::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Tugas Bahasa Indonesia 1

-------------------------------------------------------------------------
1.       Artikel
-------------------------------------------------------------------------
Sumber : Kompas/ Klasika Edisi 67/2012-11 (Rabu, 7 November 2012) hal 39.
Kiat Menulis Berita di Media Sosial
Oleh : Harris Maulana

    Seorang “blogger” biasanya sering diundang untuk menghadiri suatu acara, baik “launching” produk, pengenalan produk baru, atau mengikuti seminar. Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan apresiasi kepada pengundang, “blogger” harus melaporkan kegiatan tersebut dengan menuliskannya di blog.

    Nah, bagaimana cara yang paling efektif dan efisien untuk melaporkan kegiatan acara? Tinggalkan cara lama dengan mencatat di buku catatan (notes), maksimalkan pernggunaan media sosial untuk membuat reportase.

    Biasanya saya menggunakan Twitter untuk membuat suatu reportase cepat. Untuk memudahkan, gunakan tagar tertentu, misalnya #BlogShop.

    Ada beberapa keuntungan dengan menggunakan Twitter :
1.       Memudahkan “blogger” saat akan menyalin untuk dijadikan postingan di blog.
2.       Memberikan informasi kepada “followers” tentang acara yang sedang diikuti.
Jika followers merasa informasi tersebut bermanfaat, tentu dia akan melakukan retweet terhadap kicauan kita. Hal ini tidak menutup kemungkinan untuk menambah follower.
3.       Mendapatkan hadiah dari pelaksana kegiatan. Terkadang pelaksana kegiatan mengadakan lomba “live tweet” untuk meramaikan acara di dunia “online” dengan hadiah menarik. Tidak menutup kemungkinan, kita jadi pemenang jika kiacauan yang ditulis bermanfaat. Anggap saja bonus kalau menang,

    Nah, jika acara sudah selesai, kita tinggal menyalinnya ke dalam blog seperti Kompasiana. Tentu ada penambahan-penambahan tertentu supaya tidak kaku. Saya biasanya membaut berita di blog pada malam harinya. Mumpung masih segar, berita ini harus segera ditayangkan.

    Dalam hal ini kita harus berpikir seperti seorang jurnalis. Jika kita malas dan menunda “postingan” sampai beberapa hari berikutnya, tentu beritanya basi. Hal ini juga berlaku jika kita melakukan suatu perjalanan.

    Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan reportase langsung atau live tweet. Jika menggunakan smartphone, pastikan baterai penuh. Agar lebih cepat dan lincah dalam berkicau, gunakan ponsel pintar dengan tombol QWERTY, bukan layar sentuh karena dapat menyebabkan typing error alias typo.

    Jika memakai notebook, sebaiknya gunakan modem sendiri. Jangan gunakan akses  internet wifi yang tersedia karena pasti akan rebutan “bandwidth” dengan peserta lain yang pada akhirnya menyebabkan akses internet lambat bahkan terputus.

-------------------------------------------------------------------------
2.       Menentukan Diksi dan Analisa Diksi
-------------------------------------------------------------------------
a.       Blogger
Orang yang  gemar menulis di blog.

b.      Seminar
Bentuk pengajaran akademis atau pembahasan masalah,  baik yang diberikan oleh universitas, lembaga, profesional, dan lain-lain untuk membahas satu masalah tertentu. Kata seminar berasal dari kata Latin yaitu seminarum, yang artinya “tanah tempat menanam benih”

c.       Blog
Sebuah fasilitas di internet yang memungkinkan seseorang menuliskan opini, cerita, bahkan diary secara bebas.

d.      Media sosial
Fasilitas di internet yang memungkinkan penggunanya untuk saling berinteraksi seperti layaknya di dunia nyata. Beberapa layanan media sosial seperti facebook, twitter, dan lain-lain.

e.      Reportase
Laporan kejadian

f.        Twitter
Salah satu layanan media sosial di internet yang memungkinkan penggunanya untuk menuliskan apa saja (tweet) dalam 140 karakter.

g.       Tagar
Tanda pagar (#), biasanya digunakan untuk menandai sebuah tema/judul dalam twitter.

h.      Postingan
Tulisan yang diunggah ke internet.

i.         Followers
Istilah di Twitter, pengikut.

j.        Retweet
Istilah di Twitter, mengulangi tweet pengguna lain.

k.       Dunia online
Internet, dimana orang-orang bisa saling berinteraksi di internet seperti layaknya di dunia nyata.

l.         Live tweet
Istilah di Twitter, yaitu tweet yang ditujukan sebagai reportase atas suatu kejadian tertentu.

m.    Smartphone
Ponsel cerdas, yaitu jenis ponsel yang memiliki fitur-fitur canggih yang bisa membantu kegiatan penggunanya sehari-hari. Ponsel ini disebut cerdas juga karena selalu terhubung ke internet, sehingga setiap informasi dari luar akan mudah didapatkan.

n.      Modem
Alat untuk menghubungkan komputer dengan internet.

o.      Bandwidth
Istillah dalam internet, lebar data, yaitu besar jalur perpindahan informasi.


-------------------------------------------------------------------------
3.       Opini tentang kelebihan dan kekurangan artikel.
-------------------------------------------------------------------------

    Secara umum, kami menilai artikel di atas kurang bagus. Ketika kami membaca judul artikel di atas, kami membayangkan akan mendapatkan kiat-kiat menulis di media sosial, seperti bagaimana seharusnya kami menulis, bagaimana mempercantik tulisan, dan lain-lain. Namun setelah membaca artikel sampai selesai, penulis malah lebih banyak menulis tentang “bagaimana menulis laporan kegiatan” atau lebih spesifik lagi “bagaimana menulis laporan kegiatan dengan menggunakan twitter dan blog”.

    Selain itu, banyak istilah yang mungkin orang awam tidak mengerti, seperti blog dan blogger. Ada baiknya, jika penulis sedikit menjelaskan apa itu blog dan blogger. Ada juga istilah-istilah di Twitter yang bisa membingungkan pembaca yang bukan pengguna Twitter, seperti follower, retweet, tagar, dan live tweet.

    Tema yang diambill pun sebenarnya terlalu umum, yaitu tentang menulis di Twitter dan blog, yang mungkin banyak orang sudah melakukannya. Sehingga menjadikan artikel di atas terkesan basi.

    Yang menjadi kelebihan artikel ini adalah cara penulisan artikel. Jika artikel di media cetak biasanya menggunakan cara penulisan rata kanan-kiri, artikel ini justru menggunakan cara penulisan rata kiri,sehingga jarak antar kata menjadi konstan. Hal ini akan berbeda jika penulis menggunakan cara penulisan rata kanan-kiri. Selain itu, penulis juga menggunakan tanda strip (-) untuk menghubungkan kata yang terpotong di akhir baris. Hal ini sesuai kaidah penulisan bahasa Indonesia yang benar.

We Are a Team

    Setelah sebulan gw naik sepeda sendirian, keluar masuk hutan UI tiap minggu, ke kampus, ke kantor, ke manapun naik sepeda, semuanya gw lakuin sendirian. Akhirnya Tuhan memberikan titik terang kepada perjuangan gw ini.

    Semua ini dimulai dari bergabungnya Kapten. Yah, namanya juga Kapten ya, pasti pengaruhnya akan besar sekali jika gw bisa menggaet beliau. Awalnya Kapten cuma jalan tiap minggu doank buat nyobaik trek di hutan UI. Tapi kemudian doi menambah jam terbangnya dengan bersepeda ke kampus. Katanya sih, doi ga mau kalah fisik sama gw. Soalnya, setiap jalan hari minggu, doi selalu ketinggalan saat sepedaan sama gw. Hehe.

    Kemudian, setelah sekian lama, sekitar dua minggu lalu, kami mendatkan satu teman baru. Namanya Moncoz. Sama, awalnya doi juga cuman ikut sepedaan sama kita tiap minggu buat menjelajah hutan terlarang UI. Namun dengan alasan yang hampir sama (ditambah dengan sedikit modifikasi biar keliatan ga nyontek), sekarang doi juga bike to work, bike to campus. Uyeah.   

    Oke, sebelumnya perlu gw tegasin bahwa gw ga pake ilmu sihir, santet atau apalah buat ngedapetin temen sepedaan. Tetapi ini semua murni karena mereka memang ingin bergabung (ditambah dengan teknik mempengaruhi gw yg sudah melegenda dan sedikit daya tarik yang ada pada diri gw. Hehe).

    Well, karena sekarang kita ke kampus naik sepeda ato sekedar sepedaan bareng, temen-temen suka pada manggil kita dengan sebutan Tim Sepeda. Namun selain itu ada juga yang manggil kita dengan sebutan yang agak ga enak didenger, yaitu Tim Waltz (Inget pedagang Es Krim Waltz?). Well, whateva, yang jelas kami suka disebut tim, karena itu menggambarkan bahwa kami solid. Segerombolan orang yang kerjaannya cuma nongkrong-nongkrong doank sambil ngerokok-ngerekok ga jelas ga bakal disebut tim karena mereka ga solid. Atau misalnya, orang-orang yang ke kampus naik motor juga ga bakal disebut tim motor, walaupun mereka sama-sama naik motor, karena mereka ga solid (dan terlalu biasa). Makanya, kami sebenarnya cukup bangga saat disebut tim, karena itu artinya mereka melihat kami solid dan tentu saja unik. Hehe.

    Dan ya, sekarang kita tinggal menunggu waktu buat punya anggota tim baru. Frans dan Dudi sudah menyatakan komitmennya. Jose dan Hardi juga udah mulai ngomong-ngomong tentang sepeda. Stevan kemungkinan akhir tahun. Well, memang mereka sekarang belum tergabung, tapi hope yang diberikan sama mereka, cukup membuat kemi bisa bernafas bangga. Hahaha.






Preview September - November,

    Waduh... blog gw udah kayak apa dah. Tak pernah terjamah tangan lelaki. Hehe. Well, meski udah hampir dua bulan ga nulis, sesungguhnya demi Ketuhanan Yang Maha Esa, banyak banget hal yang terjadi dua bulan ini. Namun karena satu (males) dan hal lain (males 2), makanya gw jarang banget nulis. Hehe. Termasuk blog ane satunya lagi di wordpress, yakni ramundro.wordpress.com (sekalian promosi), juga ga pernah gw urusin. Entah deh, kotornya kayak gimana sekarang. Hehe.

    Nah, berhubung terlalu banyak hal yang pengen gw ceritain, dan ga mungkin ane post dalam satu posting ini, maka di posting ini gw cuman bakal kasih preview nya aja. Hehe. Ntar lengkapnya, insaAllah, kalo sempet gw posting di post berikutnya. Kalo sempet. Hehe.

Yang Pertama,   
    Yang pertama gw inget adalah tentang sepeda. Yak, abis lebaran, gw mutusin untuk berpindah ke lain hati. Dari Miho ku sayang, ke sekendaraan (pengganti kata seseorang) yang lain, yakni sepeda. Well, sebenarnya udah dari dulu gw mimpi pengen sepedaan, tapi karena waktu itu tempat tinggal, kantor, dan kampus ngebentuk segitiga emas yang sehari aja bisa sampe 60km muter-muter, maka naik sepeda seakan cuma bikin bunuh diri. Makanya, mumpung sekarang gw udah kost di deket kampus, mimpi gw buat sepedaan menemui titik terang. Yah, meskipun jarak kost ke kantor gw lumayan bikin encok (21km sekali jalan), tapi itu tetep lebih mending daripada 60km. Hehe,

Yang Kedua,
    Berkat sepedaan juga, kehidupan gw sekarang jadi lebih terukur dan berkualitas. Gw sekarang alhamdulillah udah rajin ke sebuhan ke mesjid, buang air lancar, makan lancar. Dan segalanya dah. Enak pokoknya.

Yang Ketiga,
    Dulu, di bulan Januari awal tahun, gw sempet posting tengan resolusi yang ingin gw capai di tahun 2012 ini. Salah duanya adalah sepedaan dan punya buku yanga da nama C. Wibawanya. Resolusi pertama udah tercapai. Sedangkan resolusi kedua, yah, bisa dibilang menuju ke arah sana. Hehe. Jadi ceritanya Penerbit Gradien Mediatama, waktu itu ngadain lomba Kisah Gokil di Sekolah, dan gw ikutan. Dan alhamdulillahnya, gw masuk 20 besar, dan bagusnya lagi 20 karya itu bakal dijadiin satu buku. Well, gw tahu, ini bukan seperti gw punya buku atas nama gw sendiri. Tapi, udah ada nama gw di salah satu buku, meski cuman nyumbang satu cerita yang ga lebih dari 1500 kata, bagi gw itu udah sesuatu banget. Selain itu juga, Gradien juga ngadain seleksi buat jadi Editor Freelance. Dan alhamdulillahnya gw cuman sampe tahap ke 5 dari sekitar 10 an tahap. Hehe. Dan satu lagi, gw juga ikutan Audisi Gradien Writing Audition, yang mana dari ratusan peserta, dan diperkirakan seleksinya sampai 15an tahap, sampai minggu ini, tahap ke 8, gw masih ikutan. Semoga tetep bisa istiqomah.

Yang Keempat,
    Masih tentang sepeda. Gw akhirnya bisa mempengaruhi temen-temen kampus gw buat naik sepeda. Paling ga sampe hari ini, udah ada dua anak yang sering jalan bareng dan dua orang lagi masih dalam proses pembujukan. Hehe. Dan dari sini, gw juga punya target, pengen berkunjung ke kota-kota besar di seluruh Indonesia, naik sepeda. Tapi untuk tahap awal ini, daerah radius 100km dari Depok gw rasa udah cukup lumayan. Well, untuk itu, kemarin kami nyobain first trip kami ke Bogor yang jaraknya 32km. Well, keren.

Yang Kelima,
    Alhamdulillah, gw juga lagi nerapin wejangan dari Yusuf Mansur. Well, gw lagi gandrung banget sama acara Chatting Dengan YM yang tayang di ANTV. Dan sekarang gw juga lagi pengen sedekah 10% dari pendapatan gw buat mereka yang butuh. Dan untuk tahap awal ini, alhdamdulillah, tengah bulan ini, udah memasuki bulan ketiga 'menabungnya' ini.

Yang Keenam,
    Gw belum bisa pulang kampung dikarenakan satu dan lain hal. Dan itu nyesek.


    Yup, begitulah preview singkat dari kegiatan gw selama dua bulan ini. Itu belum termasuk bagaimana perkembangan Badminton gw yang stagnan, kuliah yang menguras tenaga, kegeraman gw sama performa Liverpool, dan masih banyak lagi. Semoga kedepannya bisa lebih rajin nulis...

Lagi Gila Olahraga

    Akhir-akhir ini gw punya hobi baru. Olahraga. Terlihat tidak ada yang spesial? Well, kalo Anda berpikir kayak gitu, itu artinya Anda belum mengenal saya jauh lebih dalam, jauh lebih dalam. Nah, kalau Anda cewek single dan mau kenal saya jauh lebih dalam, boleh deh share No HP nya. Hehe. Bagi gw hobi gw ini justru fenomenal lho. Kenapa? Karena dilihat dari segi apapun gw ga ada potongan buat suka olahraga. Apalagi kalau dilihat dari nilai historisnya nih ya. Sejak SD sampe lulus STM, satu-satunya pelajaran yang paling ga gw suka dan paling ga bisa gw taklukin adalah olahraga. Gimana bisa menaklukan pelajaran ini coba, kalau baru lari 100 meter aja gw udah ngos-ngosan. Gw juga inget bener dulu waktu STM gw pernah ikutan sepak bola bareng anak-anak. Bukannya ikut main, gw malah asik main gundu di depan gawang. Ntar kalau bolanya dateng baru dah sok-sok ngejar bola. Padahal percuma juga, soalnya digocek sekali juga gw udah nyerah. Ga bakal gw kejar lagi. Hehe. Gw juga ga pernah ikutan pelajaran renang. Sekalinya ikutan, waktu penilaian doang. Itupun dengan hasil yang sangat memalukan. Tenggelem. Hehe. Nah, satu-satunya olahraga yang agak gw demen waktu sekolah adalah lari. Kenapa? Karena itulah olahraga paling gampang yang gw tahu. Tinggal lari doang. Udah. Bayi baru lahir juga bisa. Hehe

    Nah, menilik dari sejarah kelam dunia olahraga gw, makanya bisa dikatakan fenomenal saat gw bilang 'Gw Lagi Gila olahraga'.

    Gw mule suka sama olahraga ketika Departemen gw di kantor ngadain futsal rutin tiap jumat. Gw masih inget bener tuh pas main pertama, gw cuma kuat main 15 menit doang. Dan itu juga dengan catatan buruk, karena gw malah ngegolin ke gawang tim gw sendiri. Sial. Sebulan berikutnya, gw masih belum nemuin feel buat suka sama olahraga ini. Gw ganti-ganti posisi mulu, mulai dari striker, turun ke pemain tengah, turun ke bek, dan terakhir turun ke kiper. Nah, ketika jadi kiper itulah gw baru nemuin feelnya. Lo tahu kan kalo jadi kiper itu kerjaannya cuma jagain gawang doank. Ga perlu lari-lari, cukup diem di tempat, nunggu bola dateng. Dan disinilah, gw dapet feelnya. Gw mulai rutin jadi kiper, dan mulai berlatih menjadi kiper yang baik dan benar. Inilah bibit-bibit gw kesukaan gw pada olahraga. Selanjutnya, kalau temen-temen di kampus main futsal, gw ikutan. Padahal sebelumnya ga pernah tu gw ikutan yang kayak gitu. Hehe.

    Makin kesini, gw mulai ngrasain enaknya olahraga. Badan gw yang dulunya udah kayak rumah mau roboh, sekarang agak enakan. Gw yang dulunya naik lantai dua kantor aja ngos-ngosan, sekarang bahkan no problemo sampai lantai tiga. Malahan sekarang kalo ga olahraga, badan gw malah protes dengan pegel-pegel dan terasa kaku.

    Ngerasain manfaat olahraga, gw akhirnya nambah intensitas olahraga gw. Kalo futsal tiap hari jumat, sekarang tiap hari minggu gw rutin badminton bareng anak-anak kampus. Yah, meskipun ga jago mainnya (baca : cupu), tapi bagi gw yang penting tu keringet keluar. Dan kebersamaannya itu lho, sesuatu. Hehe.

    Masih belum puas juga dengan olahraga dua kali seminggu, sekarang gw juga gabung badminton sama temen-temen kantor tiap hari selasa.

    Dan yang paling baru adalah, sekarang gw beli sepeda, dan tiap hari gw naik sepeda pergi-pulang kantor. Padahal jarak kos-kantor gw tu 20 KM lebih, dan butuh waktu sejam 20 menit buat nyampe tujuan. Jadi, sekarang bisa dikatakan kalao gw tiap hari olahraga. Dan supernya, ternyata gw kuat lho. Dulu yang jalan 100 meter aja capek, sekarang 20 KM naik sepeda lho. Dulu yang kalo main futsal cuma kuat 15 menit doang, sekarang mau digeber berapa jam juga ayo. Dulu yang kalo badminton cuma main di depan net doang, sekarang udah kuat lari-lari sampe belakang. Sesuatu deh pokoknya.   
   

FR Singkat Liburan Kemarin (Part 4 - Kumpul-Kumpul Gank BTW Club)

    Gini-gini, gw dulu waktu SMP juga punya gank lho. Emang sih nama gank nya agak-agak cupu, BTW Club. Tapi itu tetep gank lho. Jangan salah. Hehe. BTW Club sendiri anggotanya ada empat makhluk, Gw sendiri, Marta, Abid, sama Emi. Biasanya sih, minimal setahun sekali kita pasti ada kumpul-kumpul lah. Maklum lah, kita berempat memang ditakdirkan untuk hidup di kota yang beda-beda. Gw di Bogor, Marta di Semarang, Abid nomaden, dan Emi di Jogja. Makannya, kumpul-kumpul adalah salah satu exciting thing yang selalu kita nantikan tiap tahunnya.

    Tapi, sedihnya tahun ini, kita ga bisa kumpul berempat. Anggota kami yang paling bontot, sekaligus paling kecil (badannya. Kalo umurnya mah udah seangkatan sama RA Kartini), ga bisa dateng, karena eh karena doi lagi sibuk-sibuknya di kampusnya. Bayangin aja, doi baru mudik ke Purwodadi tu H-1, dan kudu balik lagi H+3. Sementara diantara hari-hari itu kita juga pasti punya acara sendiri sama keluarga. Singakat cerita, kita cuma bisa kumpul bertiga doank. Sial.

FR Singkat Liburan Kemarin (Part 3 - Suprise yang sesuatu)

    Lebaran, selain identik dengan maap-maapan, juga sering dimanfaatkan sebagai ajang kumpul-kumpul seluruh anggota keluarga. Dan lebaran kali ini, sesuatu banget, karena ternyata, tingkat populasi keponakan-keponakan gw meningkat drastis. Banyak bermunculan bayi-bayi baru yang mengisi panggung sistem kekeluargaan gw. Jadi intinya, tahun depan gw kudu nyiapain angpo jauh lebih banyak lagi, karena pastinya tahun depan, bayi-bayi ini sudah mengenal 'UANG'. Sial.

FR Singkat Liburan Kemarin (Part 2 - Buka Bersama Bareng Anak-Anak SMP)

    Hari kedua di rumah, gw dapet SMS dari temen SMP gw, Kiki. Doi ngajakin buka bareng anak-anak sekelas (Kelas 3B). Gw tanya, 'siapa aja yang ikut?'. Dan doi cuma bilang, 'Udah, ikut aja dulu!'. Singkat cerita, gw berangkat ke TKP. Dan berapa orang yang udah dateng sodara-sodara? Dua biji doank. Kiki sama temen gw satu lagi, Meta. Tapi ga lama kemudian, makhluk-makhluk aneh segera bermunculan, Subhan sama Bro (yang satu kelas), dan Dewa sama Bagus (beda kelas). Dan singkat cerita, dari 48 anak di kelas 3B, yang dateng cuman 7 anak. Itupun kudu impor 2 anak dari kelas lain. Yang lain pada kemana? Gw sebenernya agak sakit kalo kudu jawab pertanyaan ini. Yang jelas, mereka lebih milih temen-temen SMA mereka daripada kita ber 7 ini. Sakit. Dan setelah gw pikir-pikir lagi, mungkin tahun depan, acara Buka Bersama Anak-Anak 3B harus dikasih keterangan, 'Yang SMA nya di luar kota', karena emang kami ber 7 SMA nya di luar kota. Jadi ga punya temen SMA di Purwodadi. Hihi.

    Kami akhirnya meluncur ke tempat makan yang masih baru di Purwodadi. Seinget gw sih, 3 bulan yang lalu, ini tempat makan belum ada. Iseng-iseng kita coba ke tempat makan ini. Siapa tahu masih ada diskonan. Hehe. Di tempat makan ini sendiri kami akhirnya ketemu sama temen SMP (3 orang anak 3B) kita juga yang lagi buka bareng sama temen-temen SMA nya. Agak miris sebenernya liatnya, karena yang dateng juga ga lebih dari 10 orang. Dan akhirnya, biar ga makan tempat, kita gabung (Alibi biar bisa nyobain lebih banyak menu aka ngembat punya orang. Hehe). Tapi bukan diskonan yang kami dapat, melainkan kekecewaan. Kami udah laper-laper nunggu, itu makanan tak kunjung dateng. Sekalinya dateng cuma 4 porsi, padahal kan kita pesennya 7. Kita nunggu lagi. Sampe cacing-cacing udah pada protes. Tapi pelayannya tak kunjung datang. Nyerah, kita akhirnya tanya ke pelayannya. Dan apa jawabannya sodara-sodara? 'Maaf mas, kami hanya mengantar sesuai yang disiapkan tim dapur'. Terus kita kudu bilang 'wow' gitu? Sial. Ato kalo mau dipahami lebih, ni pelayan sebenernya secara tidak langsung nyuruh kita 'Cek aja sendiri di dapur sono. Sekalian masak sendiri. Kalo perlu tangkep ayamnya sendiri, tanem kangkungnya sendiri'. Emang sontoloyo ni pelayan. Ga puas kami akhirnya minta bon nya, bayar, dan capcus ke tempat lain. Kasihan perut kami.

    Pada akhirnya, buka acara kami ini berakhir di trotoar alun-alun Purwodadi dengan sepiring batagor. Gw sendiri berhasil ngajakin salah satu temen yang ikut bukber SMA tadi, Fahri,  buat gabung. Jadi sekarang kami ber 8. Uye. Perbincangan hangat mulai terlontar, dan tawa-tawa mulai membahana mengiringi suap demi suap batagor yang kami nikmati. Tak lama kemudian, kami dikejutkan dengan datangnya temen SMP kita lagi, Isna dan Nella. Disusul Maya. Lalu Budhi, Wawan, Aji, Agung, Totok, Asti, Afif, dan semakin banyak lagi yang gabung. Akhirnya, buka bersama yang 'nyaris' gagal tadi, menjadi buka bersama yang menyenangkan. Ga pengen kehilangan moment, kita beli kembang api, dan main-main sama malem. Obrolan dan tawa ga berkurang sedikitpun, sementara keceriaan dan keakraban semakin bertambah.

    Tapi akhirnya, waktu jua yang memisahkan kita. #eaaa. Jam 9 malem lebih akhirnya kita berpisah. Yang cewek cipika cipiki, sementara yang cowok cuma bisa ngiri doank. Sial.