::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Wednesday, 21 March 2012

Ongkos dan Penerimaan

Ongkos :
Kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Ongkos Produksi :
Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor - faktor produksi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

Berikut jenis - jenis ongkos :
Total Fixed Cost (ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : sewa, penyusutan, dan sebagainya.
Total Variable Cost (ongkos variabel total) adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : tenaga kerja, ongkos bahan mentah, dan sebagainya.
Total Cost (ongkos total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel (TC = TFC + TVC4).
Average Fixed Cost (ongkos tetap rata -rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output (AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q5).
Average Variable Cost (ongkos variabel rata - rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output (AVC = TVCQ6).
Average Total Cost (ongkos total rata - rata) adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output (ATC = TCQ7).
Marginal Cost (ongkos marginal) adalah bertambah atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambah atau berkurangnya suatu unit output (MC = TC = TVCQ Q).

Ongkos produksi dapat dibedakan menjadi :
a. Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam suatu ongkos produksi jangka pendek, sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos produksi jangka pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya. Ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

b. Ongkos Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang, sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.

Penerimaan (revenue) :
Segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.

Jenis - jenis penerimaan diantaranya :
Total Revenue (total penerimaan) yaitu penerimaan dari hasil penjualan.
Average Total Revenue (penerimaan rata - rata) yaitu rata - rata penerimaan dari per satuan produk yang dijual atau dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
Marginal Revenue (penerimaan marginal) yaitu suatu penambahan penerimaan atas total revenue sebagai akibat penambahan satu inti output.

Keuntungan Maksimum :
Keuntungan penuh dari output yang telah diproduksi sebelumnya.
Keuntungan Maksimum dapat diperoleh dari :
a. Permintaan dan Hasil Penjualan
Dalam menganalisis usaha suatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu : biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan dan hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.

b. Permintaan Pasar dan Perusahaan


c. Hasil Penjualan Marginal, Rata - Rata dan Total

Terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : hasil penjualan rata-rata, hasil penjualan marginal, hasil penjualan total, pemaksimuman keuntungan jangka pendek.Syarat dari pemaksimuman keuntungan dalam jangka pendek adalah pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan, dapat diterangkan dengan dua cara yaitu : membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total dan menunjukkan keadaan dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.

Sumber : wartawarga.gunadarma.ac.id, agnezkembaren.blogspot.com

No comments:

Post a Comment