::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Lazarus, tidak hanya Open Source!!


Outline :
0. Perkembangan perangkat keras yang diikuti oleh perkembangan perangkat lunak.
1. Lazarus sebagai software developer yang handal dan gratis.
2. Kemiripan Lazarus dengan Delphi.
3. Code Typhon, senjata pamungkas Lazarus.
4. Melihat masa depan Lazarus.

Paragraf :

Perkembangan hardware atau perangkat keras, dewasa ini telah mencapai masa keemasannya. Hal ini bisa dilihat dari bertebarannya perangkat keras atau device yang ada di pasaran. Mulai dari smartphone, komputer tablet, notebook, netbook, ipad, iphone, dan berbagai perangkat yang kini tidak bisa dipisahkan dari gaya hidup modern. Tidak hanya itu saja, nampaknya perkembangan perangkat keras ini juga diikuti oleh perkembangan dari sisi perangkat lunaknya sendiri. Mulai dari perangkat lunak yang ditujukan untuk pendidikan hingga permainan, mulai dari yang berbayar hingga yang gratis, mulai dari perangkat lunak yang sudah lumrah kita lihat hingga yang mungkin belum pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya. Pesatnya perkembangan dan persaingan di dunia software ini tentu saja membuat para pengembang perangkat lunak sujud syukur, karena itu artinya kemampuan dan ilmu mereka bisa dimanfaatkan dengan maksimal melalui produk-produk kreatif yang bisa mereka ciptakan.

Di kalangan para pengembang sofware sendiri, ada banyak software developer yang bisa digunakan, seperti Visual Basic, Delphi, Foxpro, C, C++, PHP, Java, dan tentu saja Lazarus. Bagi sebagian orang, Bahasa Lazarus mungkin belum begitu dikenal. Lazarus adalah sebuah sofware developer yang berjalan di atas platform Linux, sebuah platform berbasis open source yang bisa didapatkan dengan gratis. Begitu juga dengan Lazarus, bahasa pemrograman ini pun didistribusikan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi sepeserpun. Dalam penggunaannyapun, Lazarus tergolong mudah. Pengguna hanya tinggal drag and drop komponen yang hendak digunakan dari Pallete yang ada di Lazarus. Kode pemrogramannya pun sudah menggunakan bahasa manusia, sehingga sangat mudah dipahami.

Bagi sebagian orang yang sudah kenal atau mahir menggunakan Bahasa Delphi (berjalan di atas sistem operasi Windows), mempelajari Lazarus akan menjadi sangat mudah. Hal ini dikarenakan Lazarus memang sangat mirip dengan Delphi. Mulai dari antar muka hingga kode-kode pemrograman yang digunakan. Bahkan saking miripnya, para pengembangpun menyebut Lazarus adalah versi gratis dari Delphi.

Beberapa tahun terakhir, Lazarus (dan hampir semua bahasa pemrograman dekstop) hampir kehilangan pamornya, setelah kemunculan bahasa Java. Java menjadi sangat terkenal, karena kemampuannya untuk membuat program yang multi platform, yaitu program yang bisa dijalankan di platform apapun. Bagi para pengembang yang memang sejak dari awal bergelut di bahasa Java, tentu saja ini menjadi angin segar. Apalagi bahasa Java juga mendukung pembuatan program berbasis Android. Namun bagi pengembang yang sudah terbiasa menggunakan bahasa prosedural seperti Delphi, Visual Basiz, atau Lazarus, ini adalah bencana. Setidaknya ada dua pilihan bagi mereka, bertahan pada bahasa prosedural dan tergilas oleh Java atau meinggalkan bahasa lama dan beralih ke bahasa Java. Namun begitu, awal 2013 ini angin segar berhembus ke para pengguna bahasa Lazarus. Lazarus dengan bantuan Code Typhon kini juga bisa menghasilkan program yang bisa berjalan di multi platform, termasuk Android. Sehingga para pengambang Lazarus tidak perlu repot-repot beralih ke bahasa Java.

Dengan adanya Code Typhon, maka boleh dikatakan Lazarus aman untuk beberapa tahun ke depan. Setidaknya, Lazarus bisa bersaing dengan bahasa terpopuler saat ini, Java. Para pengembang Lazaruspun bisa bernafas lega karena dengan adanya Code Typhon, mereka tidak lagi dibayang-bayangi oleh ancaman Java. 

Pengenalan Obyek Delphi

Setelah menginstall Delphi, jangan terburu-buru untuk dapat dengan segera menguasai Delphi secara keseluruhan, karena Delphi lebih dari yang Anda pikirkan. Belajarlah setahap demi setahap, agar apa yang Anda dapat tidak segera pergi meninggalkan Anda. Hehehehe,

Oke, untuk yang pertama, mari kita kenalan dengan tampilan Delphi.

Lembar Kerja Delphi secara garis besar dibagi menjadi 4. Yaitu Pallete komponen, Form Kerja (tempat mendesain form), Code Editor (tempat menuliskan listing program), dan Obyek bantu tambahan seperti Obyek Tree view dan Obyek Properties. Kita kenalan satu-satu ya,


1. Pallete Komponen
pallete komponen adalah tempat dimana Anda bisa mengambil komponen-komponen yang nantinya bisa Anda gunakan untuk bekerja dengan Delphi. Contoh Pallete Komponen standar adalah Pallete Standar yang berisi komponen-komponen standar, seperti TButton, TEdit, TLabel, dan sebagainya. Atau Pallete Addition yang berisi TImage, TScrool, dan lain-lain. Atau Pallete baru yang baru ditambahkan setelah Delphi 3, yaitu Pallete ADO yang berisi komponen-komponen untuk koneksi dengan database. Ada ADOTable, ADOQuery, ADAOStoreProcedure, dan lain-lain. Selain itu, hebatnya Delphi, ANda juga bisa menambahkan (red :install) Pallete komponen sendiri yang lebih dikenal dengan nama VCL (Visual Component Library) seperti yang paling sering dipakai adalah Pallete IPControl, QReport, dan Dev Express. Tapi percaya deh, masih sangat banyak VCL yang bisa Anda tambahkan ke dalam Delphi Anda. Dan hebatnya lagi neh, kalo Anda udah mahir, bahkan Anda bisa membuat VCL sendiri. Hemmmmmm . . . . .
2. Form Kerja
Form kerja disini yang dimaksud adalah tempat dimana Anda meletakkan komponen-komponen Anda. Disini Anda bisa mendesain sesuka hati Anda aplikasi yang akan Anda buat.
3. Code Editor
Nah, disinilah jiwa dari setiap bahasa pemrograman. Code Editor adalah tempat dimana Anda bisa memasukkan perintah-perintah yang Anda inginkan untuk dijalankan oleh program. Ciri khas perintah pada Delphi adalah setiap perintah harus ada di dalam
Begin
End;
dan satu lagi yang mungkin bisa menjadi ciri khas Delphi adalah setiap perintah dikhiri dengan tanda ';' dan sama dengan := (walaupun pada kasus tertentu tetap =)
4. Obyek bantu
Obyek bantu yang saya maksud disini adalah seperti obyek treeview yang menampilkan nama setiap komponen yang ada di dalam form dan obyek inspector yang menampilkan properties dari setiap komponen. dimana di dalam properties tersebut, Anda bisa mengedit nama komponen, text yang akan muncul, lebar, panjang, font, warna, dsb.

Apa itu Delphi?

Delphi adalah sebuah bahasa pemrograman dan lingkungan pengembangan perangkat lunak. Delphi merupakan bagian dari jajaran IDE milik Embarcadero yang dikembangkan oleh divisi CodeGear, anak perusahaan Borland yang telah diakuisisi oleh Embarcadero pada tanggal 8 Februari 2006. Bahasa Delphi dikenal pula sebagai Object Pascal (Pascal dengan ekstensi pemrograman berorientasi obyek). Pada mulanya Delphi digunakan hanya untuk mengembangkan aplikasi berbasis Microsoft Windows. Namun saat ini Delphi telah mampu digunakan untuk mengembangkan aplikasi berbasis Linux dan Microsoft.Net framework.



Sebagai bahasa pemrograman yang cukup handal, Delphi memiliki beberapa kelebihan, diantaranya adalah [1]:
1. Memiliki pengguna yang cukup banyak.
2. Dapat mengkompilasi menjadi single executable, sehingga memudahkan distribusi dan penggunaan.
3. Banyak dukungan dari pihak ketiga berupa VCL (Visual Component Library) ataupun tools pendukung lainnya.
4. Optimasi compiler yang cukup cepat.
5. Mendukung multiple platform dari source code yang sama.
6. Cukup mudah digunakan.

Saat ini, versi Delphi telah sampai ke Delphi 10. Namun, kebanyakan pengguna Delphi masih tetap bertahan dengan Delphi 7. Hal ini mungkin dikarenakan kehandalan Delphi 7 serta telah terbiasanya Delphier dengan Delphi 7 sehingga enggan beralih. Sama seperti pengguna Windows XP yang enggan beralih ke Windows Vista atau Windows 7. Hemmmm . . . . .

Setahun Bersama Forum Buku Kaskus "Serapium"

     Oke oke, mungkin tulisan ini agak telat. Tapi whateva, gw tetep pengen nulis. Hehe.

    Tanggal 28 Desember kemarin, forum gw tercinta, forum buku Kaskus Serapium ultah untuk yang pertama kali. Selamat selamat!! Meskipun masih bayi kalo diliat dari ukuran manusia, namun setahun bersama Serapium sungguh-sungguh menyuguhkan pengalaman lebih dari seorang bayi yang baru bisa pegang dot.

    Sedikit flashback ke belakang, gw sendiri gabung di forum ini sekitar bulan Juli 2011 (lupa tepatnya). Waktu itu Serapium masih menjadi anak tiri forum Education, dan Serapium sendiri masih bernama Book Reviews. Pada awalnya gw sempet berfikir bahwa isi forum ini adalah sekitar pelajaran-pelajaran sekolahan atau apa. Secara saudara tiri lainnya adalah Sains dan Xenology. Jadi wajar dong, kalo gw berfikiran bahwa Book Reviews pun ga jauh-jauh dari dunia pendidikan formal pada umumnya. Gw sempet kabur, karena gw tahu otak gw ga bakal nyambung sama macam pendidikan formal kayak gitu. Hehe.

    Tapi pada akhirnya, nasib pun mempertemukan gw dengan Serapium. Waktu itu gw lagi iseng googling nyari review dari buku yang gw mau beli. Yang pada akhirnya mengantarkan gw ke jalan menuju Book Reviews. Sempet terperangah, dan bilang wow. Meski tanpa koprol segala macem. Hehe.

    Orang pertama yang menyapa gw di Book Reviews adalah Puh Adit. Kemudian disusul Puh Dani. Dan percaya atau tidak, Putri_Dangdut. Gw sempet exiting banget waktu di forum lagi bahas soal pembuatan Jaket. Dengan semangat 90an, gw ikutan. Yang pada akhirnya berujung pada sebuah penghianatan.

    Tragedi ini cukup menggemparkan sebenarnya. Bahkan sampai dibuatin thread sendiri. Tapi percaya atau tidak, tragedi ini pun sebenarnya membawa berkah tersendiri buat gw. Kenapa? Karena lewat tragedi ini gw mule dikenal di forum. Hehe. Waktu itu gw yang garing tingkat dewa ngebaca komen dari anak-anak yang sebagian besar pada pesimis, berinisiatif bikin cerita based on kejadian itu. Dan alhamdulillah, sampai 16 atau 17 chapter. Tapi sayangnya, setelah itu cerita jadi melebar, dan gw yang copo ga tahu gimana mau bikin ending tu cerita. Ditambah ga lama kemudian, thread ditutup. #eyaaa...

    Gath pertama gw adalah gath kota tua. Itu adalah pertama kalinya gw ketemu para kutu ini. Puh Adit, Puh Dani, Puh Hendra, Puh Willy, Puh Prudence, Mile, Garezt, Ingus, Misnn, dan lain-lain. Hal yang memalukan di gath ini adalah saking groginya, gw sempet ngebuat bingung para sesepuh dengan menyebut ciri gw, "Gw make jaket liverpool", padahal yang sebenarnya gw pake kaos Liverpool. Hehe.

    Gath selanjutnya, Festival Pembaca Indonesia, TB Leksika, Pameran Buku Senayan, KFC Pondok Indah, hingga yang paling baru Festival Pembaca Indonesia (lagi), gw ikutan. Dan bagi gw yang pendiem dan ga punya banyak temen, ketemu sama mereka, temen-temen baru yang asoy geboy bener-bener ngebuat gw amaze.

    Sekarang ini gw sendiri udah jarang nongol di Forum. Bukan karena apa-apa, tapi karena sekarang gw udah mule jarang internetan lewat kompi. Satu-satunya gw inetan lewat kompi adalah pas di kantor. Dan karena kantor juga banyak kerjaan, pada akhirnya internetan pun jarang. Kalo ga percaya, lo liat aja blog gue, yang update tiap bulan sekali. Hehe.

    Well, tapi apapun, Forum Buku Serapium adalah forum yang bener-bener gw cintai. Dari forum inilah gw mengenal gimana rasanya punya temen sehobi (secara di lingkungan gw jarang banget nemu orang yang hobi baca). Dari forum ini juga gw mulai belajar nulis. Dari forum ini juga gw kenal gimana rasanya punya temen. Dan dari forum ini juga, gw jadi gila sama buku. Gw pernah nulis di blog ini bahwa gw rela makan sekali dalam sehari doang, asalkan gw bisa beli buku. Dan ini bener. Dan ini juga gara-gara forum ini. Hehe.

    Well, sekali lagi. Selamat ulang tahun buat Serapium. Semoga tambah gedhe. Selalu dicintai dan mencintai para kutu dimananapun kalian berada. Selamat selamat.....

Si Copo Pergi ke Turki

     Hello everybody. Lama tak jumpa. Ada yang kangen? Engga ada? Ga papa juga sih. Kita ga pacaran ini. Hehe.

    Tanggal 23 kemarin adik gue yang paling badung dan copo berangkat ke Turki. Katanya sih mau belajar. Tapi tau dah benaran apa kagak. Yang jelas keberangkatannya doi kesana bikin gue seneng sekaligus bangga sebagai seorang kakak, sekaligus nyesek sebagai seorang anak dari orang tua kami. Jelas seneng dan bangga, secara adik gue itu copo no 1, oon, dodol, dan segala macam sebutan sejenis tersebut di atas cocok buat dia. Itu makanya, waktu doi bilang mau berangkat ke Turki, gw abisin dah cadangan air mata gue. Terharu. Heheh.

    Terus nyeseknya kenapa? Nyesek karena untuk sesaat, gw merasa apa yang dilakukan ortu gue agak-agak ga adil buat gue. Secara, gue dulu aja waktu minta sekolah SMA di sekolah pilihan gue, faforit dan emang agak mahal, bokap bilang, "kalo mau sekolah disitu, bapak ga janji bisa nguliahin kamu". Cuma gitu doang, tapi mak jleb. Dan pun akhirnya gue kudu sekolah di sekolah pilihan bokap gue. Lulus SMA, gue udah susah-susah nyari informasi ke ITB, bokap bilang, "Adik kamu ntar sekolahnya gimana?". Gw turunin derajat universitasnya, dan akhirnya dapet beasiswa full selama empat tahun di Udinus, bokap juga masih bilang, "Biaya hidupnya? Emang biaya hidupnya murah?". Dan pada akhirnya gw terdamparlah disini, di depan komputer kantor gw, sambil kuliah malem di universitas (belakangnya) UI, Gunadarma. Well, dan waktu di Gunadarma dapet beasiswa Sarmag pun (yang ga tau apa itu beasiswa Sarmag, bisa dilihat di postingan gw sebelum-sebelumnya), akhirnya cuma kayak angin doank. Ga ngaruh.

    Makanya, waktu kemarin adik gue sekolah di Sragen Bilingual Boarding School (SBBS) yang bayarannya selangit, gw sempet amaze. Wow. Apalagi ditambah waktu bokap ngabarin bahwa adik mau berangkat ke Turki yang notabene juga GA GRATIS, gw sempet bilang dalam hati, "Ciyus?".

    Tapi well, gw ngerti sih. Waktu gw sekolah dan sekarang keadaan keuangan keluarga udah beda. Makanya, gw cuma bisa bersyukur atas apa yang diberikan Allah kepada gw khususnya, dan keluarga gw umumnya. Thanks Allah.

    Adik gue berangkat ke Turki tanggal 23, dan dengan oon nya minta gw beliin peralatannya tanggal 18/19 (lupa), karena di kampung pastinya ga ada, dan juga ortu gw pun ga ngerti apa aja yang harus dipersiapin. Alhasil, gw lah satu-satunya tumpuan mereka. Padahal gue pagi harus kerja, dan kebetulan juga kuliah lagi ujian. Dia juga ga mandang kalo sekarang gw naik sepeda, jadi semuanya serba terbatas. Tapi emang dasar oon, mau diapain lagi. Belum gimana nganternya ke Semarang. Untungnya gw punya temen yang mau nganterin gw nyari barang ini itu kesana sini. Thanks banget buat Moncoz, you are the best lah.

    Tanggal 22, gw pulang ke Semarang, naik pesawat yang harga tiketnya naudzubillah. 900 ribu men. Kalo hari biasa bisa 3 kali jalan itu. Tapi whatever lah. Mau gimana lagi coba? Malem tanggal 22, akhirnya nyampe rumah. Dan tanggal 23 nganter si copo ke bandara.

    Well, sampai hari ini, tanggal 28, gw belum bisa ngubungin si copo. Handphone ga bisa dihubungi (entah dianya yang ga aktif atau gw nya yang cupu ga tau gimana caranya). FB, Twitter ga pernah update. Well, gw ga tahu gimana kabar doi. Dan gw juga ga tau kudu ngomong apa sama ortu gw kalo ntar mereka nanya ke gw gimana kabar adik gw.

    Salam super....
   

FR - Indonesian Reading Festival 2012

    Sebelumnya minta maaf kepada siapa saja yang merasa saya bersalah, karena membuat FR telat pada waktunya. Hehe. Akhir-akhir ini entah kenapa kerjaan kantor banyak gila, kuliah juga lagi UTS, dan stok Running Man (Variety Show Korea) gw juga masih banyak yg belum ditonton. Hehe.

    Well, hari Minggu kemarin, Good Reads Indonesia ngadain Indonesian Reading Festival (lagi) di Plaza Festival, Kuningan. Dan kebetulan, Forum Buku kami tercinta, Kaskus Serapium dapat booth disana.

    Jauh-jauh hari, sist calon Enthu, Selpik udah mewanti-wanti bahwa gw harus dan kudu dateng di acara ini. Secara acara-acara yang kemarin-kemarin gw jarang bisa dateng karena ada dua dan lain hal. Dan secara pribadi pun, gw juga sudah membulatkan tekad untuk dateng ke acara ini, apapun yang terjadi.

    Seperti biasa juga, gw buta jalanan Jakarta. Sehingga gw harus mencari korban yang bisa gw jadiin Guide. Tapi apa mau dikata, karena sampai H-0,25 gw belum juga mendapatkan korban. Sial. Akhirnya, daripada gw kena semprot anak-anak seserapium, gw mnemutuskan untuk ke Plaza Festival, "SENDIRI". Ini adalah pertama kalinya gw memasuki labirin Jakarta sendirian. Patut dicatat. Dan daripada ribet naik kendaraan umum, harus turun sana naik sini, tanya sini tersesat sana, gw pun memutuskan untuk mempercayakan segala sesuatunya pada Channel Jr (sepeda gw) dan Google Maps. Nekat aja...

    Jam 7 teng gw berangkat dari kosan gw di Depok. Perjalanan terhitung sangat lancar, karena Google Maps memberikan segala informasi yang gw butuhin. Dan ternyata jalanan Jakarta tidak seruwet yang gw pikirkan. Hehe.

    jam 8 kurang dikit, gw sampai di Plaza Festival, setelah sukses ngangkat sepeda gw di jembatan layang. Secara Plaza Festival ada di seberang jalan, dan sejauh mata memandang ga ada puteran jalan.
   
    Yang pertama gw lakuin setelah sampe di TKP, tentu saja adalah menemukan kamar mandi. Secara keringat gw yang berlebihan, baik dalam hal jumlah maupun bau, memaksa gw untuk mandi duluan. Tidak sulit, karena kamar mandi sangat mudah ditemukan di tempat tersebut. Dan tidak malu karena keadaan masih sepi. Hihi.

    Setelah menunggu sekian lama, akhirnya seraper bertubuh subur dateng, Enrizal. Dan disusul Shifa yang membawa bermacam-macam pernak-pernik lucu, termasuk permen karet buat nempel-nempelin barang di tembok. Gw sendiri ga kuasa menahan keunyuan benda tersebut dan menghabiskan sebagian besar waktu dengan memainkan benda tersebut.

    Makin siang, booth (lain) makin rame. Sementara booth kita masih sepi-sepi aja. Akhirnya, untuk memecahkan keheningan, gw pun bikin game "HINT", yaitu ngasih hints dan minta pengunjung untuk nebak judul buku berdasar hint tersebut. Hasilnya? Gw harus rela kehilangan buku tidak kurang dari 30 menit, karena yang ikut kuis bisa menebak judul buku tersebut sekali tebak. Entah mereka yang terlalu jago, ato gw yang terlalu bego, hanya Tuhan yang tahu.

    Selain "HINT" gw juga ngusulin buat bikin Game Sambung Judul Buku versi Offline. Bagi yang ga tahu rule nya gimana, sila kunjung ke Forum Buku. Disana ada versi Onlinenya. Karena semacam percuma jikalau saya menceritakan hal yang sama sementara disana udah ada (Alibi). Hhehe

    Games SaJuBu sendiri berjalan seru dan memalukan sebenarnya. Seru karena gara-gara game ini booth kita jadi super rame. Memalukan karena seraper kalah mulu. Sial.

    Di akhir acara, gw juga sempet main ke booth lain. Salah satunya adalah boothnya Noura. Mereka menawarkan buku bagi siapa saja yang bisa menjawab 10 pertanyaan yang mereka ajukan. Dan sialnya gw cuma bisa jawab 7 soal. Selain itu gw juga sempet main ke booth Balada Si Roy, dan berhasil membawa pulang satu buah buku setelah perjuangan membacakan satu buah puisi.

    Jam empat sore, gw pulang duluan. Bukan apa-apa, tapi gw harus pulang sebelum malam datang. Gw ga mau temen-temen seraper menyadari wujud gw yang sebenarnya.

    Nyampe Depok jam 5 sore dan temen kampus udah calling ngajakin badminton. Gw yang emang cinta bener sama badminton, ga kuasa menolak ajakan tersebut dan akhirnya badmintonan sampe jam 9 malem.

    Dan setelah sampe kosan, gw baru inget lagi, kalo besok, senin, gw ada UTS. Dan ciyus, lo kudu bilang wow...

    Sekian....

Ini Mimpi, dan Kita Tidak Akan Tahu Sebelum Mencobanya,

    Well, masih tentang sepedaan. Hehe. kayak yang sebelumnya gw bilang, gw lagi seneng-senengnya sepedaan. Bareng Channel Jr(nama sepeda gw), kita melewati banyak waktu bersama. Jadi, jangan heran kalo beberapa posting ke depan kita hanya akan ngomongin tentang sepeda dan sepedaan. Hehe.

    Ngomong-ngomong tentang sepeda, gw dari kecil emang udah terbiasa dengan sepeda. Dari SD sampe SMP gw besar bareng Channel (sepeda pertama gw). Tapi karena satu dan lain hal, waktu SMA sampai pertengahan kuliah, gw terpisahkan dari sepeda. Waktu kuliah, gw naik motor. Namun walau begitu, di hati dan pikiran gw tetep sepeda. Tidak tergantikan.

    Engga hanya itu, gw juga punya mimpi tentang sepeda, yaitu gw pengen mengunjungi all places with bike. Awalnya gw terinspirasi dari Bayu, my little Bro. Doi adalah biker sejati. Doi udah sering jalan bareng bokapnya dari Semarang - Solo, Semarang - Jogja, dan bahkan Semarang - Surabaya udah mereka lewati waktu Bayu doi masih SMP. Dari situlah gw terinspirasi, "kalo Bayu aja bisa, gw pasti bisa!". So, berkat Bayu, gw punya mimpi untuk sepedaan keliling Jawa, dan kalo bisa ke Bali lanjut ke Lombok. It's my dream.

    Back then, mimpi gw itu kayaknya bakal cuma jadi mimpi, karena gw udah ga pernah sepedaan lagi. Tapi ketika gw mule lagi, dan ternyata gw punya temen yang loyal juga sama sepeda, mimpi keliling Jawa kayaknya bakal idup lagi. Thanks to Kapten n Moncoz.

    Untuk mewujudkan mimpi gw itu, gw sendiri udah mempersiapkan rencana. Karena ga mungkin gw pergi sendiri, maka salah satu agenda dalam rencana gw adalah mempengaruhi kedua temen gw tadi buat ikutan jalan bareng. *evil eye*.

    First step yang gw lakuin adalah melontarkan "celetukan" ke mereka, "Ke Bogor yuk!". Bagi banyak orang, itu semua akan terdengar seperti celetukan biasa. Tapi, yang perlu Anda tahu adalah, ini udah gw rencanain. Hehehe. Awalnya mereka ragu, tapi dengan berbagai macam strategi dan taktik, akhirnya sekitar 2 minggu yang lalu, kita jalan ke Bogor, yang jaraknya sekitar 32km dari Depok. First Step, Succed!!



    Setelah Bogor terlewati, Second step adalah jalan lebih jauh lagi. Kali ini dengan 'celetukan' yang sama, gw bilang "November kan ada libur panjang tuh, ke Bandung yuk!". Awalnya sedikit susah meyakinkan mereka, karena actually Depok - Bandung kurang lebih 142km, atau 4x lipat Depok - Bogor. Tapi sekali lagi, dengan segala strategi yang telah gw persiapkan, insyaAllah, Jumat besok kita berangkat ke Bandung.

    Di sela-sela pembahasan ke Bandung itu juga, entah mereka sadar atau engga, gw selipin 'celetukan' ketiga. "AKhir tahun, ke Semarang yuk!". Well, untuk celetukan kali ini agak riskan, karena memang Depok - Semarang itu jauh. Setengah pulau Jawa sendiri. Tapi tenang, akhir tahun masih sebulan lagi, dan gw juga masih punya strategi lain buat ngajak mereka ke Semarang. Buahaha.

    Well, target gw untuk tahun 2012 ini adalah sepedaan sampe Semarang. Dan kalo ini sukses, tahun 2013, insaAllah next target adalah Surabaya.

    Mungkin sebagian dari kalian berfikir bahwa "gw gila". It's not a big deal afterall. Setiap orang punya mimpi. Begitupun gw. Dan bagi gw, realizing a dreams is important. Cause all of the things we have, we enjoy now, is from a dreams. Dan kita tidak akan pernah tahu, apakah mimpi itu hanya mimpi atau bukan, setelah kita mencobanya. No problem orang mau bilang apa. It's my dreams.

Fakih si Pemberani