kau,
bagai oase di padang gurun,
kau,
bagai pengharapan di tengah dunia yang berantakan,
aku cinta kau,
bukan karena kau adalah bunga di antara bunga,
aku cinta kau,
bukan karena kau adalah bidadari di alam nirwana,
aku cinta kau,
karena kau adalah kau,
yang sempurna karena ketidaksempurnaan,
yang menawan karena jiwamu yang tak tertawan,
kau bukan payung di kala hujan,
yang menahan curahan wahyu Illahi membasahi wajah kerutku,
kau adalah benih kehidupan,
yang mengajakku tersenyum di bawah rintihan langit mendung,
kini kau memang tak disisi,
tapi aku masih merasakan kau disini,
kini kau memang kenangan
tapi kau kan tetap menjadi pengharapan,
yang tetap membuatku bertahan,
dengan lipatan baju di kala hujan,
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
-
Kemarin pagi, tiba-tiba istri nanya gini "Mas, ada ga temen mas yang udah sukses?". Pertanyaan sederhana yang pada akhirnya ngebua...
-
Minggu terakhir di bulan Januari ini ditutup dengan Gath Forum Buku Kaskus (Serappium). Seperti yang udah direncanakan sebelumnya, Gath ka...
-
Dengan menyebut Asma Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Mari kita awali tahun 2025 ini dengan penuh semangat hidup! Merdeka! Well, me...
No comments:
Post a Comment