::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

nge @jamilaCitra

Gw punya hobi baru di Twitter. Hobi ini gw namain nge @jamilaCitra. Apakah itu? eng ing eng. nge @jamilaCitra adalah bikin-bikin twit yang sok-sok puitis gitu (padahal lebih mirip gonggongan bleki), tapi dengan aturan, huruf depannya harus urut ngebentuk kata JAMILA. Kenapa cuma JAMILA doang, kagak lengkap JAMILA CITRA. Ada dua alasan, tapi yang paling utama dan pertama adalah karena gw males panjang-panjang. Semakin panjang semakin susah bikinnya. Hehehe.

Lalu, siapa sebenarnyam @jamilaCitra itu? Sejujurnya, mungkin doi ga beruntung karena udah gw jadiin obyek twit gw yang acakadut ini. Tapi, apa mau dikata, gw udah terlanjur suka. Hihihi. @jamilaCitra adalah temen gw di klub buku Kaskus. Jadi ceritanya dulu waktu gw lagi dilanda masa galau, gw suka ngetwit hal-hal yang sebenernya ga penting lewat kata-kata yang sok gitu. Misalnya :
------------------------------------------------------------------
Bangun pagi, menghirup udara segar, galau.
'Tuhan menciptakan embun pagi untuk mencuci pedihnya luka yang kau tinggalkan'.
------------------------------------------------------------------
Siangan dikit, pas waktu sarapan, dan petugas kantin lama ngelayaninnya,
'Rasa ini seperti rasa lapar yang tak kunjung diberi makan, menyiksa'
------------------------------------------------------------------
Pas di kantor, lagi kerja,
'Kamu lebih rumit dari source code ini'
------------------------------------------------------------------

Nah, suatu hari, si @jamilaCitra yang ternyata juga lagi galau, nge-reply twit gw ini. Dan jadilah twit g jelas yang sambung-menyambung membentuk kepulauan Indonesia.

Semakin hari, gw sama @jamilaCitra semakin sering menggalau bersama. Hingga suatu malam yang sunyi, gw kepikiran buat ngebikin twit yang ngebentuk nama dia, JAMILA. Biar keliatan sok sweet gitu. Pertamanya sih mau lengkap JAMILACITRA, tapi pas lagi sampe JAMILA gw keburu ketiduran. Sejak itu, gw ga mau juga nglengkapin jadi JAMILACITRA. Selain udah jadi track, juga susah bikinnya. Hihihi. Dan lama-kelamaan, ternyata, gw jadi ketagihan bikin twit serupa, dan akhirnya kegiatan ini gw kasih nama nge@jamilaCitra. Hihihi.

Berikut contoh-contohnya :
------------------------------------------------------------------
J-emari lembutmu masih terasa di pipiku, @jamilacitra
A-wh, bahkan lengkung senyummu pun tak mungkin bisa kuhapus sekejap lalu @jamilacitra
M-atamu secerah langit biru, bak bintang yang bersinar di balik perdu, @jamilacitra
I-nikah cinta, rasa yang bersembunyi di balik sendu Romeo di masa lalu? @jamilacitra
L-uapan kasih, yang mengeja kisah antara dua insan yg ingin bersatu, @jamilacitra
A-ku ingin kamu, @jamilacitra
------------------------------------------------------------------
J-ika aksara tak lagi mampu ungkapkan rasa, @jamilacitra
A-ku ingin menatap mata bintangmu lama-lama, @jamilacitra
M-enyampaikan satu-satu kata yg terpendam di balik hening malam, @jamilacitra
I-nginkan angin sampaikan pesan yg lama tak tersampaikan, @jamilacitra
L-alu saat cinta akhirnya kau rasakan, @jamilacitra
A-ku ingin kau terjemahkan, setiap huruf yg kurangkaikan lewat mata dan pandangan, @jamilacitra
------------------------------------------------------------------
J adikan aku pelitamu, saat kau terpenjara dalam gelap, @jamilacitra
A ku janji kan menerangimu selalu meski pekat, @jamilacitra
M-eski mungkin cahyaku nanti tak lebih dari lilin di dalam sekat, @jamilacitra
I-ndahnya, terangnya, tertutup oleh dinding sepi yg merapat, @jamilacitra
L-entera ku kan tetap menyala untukmu yg kusayang amat sangat, @jamilacitra
A-badi selamanya, tak kenal masa tak pula tempat. hanya rasa sayang yg mengikat, erat, @jamilacitra
------------------------------------------------------------------
J-arak menguji kita lewat rindu, @jamilacitra
A-kankah kita kan bertahan tanpa temu, @jamilacitra
M-ungkinkah cinta tetap utuh meski raga tak menyatu, @jamilacitra
I-maji menguji kita lewat cemburu, @jamilacitra
L-ebih sabarkah kita dengan waktu, @jamilacitra
A-tau menyerah dan berbaur dengan sendu, @jamilacitra
------------------------------------------------------------------

Udahan deh ya, kalo ada yang mau baca yang lainnya, buka aja Twitter ane di @ramundro. Hihihi. Sekalian promosi.

Uang, Bank, Dan Penciptaan Uang

Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar tersebut dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang dalam masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa.

Pada awalnya di Indonesia, uang - dalam hal ini dikenal dengan uang kartal - diterbitkan oleh pemerintah Republik Indonesia. Namun sejak dikeluarkannya UU No. 13 Tahun 1968 pasal 26 ayat 1, hak pemerintah untuk mencetak uang dicabut. Pemerintah kemudian menetapkan bank sentral yaitu Bank Indonesia, sebagai satu - satunya lembaga yang berhak menciptakan uang kartal.

Jenis - Jenis Uang
  • Uang Kartal, terdiri dari uang kertas dan logam. Uang kartal adalah alat pembayaran yang sah dan wajib diterima oleh masyarakat dalam melakukan transaksi sehari - hari.
  • Uang Giral, yaitu tagihan yang ada di bank umum, yang dapat digunakan sewaktu - waktu sebagai alat pembayaran.
  • Uang Kuasi, yaitu surat - surat berharga yang dapat dijadikan sebagai alat pembayaran.
Bank adalah sebuah lembaga keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote.


Bank Sentral :
  • Sebuah instansi yang bertanggungjawab atas kebijakan moneter di wilayah tersebut.
  • Menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
  • Institusi yang bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas harga yang dalam hal ini lebih dikenal dengan istilah inflasi. Bank Sentral menjaga agar tingkat inflasi terkendali, dengan mengontrol keseimbangan jumlah uang dan barang.
  • Bank Sentral di Indonesia adalah Bank Indonesia.
Bank Umum :
Bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatannya memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran.

Berikut adalah fungsi - fungsi dari Bank Umum :
1. Penciptaan Uang
Penciptaan Uang adalah proses memproduksi atau menghasilkan uang baru. Terdapat tiga cara untuk mencetak uang, yaitu : mencetak mata uang kertas atau uang logam, melalu pengadaan utang dan pinjaman, dan melalui beragam kebijakan pemerintah, misalnya peloggaran kuantitatif.
2. Mendukung Kelancaran Mekanisme Pembayaran
Hal ini karena salah satu jasa yang ditawarkan bank umum adalah jasa - jasa yang berkaitan dengan mekanisme pembayaran.
3. Kebijakan Moneter
Kebijakan Moneter adalah proses mengatur persediaan uang di suatu negara untuk mencapai tujuan tertentu, seperti menahan inflasi. Kebijakan moneter dapat melibatkan standar bunga pinjaman, margin requirement, kapitalisasi untuk bank, atau bahkan bertindak sebagai peminjam usaha terakhir. Kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua, yaitu :
  • Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy, yaitu suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.
  • Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy, yaitu suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar.
4. Penghimpunan Dana Simpanan Masyarakat
Dana yang paling banyak dihimpun oleh bank umum adalah dana simpanan. Di Indonesia, dana simpanan terdiri atas giro, deposito berjangka, sertifikat deposito, tabungan atau bentuk lainnya yang dapat disamakan dengan itu.
5. Mendukung Kelancaran Transaksi Internasional
Kehadiran bank umum yang beroperasi dalam skala internasional akan memudahkan penyelesaian transaksi - transaksi tersebut. Dengan adanya bank umum, kepentingan pihak - pihak yang melakukan transaksi internasional dapat ditangani dengan mudah, cepat, dan murah.
6. Penyimpanan Barang - Barang Berharga
Penyimpanan barang - barang berharga adalah jasa awal yang ditawarkan oleh bank umum Masyarakat dapat menyimpan barang - barang berharga yang dimiliki, seperti perhiasan, uang dan ijazah dalam kotak - kotak yang sengaja disediakan oleh bank untuk disewa (safety box atau deposit box).
7. Pemberi Jasa - Jasa Lainnya
Jasa lain yang diberikan bank umum misalnya pembayaran rekening listrik, rekening telepon, transfer uang via atm, membayar gaji pegawai dan pengisian pulsa seluler.

Sumber : agnezkembaren.blogspot.com

Analisis Pendapatan Nasional Untuk Perekonomian Tertutup Sederhana Dan Pertumbuhan Ekonomi

Pendapatan Nasional Dengan Perekonomian Tertutup Sederhana Dua Sektor :
Produk Nasional Netto dikurangi pajak tak langsung ditambah subsidi.

Pendapatan Nasional dengan perekonomian tertutup sederhana dua sektor merupakan penjumlahan dari 5 hal, yaitu :

  • Upah atau gaji yang diterima oleh buruh atau karyawan.
  • Pendapatan dari seseorang yang melakukan bisnis individu (bukan perusahaan).
  • Keuntungan perusahaan.
  • Pendapatan bunga selisih dari perusahaan.
  • Pendapatan sewa.
Model Analisis Dengan Variabel Investasi dan Tabungan :
Pengeluaran yang akan digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang lebih banyak lagi, atau dengan kata lain merupakan pengeluaran yang ditambahkan kepada komponen - komponen barang modal.

Tujuan dari pelaksanaan model analisis dengan variabel investasi dan tabungan ini adalah mencari keuntungan di kemudian hari melalui pengoperasian mesin dan pabrik. Analisis keuangan pemerintah biasanya mencakup empat aspek sebagai berikut :
  1. Operasi keuangan pemerintah dalam hubungan dengan defisit / surplus anggaran dan sumber - sumber pembiayannya.
  2. Dampak operasi keuangan pemerintah terhadap kegiatan sektor riil melalui pengaruhnya terhadap pengeluaran konsumsi dan pembentukan modal tetap domestik bruto (PMTDB) pemerintah.
  3. Dampak rupiah operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap ekspansi bersih pada jumlah uang yang beredar.
  4. Dampak valuta asing operasi keuangan pemerintah atau pengaruh operasi keuangan pemerintah terhadap aliran devisa masuk bersih.
Terdapat sumber daya unruk memperkirakan Investasi dan Tabungan Nasional, yaitu :
  • Data Produk Domestik Bruto (PDB) atas harga berlaku menurut penggunaan.
  • Neraca Arus Dana yang digunakan oleh tim gabungan BPS, Bank Indonesia, dan Departemen Keuangan.
Dalam menganalisis pertumbuhan Produk Domestik Bruto, terlihat adanya kecenderungan untuk lebih menggunakan data Produk Domestik Bruto menurut penggunaan.

Hubungan Antara Pertumbuhan Ekonomi, Inflasi dan Pengangguran

Salah satu masalah jangka pendek dalam ekonomi yaitu inflasi, pengangguran dan neraca pembayaran.
Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung secara terus menerus. Ada tiga jenis inflasi, yaitu :
  • Inflasi tarikan permintaan (Demand-Pull Inflation)
  • Inflasi desakan biaya (Cost-Push Inflation)
  • Inflasi karena pengaruh impor (Imported Inflation)
Tingkat inflasi yang terjadi pada suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah ekonomi dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekonomiannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2% - 4% per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2% - 4% dapat dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjutnya, jika tingkat inflasi yang berkisar antara 7% - 10% dikatakan inflasi yang tinggi. Berdasarkan fakta tersebut, maka A. W. Phillips mengamati hubungan antara tingkat inflasi dan tingkat pengangguran. Dari hasil pengamatannya, ternyata ada hubungan yang erat antara inflasi dengan tingkat pengangguran, dalam artian jika inflasi tinggi, maka pengangguran rendah. Hasil pengamatan Phillips ini dikenal dengan Kurva Phillips.

Kurva Phillips

Masalah utama dan mendasar dalam ketenagakerjaan di Indonesia adalah masalah upah yang rendah dan tingkat pengangguran yang tinggi. Hal tersebut disebabkan karena pertambahan tenaga kerja baru jauh lebih besar dibandingkan dengan ketersediaan lapangan pekerjaan setiap tahunnya.
Untuk menggambarkan kurva Phillips di Indonesia digunakan data tingkat inflasi tahunan dan tingkat pengangguran yang ada. Data yang digunakan adalah data dari tahun 1980 sampai tahun 2005. Berdasarkan dengan hasil pengamatan dengan data yang ada, maka kurva Phillips untuk Indonesia adalah sebagai berikut :


A. W. Phillips menggambarkan bagaimana sebaran hubungan antara inflasi dengan tingkat pengangguran didasarkan pada asumsi bahwa inflasi merupakan cerminan dari adanya kenaikan permintaan agregat. Dengan naiknya permintaan agregat, maka sesuai dengan teori permintaan, jika permintaan naik, maka harga akan naik. Dengan tingginya harga (inflasi), maka untuk memenuhi permintaan tersebut, produsen meningkatkan kapasitas produksinya dengan menambah tenaga kerja. Akibat dari peningkatan permintaan tenaga kerja , maka dengan naiknya harga (inflasi), pengangguran berkurang.

Sumber : http://azenismail.wordpress.com

Pendapatan Nasional

Pendapatan Nasional :
Jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh rumah tangga keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor - faktor produksi dalam satu periode.

Konsep pendapatan nasional pertama kali dicetuskan oleh Sir William Petty dari Inggris, yang berusaha menaksir pendapatan nasional negaranya pada tahun 1665. Dalam perhitungannya, ia menggunakan anggapan bahwa pendapatan nasional merupakan penjumlahan biaya hidup (konsumsi) selama setahun. Namun pendapat tersebut tidak disepakati oleh para ahli ekonomi modern. Menurut pandangan ilmu ekonomi modern, konsumsi bukanlah satu - satunya unsur dalam penghitungan pendapatan nasional. Menurut para ahli ekonomi modern, alat utama pengukur kegiatan perekonomian adalah Produk Nasional Bruto (Gross National Product), yaitu seluruh jumlah barang dan jasa yang dihasilkan tiap tahun oleh negara yang bersangkutan diukur menurut harga pasar pada suatu negara.

Berikut adalah beberapa konsep pendapatan nasional :
1. Produk Domestik Bruto (Gross Domestic Product)
Produk Domestik Bruto (GDP) merupakan jumlah produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh unit - unit produksi di dalam batas wilayah suatu negara (domestik) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh perusahaan yang beroperasi di wilayah yang bersangkutan.

2. Produk Nasional Bruto (Gross National Product)
Produk Nasional Bruto (GNP) meliputi nilai produk berupa barang dan jasa yang dihasilkan oleh penduduk suatu negara (nasional) selama satu tahun, termasuk hasil produksi barang dan jasa yang dihasilkan oleh warga negara yang berada di luar negeri, tetapi tidak termasuk hasil produksi perusahaan asing yang beroperasi di wilayah negara tersebut.
3. Pendapatan Nasional Netto (Nett National Income)
Pendapatan Nasional Netto (NNI) adalah pendapatan yang dihitung menurut jumlah balas jasa yang diterima oleh masyarakat sebagai pemilik faktor produksi. Besarnya NNI dapat diperoleh dari NNP dikurangi Pajak Tidak Langsung, yaitu pajak yang bebannya dapat dialihkan kepada pihak lain.

4. Pendapatan Perseorangan (Personal Income)
Pendapatan Perseorangan (PI) adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh setiap orang dalam masyarakat, termasuk pendapatan yang diperoleh tanpa melakukan kegiatan apapun.

5. Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan (Disposable Income)
Pendapatan Yang Siap Dibelanjakan (DI) adalah pendapatan yang siap untuk dimanfaatkan guna membeli barang dan jasa konsumsi, selebihnya menjadi tabungan yang disalurkan untuk investasi. Disposable Income diperoleh dari Personal Income dikurangai Pajak Langsung, yaitu pajak yang bebannya tidak dapat dialihkan kepada pihak lain.

Penghitungan Pendapatan Negara
Pendapatan Negara dapat dihitung dengan 3 pendekatan, yaitu :
  • Pendekatan Pendapatan, yaitu dengan cara menjumlahkan seluruh pendapatan (upah, sewa, bunga, laba) yang diterima oleh rumah tangga konsumsi dalam suatu negara selama satu periode tertentu sebagai imbalan atas faktor - faktor produksi yang diberikan kepada perusahaan.
  • Pendekatan Produksi, yaitu dengan cara menjumlahkan nilai seluruh produk yang dihasilkan oleh suatu negara dari bidang industri, agraris, ekstraktif, jasa dan niaga selama satu periode tertentu.
  • Pendekatan Pengeluaran, yaitu dengan cara menghitung seluruh jumlah pengeluaran untuk membeli barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara selama satu periode tertentu.
Rumus menghitung pertumbuhan ekonomi :

g = {(PDBs - PDBk) / PDBk} x 100%

g = tingkat pertumbuhan ekonomi
PDBs = PDB riil tahun sekarang
PDBk = PDB riil tahun kemarin


Sumber : wikipedia, agnezkembaren.blogspot.com

Struktur Pasar

Pasar adalah suatu tempat atau proses interaksi antara permintaan (pembeli) dan penawaran (penjual) terhadap suatu barang / jasa tertentu, sehingga dapat menetapkan harga keseimbangan (harga pasar) dan jumlah yang diperdagangkan.

Jadi setiap proses yang mempertemukan antara pembeli dan penjual, maka akan membentuk harga yang disepakati antara pembeli dan penjual. Dalam kehidupan sehari - hari kira dapat melihat pasar dalam bentuk fisik seperti pasar yang menjual barang - barang konsumsi. Secara sederhana pasar dapat dikelompokkan menjadi :

1. Pasar berdasarkan segi fisik, diantaranya :
  • Pasar Tradisional
  • Pasar Raya
  • Pasar Abstrak
  • Pasar Konkrit
  • Pasar Swalayan
  • Pasar Serba Ada
2. Pasar berdasarkan jenis barang yang dijual, diantaranya :
  • Pasar Ikan
  • Pasar Sayuran
  • Pasar Buah
  • Pasar Barang Elektronik
  • Pasar Barang Perhiasan
  • Pasar Bahan Bangunan
  • Bursa Efek dan Saham
Aktivitas usaha yang dilakukan di pasar pada dasarnya akan melibatkan dua subyek pokok, yaitu produsen dan konsumen. Kedua subyek tersebut masing-masing mempunyai peranan yang sangat besar terhadap pembentukan harga barang di pasar.

Struktur Pasar :
Penggolongan produsen ke dalam beberapa bentuk berdasarkan ciri - ciri seperti produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri mudah tidaknya keluar-masuk ke dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.

Stuktur Pasar terdiri dari :
1. Pasar Persaingan Sempurna
Yaitu jenis pasar dengan jumlah penjual dan pembeli yang banyak, dan produk yang dijual bersifat homogen. Adapun ciri - ciri pasar persaingan sempurna adalah :
  • Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
  • Produk / barang yang dijual serba sama (homogen).
  • Konsumen sepenuhnya memenuhi keadaan pasar.
  • Tidak ada hambatan untuk keluar / masuk bagi setiap penjual.
  • Penjual (produsen) hanya berperan sebagai price taker (pengambil harga).
2. Pasar Persaingan Tidak Sempurna
Pasar Persaingan Tidak Sempurna terdiri atas :
  • Pasar Monopoli, yaitu pasar yang di dalamnya hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar.
  • Pasar Oligopoli, yaitu pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
  • Pasar Duopoli, yaitu pasar dimana penawaran satu jenis barang dikuasai hanya oleh dua perusahaan.
  • Pasar Persaingan Monopolistik, yaitu pasar yang didalamnya terdapat banyak produsen dan menghasilkan barang serupa, tetapi memilik perbedaan dalam beberapa aspek.
  • Pasar Monopsoni, yaitu pasar yang di dalamnya hanya terdapat satu pembeli.
  • Pasar Oligopsoni, yaitu bentuk pasar yang di dalamnya menjual barang yang dihasilkan oleh beberapa perusahaan dan banyak perusahaan yang bertindak sebagai konsumen.

Sumber : id. wikipedia.org, agnezkembaren.blogspot.com

Ongkos dan Penerimaan

Ongkos :
Kurva yang menunjukkan hubungan antara jumlah ongkos produksi dengan tingkat output yang dihasilkan.

Ongkos Produksi :
Semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor - faktor produksi yang gunanya untuk memproduksi output atau pengeluaran.

Berikut jenis - jenis ongkos :
Total Fixed Cost (ongkos total tetap) adalah jumlah ongkos yang tetap dan yang tidak dipengaruhi oleh tingkat produksi. Contoh : sewa, penyusutan, dan sebagainya.
Total Variable Cost (ongkos variabel total) adalah jumlah ongkos yang dibayarkan yang besarnya berubah menurut tingkat yang dihasilkan. Contoh : tenaga kerja, ongkos bahan mentah, dan sebagainya.
Total Cost (ongkos total) adalah penjumlahan antara ongkos total tetap dengan ongkos variabel (TC = TFC + TVC4).
Average Fixed Cost (ongkos tetap rata -rata) adalah ongkos tetap yang dibebankan kepada setiap unit output (AFN = TFC = Q = TINGKAT OUTPUT Q5).
Average Variable Cost (ongkos variabel rata - rata) adalah ongkos variabel yang dibebankan untuk setiap unit output (AVC = TVCQ6).
Average Total Cost (ongkos total rata - rata) adalah suatu ongkos produksi yang dibebankan untuk setiap unit output (ATC = TCQ7).
Marginal Cost (ongkos marginal) adalah bertambah atau berkurangnya suatu ongkos total karena bertambah atau berkurangnya suatu unit output (MC = TC = TVCQ Q).

Ongkos produksi dapat dibedakan menjadi :
a. Ongkos Produksi Jangka Pendek
Dalam suatu ongkos produksi jangka pendek, sebuah perusahaan sudah mempunyai peralatan-peralatan untuk produksi seperti halnya mesin, gedung dan tanah. Masalah yang perlu diperhatikan didalam ongkos produksi jangka pendek ini adalah bagaimana mengatasi masalah kebijakan bahan baku, tenaga kerja dan sebagainya. Ini adalah merupakan ongkos variabel. Jadi didalam ongkos produksi jangka pendek ini juga terdapat ongkos tetap dan ongkos variabel.

b. Ongkos Produksi Jangka Panjang
Dalam ongkos produksi jangka panjang, sebuah perusahaan dapat menambah semua faktor produksi, sehingga tidak ada yang namanya ongkos tetap didalam ongkos produksi jangka panjang. Semua pengeluaran didalam ongkos jangka panjang ini merupakan ongkos variabel.

Penerimaan (revenue) :
Segala penerimaan produsen dari hasil penjualan outputnya.

Jenis - jenis penerimaan diantaranya :
Total Revenue (total penerimaan) yaitu penerimaan dari hasil penjualan.
Average Total Revenue (penerimaan rata - rata) yaitu rata - rata penerimaan dari per satuan produk yang dijual atau dihasilkan, dan yang diperoleh dengan jalan membagi hasil total penerimaan dengan jumlah satuan barang yang dijual.
Marginal Revenue (penerimaan marginal) yaitu suatu penambahan penerimaan atas total revenue sebagai akibat penambahan satu inti output.

Keuntungan Maksimum :
Keuntungan penuh dari output yang telah diproduksi sebelumnya.
Keuntungan Maksimum dapat diperoleh dari :
a. Permintaan dan Hasil Penjualan
Dalam menganalisis usaha suatu perusahaan untuk memaksimumkan keuntungan, ada dua hal yang harus diperhatikan yaitu : biaya produksi yang dikeluarkan perusahaan dan hasil penjualan dari barang yang dihasilkan perusahaan itu.

b. Permintaan Pasar dan Perusahaan


c. Hasil Penjualan Marginal, Rata - Rata dan Total

Terbagi menjadi beberapa bagian yaitu : hasil penjualan rata-rata, hasil penjualan marginal, hasil penjualan total, pemaksimuman keuntungan jangka pendek.Syarat dari pemaksimuman keuntungan dalam jangka pendek adalah pemaksimuman untung oleh suatu perusahaan, dapat diterangkan dengan dua cara yaitu : membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total dan menunjukkan keadaan dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.

Sumber : wartawarga.gunadarma.ac.id, agnezkembaren.blogspot.com

Perilaku Produsen

Pengertian Produksi

Produksi adalah usaha menciptakan dan meningkatkan kegunaan suatu barang untuk memenuhi kebutuhan. Dan orang yang menghasilkan barang dan jasa untuk dijual atau dipasarkan disebut produsen. Untuk dapat melakukan kegiatan produksi, seorang produsen membutuhkan faktor-faktor produksi, yaitu :

1. Faktor Produksi Asli
Yang termasuk faktor produksi asli adalah :
  • Alam, contohnya : tanah, air, udara, sinar matahari, tumbuh-tumbuhan, hewan, dan barang tambang.
  • Tenaga kerja. Tanpa adanya tenaga kerja, sumber daya alam yang tersedia tidak akan dapat dirubah atau diolah menjadi barang hasil produksi.
2. Faktor Produksi Turunan
Yang termasuk faktor produksi turunan adalah modal dan keahlian.

Fungsi Produksi

Fungsi produksi merupakan interaksi antara masukan (input) dengan keluaran (output). Misalkan kita memproduksi jeans. Dalam fungsi produksi, jeans itu bisa diproduksi dengan berbagai macam cara. Kalau salah satu komposisinya diubah begitu saja, maka hasilnya juga akan berubah. Namun, output dapat tetap sama bila perubahan satu komposisi diganti dengan komposisi yang lain. Misalnya penurunan jumlah mesin diganti dengan penambahan tenaga kerja. Secara matematis, fungsi produksi dapat ditulis sebagai berikut :

Q = f (L, R, C, T)

Dimana :
Q = jumlah barang yang dihasilkan (quantity)
F = symbol persamaan (function)
L = tenaga kerja (labour)
R = kekayaan alam (resources)
C = modal (capital)
T = teknologi (technology)

Perilaku Produsen

Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil resiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Pengusaha berbeda dengan pemilik bisnis kecil ataupun manajer. Bila hanya memiliki sebuah usaha dan hanya berusaha mencari keuntungan, maka orang itu barulah sebatas pemilik bisnis. Bila orang itu hanya mengatur karyawan dan menggunakan sumber daya perusahaan untuk usaha, maka orang itu disebut sebagai manajer. Pengusaha lebih dari keduanya. Pengusaha berusaha mendirikan perusahaan yang menguntungkan, mencari dan mengelola sumber daya untuk memulai suatu bisnis.


Agar berhasil seorang pengusaha harus mampu melakukan 4 hal sebagai berikut :
  • Perencanaan. Perencanaan antara lain terkait dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Pengusaha harus tahu apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
  • Pengorganisasian. Semua sumber daya yang ada harus bisa dikelola untuk mencapai tujuan perusahaan, baik sumber daya, modal, maupun manusianya.
  • Pengarahan. Agar rencana bisa terwujud, pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing bawahannya.
  • Pengendalian. Kemampuan ini ada hubungannya dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut, apakah sesuai dengan rencana atau justru sebaliknya.
Produksi Optimal

Produksi optimal dikaitkan dengan penggunaan factor produksi untuk memproduksi output tertentu, posisi optimal ini dicapai dimana tidak dimungkinkan untuk meningkatkan output tanpa mengurangi produksioutput yang lain.

Tingkat Produksi Optimal

Tingkat produksi optimal atau Economic Production Quantitiy (EPQ) adalah sejumlah produksi tertentu yang dihasilkan dengan meminimumkan total biaya persediaan (Yamit, 2002). Metode EPQ dapat dicapai apabila besarnya biaya persiapan (set up cost) dan biaya penyimpanan (carrying cost) yang dikeluarkan jumlahnya minimum. Artinya, tingkat produksi optimal akan memberikan total biayapersediaan atau total inventori cost (TIC) minimum.
Metode EPQ mempertimbangkan tingkat persediaan barang jadi dan permintaan produk jadi. Metode ini juga mempertimbangkan jumlah persiapan produksi yang berpengaruh terhadap biaya persiapan. Metode EPQ menggunakan asumsi sebagai berikut :
  1. Barang yang diproduksi mempunyai tingkat produksi yang lebih besar daripada permintaan.
  2. Selama produksi dilakukan, tingkat pemenuhan persediaan adalah sama dengan tingkat produksi dikurangi timgkat permintaan.
  3. Selama produksi, besarnya tingkat persediaan kurang dari Q (EPQ) karena penggunaan selama pemenuhan.
Penentuan Volume Produksi Yang Optimal

Menurut Riyanto (2001), penentuan jumlah produk optimal hanya memperhatikan biaya variable saja. Biaya variable dalam persediaan pada prinsipnya dapat digolongkan sebagai berikut :
  • Biaya - biaya yang berubah sesuai dengan frekuensi jumlah persiapan proses produksi yang disebut biaya persiapan produksi (set-up-cost).
  • Biaya - biaya yang berubah sesuai dengan besarnya persediaan rata-rata yang disebut biaya penyimpanan (holding cost).
Biaya penyimpanan terdiri atas biaya yang-biaya yang bervariasi secara langsung dengan kuantitas persediaan. Biaya penyimpanan per periode akan semakin besar apabila rata-rata persediaan semakin tinggi.Biaya yang termasuk sebagai biaya penyimpanan diantaranya :
  1. Biaya fasilitas - fasilitas penyimpanan,
  2. Biaya modal (opportunity cost of capital),
  3. Biaya keusangan,
  4. Biaya perhitungan fisik dan konsiliasi laporan,
  5. Biaya asuransi persediaan,
  6. Biaya pencurian, pengrusakan atau perampokan,
  7. Biaya penanganan persediaan, dan sebagainya.

Sumber : agnezkembaren.blogspot.com/