::: tunjukilah kami jalan yg lurus [QS 1:6] :::

Tipe, Bentuk, Struktur/Skema Organisasi

1.TIPE-TIPE ORGANISASI

Secara garis besar organisasi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu organisasi formal dan organisasi informal. Pembagian tersebut tergantung pada tingkat atau derajat mereka. Namun dalam kenyataannya tidak ada sebuah organisasi formal maupun informal yang sempurna.

1.1.ORGANISASI FORMAL
Organisasi formal memiliki suatu struktur yang terumuskan dengan baik, yang menerangkan hubungan-hubungan otoritasnya, kekuasaan, akuntabilitas dan tanggung jawabnya. Struktur yang ada juga menerangkan bagaimana bentuk saluran-saluran melalui apa komunikasi berlangsung. Kemudian menunjukkan tugas-tugas terspesifikasi bagi masing-masing anggotanya. Hierarki sasaran organisasi formal dinyatakan secara eksplisit. Status, prestise, imbalan, pangkat dan jabatan, serta prasarat lainya terurutkan dengan baik dan terkendali. Selain itu organisasi formal tahan lama dan mereka terencana dan mengingat bahwa ditekankan mereka beraturan, maka mereka relatif bersifat tidak fleksibel. Contoh organisasi formal ádalah perusahaan besar, badan-badan pemerintah, dan universitas-universitas (J Winardi, 2003:9).

1.2.ORGANISASI INFORMAL
Keanggotaan pada organisasi-organisasi informal dapat dicapai baik secara sadar maupun tidak sadar, dan kerap kali sulit untuk menentukan waktu eksak seseorang menjadi anggota organisasi tersebut. Sifat eksak hubungan antar anggota dan bahkan tujuan organisasi yang bersangkutan tidak terspesifikasi. Contoh organisasi informal adalah pertemuan tidak resmi seperti makan malam bersama. Organisasi informal dapat dialihkan menjadi organisasi formal apabila hubungan didalamnya dan kegiatan yang dilakukan terstruktur dan terumuskan. Selain itu, organisasi juga dibedakan menjadi organisasi primer dan organisasi sekunder menurut Hicks:

1.2.1.Organisasi Primer,
organisasi semacam ini menuntut keterlibatan secara lengkap, pribadi dan emosional anggotanya. Mereka berlandaskan ekspektasi rimbal balik dan bukan pada kewajiban yang dirumuskan dengan eksak. Contoh dari organisasi semacam ini adalah keluarga-keluarga tertentu.

1.2.2.Organisasi Sekunder,
organisasi sekunder memuat hubungan yang bersifat intelektual, rasional, dan kontraktual. Organisasi seperti ini tidak bertujuan memberikan kepuasan batiniyah, tapi mereka memiliki anggota karena dapat menyediakan alat-alat berupa gaji ataupun imbalan kepada anggotanya. Sebagai contoh organisasi ini adalah kontrak kerjasama antara majikan dengan calon karyawannya dimana harus saling setuju mengenai seberapa besar pembayaran gajinya.

1.3.TIPE ORGANISASI BERDASARKAN SASARAN POKOK MEREKA
Organisasi yang didirikan tentu memiliki sasaran yang ingin dicapai secara maksimal. Oleh karenanya suatu organisasi menentukan sasaran pokok mereka berdasarka kriteria-kriteria organisasi tertentu. Adapun sasaran yang ingin dicapai umumnya menurut J Winardi adalah:

a.Organisasi berorientasi pada pelayanan (service organizations), yaitu organisasi yang berupaya memberikan pelayanan yang profesional kepada anggotanya maupun pada kliennya. Selain itu siap membantu orang tanpa menuntut pembayaran penuh dari penerima servis.
b.Organisasi yang berorientasi pada aspek ekonomi (economic organizations), yaitu organisasi yang menyediakan barang dan jasa sebagai imbalan dalam pembayaran dalam bentuk tertentu.
c.Organisasi yang berorientasi pada aspek religius (religious organizations)
d.Organisasi-organisasi perlindungan (protective organizations)
e.Organisasi-organisasi pemerintah (government organizations)
f.Organisasi-organisasi sosial (social organizations)


2.BENTUK-BENTUK ORGANISASI

2.1.ORGANISASI POLITIK
Organisasi politik adalah organisasi atau kelompok yang bergerak atau berkepentingan atau terlibat dalam proses politik dan dalam ilmu kenegaraan, secara aktif berperan dalam menentukan nasib bangsa tersebut. Organisasi politik dapat mencakup berbagai jenis organisasi seperti kelompok advokasi yang melobi perubahan kepada politisi, lembaga think tank yang mengajukan alternatif kebijakan, partai politik yang mengajukan kandidat pada pemilihan umum, dan kelompok teroris yang menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan politiknya. Dalam pengertian yang lebih luas, suatu organisasi politik dapat pula dianggap sebagai suatu sistem politikjika memiliki sistem pemerintahan yang lengkap.
Organisasi politik merupakan bagian dari suatu kesatuan yang berkepentingan dalam pembentukan tatanan sosial pada suatu wilayah tertentu oleh pemerintahan yang sah. Organisasi ini juga dapat menciptakan suatu bentuk struktur untuk diikuti.

2.2.ORGANISASI SOSIAL
Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

2.3.ORGANISASI MAHASISWA
Organisasi mahasiswa adalah organisasi yang beranggotakan mahasiswa. Organisasi ini dapat berupa organisasi kemahasiswaan intra kampus, organisasi kemahasiswaan ekstra kampus, maupun semacam ikatan mahasiswa kedaerahan yang pada umumnya beranggotakan lintas-kampus. Sebagian organisasi mahasiswa di kampus Indonesia juga membentuk organisasi mahasiswa tingkat nasional sebagai wadah kerja sama dan mengembangkan potensi serta partisipasi aktif terhadap kemajuan Indonesia, seperti organisasi Ikahimbi dan ISMKI. Di luar negeri juga terdapat organisasi mahasiswa berupa Perhimpunan Pelajar Indonesia, yang beranggotakan pelajar dan mahasiswa Indonesia.

2.4.ORGANISASI OLAHRAGA
Organisasi olahraga adalah organisasi yang berisikan berbagai macam cabang olahraga.

2.5.ORGANISASI SEKOLAH
Organisasi sekolah adalah organisasi yang dibentuk atas inisiatif siswa maupun guru disuatu sekolah , seperti OSIS , koperasi sekolah,dll.

2.6.ORGANISASI NEGARA
Organisasi negara adalah struktur goverment pemerintahan di suatu negara yang menentukan jalanya pemerintahan dengan lancar.


3. STRUKTUR / SKEMA ORGANISASI

Struktur / Skema Organisasi adalah susunan dan hubungan-hubungan antar komponen bagian-bagian dan posisi-posisi dalam suatu organisasi, komponen-komponen dalam tiap organisasi memiliki ketergantungan. Sehingga jika suatu komponen baik. Maka akan berpengaruh pada komponen lainnya dan organisasi tersebut.

Menurut Keith Davis ada 6 bagan bentuk struktur organisasi yaitu :
1.Bentuk Vertikal
Dalam bentuk ini, sistem organisasi pimpinan sampai organisasi atau pejabat yang lebih rendah digariskan dari atas ke bawah secara vertikal.

2.Bentuk Mendatar / Horizontal
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun atau digariskan dari kiri kea rah kanan atau sebaliknya.

3.Bentuk Lingkaran
Dalam bentuk lingkaran, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinana sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran ke aarah bidang lingkaran.

4.Bentuk Setengah Lingkaran
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah disusun dari pusat lingkaran kea rah bidang bawah lingkaran atau sebaliknya

5.Bentuk Elliptical
Dalam bentuk ini, saluran wewenangnya dari pucuk pimpinan sampai dengan satuan organisasi atau pejabat yang terendah digambarkan dengan pusat Elips kearah bidang elips

6.Bentuk Piramid terbalik
Dalam bentuk ini, saluran wewenang dari pucuk pimpinan sampai dengan organisasi atau pejabat terendah digambarkan dalam susunan berbentuk piramid terbalik.

Source : http://iechifalyc.blogspot.com

Apa Saja Penyebab Jomblo?

Istilah Jomblo sudah tidak asing lagi di telinga kita. Jomblo sendiri, menurut para ekonom dimasukkan ke dalam kategori produk tetap, artinya tidak terdistribusi, namun suatu saat dibutuhkan berpotensi untuk didistribusikan. Sedangkan menurut para ahli kimia, jomblo adalah keadaan dimana jumlah elektron dan proton relatif sama. Namun begitu tidak bisa dimasukkan ke dalam golongan unsur mulia, karena kenegatifan elektron yang tidak stabil, yang menyebabkan sang jomblo menjadi lebih agresif jika nilai elektronnya mencapai puncak tertinggi/ terendah, dan stabil bila elektronnya cenderung stabil. Secara umum, bisa dikatakan jomblo adalah keadaan dimana seseorang tidak memiliki pasangan di masa pra nikah.



M
enurut sebuah penelitian yang dilakukan oleh Indonesia Jomblo Watch (IJW), ada beberapa faktor yang menyebabkan seseorang menjadi jomblo. Diantaranya adalah :

1. Putus dengan pacar,
Putus dengan pacar adalah alasan utama mengapa seseorang menjadi jomblo. Faktor ini telah menggeser peringkat pertama di tahun sebelumnya, yaitu 'Tidak Menjual'. Fakta ini merujuk pada sebuah survey yang dilakukan oleh IJW yang menunjukkan bahwa sekitar 86,34 % dari seluruh populasi muda-mudi (14-25 tahun) di Indonesia pernah berpacaran dan 80% diantaranya pernah putus. Itu artinya, sekitar :
= (80/100) * 86,34 %
= 69,07 % pernah menjadi jomblers.

Dan yang perlu diingat adalah, angka ini tidak statis, karena masih ada dua kemungkinan :
Kemungkinan pertama adalah masih ada 10% dari populasi yang pernah berpacaran, tapi belum putus. Sedangkan kemungkinan kedua adalah masih ada sekitar 15,66 % populasi muda-mudi yang belum pernah berpacaran. Artinya, kemungkinan menjadi seorang jomblo dari faktor ini masih akan meningkat.

2. Tidak Menjual
Faktor yang kedua adalah Tidak Menjual. Tidak Menjual ini bisa berarti umur yang belum cukup, wajah yang pas-pasan, hingga masalah finansial. Faktor ini menyumbang sebanyak 12,32 % dari seluruh populasi. Sejak tahun 1998 hingga tahun lalu, faktor ini menduduki peringkat pertama. Namun, seiring dengan kemajuan teknologi, lingkungan, dan lain-lain yang memungkinkan lebih cepatnya arus pasangan yang putus, prosentase faktor Putus Dengan Pacar meningkat drastis. Hal ini secara otomatis menurunkan prosentase faktor Tidak Menjual, hingga ke level angka 12 %.

Beberapa Jomblers (sebutan bagi mereka yang jomblo) beralibi bahwa mereka jomblo bukan karena Tidak Menjual, tapi karena alasan-alasan lain, seperti dilarang orang tua, tidak mau berkomitmen, ingin bebas, dan lain-lain. Alibi ini memang masuk akal, tapi survey menunjukkan bahwa sekitar 70% dari jomblers menggunakan alibi ini hanya sebagai dalih.

3. Orang Tua
Orang tua dimanapun berada, tentu ingin putra-putrinya menjadi orang yang berada. Misalnya dengan berprestasi di sekolah/ kampus. Untuk mewujudkan harapan mulia ini, biasanya orang tua cenderung membatasi urusan pribadi anaknya. Salah satunya adalah batasan bergaul dengan lawan jenis atau berpacaran.

Sebagian besar orang tua beranggapan bahwa belum waktunya bagi anak-anak mereka untuk berpacaran. Atau mereka menganggap pacaran bisa membuat putra-putri mereka lupa belajar. Bahkan terkadang orang tua menggunakan hitung-hitungan finansial untuk masalah ini.

Faktor orang tua menjadi penyumbang sekitar 6,64 % mengapa seseorang menjadi jomblo.

3. Agama
Di dalam agama, khususnya Agama Islam, ada perintah untuk menjauhi zina dan larangan untuk berkumpul bukan dengan mahromnya. Para muda-mudi yang pondasi agama nya kuat, tentu akan mematuhi perintah ini dengan sebaik-baiknya, termasuk tidak pacaran. Karena pacaran jelas adalah bagian dari zina.

Namun ironinya, ada beberapa jomblers yang menyalahgunakan perintah mulia agama ini. Bisa jadi seorang jomblers menggunakan alasan agama untuk menutupi alasan utamanya seperti Tidak Menjual.

Alasan agama menempati urutan keempat dalam survey ini dengan prosentase sebesar 5,34 %.

4. Tidak Ingin Terikat/ Ingin Bebas
Pacaran memang terkadang menyenangkan. Namun, untuk orang-orang tertentu mungkin pacaran malah menjadi semacam penjara. Pacar yang over protektif dan cemburuan kadang malah bisa menjadi penghancur hubungan. Karena itulah, sekitar 4,79 % responden, lebih memilih untuk menghindari pacaran dengan alasan agar bisa bebas dan tidak terikat dengan status pacarannya.

5. Alasan Lain
Dan sisa responden sebanyak 1,82% memiliki alasan lain mengapa mereka jomblo. Beberapa alasan itu antara lain adalah faktor finansial, ingin fokus sekolah/ kuliah (yang sebagian besar adalah alibi untuk Tidak Menjual), dan lain-lain. Sementara alasan seperti Ingin Balikan Dengan Mantan kami masukkan ke dalam kategori Pertama, sedangkan belum menemukan pasangan yang cocok tidak dianggap, karena 90% dari responden yang menjawab pilihan ini adalah mereka yang Tidak Menjual, meskipun ada yang memang benar-benar belum menemukan pasangan yang cocok. Untuk yang seperti ini, kita masukkan ke kategori Alasan Lain.

Sekian hasil survey kami. Semoga tidak bermanfaat.

Catatan :
- Indonesia Jomblers Watch adalah organisasi imaginatif.
- Tingkat ketelitian hasil survey dirahasiakan.
- Demi keamanan, identitas responden tidak dipublikasikan.

Wanita : Dilarang Masuk,

provokatif g judulnya? provokatif aja yah. Lagi pengen yang provokatif neh. Ya? Ya? Hehe,

Itu sebenernya judulnya gw potong, lengkapnya adalah Wanita : Dilarang Masuk ke Hatiku Sampai Waktu Yang Telah Ditentukan.

Akhir-akhir ini temen-temen gw pada getol banget mamerin ceweknya/ istrinya ke gw. Bukan yang dipamerin kayak di mal-mal gitu, dikasih pakaian, macam manekin gitu. Bukan. Tapi dipamerin gimana asiknya punya pacar, dipamerin kemesraan mereka, dipamerin perhatian yang mereka dapat, dan bla bla bla. Iri? Iya lah, pasti. Secara gitu loh, bagi gw yang udah ngejomblo hampir 2 tahun, itu itu sesuatu banget.

Belum lagi beberapa hari terakhir ini ada beberapa ladies yang sok-sok manja gitu, kayak minta diperhatiin gitu, bikin gemes, beneran. Mungkin gw nya yang terlalu ke-pede-an atau ke-ge'er-an. Bisa jadi sih. Tapi apa namanya coba, kalo cewek yang dulu pernah lo taksir, g ada angin, g ada topan, tiba-tiba SMS gini:
'Kapan pulang Purwodadi?' --> Purwodadi itu kampung gw.
Gw bales.
'Kenape? Kangen? Hehehe'
Dia nya ngejawab,
'Emang g boleh ya kangen?'
dan seterusnya dan seterusnya, yang intinya menjurus ke bikin gemes tadi.

G cuma itu aja. Ada lagi satu cewek yang pernah gw taksir juga. G usah heran ya kalo banyak cewek yang gw taksir, itu semata-mata hanya karena gw emang cuma bisa naksir, tapi g ada yang naksir balik. Doi SMS juga. Kurang lebih nya gini SMS nya :
'Mas, kosannya dimana sih?'
'Di xxxx'
'Deket dong. Sekarang aku tinggal di yyyy'
'Kok bisa?'
'Magang. Main donk! Kesepian ni'
Bikin gemes g sih?

Satu lagi ya? Biar pas 3.
Jadi doi ini temen kampus gw. Kita sering kontak-kontakan gitu. SMS, Twitteran, ato Chat. Nah, khusus buat yang satu ini, gw emang sering sok-sok romantis gitu. Becandaan aja sih. Dan doi tentu aja nanggepinnya becandaan juga pastinya. Tapi, tetep aja bikin gemes. Kayak gini ni misalnya :
'Neng, ntar ngampus g?'
'Insa Allah Kang!'
'Kemarin kenapa g masuk? Dosennya bikin ngantuk. Coba ada si Eneng!'
'Kenapa emangnya?'
'Kalo ada eneng kan ada obyek lain yang bisa dipantengin!'
'Tambah ngantuk ntar Kang!'
'Ya enggaklah, kalo ngliatin Eneng ma, kedip aja engga'
Dan seterusnya-dan seterusnya.

Pertama, gw nanggepin ini semua dengan biasa-biasa aja sih. Hingga lama-lama, gosip-gosip ini beredar. Mulai dari temen kantor sampai kampus komentar. Gw juga bingung, darimana gosip-gosip ini berkembang.
'Udah Co, samperin aja ke kosannya (ini untuk yang cewek kedua). Deket kan dari rumah'
'Kalo cewek udah SMS duluan gitu artinya dia udah ngasih lampu ke elo'
'G kok. Gw g dikasih lampu. SMS doank'
'Kesempatan geblek!', sahut temen yang lainnya.
'Owww', jawab gw polos (iyalah, gw kan masih polos)
'Ajak makan kek, ajakin jalan-jalan gitu'
'Cewek tu suka cowok yang agresif'

Di lain waktu, gw lagi main ke basecamp temen-temen kulia. Biasa lah. Ngobrol-ngobrol g jelas sebelum ada kulia. Hingga tiba-tiba, gw ditonjok sama temen gw. G keras sih. Candaan.
Gw : 'kenape lo?'
Temen 1 : 'sebel gw liat tweet lo di twitter'
Gw : 'yang mane, kenape?'
Temen 1 : 'yang sama si Cantik itu (nama samaran)'
Gw : 'cemburu lo? Hahahaha' (Ceritanya emang temen gw ini naksir sama si Cantik.
Temen 2 : 'Udah lah Co, tembak aja. Udah dikasih lampu gitu (lampu lagi)'
Gw : 'lampu apaan?!'
Temen 3 : 'Coba pikirin deh, dari sekian banyak dari kita yang SMS in dia, ngajakin Chat dia, Tweets dia, cuma sama elo aja deh kayaknya yang bisa akrab gitu'
Gw : 'masa sih?'
Temen 2 : 'Kalo g mau biar diambil tu sama siMules (Temen 1)'
Gw : 'Emang barang, diambil-ambil. Tanyain aja, si Cantik lebih milih gw apa si Mules. hahaha'
Temen 1 : (tambah mules)

Bukannya gw g mau nanggepin para makhluk cantik ini ya. Ato sok jual mahal. Bukan. Boro-boro jual mahal, laku aja udah syukur kok. Jujur, gw suka kok sama semua ladies yang pernah gw taksir, espesially yang gw ceritain di atas. Malahan seandenya ni, gw bisa, gw terima dengan senang hati kalian semua. Tapipakkkk, sekali lagi tapi, gw masih mau sendiri. Menikmati hari-hari sebagai seorang jomblo. Gw masih pengen bebas. Bebas ngilirikin cewek yang gw mau tanpa ada yang nyolok mata gw karena cemburu. Bebas ngrayu-ngrayu eneng-eneng geulis tanpa ada yang ngegebuk gw pake sapu. Bebas do anything i wanna do. Hahaha. Betapa indahnya jomblo. Meskipun kadang sedih juga kalo pas lagi ngrayu2 si Cantik, terus pacarnya dateng. #eaaaa

Oleh karena alasan-alasan seperti itulah, untuk saat ini, hari ini, jam, menit, detik, gw udah pasang papan pengumuman di depan pintu hati gw :
"
Wanita : Dilarang Masuk ke Hatiku Sampai Waktu Yang Telah Ditentukan"
Tapi berhubung, papan nya g cukup, maka tulisannya gw singkat jadi :
"Wanita : Dilarang Masuk!"

Postingan Nyempil

Sebenernya gw g mau nulis ini sih, tapi berhubung jari-jari gw tiba-tiba lari dan nyari-nyari keyboard sendiri sambil mewek-mewek gitu, akhirnya dengan sangat terpaksa gw turutin kemaunnya. Takut dianya nangis. Anak orang soalnya. Hehehe,

Gw sedang sibuk. Tepatnya pusing. Kenapa oh kenapa? Tidak lain dan tidak yang lainnya lagi adalah karena program yang gw bikin buat Barcode Scanner ada yang error. Tidakkkkkk.... Padahal gw yakin itu code udah bener lho. Pas di compile juga lancar. Tapi pas dipasang di barcode, entah kenapa, error. Gw pusing. Gw bimbang. Gw menjerit. "Awwwhhhh!!".

Di saat yang mendebarkan sekaligus menyebalkan seperti ini, temen kantor gw kirim chat ke gw,
"Mas, ini di program ini bagian ini, dibuatin kayak gini donk. Biar bisa gini ni",
Shut up deh lo!
g tau apa gw lagi puyeng. G usah nambah-namabahin kerjaan deh lo.

Tapi itu cuma terjadi di pikiran gw. Karena yang sebenernya gw bilang adalah 'iya, insya Allah besok ya Mas!' Cemen.

Dan abis itu gw jadi males ngerjain apa-apa.
Sekian.

Sebuah Komentar dari Komentar Tentang Pencekalan 8 Penyanyi Dandut Oleh MUI ...

*Para Pembaca Yang Terhormat Kali Ini Postingan Serius Ya!*
#kayakAdaPembacanyaAja #PeDe

berhubung kerjaan kantor gw lagi bribet, dan tugas kuliah numpuk kayak cucian gw yang udah berminggu-minggu, bahkan berbulan-bulan belum kesentuh, jadilah otak gw sedikit meleset dari jalur yang semestinya. Agak-agak stres dicampur sama gula jawa. Dan kalo udah gini, alih-alih ngerjain tugas kantor ato kuliah biar cepet kelar, gw biasanya malah do something else yang g ada hubungannya sama kedua hal yang telah disebutkan di atas. Gw browsing-browsing g jelas. Mulai dari liat satu-satu blognya temen yang 80% udah gw baca, liat manga online yang ternyata seri manga paporit gw belum update, ngecek facebook yang udah penuh sama sarang laba-laba, twitter, email, cerpen kompas, kaskus, dan akhirnya sampailah gw ke laman punyanya yahoo news.

Ada sekitar 24 atau 35 (kejauhan ya bedanya) update berita, tapi entah kenapa gw cuma tertarik sama satu berita.

"MUI Jabar cekal 8 Penyanyi Dangdut".

Kenapa gw tertarik sama berita ini? Apakah gw suka dangdut? Bukan sodara-sodara. Apakah gw seorang agamis yang mau tahu setiap gerak-gerik MUI? Bukan juga. Yang ngebuat gw tertarik sama berita ini adalah ada gambar Dewi Persik nya #ups!!

Isi berita, sesuai dengan judulnya, bahwa MUI Jabar mencekal 8 penyanyi dangdut termasuk di dalamnya Dewi Persik. DePe dicekal oleh Pemkot Bandung saat mau tampil di Kota Kembang tersebut. Alasannya? DePe sering tampil vulgar saat manggung. Hal ini tidak sesuai dengan misi walikota yang ingin menjadikan Bandung sebagai kota yang agamis.

Secara pribadi, gw mengapresiasi positif tindakan ini. Secara gitu loh, biar moral bangsa kita bisa 'sedikit' membaik. paling tidak, g tambah ancur lah.

Tapipakkkkk, pas gw nyampe di bagian komentar. Inai, 10 komen teratas bahkan lebih, malah mengapresiasi negatif berita ini. Salah tiganya yang paling gw inget adalah (ini kurang lebih ya, gw g inget pastinya).

1. "Kalo urusan gini aja cepet reaksinya. Korupsi no Pak diurusin. Jangan cuma *tit* aja yang diurusin"
Komentar gw :
Inai, ne orang seenak udel aja komennya. Kalo soal korupsi kan udah jelas kalo itu dosa, yang otomatis, MUI g perlu ngeluarin fatwa lagi donk. Wong udah jelas kok. Ngapain berfatwa untuk sesuatu yang udah jelas? Lagian, ntar kalo berfatwa lagi, palingan juga dikomentarin lagi. Selain itu, udah ada KPK juga. Ada hukumnya, jadi MUI g perlu ke bagian situ donk. Tapi soal pencekalan ini, ini masalah moral cuy! Kalo bukan MUI yang komentar, siapa lagi? Emak lo? Kalo MUI diem aja terus moral bangsa jadi ancur, siapa yang bertanggung jawab? Bapak lo? Paling-paling lo bakalan nyalahin MUI lagi karena g becus membina moral bangsa.

2. "Yang perlu dibenerin tu imannya, bukan mencekal penyanyi-penyanyi itu. Kalo imannya udah kuat, ngeliat cewek seseksi apa juga g bakal ngefek"
Komentar gw :
Emangnya tindakan MUI itu bukan usaha buat ngebenerin iman? Yang bener aja kalo lo mau ngebenerin iman, sementara lo malah ngasih mereka hal-hal yang merusak iman. Ini kayak lo mau mau ngecat rumah, tapi yang lo bawa malah lumpur, bukan cat. Kalo mau benerin iman, buat donk suasana yang mendukung.

3. "Biarin aja kali. Mereka kan juga nyari makan. Lagian, hak mereka juga kali!"
Komentar gw :
Hak itu punya batasan cuy. Kalo hak yang mereka gunakan merusak orang lain, itu namanya bukan hak, itu dzalim. Lo berhak kok makan mangga, g ada yang ngelarang. Tapi kalo mangga nya itu ngambil dari pohon punya tetangga, dan lo g bilang. Itu namanya bukan hak. Itu nyuri. Meskipun mungkin si tetangga juga bakal ikhlas-ikhlas aja. Tapi kan tetep ada kemungkinan dia g ikhlas kan?
Sama aja dengan orang-orang seksi ini. Mereka bebas kok tampil seksi dimanapun dan kapanpun. Tapi ketika mereka udah tampil di depan banyak orang, bisa aja itu ngrusak si orang yang ngeliat. Walopun bisa juga engga. Tapi tetep ada kemungkinan ngerusak kan? Dan itu namanya bukan hak lagi. Itu dzalim. karena lo udah menghalangi si orang ini buat meraih iman yang lebih kuat.

Kalo soal nyari makan, ada banyak hal kok yang bisa dilakuin selain tampil wow. Tu Siti Nurhaliza tetep jadi penyanyi beken kok tanpa kudu tampil seksi. Evi Tamala malah pake kerudung. Tapi tetep aja tu dapet duit buat makan. So?

Jujur sih, gw bukan orang yang agamis, apalagi orangnya MUI. Bukan. Gw juga bukan orang yang imannya udah level dewa. Bahkan kalo dirate, mungkin iman gw cuman 3 dari 10. Tapi kan gw juga pengen ningkatan rate gw donk. Dan kalo mau blak-blakan ni ya, iman gw melorot kalo liat yang seksi-seksi. Dan gw yakin gw bukan satu-satunya orang di Indonesia ini yang kayak gitu. Jadi plis deh, bantu kami dengan menciptakan suasana yang mendukung bagi kami untuk terus increase iman kami. G usah yang muluk-muluk deh, cukup dengan NGEHARGAIN USAHA ORANG LAIN buat menciptakan lingkungan yang kondusif. Kalo pada peduli sih. Dan mau ngebantu sih. Kan itu hak. Hahaha.

Jenis-Jenis Organisasi

Salah satu faktor penting dalam membentuk suatu organisasi adalah ditentukannya bentuk organisasi. Bentuk organisasi bisa bermacam-macam tergantung latar belakang dan tujuan pembentukan organisasi tersebut. Berikut adalah macam-macam organisasi berdasarkan tujuannya.

1. Organisasi Niaga
Organisasi Niaga adalah organisasi yang tujuan utamanya adalah mencari keuntungan atau sering disebut sebagai organisasi Profit Oriented.
Macam-macamnya antara lain adalah:
1. Perseroan Ternatas (PT)
2. Perseroan Komanditer (CV)
3. Firma (FA)
4. Koperasi
5. Join ventura, dan lain-lain.
Organisasi ini biasanya bergerak di bidang perdangan, industri, dan jasa.

2. Organisasi Sosial
Organisasi Sosial adalah organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat yang bertujuan untuk melakukan kegiatan-kegiatan sosial. Organisasi semacam ini biasanya disebut pula sebagai organisasi nonprofit, karena memang bukan untuk mencari keuntungan/ profit. Adapun jalur-jalut pembentukan organisasi sosial adalah:
1. Jalur Keagamaan
Organisasi ini berlatar belakang agama. Sehingga kegiatan yang disoroti adalah yang berhubungan dengan agama. Contohnya NU, Muhammadaiyah, dan lain-lain.
2. Jalur Profesi
Kadang kala golongan pekerjaan tertentu memerlukan satu wadah, baik untuk menjalin silaturahmi atau sebagai wadah penyampaian aspirasi. Organisasi ini akan memfokuskan pada kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan profesi mereka. Sebagai contoh adalah PGRI(Persatuan guru Republik Indonesia), Sarekat Pekerja dalam perusahaan-perusahaan, Perkumpulan Pengusaha Mebel, dan lain-lain.
3. Jalur Kepemudaan
Sesuai namanya, organisasi ini bergerak di bidang kepemudaan dan biasanya kepengurusannya adalah orang-orang muda. Misalnya adalah Indonesia Unite, atau di zaman kebangkitan nasional seperti Jong Java, Jong Celebes, Pemuda Pasundan, dan lain-lain.
4. Jalur Kemahasiswaan
Organisasi ini digawangi oleh mahasiswa dan tujuannya biasanya tidak jauh dari kepentingan mahasiswa. Contohnya BEM, Himpunan Mahasiswa Selluruh Indonesia, dan sebagainya.
5. Jalur Kepartaian & Kekaryaan


Selain kedua jenis organisasi ini, ada banyak lagi jenis-jenis organisasi berdasarkan latar belakang masalah yang berbeda. Misalnya berdasarkan wilayah, bisa dibagi menjadi organisasi lokal, nasional, regional, dan internasional.
1. Organisasi Lokal
Adalah organisasi yang cakupan wilayahnya ada di satu kawasan tertentu. Misalnya satu kabupaten, atau satu propinsi.
Contoh : PSSI cabang Semarang, PGRI Solo, Jong Java, dan lain-lain.

2. Organisasi Nasional
Adalah organisasi yang cakupan wilayahnya satu negara.
Contoh : PSSI, PGRI Pusat, Indonesia Unite, dan lain-lain.

3. Organisasi Regional
Adalah organisasi yang cakupan wilayahnya meliputi beberapa negara di satu wilayah regional tertentu. Misalnya ASEAN, Uni Eropa, Liga Arab, dan lain-lain.

4. Organisasi Internasional
Adalah organisasi yang cakupan wilayahnya meliputi semua negara di dunia. Contoh : PBB, OPEC, APEC, dan lain-lain.

Dan masih banyak lagi jenis-jenis organisasi lain dengan tujuan dan latar belakang yang lain.

Sumber : wikipedia.org, agnezkembaren.wordpress.com

Ciri-Ciri, Unsur, dan Teori Organisasi

Tidak sulit mengenali sebuah organisasi. Hal ini dikarenakan suatu organisasi memiliki ciri-ciri yang menandakannya. Adapun ciri-ciri dari sebuah organisasi antara lain adalah :
1. Adanya komponen yang terdiri dari atasan dan bawahan, pimpinan dan staff, dan sejenisnya.
2. Adanya tujuan dan sasaran yang ingin dicapai yang merupakan cita-cita bersama.
3. Adanya kerjasama yang terstruktur dan terencana.
4. Adanya keterikatan format dan tata tertib yang harus dipatuhi oleh anggotanya.
5. Adanya pemberian wewenang dan koordinasi tugas-tugas yang harus dilaksanakan.

Untuk disebut organisasi, paling tidak harus memenuhi unsur-unsur utama sebuah organisasi. Diantaranya adalah :
1. Berorientasi tujuan/ Goals Oriented.
Artinya sebuh organisasi harus memiliki tujuan akhir yang jelas, sehingga kegiatan yang dilakukan dalam organisasi tersebut semata-mata demi mencapai tujuan tersebut.

2. Sistem hubungan sosial/ Psychosocial System.
Yaitu hubungan antara satu anggota dengan anggota yang lain yang menimbulkan adanya jabatan-jabatan/ status tertentu dalam organisasi. Misalnya pimpinan dan bawaham.

3. Aktifitas yang terstruktur/ Structured Activities.
Berarti seluruh kegiatan yang dilaksanakan harus terstruktur dan terencana. Hal ini bisa ditunjukkan dengan adanya tata tertib atau langkah-langkah/ metode dalam menjalankan tugas masing-masing.

4. Sistem Teknologi/ Technological System.

Merujuk pada ciri dan unsur organisasi di atas, ada berbagai macam teori tentang organisasi yang mungkin perlu diketahui. Diantaranya adalah :

1. Teori Organisasi Klasik/ Tradisional
Ciri khusus dari teori ini adalah penekanan pada rantai perintah dan penerapan disiplin, aturan, dan supervisi yang ketat. Teori ini memberikan metode-metode yang kaku. Teori ini banyak diterapkan di tahun 1800an(abad 19).

Teori ini terbagi menjadi tiga, yaitu :


1.1 Teori Organisasi Klasik 1 - Teori Birokrasi

Teori ini dikemukanan oleh Max Weber. Birokrasi sendiri berasal dari kata kegal-rasional. Legal karena wewenangnya berasala dari seperangkat aturan dan peranan yang dirumuskan dengan jelas. Rasional karena dalam mencapai tujuan diterapkan prosedur-prosedur yang jelas. Menurut Weber bentuk organisasi birokratik adalah yang paling efisien, dengan memiliki karakteristik sebagai berikut :
a. Pembagian kerja yang jelas
b. Hirarki wewenang yang terumus dengan baik
c. progam rasional dalam pencapaian tujuan organisasi
d. Sistem prosedur untuk penanganan situasi kerja
e. Sistem aturan yang memuat hak dan kewajiban posisi para pemegang jabatan.
f. Hubungan antar anggota yang bersifat impersonal

1.2 Teori Organisasi Klasik 2 - Teori Administrasi
Teori ini berkembang di tahun 1900 yang sebagian besar dikembangkan oleh Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa, serata Mooney dan Reiley di Amerika.

a. Henri Fayol
Henri adalah seorang industrialis dari Perancis yang telah menulis Administration Industrielle et Generale (administrasi industri dan umum). Menurut Fayol, semua kegiatan-kegiatan indrustial dapat dibagi menjadi 6 (enam) kelompok :
1.Kegiatan-kegiatan teknikal
2.Kegiatan-kegiatan komersial
3.Kegiatan-kegiatan financial.
4.Kegiatan-kegiatan keamanan.
5.Kegiatan-kegiatan akuntansi.
6.Kegiatan-kegiatan manajerial.

Selain itu Fayol juga mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi.

Prinsip-prinsip dari Fayol tersebut adalah sebagai berikut :
1.Pembagian kerja.
2.Wewenang dan tanggung jawab.
3.Disiplin.
4.Kesatuan perintah.
5.Kesatuan pengarahan.
6.Mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi.
7.Balas jasa.
8.Sentralisasi.
9.Rantai scalar.
10.Aturan.
11.Keadilan.
12.Kelanggengan personalia.
13.Inisiatif.
14.Semangat korps.

b. Lyndall Urwick, Mooney,d an Reily
Urwick menulis makalah-makalah tentang organisasi yang terkumpul dalam Papers on the Science of Administration. Dalam makalah ini, Urwick memperkenalkan prinsip-prinsip yang berhubungan dengan pembagian kerja, koordinasi, departemen-departemen, personalia, proses, dan penggunaan staff.

Sedangkan di Amerika Serikat, James D. Mooney dan Allen Reilly dalam tahun 1931 menulis dan menerbitkan buku mereka, Onward Industry.

Pada prinsipnya, mereka menekankan tiga prinsip organisasi yang mereka teliti dan temukan, yaitu :
1.Prinsip koordinasi.
2.Prinsip scalar.
3.Prinsip fungsional.

1.3 Teori Organisasi Klasik 3 - Teori Manajemen Ilmiah
Salah satu pendukung teori ini adalah F.W. Taylor. Taylor menjelaskan bahwa organisasi memiliki empat kaidah yaitu:
1.Metode – metode kerja dalam praktik mulai digantikan dengan berbagai metode yang dikembangkan atas dasar ilmu pengetahuan tentang kerja ilmiah yang benar.
2.Agar memungkinkan karyawan bekerja sebaik – baiknya, sesuai dengan spesialisasinya, perusahaan harus rutin mengadakan seleksi, latihan -latihan, dan pengembangan para karyawan secara ilmiah.
3.Agar para karyawan memperoleh kesempatan untuk mencapai tingkat upah yang tinggi, sementara manajemen dapat menekan biaya produksi menjadi rendah, pengembangan ilmu tentang kerja serta seleksi, latihan dan pengembangan secara ilmiah harus diintegrasikan.
4.Semangat dan mental karyawan perlu dikembangkan dengan cara pendekatan antara karyawan dan manajer. Hal ini sebagai upaya untuk menimbulkan suasana kerja yang baik dan tercapainya manfaat manajemen ilmiah.


2. Teori Organisasi Neoklasik.
Teori ini muncul sebagai akibat dari Teori Organisasi Klasik yang dianggap kaku dan mengabaikan hubungan kemanusiaan. Teori ini secara khusus memberikan perhatian pada aspek psikologis dan sosial pada diri anggota organisasi, baik sebagaii individu maupun kelompok kerja. Salah satu tokoh pencetus teori ini adalah Hugo Mustenberg, yang tertuang dalam bukunya Psychology and Industrial Effeciency yang diterbitkan pada tahun 1913.

3. Teori Organisasi Modern
Teori Organisasi klasik dan neoklasik dinilai belum memuaskan tuntutan manajemen. Sehingga pada tahun 1950 muncullah teori organisasi modern. Teori ini dalam perkembangannya kemudian dikenal dengan nama analisis sistem atau teori terbuka yang memandang organisasi sebagai satu kesatuan dari berbagai unsur yang saling bergantung.
Berikut adalah beberapa perbedaan antara teori organisasi klasik dan modern.
•Teori organisasasi klasik lebih menitikberatkan pada analisis dan deskripsi, sementara teori organisasi modern menekankan pada keterpaduan dan perancangan secara menyeluruh.
•Teori organisasi klasik terfokus pada konsep, skalar, dan hubungan vertikal, sementara teori organisasi modern cenderung horizontal, dinamis, dan multidimensi.

Sumber: Wartawarga Universitas Gunadarma, agnezkembaren.wordpress.com