::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Saturday, 19 January 2013

Lazarus, tidak hanya Open Source!!


Outline :
0. Perkembangan perangkat keras yang diikuti oleh perkembangan perangkat lunak.
1. Lazarus sebagai software developer yang handal dan gratis.
2. Kemiripan Lazarus dengan Delphi.
3. Code Typhon, senjata pamungkas Lazarus.
4. Melihat masa depan Lazarus.

Paragraf :

Perkembangan hardware atau perangkat keras, dewasa ini telah mencapai masa keemasannya. Hal ini bisa dilihat dari bertebarannya perangkat keras atau device yang ada di pasaran. Mulai dari smartphone, komputer tablet, notebook, netbook, ipad, iphone, dan berbagai perangkat yang kini tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup modern. Tidak hanya itu saja, nampaknya perkembangan perangkat keras ini juga diikuti oleh perkembangan dari sisi perangkat lunaknya sendiri. Mulai dari perangkat lunak yang ditujukan untuk pendidikan hingga permainan, mulai dari yang berbayar hingga yang gratis, mulai dari perangkat lunak yang sudah lumrah kita lihat hingga yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Pesatnya perkembangan dan persaingan di dunia software ini tentu saja membuat para pengembang perangkat lunak sujud syukur, karena itu artinya kemampuan dan ilmu mereka bisa dimanfaatkan dengan maksimal melalui produk-produk kreatif yang bisa mereka ciptakan.

Di kalangan para pengembang sofware sendiri, ada banyak software developer yang bisa digunakan, seperti Visual Basic, Delphi, Foxpro, C, C++, PHP, Java, dan tentu saja Lazarus. Bagi sebagian orang, Bahasa Lazarus mungkin belum begitu dikenal. Lazarus adalah sebuah sofware developer yang berjalan di atas platform Linux, sebuah platform berbasis open source yang bisa didapatkan dengan gratis. Begitu juga dengan Lazarus, bahasa pemrograman ini pun didistribusikan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi sepeserpun. Dalam penggunaannyapun, Lazarus tergolong mudah. Pengguna hanya tinggal drag and drop komponen yang hendak digunakan dari Pallete yang ada di Lazarus. Kode pemrogramannya pun sudah menggunakan bahasa manusia, sehingga sangat mudah dipahami.

Bagi sebagian orang yang sudah kenal atau mahir menggunakan Bahasa Delphi (berjalan di atas sistem operasi Windows), mempelajari Lazarus akan menjadi sangat mudah. Hal ini dikarenakan Lazarus memang sangat mirip dengan Delphi. Mulai dari antar muka hingga kode-kode pemrograman yang digunakan. Bahkan saking miripnya, para pengembangpun menyebut Lazarus adalah versi gratis dari Delphi.

Beberapa tahun terakhir, Lazarus (dan hampir semua bahasa pemrograman dekstop) hampir kehilangan pamornya, setelah kemunculan bahasa Java. Java menjadi sangat terkenal, karena kemampuannya untuk membuat program yang multi platform, yaitu program yang bisa dijalankan di platform apapun. Bagi para pengembang yang memang sejak dari awal bergelut di bahasa Java, tentu saja ini menjadi angin segar. Apalagi bahasa Java juga mendukung pembuatan program berbasis Android. Namun bagi pengembang yang sudah terbiasa menggunakan bahasa prosedural seperti Delphi, Visual Basiz, atau Lazarus, ini adalah bencana. Setidaknya ada dua pilihan bagi mereka, bertahan pada bahasa prosedural dan tergilas oleh Java atau meinggalkan bahasa lama dan beralih ke bahasa Java. Namun begitu, awal 2013 ini angin segar berhembus ke para pengguna bahasa Lazarus. Lazarus dengan bantuan Code Typhon kini juga bisa menghasilkan program yang bisa berjalan di multi platform, termasuk Android. Sehingga para pengambang Lazarus tidak perlu repot-repot beralih ke bahasa Java.

Dengan adanya Code Typhon, maka boleh dikatakan Lazarus aman untuk beberapa tahun ke depan. Setidaknya, Lazarus bisa bersaing dengan bahasa terpopuler saat ini, Java. Para pengembang Lazaruspun bisa bernafas lega karena dengan adanya Code Typhon, mereka tidak lagi dibayang-bayangi oleh ancaman Java. 

No comments:

Post a Comment