kini hariku bukan hari buta tanpa warna,
penuh cahaya,sesak rasa,
tidak karena ku terobos angkasa,
tidak pula karena ku menangi nirwana,
tapi karena kau,
telah menelusup di antara hatiku yang galau,
kini senjaku bukan senja penuh cerca,
kosong, hampa,tapi penuh cinta,
tidak karena ku tlah gapai bintang,
tidak pula karena asa yang saling menggalang,
tapi karena kau,
yang menjadi hujan di saat jiwa kemarau,
kini yang terasa adalah . . .
tanpa kata, penuh makna,
hampa tapi terasa,
berwarna bukan karenaku,
memesona karenamu,
kau,
adalah segenggam pasir di pantai kalbu,
menghambur di antara otak pikiranku,
bergerak di detak rindu,
menyebar di antara pilu,
merasuk di dalam sahdu,
merenggut semua ngilu,
kau adalah bintang biru,
bersinar di antara langit kelabu,
kupandangi di setiap malam sendu,
bersama bulan yang malu-malu,
sodaraku,
aku rindu,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Kemarin pagi, tiba-tiba istri nanya gini "Mas, ada ga temen mas yang udah sukses?". Pertanyaan sederhana yang pada akhirnya ngebua...
-
Minggu terakhir di bulan Januari ini ditutup dengan Gath Forum Buku Kaskus (Serappium). Seperti yang udah direncanakan sebelumnya, Gath ka...
-
Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Mari kita awali tahun 2025 ini dengan penuh semangat hidup! Merdeka! Well, me...
No comments:
Post a Comment