::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Mimpi Gue- The Legend of Bali Rocks

tadi malem gue mimpi. g ada angin g ada bencong, tiba-tiba gue mimpi hal yang bener-bener di luar apa yang gue pikiran. begini cerita yang gue inget.

sepasang tangan menjangkau sebuah buku. buku tua bersampul coklat bercampur debu. tak jelas apa yang tertulis. yang terbaca hanya beberapa kata 'The Legend . . . .ks'. seoarang muda tiba-tiba terlempar di sebuah lembah hijau. sangat hijau. sangat indah. namun tiba-tiba lembah itu berubah seketika. bom, tembakan, asap bercampur menjadi satu. lembah ini diserang. tapi oleh siapa?bahkan disini tak ada seorang pun. dari balik pesawat yang digunakan, orang muda itu bisa membaca dengan jelas 'EROPA'. lembah hijau hancur.

orang muda itu menatap langit. dan waktu serasa tersedot ke depan. dunia sudah tak seperti sekarang. ini adalah dunia masa depan. gedung-degung transparan, mobil-mobil terbang, pakaian perak. semua nya terlihat 'canggih' dan 'modern'. si orang muda masuk ke sebuah ruangan rapat. tak sengaja ia mendengar 'waspada dengan Indonesia'.

si orang muda kembali tersedot dalam masa depan kembali. kini ia berada di tengah-tengah orang berdasi. sebuah koran melayang di depan matanya. disana tertulis, 'Indonesia masuk parlemen'. si orang muda tampak kebingungan. tak ada bahasa inggris disini. yang ada adalah bahasa arab.

dirinya melayang.'dunia adalah Indonesia'. Sebuah pandangan tiba-tiba terhampar di depannya. semuanya kini jelas. beberapa tahun yang lalu, seluruh negara di dunia diinvasi oleh orang-orang yang menamakan dirinya Eropa. namun bukan seperti penjajahan yang membuat negara lain menderita. justru dari situlah dunia berkembang. Berkat invasi Eropa, kemajuan teknologi menyebar ke seluruh dunia. Dunia menjadi satu negara, dengan Eropa sebagai kepala negaranya. Beberapa tahun kemudian, Indonesia muncul sebagai anggota parlemen. Indonesia memilih bergabung dengan dunia Arab, dan memunculkan seorang pemuda di dalam parlemen tersebut. Eropa tak sanggup menolaknya. Tahun-tahun berikutnya semakin banyak orang Indonesia yang menjadi anggota parlemen. Orang-orang Arab mulai menyebut dirinya Indonesia pula. tahun berikutnya Indonesia menjadi pimpinan parlemen, mengambil alih dari orang Eropa yang awalnya mendominasi. dari situlah muncul gagasan 'dunia adalah Indonesia'. Semua sama, tak ada penjajah dan dijajah.

si orang muda kembali tersedot. namun kini ia tak tahu tersedot ke masa lalu, atau ke masa depan. kini dirinya ada di atas sebuah menara atau candi atau apalah. bentuknya seperti piramid Itza, tapi memiliki ukiran yang sangat khas. khas Bali. dari situ muncul seseorang. dirinya. ya, dirinya yang lain. ia masuk ke dalam sebuah goa diantara celah-celah candi. Disitu tertulis 'The Legend of Bali Rocks'. itulah pusat Candi. Itulah pusat Indonesia. Itulah pusat dunia. dimana dari situlah seorang muda muncul, membebaskan dunia dari cengkraman Eropa.

Buku kembali tertutup.

Note :
1. bentuk goa nya seperti goa gajah di Bali,


2. Sedang bentuk piramid nya seperti piramid Itza di Meksiko.


3. Gabungan arsitektur keduanya. Dan perluas lahannya hingga sebesar 4/5 kali luas borobudur.


Individu, Keluarga, dan Masyarakat,

Secara realistis kehidupan di masyarakat terbagi-bagi ke dalam beberapa kelompok atau sub masyarakat. Meskipun hal ini bersifat diskriminatif, tapi pada kenyataannya masayarakat sendirilah yang mengkotak-kotakkan diri mereka sendiri. Pengelompokkan bisa didasarkan pada perbedaan ekonomi, jabatan, suku, cita-cita, agama, dan lain-lain. Sebagai contoh, di kota Jakarta, walaupun seluruh penduduknya disatukan oleh istilah 'masyarakat Jakarta', namun pada kenyataan di lapangan mereka tetap menelompokkan diri menjadi sub-sub masyarakat, seperti masyarakat elit, masyarakat menengah, masyarakat Betawi, masyarakat Jawa, masyarakat Sunda, dan berbagai keompok-kelompok lainnya. Mengapa ini bisa terjadi? secara mendasar hal ini didasarkan pada sifat individu personal yang merasa cocok/ memiliki kesamaan dengan A namun tidak dengan B. Di sisi lain, mungkin orang lain cocok dengan B namun tidak dengan A. Tapi di atas itu semua, mereka memiliki satu kesamaan yang bisa menyatukan mereka. Misalnya sama-sama tinggal di wilayah tertentu. Seperti jika kita ingin tahu sifat suatu benda, maka kita harus tahu sifat atom penyusunnya. Maka untuk memahami keadaan suatua masyarakat, kita harus tahu unsur penyusunnya. Apa saja penyusun masyarakat?

1. Individu,
Individu adalah unit terkecil pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu diartikan sebagai bagian terkecil dari masyarakat yang tidak dapat dipisah lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Atau dengan kata lain individu adalah unsur dasar dari sebuah masyarakat. Pada dasarnya setiap individu memiliki karakteristik yang khas. Kesamaan karakter dan tujuan biasanya akan menjadikan dua atau lebih individu bergabung membentuk suatu kelompok masyarakat tertentu.

Karakter adalah ciri/ sikap/ sifat yang membedakan seorang individu dengan individu lain. Karakter seseorang akan sangat mempengaruhi terhadap masyarakat seperti apa yang akan ia masuki. Karakter individu pada dasarnya ditentukan oleh dua hal, yaitu Pendirian Navistik dan Pendirian Empiris-Environmentalistik.
- Pendirian Navistik adalah karakter yang dimiliki seseorang sejak lahir. Karakter ini biasanya diwarisi dari keduaorang tuanya, idealime diri, dan faktor dari dalam diri individu tersebut.
- Pendirian Empiris-Environmentalistik adalah karakter pembentuk seseorang yang berasal dari luar dirinya atau dari lingkungan sekitarnya. Lingkungan tidak hanya dilihat dari dimana ia tinggal, tapi juga dari semua hal yang pernah ia lihat, dengar, atau rasakan yang mempengaruhi karakternya.

Di dalam pembentukan karakter ini, individu biasanya akan melalui bebrapa tahap pertumbuhan/ proses. Menurut ahli psikologi, pertumbuhan ini terbagi ke dalam 4 kelompok berdasar umur.
a. Masa Vital (0-2 tahun) : Pada masa ini seorang individu menggunakan fungsi-fungsi biologis pada dirinya untuk belajar dari lingkungannya.Pada masa ini, karakter masih belum sepenuhnya terbentuk, karena seorang individu masih berusaha mengenali lingkungan dan dirinya sendiri.
b. Masa Estetik (2-7 tahun) : Pada masa ini nilai-nilai moral dan estetik baiknya mulai ditanamkan. Karena di masa inilah seorang individu mulai membiasakan diri dengan apa yang ia pelajari. Di usia ini pengaruh Pendirian Empiris-Environmentalistik akan sangat besar. Karakter dasar seseorang biasanya terbentuk pada usia ini.
c. Masa Intelektual (7-14 tahun) : Seorang individu benar-benar akan belajar dan menyerap apa yang ia dapat di usia ini. Mereka mulai mencari-cari siapa dirinya sebenarnya.
d. Masa Sosial (14-22 tahun) : di masa ini pencarian jati diri mencapai puncaknya dengan menggabungkan idealisme dirinya dan dengan keadaan masyarakat di lingkungannya. Di masa ini biasnya seorangindividu memutuskan akan begabung dengan kelompok mana dirinya.

Setelah melewati masa-masa itu, biasanya seorang individu akan mantap dan telah siap untuk bergabung dengan masyarakat secara total. Memiliki karakter yang khas, dan bergabung dengan kelompok yang sesuai serta membentuk kelompok terkecil dari masyarakat, yaitu keluarga.

2. Keluarga
a. Pengertian
kata keluarga berasal dari bahasa sansekerta, kula dan warga yang berarti anggota atau kelompok kerabat. Secara pengertian, keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri dari kepala keluarga dan beberapa anggota keluarga. Menurut Salviciond an Celis (1998) di dalam keluarga terdapat dua atau lebih pribadi/individu yang tergabung karena hubungan darah, perkawinan, pengangkatan, hidup dalam satu rumah tangga yang saling kertergantungan dan menjalankan perannya masing-masing dalam sebuah kelaurga.

b. Tipe Keluarga,
secara garis besar ada dua tip keluarga yaitu :
- Keluarga inti yang terdiri dari Ayah, Ibu, dan Anak
- Keluarga Luas yang meliputi hubungan kakek, nenek, paman, keponakan, dan lain-lain.

c.Fungsi Keluarga
- Fungsi Pendidikan
- Fungsi Sosial
- Fungsi Fungsi Perlindungan
- Fungsi Perasaan
- Fungsi Agama
- Fungsi Ekonomi
- Fungsi Rekreatif
- Fungsi Bilogis
- Memberikan kasih sayang

d. Pola Otoritas
Pola otoritas berhubungan dengan siapa pemimpin/ pemegang keputusan dalam keluarga. Ada tiga tipe otoritas dalam keluarga.
- Patriarkal : otoritas ada di tangan seorang Suami,
- Matriarkal : otoritas ada di tangan seorang Istri,
- Equalitarian : otoritas seimbang antara Suami dan Istri

3. Masyarakat
Masyarakat merupakan sekelompok orang yang memnbentuk suatu kelompok tertentu yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama. Biasanya berada dalam satu wilayah tertentu. Seperti masyarakat Jawa, Masyarakat Sunda, Masyarat Bali, dan lain-lain.

4. Hubungan Individu, Keluarga, dan Masyarakat
Dari pengertian-pengertian mengenai individu, keluarga, dan masyarakat, kita dapat mengambil suatu hubungan antara ketiga istilah di atas. Bahwa individu yang memiliki tujuan dan cita-cita yang sama serta memiliki saling ketergantungan akan membetuk sebuah keluarga. Pembentukan keluarga ini bisa terjadi karena keturunan, perkawinan, pengangkatan, dan lain-lain. Selanjutnya kelompok terkcil dari masyarakat ini membentuk kelompok yang lebih besar yaitu masyarakat. Biasanya masyarakat ini terbetuk karena sama-sama tinggal di suatu wilayah tertentu. Namun karena begitu beragamnya karakteristik dari setiap individu di masyarakat, maka kelompok masyarakat tadi akan membentuk kelompok masyarakat yang lebih kecil yang dapat menampung aspirasi dan tujuan mereka. Hal ini jika tidak dikendalikan akan berbahaya bagi kelangsungan masyarakat itu sendiri, karena bisa menimbulkan perpecahan di dalam suat masyarakat.

10 Cara Agar Tetap Bahagia

Banyaknya persoalan hidup yang Anda alami seringkali membuat pikiran dan perasaan terasa menyiksa. Akibatnya, Anda menjadi tidak bahagia.

Bila Anda sering mengalami hal itu, jangan langsung merasa putus asa. Sebab, semua masalah bisa dicari jalan keluarnya. Anda pun bisa terlepas dari suasana tidak menyenangkan, dan membangun kembali kebahagiaan dengan cepat.

Sejumlah pakar psikologi Amerika Serikat berusaha mengungkapkan rahasia kebahagiaan manusia. Hasilnya, mereka menemukan 10 cara agar Anda merasa lebih bahagia, seperti yang dimuat dalam jurnal The Science Psychology.

Cara untuk mendapatkan kebahagian juga tidak sulit. Merasa bahagia bisa dimulai dari hal-hal kecil. Menurut penelitian itu, orang-orang yang dapat menikmati kebahagiaan melalui hal-hal sepele, justru bisa lebih mudah mengatasi penyakit. Sehingga, mereka yang bisa menikmati kebahagiaan lewat hal kecil, usianya lebih panjang sekitar tujuh tahun.

Berikut ini sepuluh hal bisa Anda lakukan untuk mencapai kebahagiaan:

1. Senang berbagi pikiran dengan orang lain.
2. Bercerita tentang kenangan menyenangkan
3. Jangan takut memuji diri sendiri.
4. Memfokuskan hati dan pikiran pada sesuatu yang menyenangkan.
5. Pikirkan segala sesuatu dengan positif.
6. Lakukan hal-hal bisa mengubah mood negatif menjadi positif, misalnya melakukan hobi atau kumpul bareng teman.
7. Berani menjadi bahagia, bahkan saat suasana tidak menyenangkan.
8. Rayakan kemajuan-kemajuan yang Anda capai dalam kehidupan.
9. Jangan murung, jangan takut, dan jangan ragu.
10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/10-cara-mudah-menjadi-lebih-bahagia.html

Hari ini,

20.10
mata kulia pengantar sistem informasi berakhir. waktunya pulang!!! seneng banget gue waktu bilang 'waktunya pulang!'. rasanya perjuangan hari ini akan segera berakhir. tapi sial, pas gue ngelewatin pintu kelas, di luar ujan. tidak!!! gue sama temen-temen sepakat nunggu ujannya reda dulu. tapi nampaknya langit ingin menguji kesabaran kami. ujan makin gedhe.

20.40
ujan masih gedhe. 'oke guys, sholat dulu!'. kita sholat.

20.57
ya ampun, belum reda juga. masih sama deresnya kayak yang tadi. seandainya gue punya pacar, pasti nyenengin.(oke. ini g nyambung)

21.15
capek berdiri. cari tempat duduk.

21.24
'oke bro, 6 menit lagi kita pulang. apapun yang terjadi. walau badai menghadang, ingat lah ku kan selalu setia menjagamu. pernahkita lewati jalan yang berliku tajam' (otak gue mule g beres!),

21.28
2 menits to go!

21.32
belum beranjak pulang!

21.34
baru berdiri ke parkiran motor

21.40
badai kuterjang. tapi sial, gue g bisa ngelihat kalo kaca helm gue tutup.(mata error+ngantuk). cuma ada dua pilihan
a. buka kaca helm. tu artinya muka gue harus berhadapan dengan air hujan yang segedhe biji duren. dan dapat dipastikan nyampe rumah membawa flu,
b. kaca tetep ditutup, ngelihat seadanya. resiko satu-satunya adalah kecelakaan.
gue putusin buat milih opsi a. lebih baik flu daripada harus masuk rumah sakit.

22.30
nyampe rumah.
perjalanan satu jam menerjang ujan ini, masih lebih mending daripada temen gue. dia rumahnya di priok, jakut. sedangkan kampus kami ada di depok. perjalanan dia dalam kondisi wajar 1,5 jam. itu belum kalo macet. dan atau jalan nya tenggelem. gue udah saranin buat nyiapin pelampung. tapi kayaknya temen gue lebih milih diving aja.

23.00
tidor

Pahami mereka - Individu Penyendiri,



Pada dasarnya manusia(individu) memiliki sifat ingin bersama orang lain. Oleh karena itulah manusia disebut juga sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa bertahan hidup.

Kemampuan seseorang untuk bisa bergaul dengan manusia lain/ bersosialisasi juga dinilai sebagai hal yang wajib jika kita ingin masuk ke dalam 'daftar masyarakat'. Sedangkan orang-orang yang tidak/ kurang pandai bersosialisasi dianggap sebagai orang 'tidak wajar'. Entah itu sombong, tertutup, dan lain-lain. Yang intinya orang yang kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya biasanya dianggap sebagai anggota masyarakat kelas dua.

Hal inilah yang terkadang membuat sakit hati orang-orang kelas dua ini. Masyarakat menilai mereka sebagai individu lain, dan bukan anggota dari mereka. Padahal sebenarnya, jika kita bisa membuka diri dan mencoba memahami orang-orang ini, maka tak kan ada penomorduaan ini.

Lalu kenapa beberapa orang memilih untuk tertutup dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat? Sebenarnya kata memilih disini sedikit kurang tepat. Pada awalnya mereka tidak memilih untuk tertutup. Keadaanlah yang memaksa mereka untuk memilih tindakan ini. Bagaimana penjelasannya? Pada awalnya orang-orang yang cenderung tertutup ini mayoritas ingin bergabung dengan orang-orang normal pada umumnya. namun karena keterampilan bersosialisasi mereka yang 'kurang', lama-kelamaan masyarakat tidak tertarik dengan mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka. Bagaimana perasaan Anda jika setiap hari ada orang yang sama menanyakan hal yang sama? Anda tidak akan tertarik pada orang semacam ini bukan? membosankan bukan? Tapi inilah yang dilakukan orang-orang tertutup ini. Mereka tak punya cukup referensi untuk bsekedar ercakap-cakap. Pada keadaan inilah orang-orang tertutup biasanya putus asa dan akhirnya 'memilih' untuk menyendiri.

Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah 'kenapa mereka tidak mencoba bersosialisasi lagi?'. maka jawabannya adalah, sebenarnya mereka sudah mencoba. tapi biasanya gagal. kenapa? karena keterampilan bersosialisasi itu alami. tidak semua orang memilikinya. Kebanyakan dari mereka tidak bisa mengawali percakapan. Mereka menunggu orang lain untuk memulai percakapan.

Nah, keadaan ini biasanya menimbulkan rasa bosan di kalangan orang-orang tertutup ini dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari bersosialisasi tadi ke hal lain. Ada orang yang betah berada di depan komputer selama berjam-jam (dalam artikel ini social network di dunia maya bukan termasuk bersosialisasi). Atau mengerjakan soal sains, menggambar, membaca buku, dan lain-lain. Hal ini biasanya akan menjadi obat paling mujarab bagi mereka yang tertutup. Mereka sibuk dengan kegiatan baru mereka, dan 'selamat tinggal sosialisasi!'.

Hal-hal lain yang bisa memicu seseorang memilih untuk tertutup, selain keterampilan bersosialisasi tadi diantaranya adalah :
a. sifat pendiam,
b. terlalu perfeksionis,
c. memiliki minat di bidang yang berbeda dengan kebanyakan orang,
d. lingkungan yang tidak nyaman (relatif),
e. keadaan psikologi : tertekan, trauma, dll.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang ini?
1. beri mereka kesempatan untuk bergabung ke dalam masyarakat,
2. buat mereka bicara sebanyak mungkin. mereka akan mencatat setiap kata yang mereka anggap bisa untuk referensi ketika bercakap-cakap dengan orang yang lain lagi,
3. beri pula kebebasan pribadi mereka untuk tetap sendiri. kenapa? karena itu adalah sifat dasar mereka. meminta mereka untuk terjun sepenuhnya ke dalam masyarakat, sama halnya meminta burung untuk tidak terbang selamanya,

Sodara Kembar Gue

jadi ceritanya hari ini gue mau cerita tentang sodara kembar gue. banyak orang kagak tau kalo gue punya sodara kembar. bahkan orang tua gue juga g tau. gue awalnya juga g tau. dari kecil setau gue, gue adalah satu-satunya anak paling manis di keluarga gue. tapi tabir terbuka setelah gue masuk STM. Tuhan mempertemukan kami. kami ada di satu kelas selama setahun, dan gue g tau kalo dia sodara kembar gue. pasalnya kami adalah sodara kembar yang saking bedanya hingga tidak bisa disamakan. misal : gue cowok dia cewek. gue kerempeng dia berisi. gue males dia rajin. dan yang paling menyedihkan, gue item dan dia putih. tapi ikatan batin kesodarakembaraan kami tak bisa dihalangi oleh tembok berlin sekalipun. kami sadar bahwa kami adalah sodara kembar. sodara kembar yang g cuma beda secara individu, bahkan orang tua kami juga beda. (kalo bingung, terjun ke kali! =) )

ikatan batin kami begitu kuat,bahkan melebihi orang yang kembar dan tak dipisahkan sama sekali. Misalnya kemarin malem ni aps gue pulang kulia. gue ngrasa pusing, pilek berat. gue langsung SMS sodara kembar gue
"loe lagi sakit ya?",
"kok tau?"
"dari tadi siang kepala gue pusing"
"iya neh. gara-gara banyak tugas. sering tidur malem. makan g teratur. kaos kaki belum dicuci. jemuran belum diangkat"
"jaga kondisi badan anakmuda. kalo loe sakit, yang susah g loe doank. gue juga ikut sakit. cepet sembuh ya"
"maap anak tua. iya iya"
(note : padahal malem sebelumnya sebelum gue sakit, gue makan es krim tengah malem. hihi)

dan ini g cuma terjadi sekali ini doank. sering. kalo radang gue kumat, gue langsung tau kalo kembaran gue radang juga lagi kumat. kalo gue batuk2, berarti sodara gue abis minum es. kalo gue telpon dia, yang jawab diseberang sana berarti sodara kembar gue. bahkan kalo kita janjian mau jalan bareng, warna baju yang kita pake 80% sama. yang gue heran, kenapa tugas2 kuliah gue g sama dengan tugas kuliah nya sodara gue. kalo sama kan tinggal jiplak. menyebalkan.

sodara kembar gue itu namanya Tino,
ini foto kami berdua,

Buta Warna

Jadi ceritanya kemarin sepulang dari kantor gue langsung go to kampus. rencananya sih mau sante2 naik motor dengan kecepatan sepeda balita coz waktunya juga masih tersisa banyak sebelum game over. dan jadilah saya berkendara dengan kecepatan g lebih dari 30km/jam sambil latihan nyanyi2 dg suara aduhai gue,

saking terlenanya dengan hembusan angin yang menyegarkan setiap sendi-sendi di tubuh, sambil mendengarkan suara surga yang keluar dari mulut orang gila (baca : bukan gue), gue g sadar kalo nyampe di perempatan dan lampu merah. busyet dah! gue kejebak di tengah2 jalan.maju kena mundur kena. al hasil gue memposisikan diri kayak patung2 di bunderan. diam. hening. dan tertidur jauh lebih dalam. memasuki alam bawah sadar.

akhirnya kesempatan itu tiba juga. Tuhan mendengar doa hamba Nya yang teraniaya, terombang ambing oleh mobil dari depan, kanan, kiri, belakang. dan setelah berhasil menerobos jalan penuh rintangan itu, gue udah siap berhadapan dengan polisi. sengaja kecepatan motor gue kurangin, jadi yang tadinya kecepatan sepeda balita, sekarang menjadi kecepatan bayi merangkak, agar tu polisi ntar kagak kesusahan nangkep gue. gue udah nyiapin segalanya, kecuali duit tentu saja. karena seperti yang udah gue bilang di postingan kemarin, keuangan gue lagi parah. 1 km berlalu. tak ada polisi. 5 km berlalu masih aman. 10 km berlalu gue mule curiga. kenapa g ada polisi yang ngejar gue?? apa mereka udah pada tau kalo gue kagak punya duit, jadi percuma dikejar? ato muka gue nyeremin? awh, g juga. terakhir kali yang bilang muka gue nyeremin adalah adik gue.dan itu gue tau, cuma intrik nya dia. karena sebenarnya yang mukanya lebih nyeremin adalah mukanya nenek lampir. seribu satu tanya di kepala gue. Hingga akhirnya gue tau apa yang direncanain sang bapak polisi. 'pasti ne bapak polisi, udah ngubungin pak polisi lain di lampu merah berikutnya, udah nyiapin borgol, senapan, mobil tahanan, dan batagor. ya, pasti begitu. gue emang jenius. maaf pak polisi, Anda ingin menjebak orang yang salah.

dan sampe juga di lampu merah berikutnya, yang gue perkirakan udah ada polisi yang nyamar jadi kakek kakek tua, dan dengan cepat akan menangkap gue di waktu gue lengah. gue kudu waspada. gue berhenti di lampu merah. gue udah siap kalo ada kakek-kakek nangkep gue. ntar kalo ditanyain, 'kenapa tadi menerobos lampu merah?', gue tinggal bilang, 'maaf pak, saya buta warna. saya tidak bisa membedakan mana yang Sinta mana yang Jojo. bener aja, baru beberapa detik berlalu, ada polisi menuju ke lampu merah. pasti ini penyamaran. polisi itu pasti sebenernya kakek-kakek yang nyamar jadi polisi. ketika jiwa raga gue udah siap, tu kakek-kakek yang nyamar jadi polisi malah ngeberhentiin mas-mas di seberang. 'sial', pikir gue. apa muka gue terlalu nyeremin, sehingga g ada polisi yang mau nagkep gue? gue mau bilang kalo nenek lampir jauh lebih nyeremin dari gue, tapi gue urungkan.

dan setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya gue putusin buat bersikap biasa aja karena dengan tidak tertangkapnya gue, jatah uang makan buat 2 minggu ke depan= aman. berarti gue g perlu ngemis minggu depan. thanks God!

Kak Sasa Ikut Kelas Intensif Taekwondo