::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Wednesday, 8 July 2015

Apply and Interview

        Seorang teman SMP bertanya, atau tepatnya berkata, 'Lo harusnya udah pindah dari kerjaan lo. Lima tahun itu udah sangat lama. Kok lo betah sih?'. Pertanyaan ini mengusik gw. Pertama karena memang benar, sudah terlalu lama gw stay di satu perusahaan dan itu menjadikan gw minim pengalaman kerja. Dan yang kedua adalah karena yang berkata kayak gitu adalah temen yang gw respect dari dulu, Jacky. Sedikit overview tentang Jacky adalah dia salah satu temen gw yang antimainstream. Ketika dulu gw dan temen-temen pada sibuk belajar karena besok ujian, temen gw yang satu ini malah asik main game. Seakan ga peduli dengan sekolahnya. Tapi uniknya ketika ketemu dengan pelajaran atau topik yang dia suka, dia langsung jadi nomor satu, maju paling depan, dan bener-bener berbeda dari Jacky yang biasanya. Di jaman sekolah, ketika yang lain galau soal pacar (dia juga sih), dia udah punya bisnis sendiri. Dia punya Warnet dan Game Centre, dia buka toko komuter, dan ya, itu cukup membuat gw jadi fans nya dia. Doi bakal jadi pengusaha besar gw pikir. Tapi ternyata gw salah. Setelah jeda empat tahun ga ketemu, sekarang dia kerja di perusahaan. Ya, gw pikir itu aneh, karena yang ada di otak gw, 'Jacky bukan tipe orang yang mau bekerja untuk orang lain', tapi nyatanya dia melakukannya. But nevermind, gw yakin doi punya target yang jauh lebih besar dari itu, dan gw tinggal menyaksikan aja apa yang bakal dia lakuin.

Well, kembali ke masalah gw. Karena kritik (dan mungkin saran) dari si Jacky ini, akhirnya gw buka jobstreet. Ini adalah pertama kalinya gw buka jobstreet. Gw apply di beberapa perusahaan. Ini adalah pertama kalinya gw apply kerja ke perusahaan lain. Dipanggil untuk interview. Ini adalah pertama kalinya pengalaman gw interview kerja. Sebagian ditolak dan sebagian digantung dan sebagain lagi gw tolak karena ga sesuai dengan idealisnya gw. Dan ini juga pengalaman pertama gw.

Tercatat gw apply di Melawai, Tokopedia, MetroData, Megapolitan Developments, dan Bakr Interactive. Dari lima perusahaan itu, empat merespon untuk interview, sedangkan MetroData menjadi satu-satunya yang ga merespon lamaran gw. Meskipun begitu, gw ga dateng interview di Melawai karena gw melihat ada yang ga beres setelah gw browsin sana-sini. So, tinggal tiga yang tersisa: Tokopedia, Megapolitan, dan Bakr.

Well, interview Tokopedia menjadi pengalaman pertama gw interview. Tidak semenegangkan yang gw kira, tapi gw gagal. Ya, pada akhirnya gw ga diterima dan gw tahu persis kalimat mana yang membuat gw gagal. Anyway, background gw adalah programmer tapi gw apply untuk Database Administrator. Tujuan gw adalah pengen belajar dan trying something new. Dan disitulah salahnya. Dunia kerja bukan tempat untuk trying something new that you don't understand about it. Oke, itu mungkin bakal menunjukkan bahwa lo orang yang dinamis, lo ingin terus berkembang with trying something new, but perusahaan butuh orang yang bisa menghandle pekerjaan dengan benar, bukan coba-coba. Gw gagal.

Pelajaran gagal di Tokopedia gw bawa di interview kedua dengan Megapolitan Developments. Gw lolos interview satu dan dua, tapi mandek di interview ketiga. Mandeknya ini bukan karena skill gw ga memenuhi syarat atau apa, tapi lebih karena tekanan batin. Megapolitan menawarkan pekerjaan yang sangat menantang yaitu untuk bikin project tentang 'Forecasting' for other company in US , how to predict future value of saham, emas, minyak, dll. Sangat menarik karena gw ditawari untuk belajar tentang SQL, Big Data, Hadoop, analisa bisnis, dan segala macem. But, i can't stand in the work time. Karena gw harus bekerja dengan orang-orang di US sono by video chat, etc, dan jam kerjanya menyesuaikan jam kerja mereka. Di interview ketiga gw sengaja ga menunjukkan minat yang berlebih dan juga ga langsung berkata i can't do it, karena sesungguhnya gw sendiri ga yakin apakah gw oke dengan pekerjaan ini atau ga. Karena gw yakin, meskipun kecil, ini akan merusak plan yang sedang gw jalani sekarang, S3 sebelum 30, hunting scholarship, etc. I'm still waiting.

Interview ketiga di Badr tidak terlalu mengesankan. Gw udah paham teknik-teknik interview dan ketika gw tanya tentang jam kerja, dan mereka strict tentang itu, gw langsung ambil keputusan, gw ga bakal lanjut. And then, gw ga menjual diri gw secara berlebihan, pun juga ga secara eksplisit menunjukkan kalo gw ga tertarik. Let Badr yang memutuskan.

Well, dari lika-liku apply and interview ini gw bisa mengambil beberapa pelajaran. Pertama, bener kata temen gw bahwa gw terlalu lama stay di satu perusahaan dan itu membuat gw seperti katak dalam baskom. Taunya ya hanya itu-itu aja. Kedua, gw tahu bahwa perusahaan gw sekarang adalah yang terbaik (sampai saat ini) yang bisa menunjang semua plan gw ke depan. Ketiga, gw tambah benci dengan lingkungan Jakarta. Keempat, gw bukan orang IT yang kompeten. Terlalu banyak hal yang gw lewatin dan terlalu banyak hal yang gw ga bisa di dunia IT. Kelima, so, kesimpulan akhirnya adalah, gw tetep galau, 'apakah gw bakal stay di dunia IT yang gw ga begitu in di dalamnya, atau doing something else tapi ga tau apa itu'.  Hemmm.

No comments:

Post a Comment