::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Thursday, 8 May 2014

Liverpool, riwayatmu kini..

    Ga di kantor, ga di kampus, semua pada bilang 'Liverpool membuang kesempatan besar'. Dan gw cuma bisa ngeles, 'Target Liverpool tahun ini adalah masuk Zona Liga Champion. Juara adalah bonus'. Abis itu gw ijin ke kamar mandi, dan nangis sesenggukan. Haha. #canda #tapiMungkinBenar

    Dari lubuk hati yang paling dalam, dan sesuai dengan ambisi manusia yang ga akan pernah puas, gw kecewa. Dapet satu gunung emas, pengen dua, punya dua pengen tiga, punya tiga pengen empat, dan kemudian istri pertama mulai terlupakan #ups.

    Kenapa Liverpool yang di beberapa bulan terakhir menggila, tiba-tiba seperti kehabisan bensin di tiga laga tersisa? Inilah analisa simpel gw sebagai seorang fans.

    Liverpool mengawali musim 2013/2014 dengan modal peringkat 7 di musim sebelumnya. Jelas bukan tim yang diperhitungkan. Boro-boro juara, masuk liga champion aja syukur. Peringkat papan tengah. Bahkan di bawah Everton T_T. Dari awal tahun gw udah menduga, kandidat juara musim ini adalah Manchester City, Arsenal, dan Chelsea. Kenapa gw ga memasukkan Manchester United di prediksi gw? Karena managernya ganti. Dan penggantinya David Moyes, bukan orang yang wah, dan dari tim yang tampil di Liga Inggris dan sebelumnya berada di bawah MU. Kasus yang sama kayak Liverpool. Ambil manager dari Swansea City yang secara peringkat masih di bawah Liverpool. Jadi, gw pun udah menduga nasib MU dan Moyes ga akan beda jauh dengan Liverpool musim kemarin. Yang ga gw duga adalah, Moyes dipecat sebelum musim berakhir. Ini yang jadi pembeda Liverpool dan MU. Chelsea juga ganti pelatih? Iya, tapi penggantinya Jose Mourinho, The Special One, beda kelas lah sama Moyes. City juga ganti pelatih? Tapi City itu gudang pemain bintang. Siapapun yang ngelatih, gw rasa City tetap akan di atas sana.

    Kembali ke Liverpool. Di awal musim Liverpool tampil lumayan. Selalu berada di zona aman (empat besar), dan sesekali di peringkat lima. Liverpool masih belum dipandang, dan karena itu gerakannya terkendali dan fokus. Di pekan 10 sampai pertengahan musim, Liverpool mulai menunjukkan kualitasnya. Semakin solid di empat besar dan bahkan sempat berada di puncak klasemen.

    Mulai masuk paruh kedua musim, Liverpool semakin gila. Tiga belas kemenangan beruntun menjadi bukti. Liverpool menggeser Arsenal yang mulai loyo di tengah musim. Liverpool ga pernah jauh-jauh dari peringkat 1 atau 2. Di fase ini, semua fans berharap Liverpool bakal merebut gelar juara, semua pengamat memuji penampilan impresif The Reds. Tapi apa yang dikatakan Rodgers sebagai manager? "Liverpool tetaplah seekor Cihua-hua. Target kami adalah masuk Zona Liga Champion. Gelar juara adalah bonus". Hapir semua pemain pun mengatakan hal yang sama. Mereka tidak jumawa dengan pencapaian mereka, dan tetap fokus dengan misi awal mereka. Mari kita rangkum, motivasi Liverpool ini ke dalam dua poin,
1. Masuk Liga Champion
2. Juara
Dengan dua modal ini, bahkan Liverpool menggasak City, saingan terberat, dan membuka peluang untuk menjadi juara. Semua orang bilang, "Liverpool akan merebut juara musim ini".

    Tapi apa yang terjadi? Kemenangan melawan Norwich adalah pengunci The Reds masuk Liga Champion, karena tidak akan ada tim yang bisa mengejar poin Liverpool, bahkan kalo Liverpool kalah terus. Paling jelek Liverpool akan berada di peringkat 3. Dan dengan ini, Liverpool mengurangi satu motivasinya. Motivasi Liverpool kini tinggal satu, "Jadi Juara". Dan Anda tahu apa yang terjadi. Menurunnya motivasi. Ya, secara tidak sadar, menurut saya, motivasi Liverpool menurun. Walopun kebanyakan orang memandang sebaliknya. Semua fans berharap Liverpool Juara. Jumawa. Para pemain tertekan. Hilang kendali. Dan Kalah. Liverpool dijegal Chelsea. Dengan ini, Liverpool membuang satu kesempatan menjadi juara.

    Tidak sampai disitu. Tinggal dua pertandingan tersisa, dan Liverpool ditahan imbang Crystal Palace. Liverpool membuang dua kesempatan. Bahkan Suarez menangis di akhir pertandingan. Liverpudlian terlalu banyak memberikan tekanan. Para pemain terlalu 'ingin' juara. Liverpool yang kita lihat di akhir musim ini bukan Liverpool di awal musim. Bahkan Rodger bilang, "Liverpool terlalu terlena". Yah, benar. Tapi Anda telat menyadarinya. Liverpool sudah terlalu jumawa ketika mengalahkan Norwich City dan mengamankan tiket Liga Champion. Dan City, dengan sejuta pemain bintangnya, memiliki mental yang lebih besar. Dua kemanangan sempurna membawa mereka ke puncak klasemen.

    Tinggal satu pertandingan tersisa, dan prediksi gw Liverpool akan memenangi pertandingan lawan New Castle. Tapi sayang, yang akan jadi juara tetap City. Mental pemain City bagus, dan itu yang akan mengantarkan mereka menjadi juara. Hanya perlu hasil imbang melawan West Ham, dan gelar juara akan mereka dapatkan.  Walopun sepertinya mereka akan menang juga.

    Well, di akhir postingan ini gw cuma minta doa dari temen-temen semua semoga prediksi gw tentang City salah. Mohon doanya untuk kemenangan Liverpool dan kekalahan City. Hehe. Karena sebagai seorang Liverpudlian, gw tetap berharap Liverpool juara. You'll Never Walk Alone.

No comments:

Post a Comment