::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Friday, 15 March 2013

Membangun Sebuah Sistem - Tugas Mata Kuliah Analisa dan Perancangan Sistem Informasi

    Tulisan berikut adalah tulisan untuk memenuhi Tugas Mata Kuliah Analisis dan Perancangan Sistem Informasi tentang "Perancangan Sebuah Sistem"

    Apa saja yang dibahas?
1. Nama Sistem
2. Kegunaan
3. Alur
4. Kendala
5. Pengembangan

    Namun begitu, dalam tulisan ini saya tidak akan menjelaskan secara detail dari A sampai Z apalagi dari A.1 sampai Z.99. Akan tetapi lebih kepada share pengalaman bagaimana sistem ini dibuat hingga digunakannya saat ini.

    Nama sistem yang saya dan teman-teman di Tim IT Developer buat adalah "Blasting Monitoring Program". Kebetulan saya bekerja di bagian software developer di perusahaan tempat saya bekerja sekarang. Dan salah satu produk dari perusahaan kami adalah Proses Blasting (Pelapisan baja/besi/bahan tertentu menggunakan semacam cat khusus yang berfungsi untuk menghindari baja/besi tersebut dari karat, sekaligus mempercantik bahan tersebut)

    Fungsi utama program ini adalah untuk memonitoring jalannya proses satu ke proses lainnya. Karena di proses Blasting ini tidak hanya satu langkah saja, melainkan ada beberapa tahapan yang harus dilakukan, yaitu Blasting Primer, Blasting Sekunder, Blasting Finish, dan Wirebrush.

    Melalui program ini, user dan manajemen akan tahu sampai mana barang diproses, berapa jumlahnya, dan berapa biayanya. Melalui program ini pula didapat proses tambahan yang tidak kalah penting, yaitu berupa Daftar Tagihan yang akan diajukan ke supplier. Untuk evaluasi pun, program menyediakan laporan-laporan yang disesuaikan dengan kebutuhan, seperti laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan, laporan proses per barang, dan lain-lain.

    Sekilas, jika melihat dari nama programnya, program ini terdengar "wah". Namun sebenarnya alur dari program ini sangatlah sederhana. Lihat bagan di bawah ini :


Berikut adalah gambar tampilan awal program :


    Dalam gambar dijelaskan, bahwa :
1. Operator memasukkan nama barang dari Customer ke dalam program. Transaksi ini disebut dengan Transaksi Barang Masuk. Disini operator juga menentukan proses apa saja yang akan dilakukan sekaligus harga yang akan diberikan. Data yang dimasukkan di bagian ini selanjutnya akan menjadi data "master"/"rujukan' dari transaksi lainnya. Output dari transaksi ini adalah berupa data master dan print out "Surat Perintah Kerja" yang selanjutnya diteruskan ke bagian Produksi.

2. Bagian produksi melakukan transaksi sesuai dengan permintaan dari Barang Masuk. Proses ini disebut "Transaksi SPK" dan bisa dilakukan salah satu atau semua proses Blasting seperti yang dijelaskan di atas. Di proses ini, ada pemblokiran, apabila barang A belum selesai diproses di bagian pertama, maka tidak bisa dilanjutkan ke proses kedua, dan seterusnya. Untuk mengetahui barang mana yang telah selesai diproses, maka dibutuhkan proses di poin no tiga.

3. Barang yang telah selesai diproses di poin 2, selanjutnya diinput disini. Data dari sini diambil dari data yang diinput di poin 2. Setelah transaksi disini selesai, proses bisa dilanjutkan ke proses selanjutnya, bisa ke poin 2 atau langsung ke poin

4. Jika barang telah selesai menjalani semua proses seperti permintaan di poin 1, maka secara otomatis list barang akan muncul di Daftar Barang Siap Keluar. Disini operator tinggal memilih barang mana yang hendak dikirim ke Supplier terlebih dahulu.

5. Poin 1 sampai 4 menunjukkan proses produksi mulai dari barang masuk hingga keluar lagi. Namun begitu, ada proses lain yang bisa muncul dari keempat transaksi di atas, yaitu Penagihan dan Laporan-laporan. Penagihan didasarkan dari transaksi yang telah selesai (poin 3) dikombinasikan dengan kode harga yang sebelumnya telah dipilih di poin 1, dan dikonversikan dalam bentuk uang dengan bantuan Data Master Harga. Dari transaksi ini akan terlihat berapa banyak uang yang bisa ditagih, transaksi mana yang sudah dan belum dibayar, pendapatan, dan lain-lain. Sedangkan untuk laporan, disesuaikan dengan kebutuhan.


    Meskipun sederhana, akan tetapi kendala masih juga ada. Seperti sistem-sistem lain yang kami bangun, kendala utama adalah meminta operator untuk beralih dari sistem manual ke sistem yang telah terkomputerisasi. Biasanya operator akan mengeluh "ribet", "tidak praktis", hingga khawatir terhadap gangguan jaringan dan listrik. Namun alhamdulillah, sedikit demi sedikit, keluhan itu mulai tak terdengar, dan sistem manual mulai ditinggalkan.

    Dari proses di atas, kami melihat masih adanya kekuarangan yaitu setiap ada Barang Masuk/SPK baru masih harus menggunakan print out berupa kertas Surat Perintah Kerja. Ke depannya, kami akan membuat sistem alarm/pemberitahuan apabila ada barang baru yang masuk atau SPK baru yang masuk.

    Demikian pengalaman saya dalam membangun sistem Blasting di perusahaan kami. Apabila ada saran, dengan senang hati akan kami terima dan pertimbangkan. Terima kasih.

No comments:

Post a Comment