::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

adSense

Friday, 14 November 2014

Mental Preparation for #go[w]esToBali

    Sebulan lagi menuju #go[w]esToBali. Dan rasanya, entah kenapa gw malah agak ragu. Pertama, karena TIM malah susah diajakin. Dengan berbagai alasan, yang emang sih, masuk akal. But, ini mimpi kita, mimpi yang dulu pernah bareng-bareng kita utarakan waktu sepedaan di UI. Kita udah mule dari yang paling deket #go[w]esToBogor, #go[w]esToBandung, #go[w]esCirebon, #go[w]esSemarang, dan yang terakhir, dimana gw harus menjalani mimpi sendirian #go[w]esSurabaya. Tentu saja, gw ga mau kejadian ke Surabaya kemarin terulang lagi. Dimana gw harus sepedaan sendirian. So lonely. So, untuk rencana #go[w]esToBali tahun ini gw gencar ngajakin TIM untuk bisa berangkat bareng. Meskipun ya, agak sulit. Sedih rasanya, masak iya gw harus bermimpi sendiri?

    Seperti yang pernah gw bilang dulu, bahwa mimpi gw tentang sepedaan sebenernya sederhana, yaitu gw pengen #go[w]esToTokyo. Gw ga mau kalah sama Andres Plock dan Keiichi Iwasaki (Tapi pasti kalah dari Daisuke sensei). Ya, seperti yang dikatakan Daisuke Sensei "Aku sangat kasihan terhadap semua orang yang hanya membuang-buang waktu mereka untuk kegiatan sehari-hari TANPA MIMPI APAPUN". Atau perkataan Iwasaki, "Mimpi bisa menjadi kenyataan jika Anda memiliki kemauan yang kuat". Dan untuk menggapai mimpi gw itu, gw harus mendaki tangga sedikit demi sedikit. Dan #go[w]esToBali adalah salah satu tangga yang harus gw lakuin. Tangga terakhir sebelum gw membelokkan stang sepeda gw ke arah barat, menuju Sumatra, Singapore, Malaysia, Thailand, Kamboja, Hongkong, China, Korea, dan Tokyo. Gw selalu percaya bahwa tidak ada yang salah dengan bermimpi, yang salah adalah ketika kita merelakan mimpi itu lenyap bahkan sebelum kita mencobanya.

    Mungkin, mungkin aja akhir tahun entar gw bakal sepedaan sendirian lagi (gw harap engga), mengingat jadwal dan alasan lain-lain dari TIM. Yang jelas adalah gw harus bisa meyakinkan diri gw sendiri bahwa gw akan tetap bersepeda dengan atau tanpa TIM. Gw ga bisa membiarkan mimpi gw, mimpi TIM lenyap begitu saja. Gw udah mempersiapkan diri sepanjang tahun ini, latihan, nabung, provokasi TIM dan temen buat gabung. Tapi pada akhirnya yang paling perlu gw siapin ternyata adalah mental dan keberanian untuk mengayuh. Yang pada detik ini belum juga gw dapatkan secara utuh.

    Well, foto Andreas Plock, Iwasaki, Daisuke sensei, dan bahkan Mas Paimo udah gw tempel di partisi meja kerja gw sejak beberapa bulan yang lalu. Seolah mereka berkata, "Kapan lo nyusul gw?". Ya, gw bakal nyusul kalian gais. Just wait for me in the next pedal. Doanya gais!!

2 comments: