalkan.

    Dari proses di atas, kami melihat masih adanya kekuarangan yaitu setiap ada Barang Masuk/SPK baru masih harus menggunakan print out berupa kertas Surat Perintah Kerja. Ke depannya, kami akan membuat sistem alarm/pemberitahuan apabila ada barang baru yang masuk atau SPK baru yang masuk.

    Demikian pengalaman saya dalam membangun sistem Blasting di perusahaan kami. Apabila ada saran, dengan senang hati akan kami terima dan pertimbangkan. Terima kasih.

Akhirnya Nama Gw Ada di Buku...

    Actually, setelah kemarin gw cerita tentang hal-hal yang nyesek, sekarang gw bakal cerita bagian senengnya. Hehe.

    Sebenarnya kalo mau dibandingin, banyak senengnya daripada nyeseknya. Seneng yang pertama adalah gajian naik. Uyeah. Lumayan lah buat beli gorengan. Dan ga cuman itu, khusus di bulan ini juga banyak bonus yang mewarnai slip gaji gw. Pengembalian dana pengobatan, lembur, insentif, plus bonus dari koperasi. Belum lagi, specially minggu kemarin, gw hampir ga mengeluarkan uang buat makan siang. Traktiran bertebaran dimana-mana. Dalam seminggu aja ada kali lima kali traktiran. Alhamdulillah.

    Tapi yang bikin gw wuuuu di minggu ini adalah, akhirnya setelah menunggu 9 bulan 10 hari, kumcer yang gw dan temen-temen bikin, terbit. It's all thank to Gradien Mediatama yang udah ngasih gw dan temen-temen kesempatan buat nyantumin nama dalam sebuah buku. It's so exciting after all. Oya, bukunya buku remaja gitu, bertema #CurhatLDR. Bisa ditemukan di toko-toko buku terdekat. Dan baru minggu ini, bukti terbit, buku, dan apresiasi dari Gradien nyampe di rumah. Alhamdulillah.

    Naasnya adalah ketika gw spik spik ke temen-temen gw soal buku ini, mereka malah bilang, "Ha?". Kenapa? Soalnya buku ini tu based on true story. Dan temen-temen gw ga percaya kalo gw punya pengalaman LDR. Secara gw udah jomblo dari abad pertengahan sampe sekarang. Hehe. Mereka belum tahu aja kalo gw udah idup dari jaman Rasulullah. Hehe.
   
    Belum selesai excitingnya gw soal terbitnya buku #CurhatLDR (bukunya juga belum kelar gw baca), hari ini, tepatnya pagi ini, gw dapet kabar dari Gradien bahwa kumcer gw sama temen-temen yang satu lagi juga udah terbit. Kali ini bertajuk #KisahGokilDiSekolah. Dan setelah gw cek di toko buku online, ternyata bener, tu buku udah nangkring dengan cantiknya disini. Uyeaaahhhhh...... Alhamdulillah

    Untuk yang satu ini, gw belum sempet promosi ke temen-temen, karena gw emang baru dapet kabar pagi ini. Tapi gw yakin, kali ini mereka bakal percaya 189 % kalo ini based on true story. Secara tingkah gw juga g jauh2 dari apa yang gw ceritain di buku ini.

    Well, termotivasi dari kedua hal ini, kemarin gw iseng ikutan lagi lomba yang diadain Gradien bertajuk #AkuKamuDanHujan, yang sebelumnya gw ga kepikiran buat ikutan. Baru H-2 gw putusin untuk ikutan. Dan H-1, tepatnya 6 jam sebelum batas akhir pengiriman karya gw baru mulai nulis. 40 menit sebelum deadline, cerita kelar. Tapi ga tahu kayak apa amburadulnya. But.... Apa salahnya mencoba? Hehe. Doakan ya, supaya bisa jadi buku yang ketiga. Hehe.

    Waaaa.... target tahun ini, insAllah punya buku sendiri. Ga cuman kumcer bareng temen-temen, tapi bener-bener punya buku sendiri. Aminnnnnnnn.... Doakan ya....

   Oya, pada beli ya... Plis...
    

12 jam yang bikin drop mood,

    Hai. Sori lama ga nulis. Oke oke, sekarang gw ga bakal beralasan bahwa gw ga punya waktu buat nulis, kerjaan numpuk, ato tugas kuliah yang sebanyak pakaian kotor di kosan. Oke, gw ngaku, bahwa gw ga nulis cuman karena gw milih nonton Running Man daripada nulis. Tapi sekarang, you see, bahwa gw sekarang nulis. Tau apa itu artinya? Bukan, bukan karena gw lebih milih nulis daripada Running Man, tapi karena stock Running Man gw udah abis.

    Well, terlalu banyak yang terjadi akhir-akhir ini. Serius, banyak banget. Tapi yang paling bikin nyesek ati adalah kejadian yang baru aja terjadi kurang dari 12 jam dari sekarang.

    Ada dua. Yang pertama adalah pas gw denger temen kampus gw, yang kost nya deket kosan gw mau pindah kos ke suatu tempat yang gw males nyebutinnya. Ciyusly, but it makes my mood drop so sasaki. Gw juga jadi males cerita kenapa mood gw bisa langsung drop gini. So, lets skip.

    Yang kedua adalah.... Oke, ini agak sensitif dan memalukan sebenarnya.
The Fact is :
temen-temen gw, baik yang di kantor maupun yang di kampus nganggep gw sebage "cowok yang ga normal". Secara keseharian gw sering main sama temen cowok daripada cewek, like they did. Gw ga punya pacar. Gw ga pernah menunjukkan tanda-tanda naksir sama cewek, yang sebenarnya ini salah. Intinya, mereka nganggep gw "HOMO" dan semacamnya. Ciyusly, kalo kalian di posisi gw, apa yang bakalan kalian lakukan? Kalo gw, jujur aja ngerasa sakit dan terhina. Tapi ya, apa perlu gw bikin poster yang menyatakan bahwa gw normal dan suka cewek terus nempel-nempelin di pinggir jalan sambil nyantumin no hape? Ga beda sama iklan sedot WC donk. Actually...

The Truth is :
gw suka cewek. Bahkan kalo pada tahu udah hampir sebulan dua bulan ini gw naksir sama cewek.

But :
gw ga mau memungkiri, dan ini sebenarnya bagian yang paling males gw ceritain, bahwa sebagai seoarang muslim, gw sadar akan bagaimana agama gw melindungi gw dari dosa. Simple. Gw cuman kudu menjauhi zina, dan langsung lamar ketika udah siap. Well, gw bukan orang agamis, gw cuman orang yang pengen doing apa yang gw bisa lakukan. Gw tahu otak gw cetek, sehingga ga banyak ilmu yang bisa gw tampung. Gw tahu iman gw fluktuatifnya udah ngalahin saham di bursa efek. Gw bukan orang kaya yang bisa sedekah banyak. Well, gw cuman Coco yang mau doing what i can for my self. Just it.

Yang Terjadi Kurang Dari 12 Jam :
Seperti yang gw bilang tadi bahwa gw naksir sama cewek. Tapi seperti yang gw bilang juga tadi bahwa gw ga pengen bikin dosa. Satu-satu nya penyelesaian yang ada di otak gw saat ini adalah, gw mempersiapkan diri sebisa mungkin hingga pada saatnya nanti gw datang ke dia dan ngelamar dia. But, pagi ini, gw lihat FB dan melihat status relationship nya 'Enganged'. Nyesek.

    Gitu aja sik. Sori kalo tulisannya kaco dan ga jelas. Sekian.

FR Gath Akbar Serapium, 3 Februari 2013

    Dulu waktu jaman sekolah, telat lima menit aja, ga dibukain gerbang sama sang penunggu gerbang. Lha ini gw telat sampe berapa lama coba? 1, 2, 3, 4, ....., 21. Bukan, bukan menit, tapi hari. Hehe. Telat apa coba yang bisa sampe 21 hari? Waktu yang sama buat ayam mengerami telurnya? Bukan telat nikah, bukan. Kalo telat nikah mah beda urusan. Bagi temen-temen seraper pasti tahu gw telat apaan. Yap, telat bikin FR Gath Akbar 2-3 Februari kemarin. Ini juga kalo ga ditodong sama #calonEnthu, sist Selpik, gw juga ga bikin FR kali. Hehe.

    Well, ini mungkin FR paling abdurd yang pernah gw bikin. Bukan apa-apa, daya pikir gw cuman bisa untuk mengingat beberapa jam ke belakang. Jangankan 21 hari, ngutang aja yang baru kemarin udah lupa. Hehe. So, jangan komen ya kalo gw sampe buka-buka diary gw. Hehe.
---------------------------------------------------------------------------------------------------
# Sebuah Rencana, 27 Januari 2012,
----------------------------------
Dear diary...
Suwer gw galau banget. Udah jauh-jauh hari forum gw tercinta, Serapium, mau ngadain Gath Akbar tanggal 3 Februari besok. Dan naas, bener-bener naas, kemarin di kantor temen-temen pada rapat buat ngadain tour yang sangat kebetulan juga di sekitar tanggal itu. Sial. Kalo ga tanggal 2-3 ya 8-9. Ini tuh bikin sesuatu banget, karena kalo ternyata tour diadain tanggal 2-3, gw bakal gali lubang kubur. Bukan, bukan buat gw. Tapi buat rasa bersalah gw yang ga bisa dateng di Gath Akbar tersebut. :(

---------------------------------------------------------------------------------------------------
# Keputusan, 30 Januari 2012,
-----------------------------
Dear diary...
Dengan segala dalih, alibi, dan segala upaya, akhirnya gw bisa mempengaruhi temen-temen buat ngundurin tour tanggal 8-9. Uyeah...

---------------------------------------------------------------------------------------------------
# Gath, Here I Go... 3 Februari 2012,
-------------------------------------
Dear diary...
Jam 7 pagi gw berangkat dari kosan gw di Depok, menuju tempat gath di Kebun Binatang Ragunan. Well, gw rasa Serapium udah semakin gedhe, jadi ga puas cuman punya anggota dari golongan manusia aja, dan mulai melebarkan sayapnya ke golongan hewan. Sungguh, cita-cita yang sangat mulia.

Seperti biasa, karena gw buta jalanan Jakarta, gw cuman bisa mengandalkan Google Maps. Dengan sepeda kesayangan gw, Channel Jr, gw berangkat ke Ragunan. Agak-agak amaze karena Google Maps ternyata tahu jalan tikus yang bener-bener buat tikus. Kecil banget jalanannya.

Sampe Ragunan masih jam 8 kurang. Belum ada siapa-siapa. Iseng, gw jalan ke kandang buaya. Berharap buaya nya mau share kolamnya buat gw mandi. Secara badan gw udah bau bangke.

Hampir jam 9, sist selpik whatsapp kalo Enri, Awan, sama sist Citra berbikini udah ngandang. Eh,maksud gw udah dateng. Gw langsung tancap gas buat nyari ketiga makhluk itu. Tapi entah kenapa, tidak tercium bau mereka. Malahan gw ketemu sama Shifa yang dengan anggunnya masuk gerbang ragunan sambil bawa kue. Wow...
"Co, katanya anak-anak ada di deket kandang beruang. Itu dimana ya?", kata Shifa.
Gw sebagai seorang cowok, dengan percaya diri bilang,
"Gw jalan duluan ke depan ya, ngandangin mereka, eh, nyariin mereka!"
Shifa tersipu (mungkin, gw ga liat ke belakang soalnya, biar keliatan cool)
Tapi ternyata yang terjadi adalah gw cuma muter-muter dan ga ketemu sama beruang, sementara Shifa udah jalan bareng Enri, Awan, dan sist Citra. Sial! Beruang bener dah!

Tak lama kemudian, kita ketemu sama sist Selpik sama Bima yang udah bosen nungguin. Saking bosennya, Bima aja sampe gendut gitu. Hehe. Segera kita menuju lokasi yang sudah ditentukan. Disana sudah ada beruang madu, eh, sist isna yang udah anteng. Obatnya cocok kayaknya. :peace

Beberapa saat, Seraper lain mulai berhamburan. Om Jono bersama temen jini nya, disusul dengan ...
[Hardisk is full],
...
[Bad sector at #43534523343],
...
[Bad sector at #4454FF34FF],
...

Akhir gath diisi dengan sesi foto-foto. Banner Gath yang awalnya seputih salju tetiba berubah menjadi tembok kelas anak TK. Penuh dengan coretan dan gambar penuh makna. Hehe. Special Pict buat Sist Dina yang sayang sekali ga bisa dateng. Salam buat naganya ya. Hehe.

Dan pada akhirnya, kebersamaan itu berubah menjadi lautan air mata ketika kami harus berpisah. Sampe-sampe Om Cabo yang ga kuat, melampiaskan kesedihannya dengan sekuat tenaga mencari penjual nasi. Ternyata, perutnya juga menangis karena dari tadi pagi belum makan.

Sementara anak-anak masih mau lanjut makan-makan di mana juga gw ga ngerti, gw memilih buat balik depok, karena hari sudah semakin gelap. Ga gelap amat sih sebenernya. Masih jam empat sore. Hehe. Sedikit kekacauan terjadi disini. Gw ga bisa liat map pulang karena henpon gw udah mati. Rencana buat bareng sama om Irvan juga gagal karena beliaunya ikutan makan-makan bareng yang lain. Berbekal sedikit informasi, "ini lurus aja terus belok kanan", akhirnya gw pun nyasar sampe kalibata. Sial. Untung gw tahu daerah Kalibata. Kalo engga, bisa-bisa gw begadang sama Patung Pancoran. Sial.

But, overall,
melihat temen-temen, bercanda bareng selalu menjadi hal paling menyenangkan dalam hidup gw,
thanks dude,

---------------------------------------------------------------------------------------------------
# Udah Senin lagi ya?  4 Februari 2012,
-------------------------------------
Hari ini gw [sensored].

Nikah...

    Akhir-akhir ini sebenernya banyak banget yang mau gw tulis. Ide, judul, alur cerita, bahkan sampai pemeran-pemeran penggantinya pun udah kecetak di otak gw. Sayangnya ni, jari-jemari gw ogah-ogahan buat ngeprint ide-ide itu. Dan hasilnya, seperti biasa, waktu berlalu, dan lupa. Sial. Umur emang ga pernah boong.

    Satu hal yang mengusik gw akhir-akhir ini adalah tentang nikah. Serius.
   
    Di waktu senggang gw (baca : sambil sepedaan), gw sering banget kepikiran tentang korelasi antara umur gw yang udah mulai uzur, jodoh yang belum juga ketemu, nikah, dan sifat childish gw yang seakan ga mau berevolusi.

    Well, kalo inget umur, bentar lagi gw udah umur 23, walopun banyak yang bilang muka gw umur 32. Sial. Dan kalo dipikir-pikir, seacara teori harusnya dua tahun lagi gw udah nikah. Atau paling engga udah siap buat nikah. Tapi ketika gw tarik lagi ke belakang sampai detik ini, gw sendiri ga percaya, 'apa iya 2 tahun lagi gw udah siap buat nikah?'. Secara sekarang aja, buat ngidupin diri sendiri aja masih kelimpungan. Apalagi buat ngidupin istri?? Well, walopun ustadz-ustadz pada bilang, nikah itu salah satu pintu rezeki, tapi bisa aja kan, ntar Allah ngasih tau pintu nya, tapi engga atau belum ngasih kuncinya?? --> Ini bukti iman gw masih secetek kobangan.

    Tapi yang bikin gw ragu sebenarnya bukan itu. Tapi lebih kepada tanggung jawab. Well, gw adalah tipe orang yang paling ogah diberi tanggung jawab. Apalagi yang menyangkut hajat hidup orang banyak. Bukan apa-apa, tapi bebannya itu lho. Secara gw orangnya cuek dan hidup dengan cara gw sendiri. Gw ga suka ngikutin trek lurus kayak orang-orang pada umumnya. Gw lebih suka doing what i think is exciting. Ga peduli orang mau bilang apa. Dan pengalaman membuktikan bahwa untuk memimpin orang banyak, gw ga bisa doing what i think exciting, karena orang-orang itu pada banyak maunya. Dan kebanyakan maunya itu biasa-biasa aja. Hehe. Makanya, kalo ntar gw harus punya istri, gw pengen punya istri yang sepaham sama gw. Jadi ga susah ngaturnya, dan paling penting, ga menuntut tanggung jawab berlebih dari gw. Gw ga takut bertanggung jawab, cuman kalo tanggung jawab itu mengharuskan gw untuk tetap pada shiratol mustaqim, gw masih kudu mikir-mikir.

    Yang ketiga dan yang paling mengkhawatirkan adalah sifat childish gw yang berlebihan. Yap, meskipun muka gw udah kayak Steven Gerrard (tuanya), tapi tingkah gw masih kayak anak-anak. Gw masih suka banget mantengin kartun. One piece, Naruto, Bakuman, Pokemon, dan percaya ga percaya gw kemarin baru beli komik Powerpuff Girls. Hehe. Gw ngefans banget sama Butter Cup.

    Dan well, dari segala kebimbangan gw di atas. Bisa dibayangkan gimana kalo gw nikah hari ini dalam kondisi gw yang saat ini. Dan kayaknya, dua tahun ke depan, ga bakal banyak yang berubah juga deh. Hemmm.

#coretanSiang

pada siang, tersisa mimpi-mimpi yang terbuang,
mimpi tentang malam-malam panjang, 
mimpi tentang senyuman yang terpajang,
yang jelas terpampang, yang jelas terpasang,
lalu terbang, lalu hilang,
dan tergantikan sepiring makan siang,
yang terbuang,

Musibah dan Alhamdulillah

    Setelah lama ga nulis di blog ini, dan sebenernya ga nulis juga dimanapun, gw pengen cerita panjang lebar tentang kejadian luar biasa yang baru gue alamin beberapa hari belakangan ini.

    Buat gambaran aja, cerita ini pada akhirnya ntar berujung pada "Tas gw yang isinya dompet dengan segala isinya dan dua henpon dengan segala kontaknya, ILANG". Bagi gw yang makan aja susah, keilangan ini adalah keilangan besar, secara harta gw ya cuma itu, ditambah leptop yang ada di kosan.

    Nah, uniknya, pada saat gue keilangan harta gw itu, yang gw pikirin pertama kali bukan apa-apa, melainkan "gw salah. gw udah boong sama Allah". Dan kemudian pikiran gw lari lebih dalam dan lebih jauh lagi ke beberapa hari belakangan, beberapa minggu belakangan, hingga sebulan belakangan. Dan setelah gw cerna, bukannya sedih, gw malah amaze dengan skenario yang telah ditulis Allah baut gw. Lebih amaza lagi ketika pada akhirnya Allah memberi gw kesempatan kedua. Cerita lengkapnya kurang lebih kayak gini.

    Udah tiga bulan ini, gw rutin nyisihin 10% gaji gw buat disedekahin. Dua kali ke Panti Asuhan, dan sekali buat nyumbang ke Palestine. Nah, di bulan desember ini, gw mikir-mikir buat sedekah, karena bentar lagi udah mau bayaran kuliah dan tabungan gw belum cukup. Ditambah lagi gw harus ngeluarin uang yang ga sedikit buat ngebelein peralatan adik gw yang di akhir desember kudu terbang ke Turki. Intinya, keuangan gw lagi payah, dan Desember kelewat tanpa sedekah.

    Masuk Januari 2013, rasa bersalah karena ga sedekah di bulan Desember kemarin masih kerasa. Buat ngilangin rasa bersalah itu, gw janji buat sedekah bulan Januari ini.

    Tapi janji tinggal sekedar janji, karena lagi-lagi gw mikir. "Gimana gw bayar kuliah kalo kayak gini ceritanya?", pikir gw. Dan akhirnya pun gw bilang, "Abis gajian Januari aja deh!". Tapi ternyata Allah ga mau lagi menunggu, dan bergerak dengan cara Nya yang sangat rapih dan keren.

    Pertama adalah cover bag gw ilang. Pada saat ilang, gw sama sekali ga sadar kalo ini adalah skenario awal dari Allah. Gw cuman bilang sama diri gw sendiri, "mungkin gw lupa naro! Toh di kosan, gw masih punya cover bag yang lain". Tapi naas, karena ternyata cover bag di kosan, secara misterius juga ga ada. Ga tau dimana. Karena pentingnya cover bag bagi gw, terutama di saat ujan kayak gini, gw nyari2 cover bag di sekitaran kosan. Gw ngedatengin tiga tempat yang gw rasa ngejual cover bag, dan secara misteriuspun, mereka bilang "Ga ada".

    Karena ketiadaan cover bag, dan ujan yang turun hampir tiap hari, gw terpaksa ganti tas. Satu tas buat pakaian yg gw ganteng di depan sepeda gw, dan satu tas kecil buat tempat dompet dan henpon yang gw cangklong. Biar kalo ujan, gampang diplastikin. Ga lucu kan, kalo kalo gw pake tas gedhe, dan gw plastikin. Oya, buat informasi aja, bahwa gw tiap hari kemana-mana pake sepeda. Gw udah resign dari anggota pesepeda motor.

    Pergi pulang kantor keujanan tiap hari, ditambah kerjaan kantor yang numpuk, jadi panitia tour departemen yang bikin puyeng, dan deadline tugas kampus yang waktu itu kayak 'imposible to do', ngebikin gw  bener-bener pusing. BENER-BENER PUSING.
   
    Gw masih inget, Selasa dan Rabu gw udah mule stres. Sama temen-temen udah ga komunikasi, makan udah ga teratur, mikir negatif ke temen-temen2 kelompok yang waktu itu kayak 'ga mau ngebantu', sama temen-temen kantor yang 'kayak selalu ngepojokin gw', dan lain-lain. Pokoknya, waktu itu yang ada di otak gw cuma kenegatifan. Sama sekali ga ada positifnya.

     Terlalu banyak pikiran, bikin badan gw ngedrop. Badan yang selama ini baik-baik aja meskipun tiap hari ujan-ujanan, nyepeda sejauh apapun, olahraga, dan lain-lain. Tapi ketika semua hal negatif itu numpuk di otak, badan gw ga kuat. Gw hampir sakit. Bahkan gw sempet ngetweet, 'Inikah batas ketahanan badan gw?'.
   
    Tapi gw ga boleh sakit. Bukan apa-apa, gw disini idup sendiri, kalo gw sakit, ortu gw bakal cemas secemas-cemasnya, terus nyuruh gw pake motor lagi, dan meninggalkan Channel Jr, sepeda kesayangan gw. Gw ga mau itu terjadi.

    Gw sendiri ga doyan obat. Satu-satunya yang gw percaya adalah Antangin dan Koyo. Dan waktu itu udah ga keitung lagi berapa banyak Antangin yang gw minum, dan Koyo yang gw tempel. Gw cuman pengen fit lagi.

    Tapi belum apa-apa, Allah ngasih ujian lagi. Hari kamis, ujan gedhe banget, dan di tengah jalan, ban sepeda gw bocor. Gw harus nuntun sepeda gw di tengah ujan sejauh hampir 3 km, karena ga ada bengkel yang buka. Belum lagi, gw lupa ga bawa celana panjang buat ke kantor, yang mengharuskan gw pinjem ke temen kantor. Sorenya, gw bolos kuliah. Kondisi badan gw semakin parah, dan kalo gw paksain, gw bakal bener-bener sakit.

    Besoknya, hari Jumat, skenario ini terjadi juga. Gw berangkat kantor seperti biasa. Gw udah seneng-seneng, karena pas gw berangkat dari kosan ga ujan. Tapi, pas nyampe jalan, tiba-tiba ujan. Gedhe banget. Gw yang grogi, cepet-cepet masukin tas ke dalam plastik dan ngiket semuanya di stang sepeda.

    Gw sepedaan kayak biasa ke kantor. Pas di kantor, gw cek bawaan gw, dan ternyata tas kecil gw, yang isinya dompet sama henpon raib. Gw cek plastiknya, dan disitu ada lubang gedhe. Plastiknya sobek. Seketika gw langsung lemes.

    Tanpa ba bi bu lagi, gw lari ke parkiran sepeda gw. Gw ngegenjot sepeda gw lagi menyusuri jalan yang gw lalui tadi. Waktu itu ujan gedhe, dan lagi rame-ramenya orang berangkat kantor. Dan gw sepedaan ngelawan arus sambil clingak clinguk nyari tas gw yang jatuh. Intinya, tanpa hasil. Gw balik ke kantor lagi.

    Di kantor pun, kerjaan ga kalah bikin pusing. Kalo aja hari itu, bukan hari Jumat, dan ga ada Khotbah Jumat, mungkin gw udah gila. Serius. Untungnya hari itu ada Jumatan. Dan percaya ga percaya, khotbah Jumat nya ngambil tema, "Musibah". Yang bener-bener gw inget dari khoatbah itu adalah saat si khotib bilang,

"Musibah itu ada tiga sebab.
"Sebab Ujian dan dengan ujian itu Allah pengen mengangkat derajat hamba-Nya.
"Yang kedua, sebab dosa. Mungkin ada dosa yang pernah dilakukan, dan dengan musibah itu Allah pengen ngebersihin dosa kita.
"Dan yang ketiga, sebab lupa. Dan dengan musibah itu, Allah pengen kita ingat dan kembali lagi kepada-Nya

Waktu si khotib bilang gitu, gw nangis. Bener-bener nangis. Menurut gw, musibah ini masuk ke golongan dua dan tiga, yaitu karena dosa dan lupa. Dan semoga saja juga yang pertama. Amin. Jumatan itu adalah jumatan istimewa, yang udah sangat lama ga gw rasain. Di akhir jumatan, gw minta maaf ma Allah. Gw nangis lagi. Gw bilang, gw ikhlas Allah ngambil barang-barangku yang ilang. Tapi toh, gw sampai detik itu masih bisa bernafas, dikasih kesehatan, orang-orang di sekitarku, dan semua kenikmatan ini. Dan percaya ga percaya, semua beban yang ada di otak gw, seketika byar... ilang.

    Jumat malem, sesampainya di kosan, itu adalah hari tersepi gw karena ga bawa henpon. Gw baca Al Quran yang belakangan ini udah sangat jarang gw baca. Buka lagi Sirah Nabawiyah yang sejak berminggu-minggu lalu ga pernah pindah pembatas bukunya. Sekali lagi gw nangis, "Iya ya... Pantes kalo Allah ngambil dompet dan henponku, karena kalo engga, gw bakal sibuk terus dengan kedua barang itu, dan bener-bener lupa baca Al Quran".
   
    Malem itupun, gw pinjem HP temen kos sebelah buat telpon Kapten, temen baik gw. Bukan apa-apa, gw cuma butuh temen cerita.

    Hari sabtu, gw ke kampus kayak biasa. Untungnya gw punya celengan, jadi hari itu gw bongkar celengan buat bertahan hidup paling engga sampai KTP gw, yang diurus bokap di kampung, jadi. Secara, ATM ga ada, dan kalo mau ambil duit di bank kudu pake KTP. Di kampus, anak-anak udah mulai curiga, karena gw yang biasanya kemana-mana bawa henpon, hari itu ga bawa apa-apa. Juga gw yang biasanya aktif di forum, udah dua hari ini ga nongol sama sekali. Gw juga beberapa kali pinjem HP temen buat sekedar ngilangin rasa iri pegang HP. Dan pertanyaan, "HP lo dimana?" pun, bergulir dari satu temen ke temen yang lain, dan cuman gw jawab dengan tersenyum.

    Sabtu siang, pas gw lagi ngerjain tugas sama temen kampus, tiba-tiba nongol satu SMS. "Tas kamu udah ketemu, sekarang ada di rumah Om". Gw ga percaya. Bener-bener ga percaya. Gw konfirmasi ke tempat om, dan ternyata bener. Ternyata ada orang yang telpon ke temen kantor gw, bahwa doi nemu tas di kubangan jalan, dan temen gw itu diminta ngambil. Karena temen gw ga bisa ngubungin gw, akhirnya dia ambil tas gw sendiri dan dititipin ke tempat om. Om gw sendiri ga tau harus ngubungi gw dengan cara apa, karena Om juga ga tau kosan gw dan no gw yang baru. Akhirnya om telpon Bokap, dan dari sonolah, SMS tersebut di atas dikirimkan ke no gw yang baru gw beli jumat malem. Buat jaga-jaga.

    Ajaibnya lagi adalah, pas ditemuin sama orang, henpon gw dalam keadaan mati. Bener-bener ga bisa dinyalain. Tapi tiba-tiba, jam dua pagi, henpon gw nyala, dan orang yang nemu henpon gw tadi langsung hubungin no yang ada di kontak gw. Dan setelah itu, henpon gw pun mati lagi. Sampai sekarang, belum idup lagi.

    Udah ga ketulungan gimana senengnya gw. Ditambah lagi, entah kenapa juga, tiba-tiba gw bisa ngerjain tugas-tugas kampus yang sebelumnya gw cap 'imposible to do'. Kerjaan kantor, setelah gw teliti ulang ternyata juga ga sebanyak yang gw kira, dan urusan tour departemen tiba-tiba lancar dengan sendirinya.

    Gw ga tau kudu ngomong apa, kecuali "Segala puji bagi Allah".

Kak Sasa Ikut Kelas Intensif Taekwondo