::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Ribetnya Proses Belanja Emak-Emak dan Kenapa Kita Harus Menikmatinya

Menjelang akhir Ramadhan, setiap emak-emak yang normal akan melakukan ritual yang sama yaitu memenuhi pusat-pusat perbelanjaan demi tujuan mulia menghabiskan menyalurkan THR. Tak terkecuali istri gw. Seminggu ini istri gw sibuk bolak-balik ke Indomart/Alfamart, Mall, Superindo, Naga Mart, Pasar, dan pusat-pusat perbelanjaan lainnya  untuk melaksanakan ritual tersebut. Dan tentu saja gw, sama seperti suami-suami normal lainnya, harus rela menjadi sopir atau tukang ojek dengan bayaran seperangkat menu takjil dan buka puasa.

Hari sabtu dan minggu kemarin adalah puncaknya. Dari hari sabtu pagi istri sudah ngajakin survei harga di setiap Indomart/Alfamart terdekat. Setidaknya ada 5 tempat yang kami survei untuk menentukan mana yang jual Kue Kaleng Monde dan Sirup Marjan termurah. Pikirku, setelah keliling di 5 tempat tersebut, urusan per-kue-an ini akan selesai. Tapi ternyata tak semudah itu Ferguso. Karena ternyata cara penentuannya tak hanya dari harga yang termurah saja, akan tetapi harus pula memperhitungkan : Promo, Diskon, Metode Pembayaran, Cashback, dan Hari. Ya, kamu mau belanja di hari apa ternyata juga menentukan sodara-sodara. Luar biasa. Gw mencoba memasukkan faktor-faktor ini ke dalam rumus Aljabar Linear, tapi ternyata masih gagal juga. "Ini kenapa cuman urusan beli kue aja, jadi rumit gini", pikir gw. Tapi gw mencoba bertahan, mengikuti, dan mencoba menikmati proses ini.

Setelah melalui perhitungan rumit itu, akhirnya kami dapat 5 kue kaleng Monde dan 5 Sirup Marjan, disertai dengan ucapan "Mas, besok kesini lagi ya, Mas?". Karena usut punya usut, ternyata untuk beli 5 paket barang tadi, istri harus bertransaksi 5 kali alih-alih dijadiin 1 transaksi, agar dapat diskon dan cashback maksimal. Dan aturannya sehari hanya bisa maksimal 5 transaksi. Padahal kebutuhan nya adalah sekitar 10 paket kue. Allahuakbar. Ribet amat dah. Lantas, karena penasaran gw tanya istri, "Emang dapet diskonan berapa? Kok ribet amat!". Dengan semangat istri gw menjelaskan, yang gw kagak ngarti, karena muter-muter prosesnya. Intinya yang gw tangkep adalah dari transaksi yang seharusnya sekitar 65rb per paket (Monde+Marjan), istri gw dapet :
1. diskon 5rb
2. cashback 10rb
3. poin 300 perak
Jadi kalo ditotal dari 5 transaksi tadi istri gw untung :
1. (5 x 5rb) = 25rb
2. (5 x 10rb) = 50rb
3. (5 x 300) = 1500
Total : 76.750

Wuih, mantap juga ya. Dari situ gw mule semangat nganter-nganter istri belanja. Lumayan uang belanjaan bisa dihemat. Ga salah gw pilih istri. Wkwk.

Tak hanya urusan per-kue-an ini, urusan beli baju pun demikian. Tapi untuk urusan yang satu ini gw agak selow sih sebenarnya, karena gw emang udah ngebudgetin agak banyakan, karena jarang-jarang kita beli baju. Paling setahun dua kali bahkan kadang cuma sekali. Jadi terserah istri gw aja mau beli apa. Tapi ketika istri gw tiba-tiba dateng dengan baju seabrek, gw mikir juga. Banyak sih banyak, tapi ga gitu juga kali. Buat dia sendiri beli 3 baju + sendal, buat gw dia beliin 2 baju + 3 kaos + 1 celana, buat anak ada 4 baju. Otak kalkulator gw langsung ngitung, 3 juta lebih nih. Tapi alangkah kagetnya gw ketika dikasir bayarnya ga lebih dari 2 juta. Kalo untuk urusan kue kemarin gw nanya gimana prosesnya dan berapa diskonnya, kali ini gw putuskan untuk terima aja, karena penjelasannya pasti lebih ribet lagi. Yang jelas, pas pulang istri gw kasih bocoran, "Tahu ga Mas, ini baju Sasa (anak gw), aku bayarnya cuman 70rb, padahal harga aslinya 200rb lebih". Gw yang ngedenger cerita itu cuman bisa bilang "Mantap", tanpa ingin tahu seperti apa itu terjadi.

Well, ritual ini masih belum berakhir. Apalagi menjelang akhir Ramadhan, dipastikan peserta akan bertambah. Jadi, siapkan diri Anda wahai para suami! Nikmatilah!

God Prank! Three Choices From Allah!

Allah tak henti-hentinya memberi gw kejutan sekaligus ujian. Dan ga kayak prank-prank an di Youtube yang seringkali garing dan terkesan settingan, this God 'prank' is  success! 

Bulan Maret kemarin, di saat gw lagi leyeh-leyeh, hidup tenang, bersyukur, dan menikmati pekerjaan yang gw lakuin saat ini sebagai Software Developer dan Dosen, tiba-tiba Allah ngasih kejutan gw dengan datangnya sebuah email, yang disusul dengan email kedua, dan kemudian email ketiga. Tiga email ini sukses bikin gw galau bin sakau.

First email came from HarukaEdu (pintaria). HarukaEdu adalah platform online learning (semacam ruang guru), yang fokus pada segmen kuliah. Platformnya yang lagi ngehits (sering ngiklan di FB) adalah pintaria. Dimana melalui aplikasi  ini kita ditawari untuk kuliah online di beberapa kampus offline (kampus beneran), tanpa harus hadir di ruang kelas beneran. Cukup nongkrongin aplikasi pintaria aja. Konsepnya sih kayak Universitas Terbuka+Ruang Guru = Pintaria. Dan, sudah cukup banyak kampus yang kerjasama dengan HarukaEdu untuk pake paltform mereka, Pintaria. Nah, dis email isinya adalah nawarin gw untuk jadi salah satu dosen disana. Dosen online katanya. Dan tidak menutup kemungkinan untuk bisa juga jadi Dosen offline (ngajar beneran di kampus-kampus yang kerjasama dengan mereka). It's a good chance, I think. I have to take it. Dan gw baleslah email itu dengan "Saya pelajari dulu!". 

Belum selesai gw mikir, the next day, datanglah email yang kedua. Dis email came from Binus Learning Center. Isinya sama, nawarin untuk ngajar di Binus Learning Center. Ni tempat adalah kayak semacam tempat kursus gitu, yang mencoba memfasilitasi anak-anak Binus University dan Binus School pada khususnya, dan masyarakat luas pada umumnya. Meskipun Binus Learning Center ini diluar managemen Binus University, tapi sistemnya ngekor Binus. Dan tidak menutup kemungkinan bisa juga ngajar di Binus University, jika memang dibutuhkan. Yang paling menarik dari tawaran ini adalah lokasi nya. Karena gw disuruh untuk ngisi di cabang Vida (deket Bantar Gebang), yang mana dari kantor gw deket, dari rumah juga ga jauh. Well, it's a good chance, I think. I have to take it. Dan gw baleslah email itu dengan "Saya pelajari dulu!". Jujur aja, gw mulai bingung. Dua-duanya menarik, dan dua-duanya bagus untuk masa depan gw. Tapi gw ga bisa ambil dua-duanya karena keterbatasan waktu.

Besoknya, email dateng lagi. Kali ini dari Ruang Guru. Isinya pun sama, diminta untuk menjadi salah satu Guru di sana. Ruang Guru, udah pada tahu kan ya? Iklan nya di TV-TV kan mantap sangat. Jadi rasanya tak perlu di-iklankan lagi disini. Well, it's a good chance, I think. I have to take it. Dan gw baleslah email itu dengan "Saya pelajari dulu!".

Dan ternyata, setelah membalas ketiga email itu, gw jadi tambah bingung. Which one should I choose? Semuanya menarik, semuanya menantang, dan semuanya berprospek. Oh God! Gimme a clue!

Be Positive like Ustadz Yusuf Mansur

(sumber : facebook.com)

Jujur aja, ketika ada yang nge-bully Ustadz Yusuf Mansur, berkata yang tidak benar tentang beliau, menjelek-jelekan beliau, gw marah, gw ga terima. Tapi ketika gw hendak marah, gw langsung ingat kata-kata beliau. "Saya ini lagi belajar, belajar untuk positif, memuji orang, bukan sebaliknya. Saya ingin mengajak temen-temen semua untuk ayo donk belajar positif, belajar memuji. Karena kata Rasul, kita tidak boleh menceritakan hal-hal jelek tentang orang lain. Karena kalau ternyata itu salah, maka jatuhnya fitnah. Tapi kalau ternyata itu benar, maka lebih wajib lagi bagi kita untuk menutupi aib orang tersebut, sambil terus menerus mengingatkan dengan cara-cara yang baik, cara-cara yang santun". Gimana gw mau marah coba? 

Gw pribadi belum pernah ketemu Ustadz YM, ikut pengajian beliau pun belum pernah. Tapi kekaguman dan kecintaan gw sama Ustadz YM jelas. Bukan karena apa-apa, semata-mata karena beliau selalu mengajak ke kebaikan.

Pertama kali gw kenal dan belajar dari Ustadz YM adalah ketika dulu ada acara "Chating dengan YM" di ANTV. Dari acara itu gw belajar banyak hal. Agama itu bukan ekslusif, tapi ada di keseharian kita. Agama itu bukan semata-mata yang ikut kajian sana-sini, tapi pengusaha dan pedagang pun beragama. Agama bukan hanya yang rajin ke masjid, tapi seorang ibu yang berjuang jualan bensin eceran, berdoa, dan bersedekah untuk anak-anaknya pun beragama. Agama bukan hanya bagi mereka yang hafidz Quran, tapi yang menyediakan, yang mengusahakan berdirinya Rumah Tahfidz pun beragama. Ustadz YM melalui acara itu ngebuka wawasan gw tentang Islam. Islam yang sebelumnya gw pahami sebagai sebuah ekslusifitas.

Semakin banyak gw mencari dan melihat Ustadz YM, semakin banyak pula hal yang gw pelajari dari beliau. Utamanya soal mimpi. Bahwa ada kesamaan pemikiran antara gw dan Ustadz YM. Bahwa sebagai seorang manusia, apalagi manusia beragama harus selalu bermimpi. Dan mimpi jangan cuma nanggung, tapi mimpi harus mimpi besar. Sejak saat itu, apapun yang dilakukan Ustadz YM, selalu gw ikuti. Mulai dari Daqu, Rumah Tahfidz, Patungan Usaha, Kopindo, hingga saat ini PayTren. Mimpi beliau tetap satu, yaitu ingin membeli kembali Indonesia dan menjadikan negara ini dipandang oleh negara lain. Dan itulah tepatnya yang mulai dirintis oleh beliau saat ini. Belum begitu terlihat, tapi gw yakin, kami yakin sebagai murid-murid beliau, atas izin Allah, itu akan terwujud. Ada beberapa masalah, misal soal Patungan Usaha dan MLM dalam PayTren. Tapi semua toh sudah dijelaskan dan diselesaikan sesuai dengan prosedur yang ada. Plus, setelah ada masalah itu, Ustadz YM mencontohkan kepada kita untuk belajar, bukan menghindar atau bahkan menyalahkan. Bahkan beliau menyengaja kuliah S2 dan lulus dengan predikat Cumlaude dan mendapat gelar Magister Ilmu Ekonomi dari Universitas Trisakti.

Ustadz YM adalah orang yang jujur dan apa adanya. Tak pernah menggurui apalagi menghakimi. Buku-buku beliau yang berjilid-jilid, tulisan-tulisan beliau di web, instagram, menceritakan kisah hidup beliau apa adanya. Tanpa dibumbui ataupun dikurangi. Itulah makanya, dibanding buku-buku lain, secara kebahasaan dan kesusastraan kalah jauh. Akan tetapi secara isi, semua yang beliau tulis orisinil. Dan justru itulah kekuatannya.

Ustadz YM juga selalu mengajak kita untuk lebih mencintai Al Quran. Mendorong anak-anak kita untuk menjadi Hafidz/Hafidzah melalui Daqu maupun Rumah Tahfidz, bagi pekerja yang sok sibuk kayak gw, yang ga sempet fokus belajar agama, beliau ngasih solusi untuk ikut program ODOA (One Day One Ayat, satu hari untuk menghafal satu ayat). Dan banyak hal lainnya, yang kesannya simpel, sederhana tapi mengena dan solutif. Dan semua itu gw ikutin, walaupun dalam pelaksanaannya ya jauh dari 100%. Hehe.

Dan di akhir-akhir ini ketika beliau mengajak kita untuk belajar positif, belajar memuji orang, dengan mencontohkan "Memuji Presiden Jokowi", lagi-lagi gw harus ikuti. Karena itu ajakan positif. Beliau ga ngajak ribut, beiau ga provokasi, beliau ga merugikan orang lain, beliau ngajak bener. Toh meskipun nayatanya apa yang dilakukan Ustadz YM dan yang kami ikuti ini mendapat respon yang kurang baik di beberapa kalangan masyarakat. Mulai dari cemoohan hingga fitnah yang sama sekali tidak enak didengar telinga. Sebagai murid (yang tak pernah bertemu), jujur gw marah, gw ga rela orang yang gw sebut guru direndahkan seperti itu. Tapi gw juga selalu ingat, di saat yang sama pun, di bawah bully, cemooh, dan fitnah itu Ustadz YM terus mendorong  kita untuk terus positif dan menjadikan cemoohan itu sebagai pelebur dosa kita. Jadi, it means nothing lah.

Well, tak ada gunanya marah-marah. Pun tulisan ini bukan karena gw pengen marah, cuman pengen curhat aja dan sekaligus bertanya "Bagian mana dari ajakan Ustadz YM yang salah?". Tolong dijawab dengan jujur.

2019, Catch The Dream Before 30th

I am not young anymore. In only 2 years from now, I'll turn to 30 years old. It's not a good news to hear, especially when it's about dream. Though Luffy said in One Piece that "Man's dreams never die", but realisticly, when our age increase, our passion to catch d dream will not as strong as before. Due to the responsibility as a husband, as a dad, as a man in d society, as everything will sue us to stop dreaming.

But,...
I guarante that, as a big fans of Luffy, I swear, that I will always say "Man's dreams never die". Just like a year before, gw akan tetep nulis apa-apa yang menjadi target gw tahun ini. Karena sampai hari ini gw masih percaya betul apa yang disampaikan oleh Pak Pracih waktu SMK dulu, "Tulis apa yang akan menjadi mimpimu, dan percayalah itu akan jadi kenyataan".

1. To be a husband for my beautifull wife and a dad for my cute girl
Mungkin target gw ini termasuk target yang ga perlu ditarget. Karena mungkin bagi kebanyakan orang ini klise, tapi for me it's a big deal. Dengan besarnya tanggung jawab sekarang, utamanya tentang menyediakan segala kebutuhan keluarga, waktu gw banyak terbuang di luar, untuk bekerja. Ga banyak waktu untuk istri dan anak. Apalagi mulai bulan maret ini gw ada kesempatan buat ngajar di tempat lain. It means more days to come home late. Berangkat pagi, pulang malem. Almost everyday and no time for them. One thing that make me feel bad is pas gw pulang ke rumah, si Sasa (anak gw) udah tidur dan pas mau berangkat lagi dia belum bangun. It's like something I can not want to be. But, this is reality. Tapi percayalah, gw berkomitmen apapun yang terjadi gw akan selalu mengusahakan ada buat mereka.

2. Be more maximal at PT Bukaka Teknik Utama.
Sekarang ini gw kerja di PT Bukaka Teknik Utama, perusahaan yang telah banyak ngebantu gw selama 8 tahun terakhir ini. I just can not find a company as good as Bukaka. Bukan soal gaji, bukan soal uang. Tapi soal kesempatan, keleluasaan, kekeluargaan, dll. Gw bisa lulus S1 karena Bukaka, gw bisa lulus S2 karena Bukaka, gw bisa jadi dosen karena Bukaka, gw bisa nulis karena Bukaka, karena Bukaka give a chance. Dan hal seperti ini belum tentu bisa gw dapetin di tempat lain. So, I just will give my best for Bukaka. 

3. Lolos Penggolongan Asisten Ahli 
After get NIDN, jenjang karir dosen gw selanjutnya adalah penggolongan. Penggolongan penting karena ini yang akan menyeterakan dosen swasta dengan dosen negeri. Enaknya jadi dosen dibanding guru adalah ini. Di dunia dosen, dosen swasta punya hak dan kewajiban yang sama dengan dosen negeri. Di guru, belum. Gw tahu ini karena kebetulan bokap gw guru dan sering ngeluh soal nasib guru-guru honorer yang belum tahu gimana nasibnya. Satu-satunya yang ngebedain dosen swasta dan dosen negeri adalah yang ngasih gaji. Kalo dosen negeri digaji oleh negara, dosen swasta digaji oleh yayasan. Secara nominal memang ada perbedaan, tapi percayalah tidak signifikan. Sama-sama kecil. Pendidik mana yang digaji gede di negeri ini? Saat ini belum, mungkin tahun depan berubah. Hehe. Optimis lah.

4. Have a home to stay
Mimpi gw untuk punya rumah sendiri sudah gw patri sejak tahun pertama gw menikah. Tapi memang belum waktunya, hingga jalan tahun ketiga pernikahan gw, kami masih belum bisa punya rumah. Many thing happen, but gw tetep ga akan berhenti bermimpi untuk punya rumah sendiri.

5. Publish a Journal and Active to Write in IT Field
Jurnal bagi dosen adalah jalan, sedangkan bagi gw pribadi adalah kebanggaan. Sejak tahun kemarin sebenernya gw udah kirim dua jurnal ke publisher. Tapi sayangnya emang belum ada respon sampe sekarang. Ga heran emang, karena emang begitulah. Dunia jurnal di Indonesia memang masih dalam tahap mulai tumbuh, jadi wajar kalo banyak publisher kredibel yang kebanjiran kiriman jurnal, jadi banyak yang numpuk, dan akhirnya waiting list nya ga kalah panjang sama gerbong KRL. Temen gw, si Aninditia yang sekarang ini lagi S3 di Jerman pun pernah mengeluhkan hal yang sama, bahwa untuk nerbitin satu jurnal butuh waktu 1,5 tahun. Wkwkw. But, it means nothing for me, karena gw akan tetep nulis jurnal.

Plus, mulai sekarang gw mungkin akan mulai fokus nulis di dua bidang saja, yaitu investasi dan dunia IT terkini. Jika di tahun-tahun sebelumnya, karena kegalauan mau nulis apa ngebuat gw punya banyak blog gagal, tahun ini gw akan fokus nulis di kotainvestasi.blogspot.com dan pakcondro.blogspot.com saja. Semoga diberi jalan.

6. Menjaga hafalan Juz 30 dan 29, dan mendengar lebih banyak kajian dari lebih banyak lagi ulama. 
And last but not least, tahun ini gw ga mau sesumbar nambah hafalan, karena kenyataannya untuk menjaga juz 29 dan 30 aja gw udah kewalahan. For me, yang ga pernah serius belajar agama, ga pernah mondok, belum rutin ikut kajian, menjaga dua juz saja begitu berat. Plus untuk menambah ilmu, gw insaAllah akan lebih banyak mendengar dan belajar dari banyak ulama dari berbagai latar belakang. Biar ga mudah ngejudge cebong ato kampret. Wkwkw.

Well, enam hal ini insaAllah yang akan jadi guidlines gw sepanjang tahun 2019. Dan gw bertekad, bismillah, dengan izin Allah, sebelum 30 tahun gw bisa mewujudkan semuanya. Amin. 

A Little Note from 2018

Well, compare to last year and tahun-tahun sebelumnya, bisa dibilang tahun ini gw parah. Ini adalah tulisan tersedikit gw dalam satu tahun. It's only four articles. Bayangkan sodara-sodara! Satu semester cuman dua tulisan. Kalah sama tugas softskill dulu waktu kuliah. Dan not only about quantity, quality pun gw meragukan. Tahun ini bukan tahun gw. But, overall, tetep patut disyukuri karena satu dua keinginan yang gw canangkan di awal tahun kemarin tercape.

First, yang tercape di tahun ini adalah status gw sekarang bukan lagi suami, tapi juga bapak (papa). Sebelum memandang jauh ke depan, gw pengen flashback ke belakang gimana gw dan istri gw berjuang buat kelahiran anak pertama kami ini. Banyak ujian bahkan dari hari pertama periksa ke dokter sampai akhirnya melahirkan dan terus berjalan sampai hari ini pun, semuanya ujian. Ato lebih tepatnya Allah sedang mengajari kami (gw dan istri) untuk memikirkan kembali soal orang tua kami dulu. Gimana kami berjuang sekarang, begitulah dulu orang tua kita berjuang. Dan yah, harus diakui, God's succed (always). Rencana Allah itu keren, Maha Keren. 

Oya, berhubungan dengan cerita tentang baby gw ini dan gimana gw dan istri menjalaninya, gw sedang mempersiapkan new blog. You can access it in https://youngpa-log.blogspot.com/. Semoga jadi blog beneran, ga kayak blog yang udah-udah, yang akhirnya amburadul tak terurus. Hehe. 

Second yang tercape di tahun ini adalah gw dapet NIDN (Nomor Induk Dosen Nasional). NIDN mean a lot for me. Paling ga, minimal, mengamankan status gw sebagai dosen. It means juga, mimpi gw dari kecil juga udah kecape, walaupun belum sempurna. Still too many things to do, but patut disyukuri, karena ini merupakan big stepping stone I got. Well, nilai plus sampingnya adalah tentu saja gw dapet tambahan penghasilan. But, it's second lah, karena tujuan gw ngajar bukan semata karena uang. It's just fun to share. 

Ketiga yang kecape di tahun ini adalah kenaikan gaji gw di kantor yang sekarang. Meskipun awalnya target yang gw tulis adalah kenaikan pangkat, tapi setelah ngobrol sana-sini, dengar kanan-kiri, ternyata untuk kondisi saat ini, this is d best thing I can reach. It's not that big, but tetep Alhamdulillah.

Well, dan akhirnya yang ga kecape di tahun ini lumayan banyak juga. Hehe. Punya rumah sendiri belum, tanda-tanda lanjut S3 belum, fokus di bidang investasi dan ngembangin blog kotainvestasi.blogspot.com belum, punya toko buku online belum, nambah hafalan tiga juz juga belum. Well, masih banyak yang belum, tapi tak perlu gw risaukan berkepanjangan sepertinya karena semuanya toh berproses. 

Finally, akhir paragraf, gw pengen bilang, dengan kesibukan gw yang sekarang ini, gw cukup bersyukur bisa memenuhi sebagian dari apa yang gw canangkan di awal tahun. Kalo ini ujian sekolah, mungkin gw gagal, karena dari delapan target, gw baru bisa memenuhi tiga. But, daripada tidak sama sekali, tiga alhamdulillah sudah oke lah ya. Semoga taun ini lebih baik lagi. Amiin.

Si Kecil Mulai Makan, Apa yang Perlu Kita Tahu?

     Hari ini, putri cantik gw, bayi lucu gw mule belajar makan. Belum genap 6 bulan sih, masih kurang beberapa hari lagi. Tapi ga apa lah ya, dicoba. Sebelumnya, gw dan istri udah konsul ke dokter, nanya sana-sini, dan baca entah dari buku atau internet soal apa-apa aja yang perlu diperhatikan. Berikut adalah beberapa hal yang bisa gw share, yang barangkali bisa menjadi info buat young-pa young-ma lain di luar sana. Hehe.

1. Konsep Dasar
Konsep dasarnya adalah untuk memperkenalkan anak/bayi terhadap makanan. Sekali lagi ingat, memperkenalkan. Bisa jadi ini adalah perkenalan yang baik, bisa jadi tidak. Bisa jadi anaknya mau diajak kenalan dengan makanan, bisa jadi engga. Bisa jadi anak kita alergi, bisa jadi engga. Macem-macem lah. So, dengan meyakini bahwa konsepnya adalah "memperkenalkan", maka ketika anak tidak mau makan, Anda tidak segera pusing alias stress. Konsep memperkenalkan ini juga punya nama beken yaitu MPASI, atau singkatan dari Makanan Pendamping ASI. Artinya apa? Yang utama tetap ASI dan makanan adalah pendampingnya. Jangan dibalik!!!

2. Kapan Dimulai ?
Secara teori adalah ketika bayi berusia 6 bulan. Boleh kurang lebih beberapa hari lah, sesuai dengan kondisi bayi. Boleh kurang dari 6 bulan dengan catatan: bayi sudah siap dan tertarik dengan makanan, ditandai dengan : suka memperhatikan orang lain makan, mulutnya seringkali clomat-clamit kayak ngunyah sesuatu, sering nangis meski sudah dikasih ASI seperti biasanya, dll. Tidak boleh lebih dari 6 bulan, karena mulai usia 6 bulan, aktifitas bayi sudah mulai banyak (gulang-guling, tengkurep, mulai merangkak, bahkan ada yang sudah minta berdiri), sehingga kalau tidak ditambah dengan asupan makanan, dikhawatirkan bayi akan kekurangan energi. Efek paling ringannya, bayi akan sering nangis. Dan efek paling ekstrimnya bayi bisa kena stunting/kuntet.

3. Apa yang Dimakan ?
Meskipun ada beberapa perbedaan diantara beberapa referensi yang kami dapat, tapi pada intinya adalah : makanan bayi (yang dijual di toko-toko : milna, promina, cerelac, farley, dll) yang sudah dihaluskan dan diencerkan, hingga mendekati cair. Terutama untuk minggu-minggu awal. Hal ini bertujuan agar sistem pencernaan anak tidak kaget, karena selama ini hanya mengkonsumsi ASI/susu saja. Nanti secara bertahap teksturnya diperkasar. Setelah dua minggu, bisa ditambah dengan buah. Saran dokter kami waktu itu adalah pisang. Tapi kenyataannya malah membuat anak kami susah pup. Solusinya kami ganti dengan buah lain seperti alpukat, pepaya, dll. Yang penting jangan dicampur. Satu kali makan, satu jenis buah.

4. Kapan Waktu Makan ?
Dihitung dari bulan keenam, maka :

  • Dua (2) minggu pertama : pagi dan sore (bubur bayi/makanan bayi yang sudah dihaluskan dan dicairkan)
  • Dua (2) minggu kedua : pagi (makanan bayi), siang (buah yang sudah dihaluskan/dijus super halus), sore (makanan bayi).
  • Empat (4) minggu ketiga : belum belajar lagi. Hehe.


5. Apa yang Perlu Diperhatikan ?
Beberapa hal yang mungkin terjadi dan perlu diperhatikan adalah :

  • Makanan harus dihaluskan dan dicairkan seencer mungkin (hingga mendekati cair), agar sistem pencernaan bayi tidak kaget/luka.
  • Porsi makan jangan terlalu banyak. Ingat!!! Ini adalah makanan pendamping, artinya porsi utama konsumsi bayi masih tetap ASI. Perhitungkan agar bayi tetap mengkonsumsi ASI dalam jumlah yang dianjurkan, yaitu antara 600-800 ml.
  • Perhatikan pup bayi. Ada kala nya bayi tidak cocok dengan makanan yang dikonsumsinya sehingga menyebabkan pup bayi menjadi keras dan susah dikeluarkan. Seperti yang bayi kami alami akibat mengkonsumsi pisang. Namun kondisi ini tidak sama antara satu bayi dengan bayi lainnya. Perhatikan pula warna dan bau pupnya. Wajarnya adalah warna pup sesuai dengan yang dimakan. Misanya, abis makan pisang : pup nya cerah cenderung kuning, makan pepaya : pup nya orange, dll. Jika ada yang tidak wajar segera konsultasikan ke dokter.
  • Perhatikan pula kondisi bayi. Ada beberapa bayi yang alergi terhadap makanan tertentu. Tandanya diantaranya adalah muncul bintik-bintik pada kulit bayi, bayi muntah, dll. Jika itu terjadi ganti menu makanan. Jika alergi terus berlanjut, hubungi dokter Anda. Alergi pada bayi bisa berbahaya bagi bayi itu saat ini, atau nanti ketika dewasa. Misalnya anak saya. Dari lahir, anak saya alergi susu sapi dan juga susu kedelai. Padahal hampir semua makanan bayi pasti mengandung susu. Maka dari itu, setelah konsultasi ke dokter, kami diberi alternatif makanan bayi yang tidak ada susunya, yaitu Farley (ini bukan iklan ya) dan Milna Goodmil. Kalau di kota sih, susah-susah gampang nyari produk ini. Tapi di online banyak kok. Nah, masalahnya adalah kedua produk ini varian rasanya sedikit, sehingga kalau bayi bosan, tidak ada alternatif lain. Terus gimana? Sarannya suruh bikin makanan bayi sendiri.
     Nah, itu tadi pengalaman kami di awal-awal masa MPASI. Belum genap sebulan sih. Nanti kita share lagi perkembangan-perkembangan yang lainnya. O ya, kondisi setiap anak beda-beda ya, dan referensi yang ditawarkan oleh dokter dan buku-buku kadang emang beda-beda. Jangan bingung! Ditampung semua dan dicari yang paling pas buat anak kita aja. Bisa aja saran dokter ga pas, saran buku lebih oke, bisa jadi saran buku ga bisa diterapin, tapi kata ibu mertua malah berhasil, dll. Pokoknya dinikmatin aja, biar ga stress.

     Untuk young-pa di luar sana, sesekali boleh deh belajar nyuapin anak. Biar tahu gimana kerja kerasnya young-ma di rumah. Gw sendiri kalo libur ikut bantu-bantu istri gw ngurusin si kecil, termasuk nyuapin. Dan capek saudara. Biar kita sebagai young-pa tahu betapa besar perjuangan young-ma dan tahu gimana caranya berterimakasih sama istri tercinta.



Two Flowers for Two Years from My One and Only Lady


Happy Second Anniversary of our Marriage my lady. All good things have and done will be better and better. Love you beb.

This flowers are from my beautifull wife. She hide it in my office bag, without I was knowing nothing. I just realize when arrived at the office. And now these two flowers is displayed at my office desk. Tks beb.