::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Tuesday, 12 April 2011

Fakta Yang Terlupakan,

Sejak beberapa hari yang lalu gue udah ngerasain ada yang g beres dengan tenggorokan gue. Biasanya gue yang bisa ngeluarin suara semerdu suara Afghan, sekarang g lebih kayak suara kaleng yang udah berkarat digebuk-gebuk ama pentungan hansip. Belum lagi rasa nyeri yang menyebabkan hipertensi, serangan jantung, dan gangguan kehamilan dan janin. Awh. sakit deh pokoknya. Gue mencoba berpikir sejenak (sok bisa mikir banget g sih?), mencoba menganalisa apa gerangan yang terjadi sama gue. Dan data yang berhasil gue kumpulkan adalah :

0. Sakitnya di tenggorokan (fakta umum),
1. Sesaat sebelum ngerasa sakit, gue nyanyi2 sepanjang jalan pulang dari kampus (kemungkinan sebab),
2. Kemarin malem gue makan mie instan ma es krim (kemungkinan sebab),
3. Jatah novel dan bacaan gue udah abis (kemungkinan sebab),
4. Minggu depan UTS (fakta umum)
5. Kaos kaki belum dicuci sebulan (kemungkinan sebab),

dari data di atas, analisa gue mengatakan bahwa :

0. Karena sakitnya di tengorokan, maka kemungkinan ada dua, yaitu amandel gue kumat, atau radang gue kambuh,
1. Sakit yang ditimbulkan karena gue nyanyi adalah telinga pecah-pecah dan mulut tersumbat,
2. makan mie instan menyebabkan amandel gue kumat dan kenyang, makan es krim menyebabkan amandel gue kumat dan uang abis,
3. jatah novel abis menyebabkan keinginan untuk membeli yang baru. Apabila tidak dipenuhi gue bisa stres, apabila dipenuhi duit gue amblas, akibatnya gue g bisa makan, dan stres,
4. minggu depan UTS g ngaruh deh kayaknya,
5. kaos kaki yang belum dicuci, seingat gue cuma menyebabkan bengek stadium 3.

Jika keenam item itu di match jadi satu, maka hanya akan tersisa 2 penyakit yang mungkin, yaitu kadas ato kurap yang jika ada di tengorokan akan berevolusi menjadi amandel ato radang. Sampai di titik ini kemampuan otak gue buat berpikir masih lancar. Tapi untuk menentukan dua hal yang sangat penting ini (antara amandel apa radang), gue nyerah. Akhirnya, dalam keputusasaan yang sangat, gue SMS sodara kembar gue yang biasanya lebih bijak dalam menentukan pilihan (kecuali menentukan pilihan diantara dua cowok yang nembak dia, kemungkinan besar dipilih dua-duanya. yang satu buat ngejaga kebon rumah. satunya buat tukang ojek).

'Nok, tengorokanku sakit neh. kenapa ya?'

Dan jawabannya adalah . . .

'Aku juga. radangku kumat dari kemarin-kemarin!',

yupz, di titik ini gue baru sadar, bahwa ke enam data 'kemungkinan sebab' yang dengan susah payah gue susun disertai keringat yang mengucur, gugur sudah. kenapa? karena ada satu 'kemungkinan sebab' yang paling mungkin menjadi penyebab menderitanya gue dua hari ini. Apakah gerangan? bukan sulap bukan sihir, jawabannya adalah karena sodara kembar gue sakit. Gue melupakan fakta paling mungkin bahwa, ketika sodara kembar gue sakit, gue juga bakalan sakit. Seperti kisah-kisah sakit sebelumnya yang mengisahkan betapa menderitanya gue saat sodara kembar gue radangnya kumat. Dan biasanya gue sadar, tapi kali ini gue g sadar. Mungkin pasukan infanteri radang gue udah berusaha menyusup ke otak dan mengobrak abrik chip ingatan gue. Untung gue cepet sadar. kalo g, nestapa hilang ingatan karena serbuan pasukan infanteri radang bakal bener-bener menguasai pemerintahan otak gue. Thanks God telah mengingatkan gue akan fakta penting ini!

Pelajaran yang gue petik dari kelalaian gue ini adalah jika sakit, segera hubungi sodara kembar Anda. Jika tidak punya sodara kembar, hubungi sodara yang tidak kembar. Jika tidak punya keduanya, buat sodara sesegara mungkin. Karena terlambat sebentar saja, akibatnya fatal. Pasukan Infanteri Kepenyakitan akan segera menguasai otak Anda. Waspadalah!

No comments:

Post a Comment