Skip to main content

Run For River, Run For Remember

    Hari minggu kemarin gw ikut race lari yang diadain Mapala UI, Run For River. Tahun ini adalah penyelenggaraan Run For River yang ketiga dengan tetap mengambil lokasi race di kawasan kampus UI. Kawasan yang sudah sangat familiar buat gw, karena tiap lari ya gw pasti ke UI. UI juga jadi basecamp nya komunitas lari gw (Derby) dan tuan rumah UI Runner. Sesekali juga jadi tempat kumpul beberapa komunitas lari kayak JAR, Burner (Cibubur Runner), dll. Jadi ya, udah khatam lah. Namun begitu, ini adalah pertama kali nya gw ikut ngramein Run For River. Kalo hidup di jamannya Malin Kundang, mungkin gw udah dikutuk jadi batu akik, karena durhaka pada tempat lari sendiri. Hihi.

    But anyway, Run For River juga membawa gw kembali ke masa dua tahun lalu, dimana gw pertama kali mulai lari. FYI, jadwal lari pertama kali gw gagal gara-gara Run For River. Gw lari pas hari-H Run For River pertama diadakan. Gw ga jadi lari karena mlongo liat para pelari yang lari dengan kencangnya. Yang kemudian bikin gw minder, balik kanan, pulang.

    Selain itu, Run For River kali ini juga spesial karena ini adalah pertama kalinya sejak beberapa bulan ini gw bisa kumpul rame-rame, ikutan race bareng anak-anak Derby. Ya, sejak bulan April kemarin gw udah jarang bahkan ga pernah ikutan Samrui (Saturday Morning Run UI) lagi. Jadwal kursus bahasa inggris yang kebetulan hari sabtu jadi alasan. Pun, sejak itu pula gw sudah sangat jarang sekali lari. Mungkin dalam empat bulan terakhir bisa diitung jari berapa kali gw lari, dan itupun ga pernah lebih dari 10 km. Dan kemudian, tiba-tiba kaki disuruh lari Half Marathon (21Km). Cukup super dan sukses bikin kaki gw cenat-cenut. Cukup surprise juga karena ternyata gw masih kuat lari sejauh itu, tanpa istirahat, tanpa minum. Ya, meskipun dengan speed keong, 2:24 jam. Km 1-12 gw 'baik-baik saja', km 12-16 gw masih 'baik', dan di sisa km terakhir tinggal 'saja'. Kaki gw udah pegel maksimal, pace gw turun, tapi entah kenapa gw ga mau berhenti, dan akhirnya tetep maksain lari dengan pace seadanya sampai garis finish. But, it's okai, karena dari pertama gw nginjek garis start tujuan gw memang bukan ngejar waktu, tapi mengembalikan kesenangan dalam berlari.
 
 
   Disini gw juga melihat bahwa temen-temen lari gw, yang dulu satu pace sama gw, udah berkembang sangat jauh, sedangkan gw masih aja jalan di tempat. Bagol, Andre, dulu itu kita satu pace, lari bareng-barengan, pacer-paceran. Tapi sekarang gw tertinggal jauh di belakang mereka. Bagol udah expert Full Marathon, sedangkan Andre ga jauh beda sama Bagol. Gw? HM aja perlu kerja ekstra keras kayak gini. Yah, apa daya, kaki tak bisa boong. Wkwkwk.

    Well, untuk ngejar mereka gw perlu latihan lebih keras, dan untuk latihan lebih keras gw perlu mulai lari. Dan untuk mulai lari gw perlu niat. Dan untuk menumbuhkan niat gw perlu perang badar melawan rasa malas. Fighting!!!   

Comments

Popular posts from this blog

Jenis-Jenis Organisasi

Salah satu faktor penting dalam membentuk suatu organisasi adalah ditentukannya bentuk organisasi. Bentuk organisasi bisa bermacam-macam tergantung latar belakang dan tujuan pembentukan organisasi tersebut. Berikut adalah macam-macam organisasi berdasarkan tujuannya.

1. Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya adalah mencari keuntungan atau sering disebut sebagai organisasi Profit Oriented.
Macam-macamnya antara lain adalah:
1. Perseroan Ternatas (PT)
2. Perseroan Komanditer (CV)
3. Firma (FA)
4. Koperasi
5. Join ventura, dan lain-lain.
Organisasi ini biasanya bergerak di bidang perdangan, industri, dan jasa.

2. Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat yang bertujuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Organisasi semacam ini biasanya disebut pula sebagai organisasi nonprofit, karena memang bukan untuk mencari keuntungan/ profit. Adapun jalur-jalut pembentukan organisasi sosial adalah:
1. Jalur Keagamaan
Organ…

Sakit Gigi dan RSKGM UI

Sakit Gigi. Katanya, lebih baik sakit gigi daripada sakit hati. Buat gw, ga gitu juga sih. Alesannya simpel aja. Karena bagi jomblo menahun kayak gw, gw jarang sakit hati. Yang ada hanya sakit gigi.

    FYI, sakit gigi ini tambah sakit karena jatah pengobatan di kantor gw dicabut sejak Agustus lalu. Pun, gw juga berusaha segera cabut dari kantor gw, karena melihat gelagat yang ga beres, tapi sayang belum dapet-dapet. Huft.

    Sebenernya gw bisa pake BPJS, tapi melihat pengalaman temen-temen kantor gw yang pake layanan BPJS dan ga ada yang beres, akhirnya gw mengurungkan niat itu. Sebagai contoh, kemarin anak temen kantor gw sakit. Periksa ke klinik kantor yang merupakan PPK 1. Dikasih obat dengan dosis seadanya dan berakhir dengan seminggu ga sembuh juga. Akhirnya dirujuk ke PPK 2. Eh, pas ke PPK 2 katanya untuk layanan BPJS hari itu sudah tutup, dan harus balik lagi besok. Besoknya temen gw dateng lagi. Dapet sih, tapi setelah ngantri sekian lama. Bukan apa-apa, kasihan anaknya. …

Apply and Interview

Seorang teman SMP bertanya, atau tepatnya berkata, 'Lo harusnya udah pindah dari kerjaan lo. Lima tahun itu udah sangat lama. Kok lo betah sih?'. Pertanyaan ini mengusik gw. Pertama karena memang benar, sudah terlalu lama gw stay di satu perusahaan dan itu menjadikan gw minim pengalaman kerja. Dan yang kedua adalah karena yang berkata kayak gitu adalah temen yang gw respect dari dulu, Jacky. Sedikit overview tentang Jacky adalah dia salah satu temen gw yang antimainstream. Ketika dulu gw dan temen-temen pada sibuk belajar karena besok ujian, temen gw yang satu ini malah asik main game. Seakan ga peduli dengan sekolahnya. Tapi uniknya ketika ketemu dengan pelajaran atau topik yang dia suka, dia langsung jadi nomor satu, maju paling depan, dan bener-bener berbeda dari Jacky yang biasanya. Di jaman sekolah, ketika yang lain galau soal pacar (dia juga sih), dia udah punya bisnis sendiri. Dia punya Warnet dan Game Centre, dia buka toko komuter, dan ya, itu cukup membuat gw …