::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

10 Cara Agar Tetap Bahagia

Banyaknya persoalan hidup yang Anda alami seringkali membuat pikiran dan perasaan terasa menyiksa. Akibatnya, Anda menjadi tidak bahagia.

Bila Anda sering mengalami hal itu, jangan langsung merasa putus asa. Sebab, semua masalah bisa dicari jalan keluarnya. Anda pun bisa terlepas dari suasana tidak menyenangkan, dan membangun kembali kebahagiaan dengan cepat.

Sejumlah pakar psikologi Amerika Serikat berusaha mengungkapkan rahasia kebahagiaan manusia. Hasilnya, mereka menemukan 10 cara agar Anda merasa lebih bahagia, seperti yang dimuat dalam jurnal The Science Psychology.

Cara untuk mendapatkan kebahagian juga tidak sulit. Merasa bahagia bisa dimulai dari hal-hal kecil. Menurut penelitian itu, orang-orang yang dapat menikmati kebahagiaan melalui hal-hal sepele, justru bisa lebih mudah mengatasi penyakit. Sehingga, mereka yang bisa menikmati kebahagiaan lewat hal kecil, usianya lebih panjang sekitar tujuh tahun.

Berikut ini sepuluh hal bisa Anda lakukan untuk mencapai kebahagiaan:

1. Senang berbagi pikiran dengan orang lain.
2. Bercerita tentang kenangan menyenangkan
3. Jangan takut memuji diri sendiri.
4. Memfokuskan hati dan pikiran pada sesuatu yang menyenangkan.
5. Pikirkan segala sesuatu dengan positif.
6. Lakukan hal-hal bisa mengubah mood negatif menjadi positif, misalnya melakukan hobi atau kumpul bareng teman.
7. Berani menjadi bahagia, bahkan saat suasana tidak menyenangkan.
8. Rayakan kemajuan-kemajuan yang Anda capai dalam kehidupan.
9. Jangan murung, jangan takut, dan jangan ragu.
10. Katakan ‘terima kasih’ sesering mungkin.

sumber: http://blognyajose.blogspot.com/2010/10/10-cara-mudah-menjadi-lebih-bahagia.html

Hari ini,

20.10
mata kulia pengantar sistem informasi berakhir. waktunya pulang!!! seneng banget gue waktu bilang 'waktunya pulang!'. rasanya perjuangan hari ini akan segera berakhir. tapi sial, pas gue ngelewatin pintu kelas, di luar ujan. tidak!!! gue sama temen-temen sepakat nunggu ujannya reda dulu. tapi nampaknya langit ingin menguji kesabaran kami. ujan makin gedhe.

20.40
ujan masih gedhe. 'oke guys, sholat dulu!'. kita sholat.

20.57
ya ampun, belum reda juga. masih sama deresnya kayak yang tadi. seandainya gue punya pacar, pasti nyenengin.(oke. ini g nyambung)

21.15
capek berdiri. cari tempat duduk.

21.24
'oke bro, 6 menit lagi kita pulang. apapun yang terjadi. walau badai menghadang, ingat lah ku kan selalu setia menjagamu. pernahkita lewati jalan yang berliku tajam' (otak gue mule g beres!),

21.28
2 menits to go!

21.32
belum beranjak pulang!

21.34
baru berdiri ke parkiran motor

21.40
badai kuterjang. tapi sial, gue g bisa ngelihat kalo kaca helm gue tutup.(mata error+ngantuk). cuma ada dua pilihan
a. buka kaca helm. tu artinya muka gue harus berhadapan dengan air hujan yang segedhe biji duren. dan dapat dipastikan nyampe rumah membawa flu,
b. kaca tetep ditutup, ngelihat seadanya. resiko satu-satunya adalah kecelakaan.
gue putusin buat milih opsi a. lebih baik flu daripada harus masuk rumah sakit.

22.30
nyampe rumah.
perjalanan satu jam menerjang ujan ini, masih lebih mending daripada temen gue. dia rumahnya di priok, jakut. sedangkan kampus kami ada di depok. perjalanan dia dalam kondisi wajar 1,5 jam. itu belum kalo macet. dan atau jalan nya tenggelem. gue udah saranin buat nyiapin pelampung. tapi kayaknya temen gue lebih milih diving aja.

23.00
tidor

Pahami mereka - Individu Penyendiri,



Pada dasarnya manusia(individu) memiliki sifat ingin bersama orang lain. Oleh karena itulah manusia disebut juga sebagai makhluk sosial yaitu makhluk yang selalu membutuhkan bantuan orang lain untuk bisa bertahan hidup.

Kemampuan seseorang untuk bisa bergaul dengan manusia lain/ bersosialisasi juga dinilai sebagai hal yang wajib jika kita ingin masuk ke dalam 'daftar masyarakat'. Sedangkan orang-orang yang tidak/ kurang pandai bersosialisasi dianggap sebagai orang 'tidak wajar'. Entah itu sombong, tertutup, dan lain-lain. Yang intinya orang yang kurang bisa bersosialisasi dengan masyarakat di sekitarnya biasanya dianggap sebagai anggota masyarakat kelas dua.

Hal inilah yang terkadang membuat sakit hati orang-orang kelas dua ini. Masyarakat menilai mereka sebagai individu lain, dan bukan anggota dari mereka. Padahal sebenarnya, jika kita bisa membuka diri dan mencoba memahami orang-orang ini, maka tak kan ada penomorduaan ini.

Lalu kenapa beberapa orang memilih untuk tertutup dan tidak bersosialisasi dengan masyarakat? Sebenarnya kata memilih disini sedikit kurang tepat. Pada awalnya mereka tidak memilih untuk tertutup. Keadaanlah yang memaksa mereka untuk memilih tindakan ini. Bagaimana penjelasannya? Pada awalnya orang-orang yang cenderung tertutup ini mayoritas ingin bergabung dengan orang-orang normal pada umumnya. namun karena keterampilan bersosialisasi mereka yang 'kurang', lama-kelamaan masyarakat tidak tertarik dengan mereka dan mengacuhkan keberadaan mereka. Bagaimana perasaan Anda jika setiap hari ada orang yang sama menanyakan hal yang sama? Anda tidak akan tertarik pada orang semacam ini bukan? membosankan bukan? Tapi inilah yang dilakukan orang-orang tertutup ini. Mereka tak punya cukup referensi untuk bsekedar ercakap-cakap. Pada keadaan inilah orang-orang tertutup biasanya putus asa dan akhirnya 'memilih' untuk menyendiri.

Mungkin pertanyaan selanjutnya adalah 'kenapa mereka tidak mencoba bersosialisasi lagi?'. maka jawabannya adalah, sebenarnya mereka sudah mencoba. tapi biasanya gagal. kenapa? karena keterampilan bersosialisasi itu alami. tidak semua orang memilikinya. Kebanyakan dari mereka tidak bisa mengawali percakapan. Mereka menunggu orang lain untuk memulai percakapan.

Nah, keadaan ini biasanya menimbulkan rasa bosan di kalangan orang-orang tertutup ini dan mencoba untuk mengalihkan perhatiannya dari bersosialisasi tadi ke hal lain. Ada orang yang betah berada di depan komputer selama berjam-jam (dalam artikel ini social network di dunia maya bukan termasuk bersosialisasi). Atau mengerjakan soal sains, menggambar, membaca buku, dan lain-lain. Hal ini biasanya akan menjadi obat paling mujarab bagi mereka yang tertutup. Mereka sibuk dengan kegiatan baru mereka, dan 'selamat tinggal sosialisasi!'.

Hal-hal lain yang bisa memicu seseorang memilih untuk tertutup, selain keterampilan bersosialisasi tadi diantaranya adalah :
a. sifat pendiam,
b. terlalu perfeksionis,
c. memiliki minat di bidang yang berbeda dengan kebanyakan orang,
d. lingkungan yang tidak nyaman (relatif),
e. keadaan psikologi : tertekan, trauma, dll.

Lalu apa yang harus kita lakukan dengan orang-orang ini?
1. beri mereka kesempatan untuk bergabung ke dalam masyarakat,
2. buat mereka bicara sebanyak mungkin. mereka akan mencatat setiap kata yang mereka anggap bisa untuk referensi ketika bercakap-cakap dengan orang yang lain lagi,
3. beri pula kebebasan pribadi mereka untuk tetap sendiri. kenapa? karena itu adalah sifat dasar mereka. meminta mereka untuk terjun sepenuhnya ke dalam masyarakat, sama halnya meminta burung untuk tidak terbang selamanya,

Sodara Kembar Gue

jadi ceritanya hari ini gue mau cerita tentang sodara kembar gue. banyak orang kagak tau kalo gue punya sodara kembar. bahkan orang tua gue juga g tau. gue awalnya juga g tau. dari kecil setau gue, gue adalah satu-satunya anak paling manis di keluarga gue. tapi tabir terbuka setelah gue masuk STM. Tuhan mempertemukan kami. kami ada di satu kelas selama setahun, dan gue g tau kalo dia sodara kembar gue. pasalnya kami adalah sodara kembar yang saking bedanya hingga tidak bisa disamakan. misal : gue cowok dia cewek. gue kerempeng dia berisi. gue males dia rajin. dan yang paling menyedihkan, gue item dan dia putih. tapi ikatan batin kesodarakembaraan kami tak bisa dihalangi oleh tembok berlin sekalipun. kami sadar bahwa kami adalah sodara kembar. sodara kembar yang g cuma beda secara individu, bahkan orang tua kami juga beda. (kalo bingung, terjun ke kali! =) )

ikatan batin kami begitu kuat,bahkan melebihi orang yang kembar dan tak dipisahkan sama sekali. Misalnya kemarin malem ni aps gue pulang kulia. gue ngrasa pusing, pilek berat. gue langsung SMS sodara kembar gue
"loe lagi sakit ya?",
"kok tau?"
"dari tadi siang kepala gue pusing"
"iya neh. gara-gara banyak tugas. sering tidur malem. makan g teratur. kaos kaki belum dicuci. jemuran belum diangkat"
"jaga kondisi badan anakmuda. kalo loe sakit, yang susah g loe doank. gue juga ikut sakit. cepet sembuh ya"
"maap anak tua. iya iya"
(note : padahal malem sebelumnya sebelum gue sakit, gue makan es krim tengah malem. hihi)

dan ini g cuma terjadi sekali ini doank. sering. kalo radang gue kumat, gue langsung tau kalo kembaran gue radang juga lagi kumat. kalo gue batuk2, berarti sodara gue abis minum es. kalo gue telpon dia, yang jawab diseberang sana berarti sodara kembar gue. bahkan kalo kita janjian mau jalan bareng, warna baju yang kita pake 80% sama. yang gue heran, kenapa tugas2 kuliah gue g sama dengan tugas kuliah nya sodara gue. kalo sama kan tinggal jiplak. menyebalkan.

sodara kembar gue itu namanya Tino,
ini foto kami berdua,

Buta Warna

Jadi ceritanya kemarin sepulang dari kantor gue langsung go to kampus. rencananya sih mau sante2 naik motor dengan kecepatan sepeda balita coz waktunya juga masih tersisa banyak sebelum game over. dan jadilah saya berkendara dengan kecepatan g lebih dari 30km/jam sambil latihan nyanyi2 dg suara aduhai gue,

saking terlenanya dengan hembusan angin yang menyegarkan setiap sendi-sendi di tubuh, sambil mendengarkan suara surga yang keluar dari mulut orang gila (baca : bukan gue), gue g sadar kalo nyampe di perempatan dan lampu merah. busyet dah! gue kejebak di tengah2 jalan.maju kena mundur kena. al hasil gue memposisikan diri kayak patung2 di bunderan. diam. hening. dan tertidur jauh lebih dalam. memasuki alam bawah sadar.

akhirnya kesempatan itu tiba juga. Tuhan mendengar doa hamba Nya yang teraniaya, terombang ambing oleh mobil dari depan, kanan, kiri, belakang. dan setelah berhasil menerobos jalan penuh rintangan itu, gue udah siap berhadapan dengan polisi. sengaja kecepatan motor gue kurangin, jadi yang tadinya kecepatan sepeda balita, sekarang menjadi kecepatan bayi merangkak, agar tu polisi ntar kagak kesusahan nangkep gue. gue udah nyiapin segalanya, kecuali duit tentu saja. karena seperti yang udah gue bilang di postingan kemarin, keuangan gue lagi parah. 1 km berlalu. tak ada polisi. 5 km berlalu masih aman. 10 km berlalu gue mule curiga. kenapa g ada polisi yang ngejar gue?? apa mereka udah pada tau kalo gue kagak punya duit, jadi percuma dikejar? ato muka gue nyeremin? awh, g juga. terakhir kali yang bilang muka gue nyeremin adalah adik gue.dan itu gue tau, cuma intrik nya dia. karena sebenarnya yang mukanya lebih nyeremin adalah mukanya nenek lampir. seribu satu tanya di kepala gue. Hingga akhirnya gue tau apa yang direncanain sang bapak polisi. 'pasti ne bapak polisi, udah ngubungin pak polisi lain di lampu merah berikutnya, udah nyiapin borgol, senapan, mobil tahanan, dan batagor. ya, pasti begitu. gue emang jenius. maaf pak polisi, Anda ingin menjebak orang yang salah.

dan sampe juga di lampu merah berikutnya, yang gue perkirakan udah ada polisi yang nyamar jadi kakek kakek tua, dan dengan cepat akan menangkap gue di waktu gue lengah. gue kudu waspada. gue berhenti di lampu merah. gue udah siap kalo ada kakek-kakek nangkep gue. ntar kalo ditanyain, 'kenapa tadi menerobos lampu merah?', gue tinggal bilang, 'maaf pak, saya buta warna. saya tidak bisa membedakan mana yang Sinta mana yang Jojo. bener aja, baru beberapa detik berlalu, ada polisi menuju ke lampu merah. pasti ini penyamaran. polisi itu pasti sebenernya kakek-kakek yang nyamar jadi polisi. ketika jiwa raga gue udah siap, tu kakek-kakek yang nyamar jadi polisi malah ngeberhentiin mas-mas di seberang. 'sial', pikir gue. apa muka gue terlalu nyeremin, sehingga g ada polisi yang mau nagkep gue? gue mau bilang kalo nenek lampir jauh lebih nyeremin dari gue, tapi gue urungkan.

dan setelah melalui pertimbangan yang matang, akhirnya gue putusin buat bersikap biasa aja karena dengan tidak tertangkapnya gue, jatah uang makan buat 2 minggu ke depan= aman. berarti gue g perlu ngemis minggu depan. thanks God!

Krisis Ekonomi

beberapa hari yang lalu ada berita yang mengatakan bahwa negara bagian dengan Co Wi mengalami defisit di departemen keuangan yang menyebabkan siklus perekonomian menjadi tidak stabil di negara tersebut. hal ini dipicu bukan karena harga cabe merah merangkak naik semenjak bulan Ramadhan kemarin, tapi tidak lain disebabkan oleh gagal panen mentimun merah di beberapa daerah.

hal di atas hanya intermezo. tidak perlu ditanggapi dengan muka tegang.
jadi minggu ini pengeluaran gue udah parah banget. sebage orang golongan menengah ke bawah, pengeluaran gue yang udah mencape angka 1,2 juta ini tergolong 'menghawatirkan'. ini belum pernah terjadi sebelumnya.

gue juga g tau kenapa secara ajaib ketika gue ngeliat uang di dompet, selalu tidak tersedia uang yang memadai untuk hidup standar. dan terpaksa gue harus ambil di ATM. dan 2 minggu ini minimal gue udah ngedatengin 4 mesin ATM dan tidak kurang dari 6 kali transaksi dan paling tidak 2o ribu buat biaya transaksi karena gue ambil di ATM Bersama. 2o ribu men!! itu setara dengan 40 biji gorengan.

dan kemarin, ketika gue masuk kamar, secara mengejutkan gue melihat banyak barang aneh di kamar gue. Helm, jas hujan, sendal, kaos kaki, tiga buah buku nya Raditya Dika, 2 buku tulis, pensil, penghapus, permen Nano2 5 bungkus, gerry coklat, madu, Tictac (bungkusnya doank), kacang, sabun, dan yang paling aneh adalah buku dengan judul 'Teknik Menggambar'. Perlu dicatat bahwa gambar gue buruk minta ampun dan dari dulu g suka pelajaran 'menggambar'. gue terbengong-bengong dan segera mengecek dompet gue lagi. Alhamduillah masih ada 50 ribu. Ini adalah dana kehidupan gue selama 2 minggu ke depan. dan dua pertanyaan yang sampai sekarang masih menjadi teka teki adalah:
1. siapa yang bertanggung jawab atas hilangnya uang di dompet gue?
2. siapa yang membeli barang2 di kamar gue ini?

gue mule curiga. jangan2 ini dilakukan oleh oknum dalam. gue kudu waspada.

Program KB (Keluarga Berencana) Dalam Pandangan Islam

Jumlah penduduk dunia semakin lama semakin bertambah banyak. Kekhawatiran pun mulai muncul di masyarakat dunia. Mulai dari kesehatan individu dan lingkungan, kemiskinan, hingga tidak dapat terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan manusia yang selama ini ditopang oleh bumi, seperti bahan pangan.


Banyak cara dilakukan untuk membatasi bertambahnya jumlah penduduk yang tidak terkendali, yang dapat menyebabkan terjadinya ledakan penduduk. Salah satu cara yang dilakukan di negara kita adalah dengan menggalakkan program Keluarga Berencana atau disingkat KB. Sejak mulai dijalankan, program ini ternyata berhasil membatasi laju pertumbuhan jumlah penduduk Indonesia.

Namun, sejak mulai dijalankan pula, pro kontra mulai terdengar di masyarakat. Sebagai negara yang mayoritas berpenduduk muslim, orang-orang mulai bertanya-tanya, 'bolehkah KB?' atau 'bagaimana hukum KB?' atau 'bagaimana pandangan Islam tentang KB?'

Dalam pandangan Islam, program KB ini dapat dilihat dari dua perspektif. Yang pertama adalah 'pembatasan keturunan' dan yang kedua adalah 'pengaturan kelahiran'. Jika masyarakat memandang KB sebagai upaya untuk 'membatasi keturunan', maka program KB bisa dikatakan 'haram'. Kenapa? karena hal ini bertentangan dengan firman Allah yang menyatakan:
“Dan tidak ada satu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rizkinya.” (QS Huud [11] : 6).
Ayat ini mengisyaratkan bahwa kita (manusia) tidak berhak mencegah lahirnya seseorang ke dunia dengan alasan apapun, karena Allah lah yang telah menentukan rizki manusia. Selain itu ada pula hadits yang menyebutkan bahwa :
“Nikahilah wanita yang penyayang dan banyak anak karena aku akan berlomba dalam banyak jumlahnya umat” [Hadits Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud.
Sehingga jelaslah, membatasi keturunan bertentangan dengan hukum Islam.

Yang kedua adalah KB sebagai program 'pengaturan kelahiran'. Artinya pasangan suami-istri berhak menentukan pengaturan kelahiran dengan alasan-alasan yang logis. Misalnya : kesehatan ibu dan anak, menjadikan keturunan yang berkualitas, dsb. Namun yang perlu dicatat disini adalah. Secara sekilas, hal ini sama saja dengan pandangan pertama, namun sebenarnya berbeda. Sebagai contoh : A dan B menikah dan memutuskan untuk langsung memiliki anak. ketika si anak sudah cukup besar, dan sang istri siap hamil kembali, si A memutuskan untuk tidak memiliki anak lagi, dengan alasan : ingin memberikan perhatian yang maksimal kepada si anak sehingga menjadi pribadi yang berkualitas. Karena ia berpandangan jika memiliki anak lagi, perhatian akan lebih banyak ke anak yang lebih kecil. Maka, mereka menunda memiliki anak kembali. Ketika mereka yakin si anak sudah punya pondasi yang kuat, si istri siap, dan keadaan keluarga terjamin, maka mereka memutuskan untuk memiliki anak lagi. Begitu seterusnya, hingga jika mereka punya anak lebih dari lima pun itu tak masalah.

Ilustrasi di atas memberikan pandangan bahwa KB sebagai upaya pengaturan kelahiran, bukan sebagai pembatasan keturunan. Dan ini diperbolehkan dalam Islam. Seperti hadits Nabi berikut :
Dari Jabir berkata, “Kami melakukan `azl di masa Rasulullah saw, dan Rasul mendengarnya tetapi tidak melarangnya.” (HR Muslim)

Namun tidak lantas program KB dihalalkan begitu saja. Kita perlu melihat faktor-faktor lain. Sebagai contoh, kita sepakat bahwa daging ayam itu halal. tapi karena faktor-faktor lain daging ayam ini bisa jadi haram. Misalnya karena mungkin ayam ini merupakan hasil curian, atau disembelih tidak dengan menyebut asma Allah, dll. Begitu pula dengan KB, ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan, seperti :
a. Niat dan motivasi. Hal ini menjadi penting karena segala amalan dinilai berdasar niatnya,
b. Dampak bagi kesehatan ibu dan anak,
c. Dampak bagi kesuburan sang istri. Tentu saja KB menjadi haram, apabila menjadikan sang istri mandul permanen,
d. Metode penggunaaan dan pemakaian alat-alat KB,
e. Bahan alat/ pil/ obat yang digunakan, dll,

Nah, untuk menutup paparan ini, mari kita renungkan ayat Allah berikut : "Maka tatkala isteri 'Imran melahirkan anaknya, diapun berkata: "Ya Tuhanku, sesunguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku mohon perlindungan untuknya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau daripada syaitan yang terkutuk' " QS Ali Imran :36

Fakih si Pemberani