::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Soal Tertawa Bersama,

hari Minggu kemarin adalah hari yang wow, sangat melelahkan bagi gue. kenapa? karena gue abis mindahin gunung merapi ke tempat yang lebih aman. boonk. hihi,

oke, diawali dengan kuliah yang sangat membosankan. Saking bosannya, temen gue, bang Imam, ngebetot idung gue, sampe biru gitu. Alhasil, seharian gue disebut pinokio ma anak-anak. yah, akhirnya sebentar lagi gue bakal ketemu ibu peri. dan sumpah, tu warna biru di idung jelek banget. sangat sangat tidak cocok dengan idung gue yang indah dan eksotik ini.

kita tinggalkan idung gue, kita beralih ke hal lain. jadi seabis kuliah, gue ma temen-temen main ke sport center, Golden Sport, Kelapa Dua, Depok. awalnya sih gue cuma mau ikutan badminton setengah jam, abis itu pulang. tapi berubung temen-temen g rela kalo gue pulang duluan (soalnya g ada yang jadi tiang net), gue tetep bertahan di GS. Dan setelah bersabar menjadi tiang net selama setahun, akhirnya gue berkesempatan main juga. Jangan salah, gini-gini kalo di kampung ane juara badminton (soalnya lawannya anak-anak SD). Dan dengan sukses gue jatoh berkali-kali dan mukul kok g kena-kena. Oke, gue akuin, gue emang g begitu moody hari ini (bilang aja emang g bisa main). and game over,

baru istirahat lima menit, temen lain ngajakin futsal. Sama kayak badminton, mereka butuh gue buat jadi tiang gawang. tapi karena udah lama gue jadi tiang, pangkat gue naik donk, masak mau jadi tiang selamanya. dan gue didaulat menjadi eng ing eng, bola. ya g lah, gue jadi keeper. kenapa keeper? karena itu emang satu-satunya yang gue agak bisa. kita main. 10 menit berlalu, gue masih seger. 20 menit, udah ngos-ngosan, 30 menit berlalu, napas gue udah kayak kakek-kakek kena asma, berikutnya gue udah g sadarkan diri. and teeeeeeeeeetttttttt . . . . udah sejam, waktu abis. baru lima menit istirahat, si ketua suku yang merangkap manager kita, bang ade, udah manggil anak-anak, 'oke, kita main lagi'. 'WHATTT??? MAIN LAGI?', padahal badan gue udah remuk redam begini, masih harus main lagi? sejam?? sedikit curcol ne, jadi keeper itu emang enak, kerjaanya cuma nuggu bola di depan gawang, g usah lari-lari. tapi, jadi keeper itu kudu siapin badan sekeras baja, karena keeper identik dengan sasaran tembak. dan gue sukses menjadi sasaran tembak temen-temen gue yang udah nafsu berat kalo nendang bola, udah kayak tendangan rajawali nya Hyuga.

Jam 5 akhirnya semua berakhir. itu artunya penderitaan gue menjadi sasaran tembak juga bakalan berakhir. tapi busyet, kaki gue memar-memar, lutut gue sakit, punggung gue kayak mau rontok, pokoknya sekujur tubuh seksi gue rasanya sakit semua. tapi ntah kenapa, kesakitan ini g berarti apa-apa, hilang, sirna, musnah ketika kita, gue dan temen-temen gue bisa tertawa bersama. dan dari sini gue belajar satu hal, 'ini bukan soal lo jago main apa g, ini bukan soal lo hebat main apa g, ini bukan soal badan sakit apa g, tapi ini soal tertawa bersama orang-orang yang kita sayangi. mungkin kita telalu disibukkan dengan rutinitas, kerjaan, kuliah, dan sebagainya, hingga kadang-kadang kita lupa buat meluangkan waktu, cuman sekedar buat tertawa dengan orang-orang yang kita sayangi (mewek, ingat emak di kampung., ingat temen-temen di purwodadi, ingat temen-temen di semarang. u all d best da!)'. Jadi guys, tertawa lah selagi masih bisa tertawa bersama mereka. karena bisa jadi kita tak akan bisa melakukannya lagi,

Cintaku Hilang Bersama Angin Yang Lalu Lalang,

wuis. mantap g tuh judul postingan?? udah kayak puisi aja ni judul. hihi. Biarin lah, sekali-kali. biar cewek-cewek pada klepek-klepek. ikan kali, klepek-klepek. hihi,

tapi cinta yang akan dibahas kali ini, bukan cinta yang sering kita lihat di tipi-tipi kayak Farel dan Fitri dalam cinta fitri (udah season berapa tu) ato kayak amira sama rizky di putri yang tertukar? (ketuan tontonanya sinetron deh nih), melainkan cinta yang umum, cinta kepada sesama, atau sering didengungkan dengan istilah cinta kasih atau kasih sayang. Apapun lah namanya, yang penting cinta yang itu, bukan yang ini (Apa sih . . .),

Beberapa saat yang lalu, dan mungkin udah lama kali ya kita mendengar masalah cekcok atau konflik antar warga masyarakat. Mulai dari masalah yang sepele, kayak saling ejek, hingga masalah yang super gedhe, kayak perebutan kekuasaan dan penistaan agama.

Udah banyak pula orang-orang pinter yang mempelajari masalah ini, mulai dari penyebab, hingga siapa yang kudu bertanggung jawab atas peristiwa-peristiwa seperti ini. Ada yang bilang polisi yang harus bertanggung jawab, karena tugasnya adalah menjaga ketertiban masyarakat, ada yang bilang pemuka agama sebagai pengontrol perilaku masyarakat dari segi keagamaan, hingga Presiden sebagai pemimpin negara yang memang bertanggung jawab terhadap nasib rakyat yang dipimpinnya. Okelah, saya rasa itu semua bener. Tugas polisi memang menjaga kertertiban masyarakat, tokoh agama memang seharusnya mengajarkan kebaikan kepada umatnya, tapi mereka kan juga manusia. Misal ni ya, kalau ada 1000 orang terlibat konflik dan cuma ada 100 polisi, apa iya, polisi sanggup meredam konflik itu? Mungkin bisa mungkin tidak (tapi kebanyakan tidak nya deh. Soalnya kan dalam bertindak polisi juga punya batasan),

Lalu pertanyaanya, kalau tidak mereka, lantas siapa yang bertanggung jawab? saya rasa saat ini hati lah yang berbicara. Berbicara tentang cinta, berbicara tentang kasih.

Setiap manusia pada hakikatnya cenderung berbuat baik. Kecuali ada godaan-godaan untuk berbuat buruk (ya iya lah), itu lain lagi. Tapi pada kenyataanya, manusia cenderung kepada kabaikan. Hal ini dikarenakan manusia memiliki cinta dan kasih sebagai software default yang terinstall di hati. Sebagai contoh, ketika melihat seorang bayi sendirian, seseorang akan memiliki 3 option :
1. Menemaninya, karena takut terjadi apa-apa dengan si bayi,
2. Membiarkan saja,
3. Berbuat jahat dengan si bayi,
Kira-kira opsi mana yang akan dipilih? sebagai manusia normal, saya rasa antara opsi 1 dan 2. nah, itu sudah membuktikan kalau manusia tidak cenderung kepada keburukan. Tinggal dua opsi, opsi 1 atau opsi 2. Kembali ke si bayi. lalu tiba-tiba ada anjing mendekati si bayi. kira-kira apa yang akan dilakukan? saya kira, jika si orang masih normal hatinya, opsi 1 akan diambil, yaitu menemani si bayi, karena takut terjadi apa-apa dengan si bayi. pertanyaanya, lalu apa yang mendorong si orang ini untuk menemani si bayi? saya kira jawabannya adalah rasa cinta, sayang, kasih, atau apa lah sebutannya. Dari sini terbukti, bahwa manusia diciptakan cenderung kepada kebaikan. Kenapa? karena manusia punya cinta dan kasih.

Lalu kenapa masih terus saja terjadi konflik?? Apakah cinta sudah tak lagi berbicara??(weis. bahasanya mang . . .). Mungkin jawabannya iya. Karena cinta itu bisa dipengaruhi oleh hal-hal lain di sekitar kita. Misalnya sesuatu yang mengancam diri kita, lingkungan, doktrin-doktrin, suara-suara yang memprovokasi, dll. Seperti misalnya si bayi tadi. ketika kita sudah ingin menolong si bayi, tiba-tiba muncul pikiran kalo si anjing akan berubah menjadi monster yang menakutkan, dengan empat tangan, dan tiga mata yang menyala, lengkap dengan taring-taring yang tajam. maka wajar bila kita urungkan niat untuk menemani si bayi, karena jika kita mendekat, diri kita juga akan terancam. Atau pas kita mendekat, tiba-tiba si anjing tadi bisa berbicara, 'jangan mendekat!! si bayi ini sebenarnya adalah intel (ekspresi kayak si sule di OVJ) yang telah lama mengincar dan ingin memenjarakan Anda!'. Maka dengan provokasi seperti ini, wajar bila kita urungkan niat kita untuk menemani si bayi.

Jadi? Apakah cinta memang sudah tidak berarti apa-apa? Kalau kualitas cinta kita seperti orang ini tadi, jawabannya iya, cinta tak berarti lagi. Tapi beda ceritanya, jika kualitas cinta kita lebih bagus. Kita akan tetap menolong si bayi kecil itu, karena kita percaya pada hati kita bahwa si anjing tadi tidak mungkin menjadi monster, atau kita percaya pada bayi itu, bahwa si bayi bukanlah intel yang sedang menyamar menjadi bayi. oke, kita sudah mendapat poin nya. jadi berbicara tentang cinta, adalah berbicara tentang kepercayaan. Masyarakat akan tertib jika percaya pada polisi yang bertugas menjaga ketertiban. Jika kita sudah tak percaya kepada polisi, akibatnya ya seperti sekarang ini, masyarakat lebih senang main hakim sendiri, daripada melapor ke polisi. Begitu juga dengan konflik. konflik tidak akan terjadi, jika kita percaya bahwa kita hidup butuh orang lain, butuh kelompok lain. Buruh tidak akan demo, jika mereka percaya atasan mereka akan menggaji dan memperlakukannya nya dengan baik. sebaliknya, atasan tidak perlu marah-marah, jika percaya bahwa bawahannya akan bekerja dengan baik. Kelompok A tidak akan menyerang Kelompok B, jika Kelompok A percaya bahwa Kelompok B adalah partner mereka dalam bermasyarakat yang saling melengkapi, begitupun sebaliknya. Jika kualitas cinta kita seperti itu, percayalah, tidak akan ada lagi konflik2 itu, g perlu menyalahkan polisi, tokoh agama, presiden, atau siapapun, karena kita saling percaya. Dan akhirnya, benarlah yang dinyanyikan Lyla dalam lagunya 'Jika kau percayakan hatimu padaku, aku akan selalu menjagamu . . .'

Sastra di Balik 140 Karakter

mungkin sudah pada tahu, ketika saya menuliskan '140 karakter', itu berarti merujuk pada microblogging yang sedang in saat ini, Twitter. yap. Anda betul dan tidak salah (ya iyalah, namanya betul ya g salah!), karena postingan ini memang akan ngebahas tentang twitter.

sebagian mungkin sudah tahu, sebagian lagi mungkin belum. jadi, akan saya jelaskan lagi, apa itu twitter. Twitter adalah microblogging yang memungkinkan seseorang untuk menulis apapun yang ingin dia tulis, namun dibatasi hanya 140 karakter. konsep twitter sama dengan blog-blog lain, bedanya hanya ada pada jumlah karakter. Selain tulis-menulis, ada beberapa fitur di twitter yang mungkin perlu diketahui, yaitu following dan followers. Secara sederhana, following = yang diikuti, dan followers = pengikut kita. Misal, ada akun A dan B. A follow B, maka setiap B update twitter nya, A akan tahu. disini A sebagai followers, dan B sebagai Following. mungkin Anda tidak paham dengan pengertian saya, oke, saya maklum, karena sebenarnya saya juga bingung.

Nah, dari fasilitas itu, muncullah beberapa akun yang diikuti oleh ratusan, ribuan, bahkan jutaan follower lain. ini artinya setiap sang following update twitter nya, ratusan, ribuan, bahkan jutaan orang follower itu akan tahu apa yang diupdate oleh sang following. Beberapa akun Indonesia yang memiliki banyak follower dan isinya 'agak' menggelitik dan akan kita bahas adalah @fiksimini, @puisikita, dan @sombongunite (setiap akun di Twitter selalu diawali dengan tanda '@').

kita mulai dengan @fiksimini. Sesuai dengan namanya, @fiksimini adalah cerita fiksi yang hanya terdiri dari maksimal 140 karakter. Anda terperangah? saya juga. Anda terkejut? saya juga. Anda buka mulut lebar? saya tutup hidung. bau. Coba perhatikan contoh fiksimini berikut :


JANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN.
Ayah membakar timbunan PSK di belakang rumah.

Coba baca baik-baik, dan Anda akan menemukan betapa luasnya arti yang ingin disampaikan dari kalimat itu. Biarkan imajinasi Anda mengalir. Menggelitik bukan? itulah sastra di dalam @fiksimini. Mau lagi? ini saya kasih contoh lagi,

Manusia Terakhir.
Manusia terakhir di dunia duduk termenung di dalam rumah, terdengar suara ketukan pintu.

Sebutir Debu.
Tepat, ketika sebutir debu itu jatuh menyentuh tanah, semesta ini pun meledak.

Keren bukan???

Jangan pulang dulu. Masih ada lagi, @puisikita. Mirip dengan @fiksimini, tapi kali ini tentang puisi. Coba perhatikan @puisikita berikut :

Kutunggu kau hingga selasa berlalu.karena ketika datang rabu baru,mungkin aku tak lagi disitu

atau

Biar kukecup basah-basah rindumu yang menyiksa, agar tak lagi kau temui hati yang luka.

Hemmm ...
Jadi guys, buang jauh-jauh pikiran kalo karya sastra itu kudu panjaaaaaaaaaaaaang banget. Dengan merujuk pada kedua contoh di atas, ternyata sastra g harus setebel novel harry potter atau twilight kan?? hihi,

Sabar-sabar. Masih ada satu lagi yang akan kita bahas, yaitu @sombongunite. ini adalah bacaan saya sebelum tidur, selain baca novel/ cerpen. jadi isi @sombongunite adalah kata-kata yang menunjukkan kesombongan, tapi naasnya malah menjadi lucu. penasaran?? cekidot.

(ini yang tema nya macam-macam bule sombong),

I mau jualan sayur di iTunes aja,biar jualanan I bisa di download jadi gak susyah. #bulegila #bulestress


adyuh mana hyujan beycheck ngga ada limosin #edisicintalaura #bulesombong


(ini yang temanya dongeng sombong)

walau saya nenek sihir saya terbang ga mau pake sapu ijuk, saya selalu gunakan Air force one dong.. #dongengsombong

Perahu itu masih berdiri setelah ditendang Sangkuriang. Ternyata perahunya memakai Power Balance! #dongengsombong

Oke guys, itu tadi sastra di balik 140 karakter (kayaknya judul 'sasta' maksa banget yah?? hehe. biarin. ini kan curhat sambil ngerjain tugas kuliah. sambil menyelam minum whisky. hihi). Keep sombong guys!! (lho!!!??!!)

Import Budaya,

Akhir-akhir ini beberapa media baik cetak maupun elektronik lagi asik-askinya membahas tentang import yang dilakukan oleh pemerintah. Mulai dari import beras (katanya negara agraris, tapi kok import beras), import minyak (padahal termasuk anggota OPEC, kok import minyak), import kedelai (jadi, bagi Anda penikmat mendoan, kering tempe, tempe goreng, dan lain-lain, kemungkinan Anda telah memakan makanan import. mantab dah), sampai garam juga import (padahal salah satu negara dengan pantai terluas). Tapi, yah, bisa maklum lah ya kalo kita import beras, lihat aja, penduduk Indonesia yang 230 juta lebih, dan mereka makan semua. jadi wajar, kalo butuh beras melimpah. Atau garam, maklum aja lah ya, soalnya pantai di Indonesia kan kebanyakan kotor, jadi garam laut nya g baik untuk dikonsumsi.

Itu tadi, masalah import-import yang memang dilakukan oleh pemerintah, 'demi' kemakmuran kita bersama. tapi, tahukan Anda bahwa secara tidak langsung kita, bangsa Indonesia telah melakukan yang namanya 'import budaya??'. How comes?

Memang import budaya tidak seperti import beras yang karung-karung beras nya bisa kita lihat di bulog atau drum-drum minyak di pelabuhan sana. Tapi import budaya dapat kita lihat dari bagaimana kita bertingkah laku, berpakaian, berekspresi, dan kegiatan-kegiatan berbudaya lainnya.

Ringan saja (ini sebenernya yang nulis juga g ngerti-ngerti amat. makanya yang ditulis yang ringan-ringan aja. ilmunya g nyampe. hehehe), sesuatu yang bisa kita sebut sebagai budaya misalnya adalah tarian. Coba perhatikan di TV atau di show-show (wuis, bahasanya mang!!). Berapa banyak sih yang menampilkan tari-tarian lokal Indonesia yang merupakan manifestasi dari budaya bangsa? ada banyak banget tari-tarian di Indonesia, mulai dari ujung barat Indonesia, tari Saman dari Aceh, sampai di ujung timur Indonesia, tari perang dari Papua. Belum yang tengah-tengah kayak di Jawa Tengah, tari serimpi, tari gambyong, tayub, hingga yang dipadu dengan seni drama, sendratari ramayana. tapi sekali lagi lihat, berapa banyak mereka diekspose di media??? yang banyak malah tari-tarian bangsa lain, kayak salsa, balet, breakdeance, dll. jadi?? di bidang tari-tarian bisa dikatakan kita import lah ya,

kita ke bidang lain. emmmm. berpakaian. selain sebagai alat pelindung tubuh, pakaian juga merupakan aset budaya Indonesia. ada banyak jenis dan motif pakaian adat di Indonesia, seperti pakaian batik, dan kebaya. tapi lihat sekarang, berapa banyak orang Indonesia yang senang memakai produk Indonesia? bahkan ada lho orang yang bilang, 'mau kondangan mas?', saat saya memakai pakaian batik. seakan- akan tu ya pakai batik terkesan untuk orang-orang berumur dan buat acaara-acara resmi kayak kondangan, dan lain-lain. padahal kan batik kebanggaan kita (saya khususnya,karena hampir setiap hari saya pakai batik (padahal g ada yang lain. hihi)). alih-alih bangga dengan apa yang kita miliki, orang-orang lebih suka mengenakan pakaian 'import', kayak jas, gaun, kimono, atau pakaian-pakaian 'u can see'. hihi,


ada lagi makanan. yah, ngomong-ngomong soal makan, memang tidak bisa dipaksakan, karena setiap orang punya selera makan yang berbeda-beda. Ada lho orang yang g doyan nasi, dan tiap hari cuma makan roti. tapi kenapa sih, kita tidak mencoba untuk menikmati makanan asli Indonesia. kan walopun si A misalnya, g doyan balado yang pedes, masih ada gado-gado yang g begitu pedes. kalo g doyan rendang atau sate yang dari daging, masih ada pecel. kenapa mesti beralih ke pizza, hamburger, spagheti. toh, kita juga punya martabak, jadah, atau mie jawa. Jadi, kenapa kita harus import??


masih mau lagi? tenang, masih ada kok. bahasa. bahasa adalah salah satu produk budaya yang menurut saya paling hebat. g peduli, mau pakai jas, gaun, kimono, atau kolor doang sekalipun, asal dia ngomongnya 'kunaon atuh?', kita langsung tahu kalo itu orang sunda. g peduli ada orang di Makasar sono yang makan di restoran padang, asal dia ngomong 'mantebs tenan iki sambele!', kita langsung tahu dia orang jawa atau paling tidak pernah tinggal di jawa. tapi coba dengarkan suara-suara yang ada sekarang. anak-anak TK aja kalo ditanya 'hy, how are you?' langsung jawab 'i'm fine, thank you'. tapi ketika ditanya 'pripun kabare nang?' langsung jawab 'ngapa takok-takoK? kethek!'. oke, ini bukan contoh yang baik. tapi beneran. kita udah import bahasa. oke, memang bahasa inggris misalnya, memang bahasa international, dan bagus kalo kita bisa. tapi apa kita g bisa kayak jepang atau china, yang walopun mereka adalah negara maju, mereka tetap bangga menggunakan bahasa mereka sendiri.


dan satu lagi yang paling parah adalah, import sikap. efek dari tidak ada kebanggaan terhadap bangsa sendiri, dan cenderung kepada bangsa lain, menyebabkan kita harus mengorbankan segalanya, termasuk sikap asli kita sebagai bangsa indonesia. g usah jauh-jauh, asal kita lihat rumah dengan pager yang tinggi plus anjing penjaga yang galak, itu sudah menunjukkan kita import sikap. coba jawab, dimana Indonesia nya saat menyambut tamu yang harusnya ramah, e, malah anjing yang menjawab. dimana Indonesia nya saat harusnya kita berbuat baik kepada tetangga dan saling sapa, e, malah dipisahin sama tembok yang tebelnya kayak tembok china. dimana Indonesianya saat harusnya kita gotong royong, e, malah eneteng negjawab 'awh, itu ma urusan dinas lingkungan, bukan urusan gue!'.

oke, saya rasa itu semua sudah cukup menjelaskan kenapa saya sebut kita import budaya, dan rasanya miris, karena kita, bangsa Indonesia yang katanya kaya akan khasanah budaya ternyata harus import budaya, karena tidak ada kebanggaan akan budaya sendiri. jadi, ayo kawan, kita pupuk kebanggaan kita sebagai anak Indonesia. karena memang benar, kita lah satu-satunya harapan bangsa ini. Mari Berbudaya Indonesia!!

Tugas IBD 3 : Manusia dan Cinta Kasih,

A. Pengertian Cinta Kasih,
Cinta adalah rasa sangat suka dan menarik hati. Sedangkan kasih adalah perasaan sayang atau belas kasihan. Perbedaanantara cinta dan kasih adalah cinta lebih mengandung pengertian mendalamnya rasa, sedangkan kasih lebih kepada bagaimana mengungkapkannya keluar. Artinya dengan adanya cinta, kasih baru dapat dinyatakan.

Menurut Erich Fromm, cinta itu lebih terutama memberi, bukan menerima. Dalam memberi ini, Erich menyatakan ada empat unsur di dalam cinta, yaitu pengasuhan, tanggung jawab, perhatian, dan pengenalan. Sedangkan menurut Dr. Sarlito W. Sarwono dikatakan bahwa cinta memiliki tiga unsur yaitu keterikatan, keintiman, dan kemesraan.

Dalam Al Quran, cinta dibagi ke dalam tiga tingkatan, yaitu tinggi, menengah, dan rendah. Cinta tingkat tertinggi adalah cinta kepada Allah, Rasulullah, dan jihad di jalan Allah. Cinta tingkat menengah adalah cinta kepada orang tua, anak, saudara, istri, dan kerabat. Sedangkan cinta tingkat rendah adalah cinta yang lebih mengutamakan cinta kepada keluarga, kerabat, harta, dan tempat tinggal.

B. Cinta Menurut Ajaran Agama,
Tak dapat diragukan lagi, bahwa semua agama di dunia ini mengajarkan kepada pemeluknya untuk saling mencintai dna mengasihi. Berbagai bentuk cinta yang diajarkan agama, antara lain adalah,
1. Cinta Diri,
Cinta Diri ditandai dengan tindakan untuk mengembangkan potensi diri, mencintai hal-hal yang mendatangkan kebaikan pada dirinya, dan menghindari segala keburukan. Cinta diri hendaknya diimbangi dengan cinta kepada sesama, dan cinta kepada Tuhannya,
2. Cinta Kepada Sesama Manusia,
Agar manusia dapat hidup serasi dengan orang-orang di sekitarnya, diperlukan cinta kepada sesama manusia. Dengan cinta kepada sesama manusia, kehidupan akan menjadi harmonis. Hal ini bisa dilakukan dengan saling membantu, tidak mementingkan diri sendiri, kerjasama, dll.
3. Cinta Seksual,
Cinta erta kaitannya dengan dorongan seksual. Dorongan seksual disini mengandung perngertian lebih luas, yaitu ketika seseorang merasa nyaman dan tentram jika berada di dekat orang yang dicintainya, keserasian, kerjasama, dll.
4. Cinta Kebapakan,
Dorongan cinta bapak tidak bisa disamakan dengan cinta ibu, karena seorang bapak tidak memiliki ikatan fisiologis layaknya seorang ibu. Cinta seorang bapak, lebih ke cinta akibat dorongan psikis, yaitu kebanggaan, kesenangan, rasa aman, tanggung jawab, dll.
5. Cinta Kepada Rasul,
Seoarang beragama akan mencintai rasulnya, sebagai orang yang telah menunjukkan jalan keselamatan bagi dirinya.

C. Kasih Sayang,
Kasih sayang mengandung pengertian perasaan sayang, perasaan cinta, atau perasaan suka kepada seseorang. Seoarang muda mudi yang sudah menikah, maka mereka tak lagi bercinta-cintaan, namun juga berkasih sayang. Jika cinta adalah perasaan intim yang menunjukkan perasaan suka, maka sayang adalah aktualisasi dari rasa cinta itu.

Rasa kasih sayang ini dapat dilihat jelas dari orang tua kepada anaknya. Dari cara pemberian kasih sayang orang tua ini, dapat dibedakan menjadi beberapa macam :
1. Orang tua bersifat aktif, anak bersifat pasif.
Si orang tua memberikan segala kebutuhan si anak, dan si anak menerima saja. Ini menyebabkan si anak merasa takut, ketergantungan, dll, sehingga si anak tidak mempu berdiri sendiri,
2. Orang tua bersifat pasif, anak bersifta aktif,
dalam hal ini si anak berusaha menunjukkan rasa sayangnya, namun didiamkan saja oleh orang tua, sehingga si anak merasa tak diperhatikan,
3. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif,
hubungan ini mengakibatkan ketidakpeduliaan masing-masing subjek, sehingga keharmonisan mustahil tercapai,
4. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifta aktif,
kedua belah pihak saling memberikan kasih sayang, sehingga terjadinya keintiman, kemesraan, dan saling menghargai,

D. Kemesraan,
Kemesaraann berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yangakrab. Kemesraan adalah hubungan yang akrab antara dua subjek yang berbeda. Pada dasarnya kemesraan merupakan perwujudan dari kasih sayang yang mendalam. Dengan kemesraan ini, seseorang terserap ke dalam pribadi orang lain, dan pada gilirannya akan memperkaya kreatifitas dirinya, menimbulkan rasa tentram, merasakan apa yang dirasakan orang lain.

E. Pemujaan,
Pemujaan adalah manifestasi cinta manusia kepada Tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Pemujaan kepada Tuhannya biasanya dipahami menjadi dua hal yang berbeda.
1. Pemujaan karena rasa takut.
manusia menyadari bahwa Tuhan adalah sang pencipta. Namun ebgitu, manusia juga menyadari bahwa Tuhan adalah sang penghancur. Karena ketakutan akan kehancuran itulah, manusia mengadakan pemujaan kepada Tuhannya,
2. Pemujaan karena rasa cinta,
Rasa cinta kepada Tuhan menyebabkan seseorang merasa ingin dekat dengan Tuhannya. Cara untuk merasa dekat itu dilakukan dengan cara pemujaan, karena tidak mungkin cinta nya itu dinyatakan langsung kepada Tuhannya sama seperti kepada sesamanya,

Inti dari pemujaan adalah komunikasi antara manusia dengan Tuhan. untuk itu sebenarnya melalui pemujaan itu, manusia hendak berbincang dengan Tuhannya.

F. Belas Kasihan,
Kata kasihan atau rahmah berarti bersimpati kepada nasib atau keadaan yang diderita orang lain dan berusaha menunjukkan jalan keluar dari penderitaanya itu.

Setiap orang punya potensi belas kasihan, tapi tidak setiap orang mampu menggugah rasa belas kasihannya itu.

Banyak cara menyatakan belas kasih. Seperti yang telahs dicontohkan oleh para nabi dan rasul untuk berbelas kasih kepada mereka yang membutuhkan, seperti yatim piatu, janda miskin, orang-orang miskin, orang-orang sakit, dll,

G. Cinta Kasih Erotis,
Dari segala macam bentuk cinta kasih, cinta kasih erotis mungkin adalah cinta kasih yang eksklusif, dan tidak masuk akal. Misalnya, seoarang ibu cinta dan mengasihi anaknya yang tak berdaya, atau seseorangf mengasihi saudaranya. Hal ini dapat dijelaskan karena ada ikatan yang mendasari cinta kasih itu. Namun, cinta yang bersifat erotis tidak dapat dipahami secara akal sehat. Contohnya, seoarang wanita cantik jatuh cinta kepada seoarang pria hitam dan menurut sebagian orang tidak menarik. Ini, tidak dapat dijelaskan, namun jelas mengikat kedua orang ini.

Cinta erotis biasanya memuncak pada hubungan seksual. Hal ini tidak dikarenakan oleh kerakusan atau nafsu belaka, namun adanya dorongan penyatuan diri secara fisik, selain secara psikis yang telah didapatkan dengan saling mencintai. Biasanya rasa sepi lah yang mendorong keinginan seksual tersebut.

Cinta kasih pada hakekatya adalah kemauan untuk mencintai dan mengasihi dengan jiwanya sedalam-dalamnya dan dinyatakan dengan rasa sayang yang mendalam. Untuk itu sebenarnya tidak masalah dengan siapa seseoarang mencintai, atau apabila dalam pernikahan, tidak peduli apakah pasangannya adalah orang yang dipilihkan atau pilihan kita sendiri, hal itu tidak menjadi masalah, karena hakekatnya tujuan mencintai dan mengasihi adalah kemauan seseoarang untuk mau mencintai atau tidak, merasa tentram atau tidak, dan merasa nyaman atau tidak.

Tugas IBD 2 : Konsepsi Ilmu Budaya Dasar Dalam Kesusatraan,

A. Pendekatan Kesusastraan,
Ilmu Budaya Dasar pada awalnya dinamakan Basic Humanities. Istilah Humanities sendiri berasal dari bahasa latin, humanus yang berari manusiawi, berbudaya, dan halus. Jadi, humantities berkaitan erat dengan nilai-nilai sebagai homo humanities.

Nilai-nilai itu bisa dipelajari, dan umumnya mencakup filsafat, teologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk sastra, sejarah, dll.


Dari sekian banyak ilmu-ilmu humanities, seni dan sastra memagang peranan yang penting. Seni sendiri menjadi lebih efektif daripada cabang ilmu lainnya karena sifatnya yang fleksibel dan tidak terikat. Sementara itu sastra memegang peranan yang jauh lebih penting, karena beberapa alasan :

  1. sastra menggunakan bahasa, dimana bahasa adalah sarana yang dapat menampung semua pernyataan dan kegiatan manusia, selain juga untuk berkomunikasi memahami diri sendiri, orang lain, dan lingkungan di sekitarnya.
  2. sastra lebih mudah berkomunikasi, karena sastra adalah penjabaran. Berbeda dengan tarian, yang merupakan abstraksi yang harus dijabarkan lagi.
  3. Sastra didukung oleh cerita, sehingga gagasan lebih mudah tersampaikan dan oranga kan lebih tertarik,
Ilmu Budaya Dasar sendiri adalah ilmu yang mencakup semua cabang humanities tersebut, sehingga diharapkan dengan memperlajari ilmu budaya dasar, seseorang dapat mengembangkan kepribadiaanya menjadi homo humanities,

B. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Prosa,
Secara umum, prosa didefinisikan sebagai cerita fiksi ataui cerita rekaan yang memiliki pelaku, alur yang dihasilkan oleh daya imajinasi.
Dalam kesusastraan Indonesia, ada dua jenis prosa, yaitu prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi : dongeng-dongeng, hikayat, sejarah, epos, kisash pelipur lara. Sedangkan prosa baru meliputi : cerita pendek, roman/novel, biografi, otobiografi, kisah, dll,

C. Nilai-Nilai Dalam Prosa Fiksi,
Prosa fiksi adalah prosa yang menggambarkan cerita, sehingga di dalamnya pasti ada pesan moral yang ingin disampaikan. Adapaun nilai-nilai yang dapat diperoleh pembaca melaluiu prosa fiksi antara lain adalah :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan,
dari membaca prosa fiksi, pembaca akan dibawa ke dalam cerita, tempat-tempat yang mungkin tidak pernah terbayangkan oleh pembaca. Deangan begitu pembaca akan bebas berimajinasi,
2. Prosa fiksi memberikan informasi,
karya fiksi tidak terlepas dari unsur eksternal pengarangnya, yang biasanya menempatkan keadaan sekitarnya, atau angan-angannya di dalam ceritanya. Deangan begitu, pembaca akan mendapatkan informasi yang begitu nyata dan indah dengan dijabarkan secara lengkap di dalam cerita,
3. Prosa fiski memberikan warisan kultural,
prosa fiksi adalah sarana yang tepat untuk memindahkan dan mewariskan budaya ke generasi berikutnya. melalui karya fiksi, pembaca disuguhi budaya di masa lampau, kebanggaan, dan lain-lain, seperti yang digambarkan dalam epos mahabarata dan ramayana, roman siti nurbaya, layar terkembang, dll.
4. Prosa emmberikan keseimbangan wawasan,
melalui prosa fiksi, seorang pembaca akan dihadapkan dengan permasalahan-permasalahan yang mungkin belum pernah dialami oleh dirinya, atau bahkan di luar nalar, beserta bagaimana pelaku dalam cerita menyelesaikannya. Dengan begitu, seorang pembaca akan memiliki banyak pengalaman dan perspektif dalam menghadapi masalah yanag real di kehiidupannya,

Selain itu prosa fiksi juga dapat dimanfaatkan untuk menggambarkan aspirasi jamannya seperti prosa di jaman perjuangan, Habis Gelap Terbitlah Terang, dll. Ada juga yang menggambarkan gejolak jamannya.
Ada begitu banyak nilai moral yang dapat kita pelajari dari sebuah prosa, karena pada dasarnya prosa adalah cerita yang terjadi di masyarakat. Prosa Epos Mahabarata dan Ramayana, memberikan kebanggan kepada kita sekaligus menunjukkan mana yang salah dan mana yang benar. Sama juga dengan hikayat Hang Tuah yang menggambarkan keberanian dalam menghadapi segala rintangan. Roman Siti Nurbaya yang memprotes adat istiadat, novel Laskar Pelangi yang menggambarkan indahnya persahabatan sekaligus perjuangan dalam menggapai mimpi-mimpi. Semua itu ada di dalam kehidupan kita sehari-hari, dan prosa fiksi mencoba menggambarkannya, dan sekaligus memberi perspektif bagaimana kita harus menghadapinya.

D. Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan Dengan Puisi,
Puisi adalah bagian dari sastra yang berisi ekspresi pengalaman penyair mengenai dirinya, alam, kehidupannya, Tuhannya memalui bahasa yang artistik, estetik, utuh, dan dipadatkan,
Keartistikan puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
  1. Figura Bahasa, seperti gaya personifikasi, metafora, perbandingan, sarkastik, dan lain-lain dengan tujuan memberikan gambaran dengan jelas kepada pembacanya,
  2. Kata-kata yang ambigu atau memiliki banyak tafsir, sehingga setiap orang bisa menafsirkan dengan banyak hal,
  3. Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang berisi perasaan, sehingga terasa hidup,
  4. Kata-kata yang konotatif, yaitu kata-kata yang sudah diberi tambahan tertentu, dengan tujuan memberikan kehidupan pada puisi,
  5. Pengulangan, berfungsi untuk menegaskan, dan menggugah hati,
Alasan-alasan mengapa puisi dimasukkan ke dalam ilmu budaya antara lain :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia,
pada dasarnya puisi berisi pengalaman hidup penyair. Dengan memperlajari puisi, seseorang dapat menghubungkan pengalaman pribadinya dengan pengalaman penyair yang dituangkan dalam puisinya,
2. Puisi dengan keinsyafan/ kesadaran individual,
puisi berisi curahan hati penyairnya, sehingga apa yang dikeluarkan oleh hati, akan diterima pula oleh hati,
3. Puisi dan keinsyafan sosial,
banyak puisi yang menggambarkan kehidupan sosial manusia, baik kritik, pujian, sarkastik, dll. Secara imajinatif,biasanya puisi menggambarkan suasana penderitaan/ ketidakadilan, perjuangan, konflik dengan sesama, pemberontakan terhadap hukum Tuhan, cinta kasih, dll.

Untuk mengakhiri pembahasan ini, berikut adalah cuplikan puisi dari WS Rendra dalam puisinya Episode,

kami duduk berdua,
di bangku halaman rumah,
pohon jambu di halam itu,

berbuah dengan lebatnya,
dan kami senang memandangnya,
angin yang lewat,
memainkan daun yang berguguran,
tiba-tiba ia bertanya,
"mengapa sebuah kancing bajumu lepas terbuka?",
aku hanya tertawa,
lalu ia sematkan dengan mesra,
sebuah peniti menutup bajuku,
sementara itu,
aku bersihkan,
guguran bunga jambu,
yang mengotori rambutnya,

Tugas IBD 1 : Manusia dan Kebudayaan

Manusia dan kebudayaan adalah dua hal yang sulit untuk dipisahkan. setiap budaya lahir dari kegiatan manusia, dan sebaliknya, manusia juga akan menghasikan budaya dari apa yang mereka lakukan. Tapi, apa sebenarnya manusia dan budaya itu sendiri? untuk memahami lebih dalam tentang manusia dan kebudayaan, ikuti pembahasan berikut :

A. Pengertian Manusia,
Manusia dapat dipandang dari berbagai segi keilmuan, baik secara kimia, fisika, biologi, ilmu ekonomi, dll. namun, dalam kaitannya dengan kebudayaan, tentulah pengertian kebudayaan berdasar ilmu sosial menjadi tepat untuk kita pahami dalam pembahasan ini. Dipandang dari ilmu sosial, pengertian manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri, atau selalu membutuhkan orang lain untuk pemenuhan kebutuhan hidupnya.
Lebih jauh lagi, untuk paham apa dan siapa manusia itu sebenarnya, ada baiknya kita tahu unsur-unsur pembangun menusia. setidaknya ada dua pandangan mengenai unsur yang membangun manusia :
1. manusia teridiri dari empat unsur yang saling terkait,
  • Jasad : badan kasar manusia,
  • Hayat : mengandungunsur hidup, yang ditandai dengan gerak,
  • Ruh : pusat spiritual dan hubungan dengan Tuhan,
  • Nafs : kesadaran tentang diri sendiri,
2. manusia sebagai satu kepribadian yang terdiri dari tiga unsur,
  • Id : struktur kepribadian yang utama, yang berorientasi pada pemenuhan kesenangan diri, dan tidak berhubungan dengan dunia luar,
  • Ego : merupakan mediator antara Id dan dunia luar, yang menjadikan pemenuhan Id dapat diterima oleh oranglain,
  • Super Ego : terbentuk dari lingkungan eksternal, yang menanamkan aturan moral kepada manusia, agar Id dan Ego tidak menyimpang dari aturan di masyarakat,
B. Hakekat Manusia,
  1. Makhuk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh,
  2. Makhluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan makhluk lainnya, dengan memiliki akal, perasaan, dan kehendak,
  3. Makhluk Biokultural, yaitu makhuk hayati yang berbudaya, sehingga dapat dipelajari secara bilogi dan sosial,
  4. Makhuk ciptaan Tuhan yang terikat dengan lingkungan, mempunyai kualitas dan martabat karena memiliki kemampuan bekerja dan berkerja, dan memiliki sifat estetis, etis, dan religius,

C. Kepribadian Bangsa Timur,
BNanyak orang membedakan antara kebudayaan timur dan kebudayaan barat. kebudayaan timur biasanya mengacu pada kerohanian, mist]ik, keramahtamahan, dan gotong royong. sedangkan kebudayaan barat biasanya mengacu pada kebendaan, pikiran logis, hubungan asas guna, dan individualisme.
namun, kedua hal itu dapat dilebur dalam pengertiannya manusia sebagai makhluk sosial budaya, terdiri dari delapan daerah yang seolah-olah seperti lingkaran di sekitar diri pribadi.
7. Daerah tak sadar,

6. Daerah sub sadar,
kedua daerah ini terdiri dari bahan pikiran yang terdesak ke dalam, sehingga sering tak disadari oleh manusia, atau sadar tapi tak utuh. Misalnya gerakan-gerakan refleks, bernafas, dll.
5. Kesadaran yang tak dinyatakan,
terdiri dari gagasan yang disadari oleh diri, namun hanya disimpan dalam pikirannya. Misalnya : seseorang takut, sungkan, dan malu untuk menyatakan kesalahannya, atau karena takut dimarahi, dll,
4. Kesadaran yang dinyatakan,
artinya gagasan di dalam ikiran itu dinyatakan dalam kehidupan. Misalnya : adat istiadat, sopan santun, dll,
3. Hubungan karib.
Berisi konsepsi tentang orang, binatang, dan benda2 yang digauli secara dekat. Misalnya: hubungan kekeluargaan, binatang peliharaan, benda kesayangan, dll.
2. Hubungan berguna.
Yaitu konsepsi yang memberdayakan diri danoranglain berdasar kemanfaatannya. Misalnya, cara memandang seorang murid terhadap gurunya, berada di dalam lingkaran ini,
1. Hubungan jauh.
Merupakan pikiran tentang kebudayaan sendiri, namun tidak memiliki manfaat secara langsung, sehingga tidak ditindak lanjuti. Misalnya, orang pedalaman menganggap hidup di kota itu megah. namun hanya sebatas itu saja, tidak ada tindakan selanjutnya terhadap pikiran ini.
0. Hubungan Luar.
Sama dengan no 1, namun gagasannya tentang sesuatu diluar kebudayaannya. Misalnya, pikiran seorang pelajar tentang kehidupan di Amerika, dll.

D. Pengertian Kebudayaan,
Menurut akar katanya, kebudayaan berasal dari kata budayah (sansekerta) yang berarti budi/ akal. Sedangkan dalam bahasa latin, kebudayaan berasal dari kata colerece yang berati mengolah tanah. jadi secara umum,kebudayaan dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dihasilkan olehakal/ pikiran maunsia dengan tujuan mengolah tanah tempat tiggalnya. Kebudayaan meliputi segala aspek kehidupan manusia, seperti : pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat-istiadat, dll.

E. Unsur-Unsur Kebudayaan,
Banyak ilmuwan mencoba mendefinisikan kebudayaan ke dalam beberapa unsur penyusunnya agar mudah dimengerti. Diantaranya adalah C. Kluckhon yang membagi kebudayaan ke dalam tujuh unsur.
1. Sistem Religi,
manusia menyadari bahwa ada dzat lain yang maha besar, sehingga manusia takut dan menghamba kepada Nya. inilah yang kini kita sebut sebagai agama,
2. Sistem Organisasi Kemasyarakatan,
manusia bekerjasama untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya,
3. Sistem Pengetahuan,
sistem ini menghasilkan teknologi baru,
4. Sistem Mata pencaharian dan sistem ekonomi,
5. Sistem teknologi dan Peralatan,
6. Bahasa,
mulanya bahasa manusia diwuudkan dalam bahasa tanda/kode, kemudian menjadi bahasa lisan, dan akhirnya menjadi bahasa tulisan,
7. Kesenian,
Untuk memuaskan kebutuhan psikisnya,

Selain itu, ada pula yang berpendapat bahwa kebudayaan dibagai ke dalam dua hal, yaitu kebudayaan badaniyah, dan kebudayaan rohaniyah,

F. Wujud Budaya,
Ada tiga wujud kebudayaan,
1. Kompleks gagasan, konsep, dan pikiran manusia,
Hanya ada di dalam pikiran manusia sebagai sistem, ide, gagasan, dll,
2. Kompleks Aktifitas,
berupa aktifitas manusia berupa interaksi, seperti cara bergaul, dll,
3. Wujud sebagai benda,
merupakan produk/ hasil dari gagasan2 yang dikaryakan/ dibendakan,

H. Evolusi Kebudayaan,

Terjadinya perubahan kebudayaan itu dapat disebebkan oleh beberapahal :
  1. sebab-sebab yang berasal dari dalam masyarakat dan kebudayaan sendiri, misalnya perubahan jumlah dan komposisi penduduk, inoveasi, dll,
  2. sebab-sebab perubahan lingkungan dan fisik tempat mereka hidup, seperti perubahan iklim, alan, dll,
Selain itu ada pula aspek yang memperngaruhi perubahan itu, yang berasal dari kebudayaan lain, sepreti akulturasi, asimilasi, dll. Yang memperngaruhi akulturasi adalah :
  1. Mudah tidaknya kebudayaan asing itu,
  2. Kecepatan individu dalam menerima unsur-unsur yang baru,
  3. Ketegangan apa yang timbul akibat akulturasi itu,

I. Kaitan Manusia dan Kebudayaan,
Secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan adalah : manusia sebagai perlaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakan manusia,
Dua hal ini nantinya akan melebur menjadi satu kesatuan, karena memang tak dapat dipisahkan. Pada masanya manusia menciptakan kebudayaan itu, dan akhirnya kebudayaan itu mengatur kehidupan manusia,