::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Jakarta Marathon 2013

    Hari Minggu kemarin, udah agak lama sih, gw ikutan Jakarta Marathon. FYI aja, event ini adalah event Marathon tingkat International pertama yang diadain di Jakarta. Pesertanya lo bisa liat sendiri, banyakan orang itemnya, orang-orang Kenya yang tiap hari latihan larinya sama Singa. Errr. Gw sendiri udah daftar dari bulan Juli kemarin, menjelang lebaran, dimana gw harus merelakan sebagain dari THR gw buat daftar. T_T

    Back to the story, saking excitednya gw ikutan race ini, malemnya gw ga bisa tidur. Sebenarnya bukan karena excited juga sih, tapi lebih karena pas gw mau tidur, kamar kosan sebelah lagi nonton Barca-Madrid, yang suaranya udah ngalahin suara bajay. Berisik banget dah. Kecuali lo udah nenggak obat tidur, gw yakin siapapun juga akan bernasib sama kayak gw. Ga tanggung-tanggung mereka jejeritan sampe jam 1.30 pagi. Padahal gw kudu berangkat race jam 2.30 pagi biar dapet tempat parkir, karena jalanan di Jakarta bakal ditutup. Singkat cerita, gw ga tidur dan sibuk nyumpahin tu anak-anak kosan sebelah. Sialun.

    Subuh, gw udah nyampe di lokasi. Satu hal yang gw amati adalah, yang sholat subuh dikit doank. Mungkin cuma puluhan dari ribuan peserta. Ga tau juga sih kalo mereka subuhan di tempat lain. Cuman karena dari awal perasaan udah ga enak, jadi kemana-mana bawaannya suudzon mulu.

    Jam 5 teng, race dimulai untuk kategori Full (42km) dan Half (21) Marathon. Gw sendiri ikutan yang Half Marathon. Kaki masih lemah, belum kuat buat lari 42km yang sama dengan lo lari dari ujung selatan sampe ujung utara Jakarta, lanjut nyemplung laut, sampe kepulauan seribu. Meskipun race mulai jam 5 teng, tapi gw baru mulai lari jam 5.15. Ceritanya gw telat sodara-sodara. Telat gara-gara gw mampir dulu di Booth Yahoo & Flickr buat poto-poto. Hehe. Walhasil, pas gw mule lari, rute race udah sepi. What a nice rute.

    Sejujurnya, ini adalah race 21km pertama gw. Sebelumnya, paling mentok 17km, pas di Independence Day bulan Agustus. So, sebenernya gw agak-agak khawatir juga kalo-kalo gw ambruk di jalan. Secara, waktu Independence Day, kaki gw udah nyut-nyutan, nafas tinggal satu dua. Gw sih udah latihan ya buat race ini, dua kali, tapi sayang sekali dua-duanya berakhir dengan mata berkunang-kunang mau pingsan. Apalagi semalem gw ga tidur. Lengkap sudah deh. Tapi well, gw yakin gw pasti bisa lah. Target gw sih ada dua di race ini. Satu finish, dua kurang dari 2 jam.

    Di km 1-15 biasa. Serius, gw bahkan ga merasa capek sama sekali. Gw juga ga mampir sama sekali di water station. Tapi pas nyampe km 17, dimana pas di km ini Monas udah keliatan (finish line ada di Monas), gw nambah speed, dan alhasil nafas gw berantakan, kaki gw teriak-teriak. Tapi setelah lari 1km, garis finish belum juga keliatan, yang ada malah tulisan 'Half Marathon 18km'. Gw langsung lemes. Ternyata,meskipun gw udah sampe Monas, rutenya masih kudu muter lagi sejauh 3km. Di saat seperti ini, gw cuman bisa bilang sama diri gw sendiri, 'sialun'.

    Setelah melewati 3km 'sialun' tadi, akhirnya finish line keliatan juga. Ada 3 orang di depan gw yang larinya juga udah kayak keong. Gw yang udah mau finish cepet-cepet, maksain diri buat sprint. Target gw, 'pokoknya gw kudu bisa balap tiga orang ini', dan berhasil. Buahaha.

    Nah, kalo orang-orang pas nyampe di Finish Line pada bilang "Yeah", "Aaaa" (sambil membuka kedua tangannya), gw malah ngomong "Sialun" (sekali lagi), karena ternyata meski target pertama gw terpenuhi, target kedua engga. Gw finish 2 jam 10 menit. Sial. Setelah sekitar 1 jam istirahat, gw langsung buru-buru balik, karena siangnya gw ada Kuliah Praktikum. Pas balik, di kereta, gw cuman bisa ngedumel, 'Gw ga sempet poto-poto".

    Nah, pas turun dari kereta ada kejadian lucu sekaligus miris. Gw ga bisa jalan bo', gw mau ambruk. Jadilah, pas gw keluar pintu, gw langsung nyari kursi buat duduk. 30 menit gw cuman duduk doank, ngerasa-ngerasain 'apa yang terjadi', dan setelah sekian lama akhirnya gw sadar, gw laper. Energi gw udah abis, dan gw butuh makan. Langsung, dengan tenaga yang tersisa gw mampir di lontong sayur langganan gw. Dan bukan sulap bukan sihir, gw langsung seger lagi. Hahaha.

    Well, pas di kampus, mata gw udah ga normal. Ngantuk berat. Tapi apa daya, gw masih kudu berjuang untuk dua jam ke depan. Selesai ngampus, temen ngajakin main badminton. Pun gw ga bisa menolak tawaran itu, dan akhirnya main badminton sampe jam 6 sore dengan mata seperempat kebuka. Ga heran sih kalo beberapa kali gw kelewat nampol si kok. Mungkin waktu kelewat itu gw tertidur. Entahlah.

    Di akhir posting, meskipun postingan gw kali ini penuh kata 'sialun' dan mungkin ga bermutu, gw tetep bangga bisa nyelesein Half Marathon. Karena kalo gw flashback ke belakang dimana waktu SMP gw adalah bocah yang langganan pingsan. Jangankan 21km, muterin halaman sekolah aja gw ga kuat. But, this is me. Everybody changed dan emang seharusnya setiap orang berubah, menjadi lebih baik dan lebih baik. Dan semua orang bisa berubah. Kuncinya cuman dua kok, mau dan berusaha. Sekian.

Tugas 1 - Pengantar Telematika



Tugas 1
Mata Kuliah        : Pengantar Telematika



Nama                    : Condro Wibawa
Kelas                     : 4 KA 22
NPM                      : 11110626

1.    Jelaskan menurut pendapat masing-masing tentang perkembangan teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi!
2.    Bagaimana peranan telematika dalam bidang pendidikan? Berikan contohnya!
3.    Apa manfaat dan dampak negatif dari perkembangan telematika, jelaskan!
4.    Bagaimana cara mengatasi dampak negatif dari perkembangan telematika tersebut?


1.   Perkembangan Teknologi Informasi erat kaitannya dengan penyebarluasan informasi. Hal ini bisa dilihat dari bagaimana penyebarluasan informasi dimulai dari surat menyurat yang bisa memakan waktu berhari-hari, kemudian berkembang dengan adanya teknologi telepon, SMS, Email, hingga Chatting. Bahkan tidak hanya berupa percakapan saja, poster pun yang biasanya dipajang di tempat-tempat umum, kini cukup diupload melalui social media. Tidak hanya praktis, namun dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, penyebarluasan informasi juga semakin efektif dan efisien. Informasi bisa didapat oleh orang lain, berapapun jaraknya. Selain itu, biaya yang dibutuhkanpun semakin murah bahkan nol. Seseorang hanya butuh koneksi internet untuk menyebarluaskan pengumuman melalui internet. Bandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika ia menggunakan cara tradisional seperti membuat poster atau melalui media cetak. Selain lebih mahal, belum tentu informasi tersebut sampai ke sasaran.

Secara teknologi, menurut saya, perkembangan teknologi saat ini sudah memenuhi apa yang diharapkan. Kendala yang mungkin masih menjadi hambatan adalah infrastruktur yang masih kurang.

2.   Dalam bidang pendidikan, peranan telematika juga sangat besar. Saat ini, para siswa dan guru tidak perlu lagi bingung mencari buku ajar. Cukup dengan koneksi internet, maka buku ajar sudah bisa didownload secara gratis dalam bentuk E-Book atau Buku Elektronik. Dalam hal ini, Kementerian Pendidikan sudah menyediakannya dan bisa diunduh secara gratis. Selain hampir tanpa biaya, metode ini juga cukup efektif untuk distribusi bahan ajar ke daerah-dearah terpencil. Toh saat ini, koneksi internet sudah hampir bisa dinikmati hingga daerah terpencil.

Tidak terbatas pada bahan ajar, saat ini, Kementerian Pendidikan juga sudah mulai menerapkan pendataan siswa dan guru secara online, untuk tingkat pendidikan menengah, sehingga ke depannya, dinas-dinas terkait bisa mendata dengan akurat tentang kondisi sekolah, terutama untuk daerah yang sulit dijangkau.

Khusus di kota-kota besar, peranan telematika juga sudah bisa dirasakan dengan adanya penerimaan siswa/mahasiswa secara online. Hal ini selain mempercepat proses penerimaan siswa baru, juga bisa memberikan informasi kepada para orang tua secara langsung apakah anaknya bisa diterima atau tidak. Sedangkan untuk kegiatan belajar-mengajar,  di beberapa sekolah, para orang tua juga bisa mendapat laporan secara langsung mengenai kegiatan yang dilakukan anak-anaknya, baik melalui SMS/ Email.

Belum lagi untuk sektor pendidikan informal, dimana sekarang ini hampir setiap orang bisa belajar apa saja melalui internet. Kursus-kursus online, baik yang berbayar ataupun gratis, bahan ajar, ebook, artikel-artikel yang memberikan informasi berharga lainnya. Semuanya kini bisa dilakukan oleh siapa saja, kapan saja, dan dimana saja berkat kemajuan teknologi telematika.

3.   Seperti telah dijelaskan sebelumnya, ada begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh dari perkembangan teknologi informasi, diantaranya adalah :
a.     Tidak ada jarak. Artinya dengan perkembangan teknologi informasi saat ini, jarak sama sekali bukan hambatan. Seseorang yang ada di benua Amerika bisa mengobrol dengan temannya di Indonesia, dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, dengan tiadanya jarak, waktu penerimaan informasi juga bisa sangat cepat. Bahkan ketika seseorang di Malaysia memposting gambarnya di Facebook misalnya, seorang temannya yang ada di Inggris saat itu juga telah bisa melihat gambar tersebut.
b.    Hemat biaya dan tenaga. Masih berhubungan dengan manfaat di poin a, dengan tiadanya jarak, secara otomatis akan memotong semua biaya perjalanan yang dibutuhkan. Apabila melalui kantor pos, mengirim surat dari Jakarta ke Semarang membutuhkan biaya sekitar Rp 10.000,00 untuk pos kilat dan itupun baru diterima keesokan harinya plus antri di kantor pos, maka dengan email, seseorang bisa mengirim surat tersebut gratis (asal ada koneksi internet) dan akan diterima oleh si penerima saat itu juga plus bisa dilakukan sambil minum kopi di rumah.
c.    Bisa mendapatkan informasi apa saja.  Melihat manfaat internet yang begitu hebat, membuat semua orang berlomba-lomba untuk menampilkan informasi apa saja di internet. Imbasnya, seseorang yang ingin mendapatkan informasi pun akan terbantu dengan postingan orang lain. Mulai dari teori-teori ilmiah hingga resep masakan bisa kita temukan di internet.
d.    Masih banyak manfaat lain, tapi pada intinya, manfaat perkembangan teknologi informasi yang paling mendasar adalah di poin a, memutus jarak. Dengan tidak adanya jarak, maka manfaat lain akan mengikuti.
Namun begitu, setiap penemuan baru pasti akan ada dampak buruknya. Begitupun di dalam perkembangan teknologi informasi.  Beberapa dampak negatif dari perkembangan teknologi antara lain adalah.
a.    Hilangnya kehidupan sosial bermasyarakat.  Dengan adanya telpon, SMS, dan chatting, seseorang bisa dengan mudah berkomunikasi dan bertukar informasi tanpa harus saling bertatap muka. Kemudahan ini membuat orang malas berinteraksi secara langsung.
b.    Pudarnya moral. Dengan kemudahan akses informasi, tidak hanya informasi yang bersifat positif saja yang bisa diperoleh, namun informasi negatifpun mudah didapat, seperti pornografi, kehidupan bebas, dll. Apabila tidak disertai dengan pendidikan moral yang memadai dan pengawasan yang ekstra, maka moral penggunanya akan semakin tergerus. Bahkan dalam kasus  yang ekstrim, kabarnya di Amerika, pernah ada kasus pembunuhan, dimana pelakunya terobsesi untuk memainkan game komputer di dunia nyata.
c.    Menurunnya tingkat kesehatan. Penggunaan alat-alat eletronik, secara tidak langsung akan berpengaruh pada kesehatan penggunanya. Radiasi dari layar monitor/gadget, radiasi suara dari telepon, terlalu lama duduk, malas bergerak akan menurunkan tingkat kesehatan penggunanya. Di Korea Selatan, seorang gamer meninggal dunia akibat terlalu lama bermain game.
4.  Meskipun memiliki dampak negatif yang tidak bisa dihindarkan, namun perkemangan teknologi harus tetap berjalan, karena manfaatnyapun begitu besar bagi kehidupan manusia. Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi antara lain adalah :
a.     Tidak mengizinkan/membiasakan anak untuk menggunakan perangkat teknologi informasi secara bebas. Hal ini bertujuan agar anak-anak bisa berinteraksi dengan dunia nyata. Dewasa ini orang tua malah memanjakan anak-anak mereka dengan berbagai macam gadget sehingga masa kecil mereka habis hanya untuk berinteraksi dengan gadget mereka, bukan dengan teman-teman sebayanya.
b.    Membekali anak dengan pendidikan moral dan agama yang kuat, sehingga seseorang bisa dengan bijak memilih informasi mana yang berguna bagi dirinya dan mana yang bisa merusak dirinya.
c.     Selalu mengawasi seluruh kegiatan anak dan keluarga. Pengawasan disini tidak berarti mengekang. Seseorang boleh menggunakan perangkat telematika, namun tetap dalam pengawasan orang yang lebih bijak.
d.    Tetap memprioritaskan kehidupan nyata daripada kehidupan maya.
e.    Membuat terobosan teknologi yang bisa mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi informasi itu sendiri, seperti sistem pemblokiran, scheduling, parents monitoring, password, dan lain-lain.

Kejahatan itu tidak ada, Kejahatan hanyalah simbol untuk menyebut Ketiadaan Tuhan..

Siapa sangka kan gw dapet ilmu dari forum One Piece di Kaskus. Ga tanggung-tanggung, langsung ilmu Agama + Fisika. Emang ilmu bisa didapat dari mana aja.. Tergantung bagaimana kita menyikapinya.. Yang penasaran apa ilmunya.. Ni, gw sodorin tulisannya (sori berantakan, langsung copas soalnya. hehe)..


Seorang Profesor dari sebuah universitas
terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya
dengan pertanyaan ini, "Apakah Tuhan
menciptakan segala yang ada?".
Seorang mahasiswa dengan berani menjawab,
"Betul, Dia yang menciptakan semuanya".
"Tuhan menciptakan semuanya?" Tanya
professor sekali lagi. "Ya, Pak, semuanya" kata
mahasiswa tersebut.
Profesor itu menjawab, "Jika Tuhan
menciptakan segalanya, berarti Tuhan
menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu
ada, dan menurut prinsip kita bahwa
pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita
bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah
kejahatan".
Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa
menjawab hipotesis professor tersebut.
Profesor itu merasa menang dan
menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia
telah membuktikan kalau Agama itu adalah
sebuah mitos.
Mahasiswa lain mengangkat tangan dan
berkata, "Profesor, boleh saya bertanya
sesuatu?".
"Tentu saja," jawab si Profesor,
Mahasiswa itu berdiri dan bertanya,
"Profesor, apakah dingin itu ada?"
"Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin
itu ada.
Kamu tidak pernah sakit flu?" Tanya si
professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.
Mahasiswa itu menjawab, "Kenyataannya, Pak,
dingin itu tidak ada.
Menurut hukum fisika, yang kita anggap
dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F
adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan
semua partikel menjadi diam dan tidak bisa
bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan
kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan
panas."
Mahasiswa itu melanjutkan, "Profesor, apakah
gelap itu ada?" Profesor itu menjawab, "Tentu
saja itu ada."
Mahasiswa itu menjawab, "Sekali lagi anda
salah, Pak.
Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan
dimana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita
pelajari, gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk
meme-cahkan cahaya menjadi beberapa warna
dan mempelajari berbagai panjang gelombang
setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur
gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur
dengan berapa intensitas cahaya di ruangan
tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk
mendeskripsikan ketiadaan cahaya."
Akhirnya mahasiswa itu bertanya, "Profesor,
apakah kejahatan itu ada?"
Dengan bimbang professor itu menjawab,
"Tentu saja, seperti yang telah kukatakan
sebelumnya.
Kita melihat setiap hari di Koran dan TV.
Banyak perkara kriminal dan kekerasan di
antara manusia. Perkara-perkara tersebut
adalah manifestasi dari kejahatan."
Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu
menjawab, "Sekali lagi Anda salah, Pak.
Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah
ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap,
kajahatan adalah kata yang dipakai manusia
untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan.
Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan
adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan
dihati manusia. Seperti dingin yang timbul
dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul
dari ketiadaan cahaya."
Profesor itu terdiam.
Nama mahasiswa itu adalah "Albert Einstein"

Sumber : http://www.kaskus.co.id/thread/520d8fb21ad719391a000001/the-official-one-piece-thread/82

Otak lagi ga lurus...

Otak gw lagi ga lurus..

- kerjaan kantor banyak banget... terhitung mule dari hari ini (sebenarnya udah dari 2 minggu kemarin) sampe tengah oktober ntar bakal ada terus...
- di waktu yang sama event badminton lagi banyak banget.. mule dari Taipei GP, China Master, Japan SS, Indonesia GP,
- di saat yang sama pula gw masih punya peer buat nulis, karena gw ikutan lomba cerpen,
- gw juga lagi seneng-senengnya lari, dan lagi mau latihan ningkatin pace, karena tgl 29 dan 6 besok ada race,
- minggu depan kuliah gw juga udah mule,
- pun Channel Jr juga udah ngrengek2 minta jalan-jalan,
- dan hafalan Quran gw yang udah beberapa hari ini ga nambah,


well, kalo ini dibiarin terus, otak gw bakal bener-bener ga lurus...
sekarang aja kalo di kantor di meja udah nongkrong list kerjaan, tapi yang nongol di komputer adalah live score sama live streaming badminton (dan gw masih sempet-sempetnya ngblog), takutnya ntar kalo ini ga segera dihentikan, bisa-bisa gw lari-larian di kantor sambil ngapal Quran tapi yang dipegang list kerjaan..

Errrr...


Trail Run Gunung Bunder, Kawah Ratu, Bogor,

    Lagi, lagi, dan lagi. Lagi-lagi ini adalah pengalaman pertama gw naik gunung, sekaligus pengalaman pertama gw trail run. Well, sebelumnya gw mau bilang, kalo ikutan komunitas itu emang asoy. Terutama buat orang-orang kayak gw yang susah bergaul. Karena dengan gabung komunitas, lo akan dengan sendirinya bisa bersosialisasi. Ga percaya? Gw buktinya. Hehe.

    Trail Run ke Gunung Bunder ini emang udah diplan jauh-jauh hari sih. Penggagasnya siapa lagi kalo bukan, om Rudi Rochmansyah. Sesepuh di Derby, Depok Running Buddy. O iya, sebelumnya perkenalkan, Derby adalah komunitas lari di daerah Depok. Berawal dari wall iseng seorang Rudi Rochmansyah di facebook Indo Runner, yang ngajakin lari bareng di UI. Awal kali anak-anak lari bareng kalo ga salah bulan Juni. Waktu itu yang dateng sekitar 20an orang. Dan sekarang, anggota Derby udah lebih dari 90 orang. Wow...

    Back to the topic, bosen dengan lari-lari biasa, om Rudi ngajakin anak-anak buat nyobain trail run, yaitu lari di medan yang ga biasa, trail track. Lokasi yang dipilih adalah Gunung Bunder, Kawah Ratu, Bogor. Alesannya sih karena ini percobaan, jadi nyari gunungnya yang ga tinggi-tinggi amat. Panjang tracknya aja cuman 4km sekali jalan.

    Sabtu tahajud (karena kita janjian ngumpul jam 2.45), anak-anak udah pada kumpul di POM bensin Margonda. Ada 30 anak yang ikut dengan 7 mobil. Rombongan berangkat jam 3.30 dan sampe di lokasi jam 5.30. Satu hal yang gw inget adalah waktu mampir sholat subuh. Dinginnya naudzubillah. Lebih dingin dari Puncak.

    Setelah melakukan kewajiban sebelum beraktifitas, yaitu poto-poto, buat diupload ke grup, biar yang ga ikut ngiri, akhirnya trail run dimulai. Pas mule jalan semangat 100%, 100 meter lari udah mule keringetan, 1km lari napas udah ngos-ngosan. Rutenya pun super dengan batu-batu licin berlumut, akar-akar poon yang siap menghadang langkah kaki, plus tanah yang agak becek karena kebetulan abis ujan. Gw sendiri super exciting dan super semangat, walopun napas udah kek orang asma dan udah bukan lari lagi jadinya, tapi lebih kek orang jalan cepat. Hehe.

    Semakin masuk ke dalam hutan, track semakin seru. Kadang ada jalan yang sempitnya minta ampun. Bahkan badan gw yang kayak batang lidi aja susah buat nglewatinnya. Ada pula yang berbentuk kayak tangga, tapi tingginya setengah meter. Ada lagi batang poon yang ngehalangi jalan, hingga kita kudu lompat-lompatan. Belum lagi melewati sungai. Super dah. Bener-bener pengalaman yang tak kan terlupakan.

    Setelah dua jam pendakian, akhirnya kita sampe juga di puncak gunung, Kawah Ratu. Ini juga pengalaman pertama gw ngeliat kawah gunung secara langsung. Dan kesan pertama gw waktu lihat kawah ratu adalah neraka. Disana poon-poon pada mati, tanahnya kering, asep dimana-mana, dan bau belerang. Tapi di luar itu semua, pas gw naik lagi ke tempat yang lebih tinggi, dan melihat kiri kanan depan belakang, satu kata yang bisa gw bilang 'Keren'. Perpaduan antara neraka yang dikelingingi oleh pepohonan hijau, angin semilir di atas gunung, dan tawa bareng temen-temen. Momen yang sangat pas untuk melepas kepenatan dan harga yang pantas untuk membayar perjuangan menaklukan gunung bunder.

Puasss...
  
    Sewaktu turun, gw ambil posisi di depan. Gw mau balas dendam, karena pas naik tadi gw ga sepenuhnya trail run. Maka, pas turun gw udah berniat buat bener-bener trail run. Di etape pertama, gw sendirian. Bener-bener sendirian, karena yang lain ketinggalan di belakang. Tapi sampe di pos pertama, akhirnya gw ngajak temen buat bareng. Ngeri lari sendirian di tengah utan. Hehe. Menuruni gunung, ternyata sama susahnya dengan naik gunung. Kalo pas naik kita dituntut untuk punya tenaga ekstra, nah, kalo pas turun, kita dituntut untuj punya fokus tinggi. Apalagi ini lari. Salah pijakan dikit aja, kaki lo bisa keseleo. Gw sendiri, karena ga ati-ati pas nyebarang sungai, harus membayarnya dengan jatuh, dan basah kuyup. Untung di sungai, coba kalo gw jatuhnya ke pelukan Asmiranda, ga mau bangun gw. Hehe.
   
      Kalo pas naik, kaki yang protes karena pegel, pas udah nyampe bawah, gantian perut yang demo. Laper. Makanya, sesaat setelah sampe di bawah, kita langsung makan. Makanan sih ga spesial-spesial amat ya, telor, kering tempe, tahu, sama sambel doank. Tapi makan di depan air terjun, udara yang sejuk, pas badan capek, bareng anak-anak, membuat sambel terasa lebih maknyus. What a nice day.

    Dan akhirnya, di penghujung tulisan ini, gw mau bilang kalo gw ketagihan trail run kayak gini lagi. Dan kalo anak-anak mau ngadain event serupa, gw lah orang yang akan daftar pertama kali. Love you guys, DERBY!! 

Random...

    Oke, kali ini gw ga punya bahasan yang spesial untuk ditulis, tapi entah kenapa pengen nulis, n so, this is it.. gw bakal nulis random activity yang terjadi sama gw seminggu ini.

    Pertama, Lari,
Hari minggu kemarin gw lari. Jadwal mingguan. Terus? Ya udah gitu aja. Hari minggu kemarin gw lari, dan itu adalah jadwal mingguan gw. Lha terus? Ya ga ada kelanjutannya. Gitu doank.

    Kedua, Badminton,
Minggu sorenya, gw badminton. Itu juga jadwal mingguan.

    Ketiga, Traktiran Ultahnya Kapten,
Minggu malemnya, kapten traktir anak-anak makan-makan. Ceritanya doi ultah. Doi ngajakin makan ke tempat makan seafood. Well, walopun pada dasarnya gw ga suka seafood, kecuali ikan, gw tetep menikmati traktiran ini. Karena dari segi ekonomi, traktiran akan menghemat pengeluaran gw sebagai anak kost. Dan itu bagus.

    Keempat, Badan Ga Fit,
Mungkin karena hari minggu itu gw memforsir diri gw sedemikian rupa sehingga, Senin pagi gw merasa badan gw ga normal. Alhasil, punggung gw penuh dengan koyo.

    Kelima, Cuaca,
Entah badan gw yang terlalu sensitif karena lagi ga fit, atau emang cuaca yang labil, tapi gw merasa badan gw semakin ga normal. Kena angin dikit aja, langsung kedinginan. Pada satu titik gw merasa, mungkin ini angin dari solid soul nya Brook.

    Keenam, Channel Jr bermasalah,
Hari rabu, Channel Jr bermasalah. Roda belakangnya goyang-goyang padahal ga ada dangdutan. Awalnya gw curiga velg nya udah bengkok. So, gw udah nyiapin dana kalo-kalo butuh ganti. Secara itu velg udah setahun dan udah menerjang berbagai macam jalanan rusak dan trotoar (Maafkan gw nak). Tapi ternyata, alhamdulillahnya, jari-jarinya aja yang butuh dikencengin. Dan tara.. Channel Jr kembali sehat.

    Ketujuh, OCD,
Udah dua minggu ini gw niru-niru cara dietnya Deddy Corbuzer. Well, bukan dietnya sih yang gw incer. Tapi bentuk tubuhnya. Karena denger-denger, diet ini juga bisa ngebentuk otot perut. Siapa tahu kan perut gw bisa kayak artis-artis korea. Siapa tahu. Tapi faktanya, udah dua minggu gw OCD tapi ga ada hasil yang signifikan. Perut gw tetep lempeng-lempeng aja.

    Kedelapan, Entah Gw ato Channel Jr,
Hari kamis, hari ini, gw sepedaan seperti biasanya. Tapi entah kenapa, rasanya asoy banget. Speed juga bisa maksimal. Dan yang paling heboh adalah tanjakan is nothing. Sampe sekarang gw masih bingung, apa strength gw yang meningkat, ato Channel Jr yang geboy. Entahlah, yang jelas gw bisa menyingkat waktu 15 menit dari biasanya.

    Kesembilan, Traktiran Buku Senja,
Ini harusnya ada di urutan no 5 atau 6, tapi berhubung gw lupa (maafkan gw bos!), dan baru inget pas akhir-akhir nulis, ya beginilah jadinya. Hari selasa, atau senin, Senja, temen kampus gw yang kebetulan kosannya deket sama gw, yang kebetulan sering jalan bareng ke Gramedia, dan kebetulan baik hati dan suka menolong, ngajakin gw ke Gramed. Berhubung gw lagi nganggur, so it's oke. Gw sendiri ga berniat beli buku apapun, karena stok buku gw masih banyak, dan ga ada buku baru yang menarik, dan gw juga lagi nabung buat beli buku idaman gw yang harganya di atas langit. Senja tahu itu. Dan dia bilang 'Lo beneran ga mau beli buku?'. Yakin, gw bilang, 'engga'. Terus dia bilang, 'My Tread!'. Dan tanpa pikir panjang gw langsung muter-muter rak buku, dan nyari buku. Hehe. Gw memutuskan memilih 'Jejak Langkah'nya Eyang Pram. Tadinya mau nyari Anak Semua Bangsa, karena gw udah punya Bumi Manusia. Tapi karena stok nya ga ada, akhirnya gw loncat ke buku ketiganya, Jejak Langkah. Agak mahal, 95.000, tapi kata Senja no problem. Jadi dengan senang hati gw terima buku dari dia. Wohoho. Thanks alot.


    Kesepuluh, Sekian, Terima Kasih,

"gw ga tau kemana harus berjalan, dan gw ga tau kapan harus berhenti"

    Sekali lagi jalan hidup gw berubah. Tsah, mantap bener bahasanya brai. Kalo misalnya gw disuruh jalan dari A sampai B, mungkin apa yang gw lakuin hari ini, dan mungkin juga kemarin-kemarin adalah mampir ke rumah orang, dan berhenti sejenak untuk melanjutkan perjalanan. Naasnya, saking seringnya mampir, gw sampe lupa kemana tujuan gw berjalan sebenarnya.

    Waktu kecil banget, gw pengen jadi dosen matematik. Paling engga itu bertahan sampe gw SMP. Itulah kenapa gw mati-matian belajar matematik dari jaman orok sampe SMP. Gw berhasil. Berapa kali gw ikutan lomba dan olimpiade matematik, dan gw sukses. Waktu itu gw ngira itulah jalan gw.

    Keluar SMP, dan masuk STM, jalan hidup gw berubah. Gw yang pada waktu itu 'terpaksa' masuk sekolah yang bukan pilihan gw pun akhirnya menarik hati gw juga. Witing tresno jalaran saka kulina. Itulah sebabnya kenapa waktu ditanya kepala jurusan, 'kamu nanti mau jadi apa setelah lulus?', gw jawab, 'mau jadi programmer'. Meskipun ga berhasil-berhasil banget, tapi faktanya sekarang gw jadi apa yang gw pengenin tadi. Dengan kerja keras dan belajar tentunya. Dan sama, untuk beberapa tahun gw ngira inilah jalan gw. Bukan lagi seorang dosen matematika.

    Di sela-sela menggembleng diri menjadi seorang juru ketik, gw tertarik pada satu ilmu, kimia. Agak absurd, karena sebelumnya gw ga pernah suka sama kimia. Cuman gara-gara ditawari ikut lomba dan gw iyakan, akhirnya gw mulai belajar kimia, dan suka. Dalam ukuran gw, gw berhasil, karena paling engga dua kali gw ikut olimpiade kimia terapan tingkat nasional. Gw bahkan udah ngedaftar ngambil beasiswa Teknik Kimia di ITB. Waktu itu, gw berpikir inilah jalan gw. Tapi karena satu hal, mimpi gw menjadi seorang kimiawan pupus, dan gw kudu kembali menjalani hidup sebagai seorang programmer.


    Jadi seorang programmer cupu selama hampir dua tahun, ngebuat gw bosen. Bosen banget. Itulah makanya gw mengalihkan fokus ke baca. Ya, gw emang suka baca, tapi dari semua masa kehidupan gw, setahun lalu dari sekarang adalah masa-masa dimana gw bener-bener gila sama baca dan buku. It's why, pada titik itu gw pengen jadi penulis. Dan hasilnya? Sekali dua kali nyoba, tulisan gw dimuat di buku. Saat itu, gw berpikir, mungkin ini jalan gw yang sebenarnya. Bukan lagi seorang programmer.

    Sejak September tahun kemarin, gw mulai kenal sama sepeda. Gw ga bilang gw mau jadi tukang sepeda. Tapi dengan sepeda itu gw jadi lebih sering jalan-jalan. Meskipun sampe hari ini masih belum berani keluar kota sendiri pake sepeda, tapi seengaknya gw udah pernah ke Bandung, Cirebon, dan Semarang. Gara-gara sepeda. Dari situ mata gw terbuka, bahwa kehidupan di luar itu menyenangkan. Itulah sebabnya, gw bilang, 'mungkin gw harus nyoba ini'. Buku mulai gw tinggalin, dan begitu juga dengan nulis. Gw ga bilang, 'mungkin ini jalan gw',karena gw masih ga bisa ngebayangin gimana hidup dengan sepeda, tapi paling engga, sepeda udah ngalihin fokus gw selama hampir setahun ini.

    Beberapa bulan inipun gw mulai menekuni sisi lain dari dunia, yakni lari. Gw adalah tipe orang yang selalu pengen nyoba hal baru. Dan actually, banyak banget hal baru yang ditawarkan oleh lari. Awalnya cuman iseng yang penting kuat lari 5km, lalu 10km, lalu 15km, dan kemarin baru aja selesai 17km. Bosen ngejar jarak, sekarang yang ada di otak gw adalah kecepatan, dimana gw nantang diri gw sendiri buat lari 5km dalam waktu kurang dari 15 menit. Semcam imposible kalo buat sekarang. Tapi kalo inget semua cerita gw tadi, gw merasa ini mungkin. Dalam hal lari, gw juga ga mau bilang kalo ini jalan hidup gw,karena udah telat banget kalo mau jadi atlit lari dari umur segini. Tapi menurut pengalaman gw, fokus gw bakal terforsir penuh untuk lari, paling engga sampe dua tiga bulan ke depan, sampe gw bosen. Sepeda? Udah berkurang. Nulis? Entah kapan gw terakhir nulis. Programmer? Gw udah males ngomongin program. Dosen matematik? Hanya kenangan masa kecil.

    Jadi, kembali ke paragraf pertama tulisan gw tadi. Yang terjadi sama gw hari ini adalah 'gw terlalu banyak mampir, sampe-sampe lupa kemana tujuan gw yang sebenarnya'. Serius. Lo bisa tanya ke gw, apa cita-cita gw, dan lo ga bakal dapet jawaban. Lo bisa tanya ke gw, mau jadi apa lo? maka gw pun ga akan punya jawaban. Tapi ketika lo tanya ke gw, 'lo mau hidup yang kayak gimana?', maka gw bakal jawab, gw pengen bisa melakukan apa saja di dalam hidup gw, termasuk ngejalanin semua hal yang udah gw ceritain. Dengan kata lain, gw ga tau pengen jadi apa, gw ga tau kemana harus berjalan, dan gw ga tau kapan harus berhenti. Sekian.